
Kemenangan telah digenggam oleh Theo, Andrew yang telah dikalahkan secara telak dibawa paksa dalam keadaan tak sadarkan diri. Dengan menaiki helikopter buatan Weapon Eagle, kelompok Scorpion yang dibawahi Theo meninggalkan arena yang sudah dihiasi ratusan mayat kriminal yang berada dalam lindungan Andrew.
Atas perintah presiden, Marseal Leo diminta membereskan semua kekacauan itu. Dan mengabulkan tuntutan Theo untuk membebaskan orang orang Scorpion yang tertahan.
Di sisi lain, terdapat pria yang mengawasi arena dari tempat yang tersembunyi. Dia berpakaian serba gelap dan bergerak tanpa suara layaknya seorang Assassin/ pembunuh profesional. Dengan kacamata hitam dan wajah yang tertutupi masker dan jubah, dia menatap ke arah Helikopter yang membawa pergi tubuh Andrew.
Tak lama setelah itu ....
Duarrr!!!!
Ledakan besar menghancurkan Helikopter yang mengangkut tubuh Andrew dan beberapa Helicopter yang dekat dengan sumber ledakan. Puluhan anggota Scorpion yang awalnya bersorak senang kini telah dibungkam oleh bendera kematian.
Theo beserta beberapa bawahannya yang sedang terbang menaiki Helikopter terdepan. Terbelalak lebar saat mendapati hal diluar prediksinya. Dia tak pernah mengira bahwa tubuh Andrew yang dari luar terlihat tak ditempeli apapun kecuali sehelai pakaian dalam bisa meledakkan beberapa Helikopter yang terbang dengan jarak aman. Meskipun kebanyakan yang tewas bukanlah elit yang mumpuni, fakta bahwa mereka telah menghabiskan banyak waktu bersama Theo sanggup membuat hatinya terguncang.
"Dari mana asal ledakan itu?"
"Aku yakin helikopternya sangat aman karena selalu dikontrol oleh orang orangku. Satu satunya benda asing yang kami bawa masuk hanyalah tubuh jenderal Andrew tapi bukankah di tubuhnya tak ada apa apa!?" Theo nampak begitu terpukul, begitu pun para bawahannya yang nampak sedang duduk di samping dan di depan kursi kendali. Dia nampak begitu bingung karena Number tak pernah menunjukkan teknologi tersebut. Terlebih jika teknologi itu memang ada, mengapa baru mereka gunakan sekarang!?
"Perintah sudah dilaksanakan!" ucap pria berjubah hitam sembari menekan ear piece di telinganya.
"Kerja bagus!" Zero menjawab.
Disisi lain jauh di dalam markas Number. Zero nampak menyudahi panggilannya, lalu bertatap muka dengan tiga belas orang petinggi Number. Mereka memiliki sebutan absolute fourteen. Ditubuh mereka terdapat simbol angka yang dapat disamarkan serta berpindah ke bagian tubuh manapun. Selain bersikap begitu dekat dengan Zero, kebiasaan lain mereka yaitu sering kali bergonta ganti wajah. Karena itulah selain Zero dan anggota absolute Fourteen, tak ada yang tahu pasti akan wajah asli mereka. Satu satunya yang kebanyakan orang tahu ialah, petinggi berangka ganjil merupakan seorang wanita, sedangkan yang berangka genap diisi oleh kaum laki laki.
"Dimana Fourteen?" tanya Number one dengan penasaran.
"Seperti biasa, dia sedang menjalankan misinya," Zero tersenyum mengancam.
"Sudah kubilang dia tak akan memberitahumu!" sanggah Number Four yang menunjukkan simbol angkanya di punggung tangan kanan. Wajahnya nampak menjengkelkan, dan sikap duduk terlalu santai. "Ini soal Andrew lagi kan!?" tanya Number Four memastikan.
__ADS_1
Seketika semua mata tertuju pada Zero. Mereka baru mengetahui bahwa misi rahasia Fourteen adalah mengawasi Andrew yang merupakan Ranker Holder yang baru masuk ke Number yang dianugrahi simbol angka lima belas untuk memotivasinya. Semua orang yang awalnya nampak tak suka dengan fiveteen yang seakan diistimewakan oleh Zero mulai memiliki spekulasi masing masing. Dari apa yang dikatakan Zero sebelumnya, mereka pun menyimpulkan bahwa Fiveteen kini telah disingkirkan.
