Menantu Terhebat

Menantu Terhebat
Chapter 62 : kejahilan yang berakhir petaka


__ADS_3

Waktu telah berganti malam, sementara Theo yang Hansen tunggu tak kunjung datang karena harus menyelamatkan orang orang di helikopter terdekat dengan sumber ledakan yang berada di ambang kematian.


Dia berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan korban yang masih bernapas, sayangnya serpihan ledakan tubuh Andrew tidaklah sesederhana kelihatannya. Ternyata serpihan ledakan tubuh Andrew berselimutkan racun mematikan yang sangat sulit di deteksi dan di cari penawarnya.


Dengan bantuan presiden, Theo meminta bantuan dari tenaga medis yang terbaik. Sayangnya tak ada satupun orang orangnya yang bisa dia selamatkan.


Wajah Theo nampak begitu kesal dan marah, mata merahnya yang diselimuti kebencian pun menjadi alarm tersendiri bagi presiden dan para jenderal militer.


Demon Eagle sedang diambang batas!


Jika kami mendekat maka kami akan habis! itulah yang dipikirkan oleh semua orang. Satu satunya penghibur yang bisa meredakan amukan Theo hanyalah para tawanan Andrew yang berhasil dia selamatkan karena sudah mengambil alih lencana holdernya.


Sayangnya, fakta bahwa korban yang tiada jauh lebih banyak dari pada korban yang hendak diselamatkan, menjadi momok tersendiri baginya.


"Argh!" Theo memukul tembok rumah sakit hingga menciptakan sebuah lubang besar yang terhubung dengan koridor rumah sakit.


"Glek!" Presiden dan para jenderal menelan utuh ludah mereka karena takut akan amukan Theo.


'Entah perasaanku saja, atau memang dia menjadi jauh lebih kuat!?'


'Kalau begini terus aku bisa bisa disusul!' marsekal Leo nampak khawatir dengan masa depannya.


Sementara itu di dalam Shelter, Hansen nampak sedang meminum jus jeruk yang biasa dia minum setiap sore. Jus yang sama dengan apa yang diminum kebanyakan penghuni Shelter untuk melepaskan dahaga mereka.


Saat itu, Hansen meminum jusnya saat baru selesai latihan. Jus tersebut dibawa oleh seorang pelayan yang berpikir bahwa dia benar benar diperintah untuk mengantarkan minumannya.


Karena di dalam Shelter hanya ada orang orang yang cukup dapat dipercaya, Hansen pun meminum jus tersebut tanpa rasa khawatir. Padahal dalam jus itu sudah dicampurkan dengan obat aneh yang Amelia dapatkan dengan merampas paksa benda itu dari tangan ayahnya.


Tak hanya pada Hansen, Amelia juga mengirimkan jus yang sama dengan jus miliknya untuk diminumkan kepada Andini, tentunya untuk menghilangkan kecurigaan dia menyuruh seorang prajurit yang bertugas melayaninya agar mau mengirimkan surat surat itu.


Sementara Amelia memutuskan untuk menunggu hingga obatnya bereaksi, dan berharap apa yang dia rencanakan dapat terlaksana. Sayangnya rencananya itu tak berlangsung dengan mulus, semua karena ulah prajurit yang dimintai untuk mengantar jus, melakukan kesalahan dengan mengirimkannya ke kamar dan orang yang salah.

__ADS_1


Dan orang yang salah sasaran itu adalah Zaskia.


Terhitung dua jam sejak jusnya telah mereka minum, baik Zaskia maupun Hansen nampak sempoyongan hingga membuat Mr W dan para prajurit khawatir.


Sayangnya Hansen yang berpikir bahwa dia bisa mengatasi hal itu, segera pergi menuju kamarnya untuk beristirahat. Dia berpikir bahwa kemungkinan dia merasa pusing karena berlatih begitu keras.


Hingga akhirnya Hansen pun dikejutkan oleh Zaskia yang nampak tergeletak tak berdaya di sekitar koridor di dekat pintu kamarnya.


"Apa kau baik baik saja?" Hansen yang khawatir, melupakan rasa pusingnya dan segera mendekati Zaskia yang nampak dalam keadaan demam. Pipi serta dahinya nampak begitu merah, itulah yang membuat Hansen khawatir. Dia tak menyadari bahwa gejala tersebut juga terjadi padanya.


Dengan rasa khawatir, Hansen segera menggendong Zaskia menuju ke kamarnya. Dan segera menidurkan Zaskia di atas kasurnya. Dengan tubuh yang sempoyongan dan berniat berjalan pergi, Hansen ditarik paksa oleh Zaskia yang nampaknya sudah kehilangan rasionalitasnya.


Awalnya Hansen masih sadar dan bisa menahan napsunya, namun setelah Zaskia menciumnya tanpa peringatan. Seketika pikirannya kosong dan hal yang tak direncanakan itu pun terjadi kembali. Keduanya terkena pengaruh obat yang disisipkan Zaskia untuk mendekatkan Andini dengan Hansen. Sayangnya perbuatannya itu, malah menjadi pemicu awal dibalik meregangnya hubungan mereka.


