
Andini menunggu Herry di luar dan di jemput oleh orang suruhan Herry. Dia mengirim seorang wanita untuk menjemput Andini. Wanita itu merupakan pekerja di tempat karaokenya, dan sudah pernah dikenalan dengan Andini.
Dengan mobil sport hitam mewah, gadis itu keluar dari mobil dan berjalan mendekat ke arah Andini.
'Rambut yang diwarnai merah, lensa mata berwarna hijau, pakaian maid yang menjadi ciri has pekerja K-TV milik Wijaya Group.' Andini memandang kesal ke arah gadis itu, lalu berkata, "Kenapa malah kau yang menjemputku?"
"Dan juga, kenapa kau menggunakan mobil kesayangan Herry!"
"Dia kan tak pernah mau meminjamkan mobil itu pada siapapun!" Andini nampak curiga karena meski diperintah, seorang pekerja tak akan diperlakukan sespesial itu. Terlebih cara gadis itu memandang Andini di awal terselip sebuah tatapan menghina dan seringaian kecil yang penuh niat buruk. "Apa apaan dengan cara menatapku! Kau kan hanya seorang pekerja!"
Sadar bahwa Andini mulai menyadari gelagat buruknya, Gadis itu segera mumbungkuk dan berkata, "Ah ... , ma ... maaf Nona Andini. Saya hanya terlalu bersemangat karena habis mengendarai mobil mewah tadi. Sekali lagi maaf atas kelancangan saya! Jika perlu tolong hukum saya!" Gadis itu seketika menunjukkan nyali yang ciut, tubuh yang gemetar seakan merasa begitu bersalah, serta kepala yang tertunduk cukup rendah yang menunjukkan ketidak berdayaannya. Padahal dibalik wajah yang tertunduk, masih terdapat seringaian tajam dan wajah tak senang terhadap kehadiran Andini. 'Tuan Herry hanya untukku! Wanita penghianat sepertimu tak cocok untuk bersanding dengannya! Akan ku buat matamu terbuka setelah membawamu kali ini!'
"Aku tak mau pergi!"
"Katakan pada Herry, kalau aku hanya ingin dijemput olehnya!" Andini nampak hati hati, dia merasakan sesuatu yang janggal dari cara pekerja karaoke itu bersikap.
Pekerja itu pun mulai panik. Bagaimanapun tugasnya adalah membawa Andini ke K-TV dan menguncinya bersama para pria yang menunggu untuk menghancurkan ego Andini. Herry juga akan memperlihatkan seberapa dekatnya dia dengan pekerja itu di hadapan Andini yang sedang dibekap oleh para pria dewasa. Saat sedang terdiam, pekerja itu juga teringat kata kata Herry yang berbunyi, 'Bawa dia bagaimanapun caranya! Jika kau gagal maka hubungan kita tak akan lebih jauh dari ini.'
'Tidak! Aku harus memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuan Herry! Masa depanku sedang dipertaruhkan disini!' Pekerja itu semakin panik hingga menjatuhkan lututnya terlebih dulu, lalu bersujud di hadapan Andini. Dia menunjukkan wajah memelas dengan penuh air mata dan kepanikan.
__ADS_1
"Tolong ikutlah denganku Nona! Hidupku ada di tanganmu! Jika kau begini, Tuan Herry akan menghabisiku!" ucap gadis itu panik.
"Herry bukan tipe pria keji seperti itu!"
"Dia tak mungkin menghabisi seorang wanita!" Andini menjadi semakin kesal.
Sementara gadis pekerja itu tetap bersujud sembari bergumam di dalam hatinya dengan wajah kesal dan penuh kebencian yang dia sembunyikan dari Andini dengan bersujud.
'Memangnya kau tahu apa! Dia itu bisa menjadi kasar setiap kali hal itu berhubungan denganmu! Karena kau yang selalu menolak ajakannya, aku dan teman temanku kerap kali dipukuli untuk melampiaskan ketidak senangannya. Sebelum kau menghianatinya dengan menikah dengan pria lain, Tuan Herry tak seburuk sekarang. Dan aku yakin dia akan kembali membaik setelah aku membantunya membalas penghianatanmu! Dan setelah itu, dia akan membuka lembaran baru, di mana akulah yang akan menjadi pendampingnya!'
Andini tetap bersikukuh pada pendiriannya, sehingga gadis pekerja itu pun segera melakukan tindakan nekad dengan mengancam Andini akan bunuh diri dihadapannya. Sayangnya Andini yang tidak senang terhadapnya, hanya membiarkan gadis itu mencekik dirinya hingga hampir kehabisan napas.
