
Law Breaker, organisasi besar dunia yang dikuasai oleh kelompok besar gangster. Tak terhitung jumlah negara yang telah mereka kacaukan karena aturan yang mereka sebarkan. Tak sedikit pula negara yang dihancurkan akibat menentang aturan mereka. Selain menyebarkan aturan kebal hukum yang mengacaukan berbagai negara, mereka juga melakukan aktivitas ilegal seperti percobaan manusia. Dan itu masih mereka lakukan hingga saat ini. Hingga akhirnya tak terhitung sudah jumlah penduduk yang mereka bawa diam diam dari berbagai belahan dunia untuk diteliti.
Penelitian para Law Breaker bertujuan untuk menciptakan manusia baru yang kuat dan berada di bawah kendali mereka, sayangnya tidak mudah untuk mencuci otak manusia. Terutama apabila dilakukan pada orang orang yang memiliki tekad yang kuat. Diantara para subjek penelitian, ada saja yang berubah menjadi pemberontak saat merasa kekuatan mereka sudah cukup untuk itu. Hingga akhirnya masalah besar pun pecah karena para subjek bekerja sama untuk melarikan diri. Kejadian itu adalah kejadian pertama yang merugikan dan tak dapat diprediksi oleh Law Breaker. Yang mana akhirnya sekarang, mereka lebih memperketat penjagaan subjek penelitian dan tak mencampur mereka seperti di masa lalu.
Diantara subjek yang kabur, ada beberapa yang tewas saat ditemukan di perbatasan negaranya. Ada pula yang negaranya dihancurkan karena ketahuan melindungi subjek tersebut. Meski begitu, masihada beberapa subjek yang berhasil selamat hingga membentuk kekuatan mereka sendiri sendiri.
Number, kelompok penentang aturan dunia yang menyebarkan terror demi menyingkirkan perwira negara dan mengambil alih jabatan mereka dengan menyusupkan diri. Memiliki tujuan awal menguasai negara dari balik bayangan sembari memperkuat organisasi mereka demi untuk mengalahkan Law Breaker yang telah menjadi sumber dari penderitaan mereka. Sebenarnya mereka tak tega menghabisi orang orang tak berdosa itu, namun demi mengambil alih negara dan karena tak ada cara lain, mereka pun akhirnya terpaksa melakukan berbagai hal keji seperti menyebar bom dimana dengan menghabisi warga tak bersalah untuk memancing para abdi negara yang telah tunduk di bawah aturan Law Breaker.
Mr W, seorang veteran perang yang pernah menjadi korban penelitian Law Breaker. Dia lari bersama dengan empat subjek yang kini telah menjadi perwira bintang empat angkatan laut yang bahkan tiga diantara mereka telah berhasil memimpin komando mereka sediri sendiri. Dan pengaruhnya akan menjadi semakin luas sejak Marsekal Leo dikalahkan, karena dengan tersingkirnya dia maka perwira ke empat bisa mengambil alih posisi sang Marsekal hingga akhirnya Mr W dapat menguasai kepemimpinan angkatan laut sepenuhnya.
Adi Wijaya, seorang veteran perang yang juga merupakan pembisnis layaknya Mr W. Sama seperti W, dia juga merupakan satu dari 26 subjek yang melarikan dari pusat penelitian Law Breaker. Pengaruhnya tak kalah kuat seperti halnya Mr W. Dia berhasil menguasai seluruh Angkatan udara dan bahkan menguasai dunia bisnis di seluruh kota besar indonesia. Yang mana baru baru ini bahkan sudah menyebarkan pengaruh bisnisnya ke luar negara. Meski begitu, dia tak pernah berniat melawan balik Law Breaker sama seperti W yang hanya berniat melindungi kehidupan damai mereka sebisa mungkin.
Perompak, sekumpulan pemberontak aturan kebal hukum yang menyebarkan ketidak puasan mereka dengan mengacau di lautan bebas. Sekelompok orang gila yang tak takut mati dan memanfaatkan kekuatan mereka untuk menentang para Law Breaker dengan merampas kapal yang lewat dan menghabisi orang yang mereka pikir layak untuk dihabisi. Jika mereka hanya sekelompok manusia biasa, maka hal ini merupakan hal sepele bagi Law Breaker. Masalahnya adalah ada dua subjek penelitian di antara mereka yang mana memiliki pengetahuan layaknya number dalam melanjutkan percobaan manusia. Karena keberadaan keduanya, terdapat dua kubu perompak yang menjadi musuh bebuyutan Law Breaker karena sama sama membuat percobaan manusia dan terang terangan melawan mereka. Meski pemimpin kedua kubu perompak sama sama seorang subjek pelarian, keduanya tak benar benar akur hingga kadang cekcok dan saling merugikan. Dan orang yang berhasil menyatukan keduanya ialah ... Tactic Eagle. Otak yang membuat kedua kubu itu menyatu dan menjadi semakin terorganisir hingga mengancam ketenangan Law Breaker.
