
"Jadi ... kalian berbohong padaku ya?"
"Katanya keluarga Jaya Candra sudah membuang mereka karena tubuh sampah mereka tak cocok dengan penelitian kalian? Lalu apa yang sedang kulihat ini!?" Si pirang nampak kesal karena baru mengetahui fakta bahwa Hendra Pratama dan sepuluh petinggi kelompok naga emas masih memiliki akses terhadap Dragon chip milik keluarga Jaya Chandra. Sementara sepengetahuannya, baik para bawahan maupun Jaya Chandra sendiri menegaskan bahwa mereka telah membuang Hendra Pratama dan pengikutnya karena tak memiliki tubuh yang cocok dengan pengaplikasian Dragon Chip.
"Bu ... bukankah dengan begini situasinya jadi lebih menarik?" Ron nampak panik dan mencoba mengatakan hal acak untuk mengalihkan fokus si Pirang.
"Memang ini jadi lebih menarik, hanya saja .... , Sejak kapan keluarga Jaya Chandra begitu murah hati hingga membiarkan orang luar yang sudah bukan anggota keluarga mereka sendiri, membawa otoritas penuh atas Dragon Chip berharga mereka?"
"Mungkinkah ada sesuatu yang tak kuketahui tentang Hendra Pratama?" Si pirang mulai curiga mengenai hubungan khusus antara Hendra Pratama dengan Jaya Chandra.
Ron nampak semakin panik, karena takut rahasia besar yang hanya dia, Hansen dan Jaya Chandra ketahui terbongkar oleh si pirang yang memiliki sifat merepotkan.
"Apa mungkin kalau dia adalah putra dari wanita itu?" tanya Si Pirang curiga.
'Habislah aku! Jika orang ini tahu faktanya, tuan Hendra dan keluarganya pasti akan dalam bahaya!'
'Aku harus memikirkan sesuatu yang bisa membantah pemikirannya!' Ron nampak sangat tegang dan tenggelam dalam pemikirannya sendiri.
"Apakah wanita itu pernah cerita padamu kalau dia punya seorang anak?" tanya Ron dengan tampang panik.
"Hmmm ... ," Si pirang termenung sejenak.
Jauh di masa lalu, sebelum nama Law Breaker menyebar ke seluruh penjuru dunia.
"Jaya Chandra! Lagi lagi kelompok itu!"
"Sampai kapan kita harus diam saat mereka mengganggu kita!" Pria berambut panjang yang dia warnai dengan warna biru dan merah mengamuk kesal.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi, mereka kan memang lebih kuat dari kita kan?" gadis berambut pink dengan tato di sekujur tubuhnya menghela napas dengan pasrah.
"Yah perkataanmu memang berdasar, Nathalie."
"Tapi, aku tak percaya kalau ada orang yang tak memiliki kelemahan sedikitpun!" Sky memukul dinding dengan kesal.
"Jaya Chandra itu ... tak peduli sekuat apapun dia, aku juga percaya kalau dia memiliki sebuah kelemahan!" Si pirang menyela kesal.
"Kalian bertiga ini sangat berisik ya?"
"Mengganggu tidurku saja!" pria berbadan kekar, berambut panjang, bertelanjang dada dengan tato di sekujur tubuhnya membentak kesal karena tidurnya terganggu.
"Suara kalian benar benar terlalu keras hingga mengganggu istirahat kami, Tahu!" Pria yang penuh dengan luka bakar di seluruh wajah dan badannya, mengangkat suara karena tidur sambil duduk santainya terganggu.
"Bisa bisanya kalian tidur! Seharusnya sebagai seorang petinggi kalian ... !" Belum sempat menyelesaikan bentakannya, pria dengan penuh luka melemparkan sebuah foto yang dia keluarkan dari dalam saku celananya. Foto itu menunjukkan wajah Jaya Chandra muda yang sedang merangkul seorang gadis dengan senyum di wajah mereka.
"Bukankah ini Jaya Chandra? Siapa gadis di sampingnya?" Sky nampak tersentak.
"Dari mana kau dapat foto ini?" tanya Sky penasaran.
"Dari mana lagi kalau bukan dari dompetnya!" Pria dengan penuh luka bakar menyeringai bangga.
"Kau dan tangan licinmu, memang patut diacungi jempol!" Sky menyeringai senang.
"Ngomong ngomong, apa ada yang mengenal siapa gadis itu?" si pirang bertanya karena penasaran, namun yang lainnya selain Nathalie hanya menggelengkan kepala.
"Aku tahu gadis ini, dia orang dari keluarga kelas dua di negara yang disebut sebagai Indonesia!" Nathalie menatap foto di atas meja yang dilemparkan pria dengan penuh luka bakar.