"Lakukan saja sesukamu, karena bunuh diri di hadapanku tak akan pernah bisa membuatku terlibat dalam masalah!" Andini menyeringai sembari bergumam di dalam hati, 'Karena ayahku adalah seorang Holder!'
'Wa ... wanita gila!' Gadis pekerja itu pingsan tak sadarkan diri karena hampir kehabisan napasnya.
Tak lama setelah gadis itu pingsan, Herry menelepon Andini dan langsung diangkat dengan nada ketus.
"Kenapa kau malah mengirim pekerja K-TV milikmu kemari! Bukannya mengirim dirimu sendiri! Dan apa apaan dengan perlakuan khusus yang kau berikan padanya! Aku saja belum pernah kau biarkan untuk mengendarai mobil sport kesayanganmu!" Andini mengomel tanpa henti dengan penuh rasa kesal dan cemburu. Sementara Herry menjawabnya dengan beribu alasan.
__ADS_1
"Sebenarnya aku habis kecelakaan, dan tak bisa berjalan untuk sementara waktu. Rasanya cukup bosan karena hanya bisa duduk tak berdaya di sebuah kursi roda. Karena itu aku mengirim orang untuk menjemputmu. Sementara mobil itu, kau bebas untuk mengendarainya sendiri dan jika kau mau ambil saja sebagai permintaan maafku. Bagiku kau lebih penting dari pada rongsokan itu, Sayangku," Herry beralasan dengan nada yang rendah dan memelas. Menjadikan Andini mulai mengurangi kemarahannya. Dia juga menjadi semakin lunak, saat Herry berterus terang padanya kalau tak akan mau hidup lagi sebelum bisa bertemu hari ini. Dan berubah semakin panik saat Herry mengancamnya akan bunuh diri jika Andini kembali menolak permintaan kecilnya untuk bertemu.
"Baiklah! Aku akan kesana!" Andini mengambil kunci di dalam saku pekerja yang pingsan tak sadarkan diri, lalu meninggalkannya begitu saja. Tak lama setelah itu, orang orang yang melindungi Andini dalam bayangan, bermunculan sembari mendekati gadis berambut merah itu. Dan memastikan apakah dia hidup atau tidak. Saat mengetahui bahwa gadis itu hanya pingsan karena terdapat dorongan udara melalui lubang hidungnya, salah seorang prajurit memutuskan untuk membawanya ke dalam mobil sembari mengikuti kepergian Andini. Totalnya ada lima mobil dengan enam orang di setiap mobilnya. Jika ditambah dengan gadis itu, maka ada total tiga puluh satu orang di dalam ke lima mobil tersebut.
"Jangan sampai kehilangan jejak Nona!" Bintara bintang dua nampak mengambil komando atas para kopral yang memiliki pangkat yang berbeda. Meski mereka hanya berpangkat seorang tamtama dan Bintara, kekuatan tempur mereka hampir menyamai para elit dalam Angkatan Laut. Alasan kenapa pangkat mereka tetap rendah yakni karena mereka belum pernah mengikuti kegiatan yang dapat menaikkan pangkat mereka melebihi pangkat mereka sekarang.
Kring kring! Hansen menelepon orang yang bertugas mengawasi Andini saat sampai di parkiran. Saat orang yang dia telepon mengangkat, dia pun segera berkata, "Halo, Sersan!"
"Apakah kau bisa mengatakan lokasi Andini sekarang? Mr W memintaku untuk terus dekat dengannya sementara waktu."
"Di mana Anda sekarang?" tanya Sersan kepala dengan nada serius.
"Di tempat parkir sebelah utara! Tempat di mana mobil mobil pengunjung dihancurkan oleh Law Breaker!" Hansen menatap sekitar yang nampak gersang dan berasap. Dia juga sesekali memperhatikan bekas ledakan mobil mobil yang dihancurkan oleh para Yakuza.
"Pergi ke arah barat!"
"Nampaknya Nona hendak menuju ke K-TV milik Wijaya Group," Sersan kepala menjawab dengan jelas.
"Terimakasih atas kerja samanya, Sersan." Hansen menutup ponselnya, lalu memutar ke kiri untuk mengambil mobil yang dia parkir di sebelah utara.
__ADS_1
'Semoga Herry tak melakukan hal yang bisa membahayakan nyawa Andini!' Hansen berlari dengan cemas.