Menantu Terhebat

Menantu Terhebat
chapter 94 - nasib savior eagle


__ADS_3

“Savior Eagle, kau di sini?” Hansen tersentak kaget dan langsung terfokus ke arah Friska yang baru saja muncul memotong pembicaraannya dengan presiden Gibran.


“Jangan panggil aku dengan julukan itu komandan, karena orang orang di sini sudah tahu siapa diriku,” Friska berjalan turun dari anak tangga yang kini sedang dipijaknya.


“Apa para gadis di luar adalah orang orangmu?” Hansen mencoba memastikan karena agak sing dengan wajah mereka.


“Baru saja kita bertemu, beraninya kau membahas gadis lain di depanku,” Friskanampak jengkel saat sedangberjalan mendekat.


“Friska aku ... ,” Hansen mencoba menjelaskan statusnya saat ini, namun Friska segera memotong dengan berkata, “Aku tahu! Lagi pula sejak dulu kau tak pernah memandangku sebagai seorang wanita,” Friska terlihat sedikit murung.Nampak jelas bahwa dia menyayangkan perihal cintanya yang tak pernah terbalaskan.


“Jeng jeng, waktu kalian sudah habis! Ayo kita berkumpul dan ... , “ seorang gadis yang sempat bertemu dengan Hansen di luar pintu villa menerobos masuk bersama rombongannya.


“Bukankah aku sudah pernahbilang padamu untuk bersikap sopan dihadapan tuan X!” Friska nampak kesal.

__ADS_1


“Ko .. komandan, kau disini?!  Tuan Jaya chandra kan sudah mengintruksikanpadamu untuk menunggu di markas!”Gadis yang bersikap agak tomboy itu menjawab dengan kesal.


“Perbaiki sikapmu! Meski kita bekerja sama dengan keluarga Jayachandra bukan berarti bahwa dia telah menjadi tuan kita! Bersikap sopanlah seperti dulu karena bagaimana punjugatuan X adalah ..., “ “Komandan! .. apa kau lupa kalau hari itu sudah lama lewat? Red Eagle sudah dibubarkan, kita bukan anggotanya lagi! Dia juga sudah memiliki wanita lain, untuk apa kau terus menghormatinya!” Rose terlihat kesal.


“Rose kau!” Friska nampak marah, namun rose mengabaikannya dengan menunjuk Hansen lalu berkata, “Hei kau! Cepat ikut aku! Sementara kau tuan Gibran, tunggu di sini!”  Rose memimpin Hansen menuju ruang bawah tanah diikuti rombongannya, sementara Friska dilarang ikut oleh presiden  Gibran Jayachandra.


“Kembali ke markas dan bantu kelompok peneliti untuk mempersiapkan operasi pengangkatan Chip di dalam kepala tuan X. Jangan sampai mereka menyisipkan chip lain seperti apa yang mereka lakukan terhadapmu dan semua orang orangmu!” bisik Gibran sembari menepuk pundak Friska Falisha.


Hansen berjalan mengikuti Rose menuju lift di samping kanan anak tangga. Lift tersebut dimasuki oleh lima orang gadis termasuk Rose,  seorang penjaga pria dan tentunya Hansen juga berada di dalamlift tersebut.


Bip Bip bip!!!!! Bunyi tombol lift bernomor nol yang baru saja ditekan tiga kali.


Lift pun meluncur turun kemudianterbuka saat sudah terhubung dengan ruang  bawah tanah yang nampak seperti stasiun kereta api bawah tanah dengan sentuhan modern yang nampak jelas saat terlihat sebuah kereta api listrik yang melayang di atas rel tanpa menggunakanroda di bawahnya.

__ADS_1


Bssss! Pintu kereta terbuka secara otomatis.


“Masuklah! Ada beberapa proses yang harus kau lewati sebelum operasinya dilakukan. Pastikan untuk melewati segala prosesnya secaraberurutan, karena jika tidak ... maka rencana operasi pengangkatan Chipmu akan dibatalkan,” Rose menunjukkan senyum palsunya sembari menjelaskan saat semuanya sudah berada di dalam kereta listrik futuristik yang nampak kosong karena tak ada penumpang lain selain mereka.


“Tuan Jaya chandra hanya mau melanjutkan operasi apabila kau memang menunjukkan hasil yang sesuai dengan bualan Presiden Gibran. Berharap saja cairan serum x di tubuhmu tak selemah cairan di dna milik nona Friska. Karena kami memerlukan sample kuat untuk melampaui serum buatan Law Breaker,” Pria botak berwajah sangar mengeluarkan serum ungu dari dalam saku pakaiannya, kemudian menyuntikkan serum tersebut ke lengannya sendiri hingga habis tak bersisa.


“Jangan tanya ini serum apa! Karena aku tak akan menjelaskan padamu bahwa serum ini merupakan serum penguat yang berfungsi menekan efek samping serum super hasil penelitian kami sendiri,” Penjaga berwajah sangar menatap dengan remeh.


“Dasar botak, untuk apa kau memberi tahunya!” Rose memukul keras penjaga pria itu hingga terpental jauh dan tak sadarkan diri. Seperti halnya penjaga tersebut, Rose dan teman temannya juga menyuntikkan serum ungu untuk menjaga staminanya. Sementara Hansen tetap diam dan mengamati. Kemudian ketika semuanya lengah, Hansen segera mengirimkan pesan singkat melalui ponselnya yangtelah lama dia ketik secara diam diam ketika masuk di dalam lift.


Bipp!! ponsel Mr W berbunyi, pesan singkat yang Hansen kirimkan pun segera ia baca saat itu juga, “Tolong katakan pada Theo dan semua mantan komandan Red Eagle untuk mengecek isi kepala mereka! Ada bom berbentuk chip kecil yang ditanam Number secara diam diam di tempat tersebut!”


"Apa kau serius?" Mr W mengirimkan pesan suara melalui ponselnya, namun Hansen tak memberikan balasan lagi. Dia juga tak mengangkat setiap panggilan yang mr W coba hubungkan tak lama setelah itu.

__ADS_1


__ADS_2