"Kurasa kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Andrew," sambung Zero sembari menyipitkan matanya. Sementara para Absolute Number hanya terdiam karena membenarkan spekulasi Zero.
"Jadi ... , apakah tujuan kau mengumpulkan kami adalah untuk meminta kami mencari kandidat yang cocok mengisi kekosongan kursi Eksekutif Number?" sambung Number Four sembari menyilangkan kakinya.
"Itu memang salah satu alasannya, tapi ada hal penting lagi yang harus kutegaskan!" Zero menanggapi.
"Apa itu?" tanya Number three dengan penasaran.
"Pastikan kabar mengenai subjek penelitian yang berada di luar kendali markas tidak menyebar luas di luar eksekutif Number!" tegas Zero mengancam.
Zero bermaksud membungkam para Eksekutif Number yang kebanyakan memiliki lencana Holder agar tak membocorkan rahasia mengenai identitas para elit Red Eagle sebagai subjek percobaan. Hanya dalam ucapan singkatnya, para Absolute Number segera memahami maksud Zero. Apabila ada eksekutif Number yang melanggar, maka habisi dengan Chip peledak yang tertanam di dalam setiap tubuh para eksekutif.
Awasi dan Bungkam Mereka! Itulah yang tertanam pada pikiran para Absolute.
'Apa apaan gerakannya itu!'
'Nampak sederhana tapi sulit diprediksi!'
'Caranya menyerang dan bertahan benar benar bisa menipu mata!' Hansen bernapas terengah engah sembari menjaga jarak dari jangkauan serangan Mr W.
"Semua beladiri yang kau praktekkan, sudah sering kuhadapi di masa lalu. Jika kau ingin membalas seranganku, buatlah gerakanmu sendiri!" tegas Mr W mengancam.
"Hosh hosh hosh!" Hansen terengah engah dan bergumam dalam hati, 'Buat gerakan sendiri katanya?'
'Aku kan sudah melakukan itu berulang kali!'
"Oh iya, kudengar kau merupakan master systema."
__ADS_1
"Kebetulan sekali aku merupakan seorang Expert dari seni bela diri ini, ingin mencoba bertukar gerakan denganku?" tanya Mr W sembari tersenyum.
'Systema adalah beladiri yang memanfaatkan senjata dan fokus menyerang titik vital. Senjata yang dipakai bisa berupa bagian tubuh, ataupun benda lain yang bisa dijadikan senjata. Aku sangat ahli dalam hal memanfaatkan benda apapun menjadi senjata, dan dia berkata bahwa dia merupakan seorang ekspert!?'
'Apa ada hal yang tak bisa dia lakukan!' Hansen nampak waspada.
"Hei Kau!"
"Lemparkan benda benda tumpul seperti tongkat besi dan semacamnya!"
"Sebarkan ke dalam arena, dan lakukanlah secepat mungkin!" ancam Mr W sembari menunjuknprajurit yang nampak sedang menonton di tempat latihan.
'Aku sudah kehabisan banyak tenaga, dan dia mau mulai lagi dengan systema!'
'Meskipun tumpul, senjata tetaplah senjata. Tubuhku tak akan bisa menahan dampak serangannya!' Batin Hansen nampak tak tenang. Namun Mr W tak mengurungkan niatnya sama sekali, karena sejak awal dia sudah memperingatkan bahwa akan menunjukkan neraka pelatihan yang sebenarnya.
Saat benda benda tumpul di jatuhkan ke tengah arena, Mr W pun mulai mengambil sembarang benda seperti panci penggorengan yang nampak mengeluarkan asap.
"Kalau ini kena wajah, bagaimana ya rasanya!" senyum jahat tergambar jelas di wajahnya.
Benda benda tumpul yang berserakan kebanyakan berasal dari peralatan makan dan masak para prajurit yang berjaga di sekitar.
"Oi oi!"
"Apa kalian melemparkan panci penggorengan yang baru saja digunakan!" bentak Hansen kesal.
"Bukankah panas identik dengan neraka!?" sambung Mr W sembari tersenyum jahat.
'Mati aku!' Hansen nampak frustasi.
__ADS_1