
Tiadanya Adi Wijaya membuat seluruh pasukan angkatan udara yang tersisa kehilangan hasrat bertarung mereka. Dengan lutut yang perlahan bertemu dengan daratan, semuanya menunduk sedih dengan keadaan terpukul.
"Ikat mereka!" Mr W memberi perintah setelah bersusah payah berdiri sendiri.
"Baik pak!" Semua prajurit angkatan laut yang tersisa.
Mr W terlihat lega sejak sudah berhasil menaklukkan kekuatan utama dari angkatan udara. Karena berpikir tak ada musuh yang harus diperhatikan lagi, Mr W melanjutkan langkahnya untuk menggeledah seluruh markas angkatan udara.
Meski penuh luka dan tak bisa berjalan dengan normal, Mr W tetap bertekad untuk mencari Herry Wijaya untuk memberinya pelajaran atas perbuatannya.
Mr W mungkin sosok yang bijak, tapi dia memiliki sifat buruk yang tak dapat melupakan amarah begitu saja saat keluarganya diganggu. Jika itu perlu, dia akan membasmi habis seluruh keturunan dan saudara dari target yang berhasil memicu emosinya.
Satu demi satu prajurit angkatan udara diikat kuat dengan tali untuk mencegah mereka berbuat hal yang tak diinginkan. Rasa lega sekaligus sedih, tak dapat mr. W ingkari karena sudah kehilangan seorang musuh bebuyutan sekaligus kawan lamanya. Tentunya bersamaan dengan itu, dia juga meminta Ear piece cadangan untuk bisa kembali berkomunikasi dengan pasukan angkatan laut cabang lain, yang ia minta untuk menyerang semua markas cabang angkatan udara.
Disaat Mr. W sedang mencoba untuk tidak terlalu lama tenggelam dalam kesedihannya, tiba tiba saja alat komunikasi di telinganya berbunyi.
'Tes tes, ini dari pasukan cabang barat! Weapon Eagle dan bawahannya telah bertemu dengan kami! mohon ijin untuk mundur! Mereka semua terlalu berbahaya dan sudah membantai begitu banyak dari kami!'
Sebelum Mr W merespon, rentetan panggilan lain dari alat bantu komunimasinya kembali bersuara, 'Di sini cabang utara, mohon ijin untuk mundur! Herry Wijaya dan seorang subjek penelitian yang mengaku sebagai ayah kandungya saat ini sedang mengamuk di sini, mohon segera kirim bantuan karena subjek yang mengaku sebagai ayah kandung Herry itu sangat sulit untuk ditaklukkan. Tak ada musuh lain selain mereka berdua tapi kekuatan mereka terlalu gila untuk kami!'
'Di sini cabang selatan, meminta ijin untuk mengabari semua cabang agar menyingkir dari medan perang!'
'Sekali lagi, saya memperingatkan untuk semua cabang agar menyingkir dari medan perang!'
"Tunggu dulu, apa maksudmu meminta semua cabang untuk ... ," Belum selesai merespon panggilan terakhir yang terdengar dengan nada sangat panik, Mr W dikejutkan oleh suara ledakan yang diikuti oleh dengungan ear piecenya.
"Halo cabang selatan, apa kalian masih di sana!" Mr W berteriak panik sembari menyentuh ear piece di telinganya.
__ADS_1
"Pak tua! kusarankan agar kau cepat mundur! Aku sudah kehilangan kendali akan nuklir dan misilku! Ada yang meretas balik sistemnya!"
sambung Theo melalui drone elang merah yang hinggap di pundak kanan Mr W.
"Kenapa harus mundur? Memangnya apa hubungan peretasan kembali misil yang berhasil kau retas dengan situasi sekarang?" tanya Mr W dengan bingung.
"Di negri ini tak ada yang bisa mengalahkanku dalam ilmi peretasan. Aku yakin yang melakukannya bukan orang dari negri kita!"
"Dia terlalu ahli dan gila! Aku mencoba meretas kembali, tapi dia justrul malah mengacaukan sistem komputerku!"
"Drone drone yang ku kirim untuk membantumu, perlahan di retas satu demk satu! Cepat menyingkir dari drone elang merah! Mereka memiliki kemampuan untuk meledakkan diri!" Teriak Theo tepat sebelum mata drone elang merahnya berubah membiru.