H, yang kesal saat mengetahui drone buatan aliansi perompak. Segera menghancurkan semua drone dan menyisakan satu untuk diikuti. Sayangnya, saat baru mencapai perbatasan laut selatan ...
Duarrr!!!!! semua pesawat tempur mereka diledakkan oleh ribuan Drone elang merah yang melesat mendekat dengan bom di cakar mereka.
__ADS_1
Jeburrr!!! H dan beberapa pasukanyang menyadari keberadaan bom itu memutuskan untuk melompat ke lautan lepas. Dan tak lama setelah mereka terjun, pintu kapal selam yang menyebarkan ribuan drone itu perlahan terbuka semakin lebar. Tak lama setelah itu keluarlah seorang subjek penelitian perompak yang tersenyum sembari mengeluarkan bazooka di tangannya.
"Kejutan!" pria itu menembakkan bazookanya ke arah H dan para Yakuza yang kala itu sedang berenang di lautan lepas. Tak lama setelah itu ...
Duarr!!! ledakan dahsyat melenyapkan eksistensi mereka.
"Hahhahaa, aku tak pernah berhenti kagum dengan senjata yang dibawa bocah bernama Tactic Eagle itu. Semua senjata yang bersimbol elang mekanik ini benar benar gila. Meskipun sangat disayangkan karena dia bilang tak dapat memproduksinya lagi." pria berkulit gelap dengan pakaian sederhana dan bazooka ditangannya itu terkekeh sembari mengamati langit. Dia tersenyum lega sembari menanti kedatangan Danger eagle yang katanya ingin membawa orang baru.
Kring kring kring! Ponsel Hansen berbunyi. Hansen yang saat itu sedang memegang ponsel tentu saja segera mengangkat panggilan tersebut.
"Halo?"
"Semua orang sibuk mencarimu loh!" Hansen bertanya tanpa henti, dan segera menutup mulutnya ketika terdengar suara ... "Apa kau baik baik saja, komandan?" Suara itu terdebgar tak asing di telinga Hansen, hingga membuatnya langsung menyadari bahwa siapa yang saat ini sedang bicara dengannya. "Zafar? Apakah Theo bersamamu!?"
"Yah ... kurang lebih seperti itu, katanya dia sudah muak bersamamu, saking muaknya dia bahkan membuang kacamata pemberianmu ... ," saat Zafaf belum selesai berbicara, Theo merebut ponselnya sembari berkata, "Di ... dia berbohong! Aku tak pernah mengatakan hal itu! Pokoknya jangan percaya dengan aduannya!" Theo membentak kesal.
"Dimana kalian sekarang?" tanya Hansen penasaran.
__ADS_1
"Kami sedang menuju ke perbatasan negara, lebih tepatnya menuju wilayah laut negara lain," Zafar meneruskan. "Hei! berhenti merebut ponselku!" Theo terdengar kesal.
"Untuk apa kalian kesana?" Hansen terdengar bingung, sementara Theo dan Zafar menjelaskan secara bergantian. Keduanya berebut ponsel dan kemudian saling menceritakan alasan dibalik kepergian mereka dan kemana tepatnya tujuan mereka saat ini.
"Perompak?"
"Kalian menjadi perompak di laut bebas?" Hansen bertanya dengan wajah terkejut. Sementara Zafar menyela dengan santainya dengan berkata, "Kau juga bisa memanggil kami bajak laut komandan!"
"Bajak Laut?"
"Bukankah kalau bergabung dengan kelompok itu kalian akan menjadi incaran berbagai negara termasuk Law Breaker?" Hansen nampak semakin penasaran, sementara Zafar segera meneruskan.
"Tanya kepada Mr. W dia pasti bisa menjelaskan alasan kepergianku. Oh iya, katakan juga padanya agar berhenti menyulitkan kelompok kami!"
"Meski kami suka merampok kapal, kami tak pernah membunuh dan merampok orang tak punya! Jadi jangan halangi operasi kami!" Zafar menutup ponsel Theo dan menolak panggilan Hansen yang terus mencoba untuk menelepon balik.
"Cih, dasar Zafar sialan!"
__ADS_1
"Padahal aku kan ingin bertanya tentang siapa saja yang ada di kubu perompak!" Hansen mendecih kesal hingga memukul dinding di sekitarnya.