__ADS_1
"Baguslah kalau kau tahu dia! Hei pirang temani Nathalie untuk menjemput gadis itu!" ucap Sky dengan lantang.
"Kenapa harus aku!" keluh si Pirang.
"Bukankah kau kalah taruhan tadi malam!" Sky menyeringai tajam.
"Tcih! Karena inilah aku benci taruhan!" Si Pirang bangkit dari tempat duduknya, kemudian berkata, "Pimpin jalannya!"
Singkat cerita, Si Pirang dan Nathalie berhasil membawa pulang gadis yang mereka incar. Kemudian menginterogasinya dengan berbagai macam siksaan. Sayangnya gadis itu tetap bungkam dan tak mau angkat bicara soal hubungannya dengan Jaya Chandra.
"Karena kekerasan sudah tak berpengaruh padamu, mari kita ambil martabatmu!" Si pirang menelanjangi gadis malang tersebut, kemudian melecehkannya dan menyadari fakta bahwa .... Gadis itu masih perawan!
Setelah memikirkan masa lalu begitu lama, si Pirang pun menyimpulkan.
"Benar juga, mustahil Jaya Chandra punya keturunan dari gadis itu, karena saat aku menginterogasinya, dia masih seorang perawan. Aku sangat yakin akan hal itu, karena punyanya sangat sempit dan berdarah saat aku menyentuhnya!"
'Keperawanan bisa dikembalikan dengan menjalankan beberapa operasi khusus, sangat mudah bagi seorang keluarga kelas dua untuk melakukan operasi seperti itu. Jadi wajar saja jika Nyonya bisa kembali menjadi terlihat seperti seorang perawan meski sudah melahirkan seorang bayi. Meski dalam satu titik aku memang bersyukur atas apa yang dilakukan keluarga Nyonya besar, tetap saja aku merasa jengkel. Binatang ini! Beraninya kau melecehkan wanita yang sangat berharga bagi tuanku!' Ron teramat kesal kala itu, tapi terpaksa menahan semua penghinaan yang keluar dari mulut kotor si pirang karena keadaan yang tidak memungkinkan.
'Lihat saja nanti! Setelah kami menemukan lokaso kau menyembunyikan Nyonya besar kami! Akan kupastikan bahwa aku akan memberikanmu siksaan terparah hingga kau berharap untuk mati!' Ron menatap dengan penuh dendam.
"Oi oi oi, ada apa dengan tatapan itu? Aku jado merinding .... , luapkan saja jika memang kau marah! percaya atau tidak, tubuhku telah terhubung dengan tubuh wanita dari tuanmu! Jika aku terluka bahkan hanya sedikit saja, bisa dipastikan bahwa Nyonya besar kalian menerima rasa sakit yang lebih parah!" Si pirang mengancam bukan dengan omong kosong, karena Jaya Chandra dan Ron pernah menjadi saksi di saat keduanya mencoba melukai si pirang, mantan kekasih Jaya Chandra yang dimunculkan dalam layar kaca di markas lama Law Breaker menderita luka yang sama dan bahkan lebih parah dalam waktu yang bersamaan.
"Wah wah wah, nampaknya kau benar benar marah ya? Tahan saja oke? Sadar diri saja kalau kau tak bisa apa apa!" Si Pirang mengejek remeh. "Oh iya, ngomong ngomong, meski pertanyaanku sedikit terjawab tadi, aku masih tetap penasaran. Apa alasan Jaya Chandra melepaskan Dragon Chip kepada orang luar," Si pirang kembali memasang raut penasaran.
"Bukankah kau juga melakukan hal itu?"
"Seorang Law Breaker yang terkenal begitu ketat, membiarkan kendali atas subjek subjeknya terlepas hingga berhasil kabur dan membentuk sebuah kelompok, yang kini dikenal sebagai Number!"
__ADS_1
"Kau bahkan sengaja memberikan mereka akses untuk hasil penelitian sehingga bisa mengembangkan serum X!" Ron membalas dengan rasa kesal.
"Ah ... jadi maksudmu, Jaya Chandra juga memiliki pemikiran sepertiku? Melepaskan subjek hanya untuk kesenangan?" Si pirang terdiam sejenak, sebelum kemudian tertawa terbahak bahak. "Jaya Chandra itu, memiliki pemikiran seperti itu? Hahahahah! Lucu sekali, tapi aku suka! Memang berkatnya ini jadi semakin menarik! Kita lihat subjek siapa yang akan bertahan lebih lama!" Si pirang tertawa dengan semangat membara.