Tubuh Drone drone elang merah berubah menjadi semakin terang dan menyala, nampak jelas bahwa drone drone tersebut akan meledakkan diri mereka. Mr W yang sedang dalam keadaan terluka dan tak bisa merespon cukup cepat, tak dapat menghindari ledakan drone drone tersebut.
Duarrr!!!
"Kukkk!" Beberapa prajurit yang tak menyadari mendekatnya drone drone elang merah ke pundak mereka untuk meledakkan diri, tak bisa merespon hingga menderita cukup banyak luka.
"Pak!" beberapa prajurit yang tak terkena dampak ledakan menoleh ke arah Mr W yang kini tergeletak tak sadarkan diri.
"Awas di belakangmu!" Salah satu prajurit menunjuk ke belakang rekan seperjuangan yang menoleh ke arah Mr W di saat sudah mengikat tangan prajurit angkatan udara yang tersisa.
"Kuhukkk!" Prajurit tersebut telat merespon, dan hanya dapat melihat sosok yang menyerangnya. Pandangan sosok tersebut terlihat kosong.
Sementara prajurit angkatan laut yang pertama menyadari perlawanan prajurit angkatan udara yang melepaskan diri dari ikatan tali kemudian menyerang dengan tangan kosong, segera pingsan tak sadarkan diri. Dia juga diserang oleh prajurit lain yang sebelumnya sudah dia ikat.
Satu demi satu prajurit angkatan laut yang tersisa, dibuat tak sadarkan diri oleh prajurit angkatan udara yang kini memiliki tatapan kosong seakan sedang dikendalikan seseorang.
__ADS_1
Tap tap tap ... Seseorang yang menjadi dalang dari kejadian tersebut, melangkah keluar dari dalam markas utama angkatan udara.
"Padahal dia memiliki tubuh unik yang bisa awet muda, bisa bisanya dia menua seperti ini .... efek samping serumnya benar benar mengerikan ya?" Pria asing itu menatap tubuh Adi Wijaya yang tergeletak tak bernyawa.
"Bisa bisanya kau tiada setelah memberiku obat tidur berdosis tinggi!"
"Harus kuakui, kau benar benar berani A!"
"Tapi jujur saja, apa kau percaya kalau aku benar benar tertidur waktu itu?"
"Kau pikir obat tidur yang sederhana bisa benar benar membuatku tak sadarkan diri hah, A?"
"Yah ... meski kau cukup kurang ajar, aku masih merasa cukup senang," Pria asing itu menekan perut Adi Wijaya dengan sepatu hitamnya.
"Kau telah membawakan mainan baru yang bagus, si mata Heterochromia, W!" Sosok tersebut tersenyum menyeringai.
Sementara itu di sisi lain, Indonesia sedang digemparkan menghilangnya beberapa keluarga kelas dua tanpa sisa. Satu satunya persamaan dari keluarga keluarga kelas dua yang hancur itu, ialah pernah menyulitkan atau mengganggu anggota keluarga Wisnu.
"Singkirkan dia!" Seorang pria ber jas hitam memimpin orang orangnya untuk menyingkirkan anggota keluarga kelas dua yang tersisa.
"Ku ... kumohon ampuni aku! Aku tak akan pernah mengganggu keluarga Wisnu lagi! Aku bersumpah!" Teriak pria malang itu sebelum menemui ajalnya.
"Kami sudah menerima perintah penghapusan! Jika kau menyesal sekarang, itu semua sudah terlalu terlambat!" Pria berjas hitam menatap dingin sembari mencekik mati target di hadapannya.
Di sisi lain, Hansen baru saja sampai di lokasi markas bawah tanah keluarga besar Jayachandra. Keluarga mafia yang dikabarkan telah lama menghilang bertahun tahun yang lalu. Keluarga yang sempat menggemparkan dunia bawah sebelum Law Breaker meraja lela.
"Turun dan jangan lakukan hal yang tak perlu!" Rose menunjuk keluar sembari menatap dingin. Sementara Hansen hanya diam dan mengikuti.
__ADS_1