Semua karena Andini yang tadinya ingin berbicara dengan Zaskia mengenai urusan bisnis, tak sengaja melihat adegan panas antara Zaskia dan suaminya melalui celah pintu yang tak tertutup rapat.


"Hansen Kau!" Andini nampak marah, namun Hansen dan Zaskia yang sudah terpengaruh oleh obat yang terlalu kuat, tenggelam dalam hayalan mereka sendiri.


"Apa yang terjadi!?"


"Kenapa malah dengan Zaskia!!" Amelia nampak syok diawal hingga tak mampu berkata kata. Dia terlihat begitu bersalah, dan segera memasuki kamar itu kemudian mengguyur keduanya dengan air dingin. Semua dia lakukan guna menyadarkan keduanya dari pengaruh obat yang dia berikan.


"Zaskia kau ... !!!" Hansen segera mundur dan mengenakan celananya, sementara Zaskia hanya bisa menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Apa tadi kita baru saja melakukannya lagi?" Xaskia nampak khawatir.


Sementara Amelia yang tak tahu bahwa ini bukan kejadian yang pertama bagi mereka, terkejut bukan main hingga berkata, "Apa katamu!"


"Kau bilang kau pernah tidur dengan kakak iparku!?" Amelia nampak marah.


"Kenapa kau marah saat mengetahui bahwa kami pernah melakukannya?"

__ADS_1


"Apakah kejadian hari ini adalah ulahmu lagi, Adik ipar!?" Hansen nampak begitu marah karena berpikir bahwa kelakuan Amelia hampir saja menghancurkan reputasi Zaskia. Bagaimana tidak?


Jika Zaskia tak ditemukan olehnya, melainkan oleh prajurit bukankah saat ini bukan Hansen yang sedang melakukan hubungan badan dengannya?


Setidaknya jika itu Hansen, Zaskia tak akan kehilangan harga dirinya. Semua karena Hansen tak pernah merendahkan wanita manapun. Apalagi wanita yang sudah dia tiduri, meskipun dalam keadaan tak sengaja. Hansen adalah tipe orang yang selalu bertanggung jawab atas segala tindakannya. Karena itu, jika memang Zaskia memanfaatkan kejadian hari ini atau sebelumnya untuk meminta pertanggung jawabannya, Hansen tak akan ragu untuk menceraikan Andini dan menikahi Zaskia.


Saat mendengar bahwa Hansen sangat mencurigainya, Amelia yang merasa bersalah segera tertunduk dan meminta maaf. Sementara Hansen tak hanya berhenti disitu, dia terus membentak Amelia karena kesal akan sikap seenaknya itu.


Di dalam suasana rancu yang terjadi antara Amelia dan Hansen, suara mual Zaskia melenyapkan suara Hansen. Baik Amelia maupun Hansen segera menatap ke arah Zaskia. Wajah mereka nampak kaget namun Amelia jauh lebih kaget karena mungkin Zaskia akan menjadi penyebab hancurnya pernikahan kakaknya.


"Apa kau hamil?" tanya Amelia dengan penasaran.


"Katakan padaku, apakah kau sedang hamil!?" Amelia semakin meninggikan suaranya karena Zaskia terus bungkam. Meski begitu, Amelia memahami apa yang Zaskia sembunyikan.


Dengan nada yang cukup tegas, Amelia berjalan mendekat sembari berkata, "Gugurkan bayi itu!"


Zaskia yang tentunya memiliki rasa terhadap Hansen namun tak ingin merebut Hansen dari Andini, hanya bisa menggelengkan kepala karena berpikir bahwa setidaknya anak itu merupakan satu satunya hal yang bisa dia miliki.


Amelia yang nampak geram dengan Zaskia, segera memegang tangan Zaskia, kemudian menarik paksa dirinya dengan maksud untuk memintanya menggugurkan kandungannya. Namun Hansen yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, segera menampik tangan Amelia, dan berkata, "Jangan kau berani mengambil kehidupan anakku!"


"Anak ini tak bersalah, dan layak menerima kehidupan!"


"Kau pikir mudah mengurus anak tanpa seorang ayah!?" tanya Amelia dengan harapan agar Hansen mundur.


"Akulah ayahnya, apa kau masih belum paham juga?"


"Amelia?" tanya Hansen dengan sedikit kasar.


"Ke ... kenapa kau tak memanggilku adik ipar?" Amelia nampak kecewa.


"Karena mempertimbangkan ucapanmu tadi, ada baiknya aku mengakhiri hubungan pernikahanku. Lagipula sejak awal hubunganku dengan kakakmu hanyalah hubungan palsu, bukankah begitu, Amelia" Hansen nampak emosi dan kemudian mendorong pergi Amelia dari kamar Zaskia.

__ADS_1


__ADS_2