
Woosh suara angin berhembus menyelimuti arena. Menerbangkan rambut coklat yang hampir menyentuh mata dan telinga Theo. Rambut halus Theo nampak naik turun oleh hembusan angin yang menyelimuti arena. Mata hitamnya nampak jernih dan tajam memancarkan kebencian mendalam terhadap lawannya.
Berseragam lengkap layaknya seorang jenderal kepolisian, Andrew Julian berdiri tegak dengan wajah yang meremehkan. Dia nampak muda bagi ukuran seorang jenderal besar, namun kemampuannya memang tak mudah diremehkan. Dia mendapat gelar tersebut bukan karena beruntung, melainkan karena kemampuannya. Dengan kuda kuda bak seorang petinju, dia meledek Theo yang berumur sedikit lebih muda darinya.
'Tangan yang mengkover wajah serta tumit yang sedikit terangkat ... ,' Theo mengamati kuda kuda lawannya dengan serius, kemudian menyeringai pelan sembari berkata, "Kick Boxing ya?"
"Kebetulan aku juga pernah mempelajarinya baru baru ini!" Theo menyeringai tajam dengan penuh kebanggaan. Lalu memasang kuda kuda yang sama persis.
"Kau pikir seorang pemula sepertimu bisa menandingi seorang pro!?" ucap Andrew meremehkan.
"Kau seorang pro?"
"Berarti kalau aku mengalahkanmu, aku lebih hebat dari pro dong?" mata Theo memerah dan melesat maju sembari mendaratkan sebuah tendangan keras yang super cepat ke arah perut Andrew.
Woosh
Buggg!! punggung Lengan kanan Andrew berhasil menahan tendangan keras tersebut, dan rasa sakit pun mulai dia rasakan. Kebanggan akan ketahanan tubuh serta kemampuannya perlahan runtuh sejak saat itu. Matanya pun terbelalak tajam saat menyadari mata Theo yang berubah memerah.
"Kau ... seorang subjek level dua!?" Tubuh Andrew gemetar saat menahan rasa sakit yang telah lama tak dia rasakan. Matanya nampak terkejut, namun Theo yang mendengar kata yang terasa asing baginya hanya bisa bertanya tanya apa maksud ucapan Andrew.
"Subjek!?"
"Kau ini bicara apa sih!?" Theo menarik kembali kakinya, lalu memutah tubuh untuk melayangkan Straight pukulan lurus dengan sekuat tenaga.
Bugg!! Sekali lagi serangan Theo berhasil ditahan, namun Andrew tak dapat melayangkan serangan balasan karena dampak serangan yang masih dapat dia rasakan.
'Sial!'
'Pukulannya keras sekali!'
__ADS_1
'Meskipun tak sekuat serangan tuan Zero, serangan Subjek tingkat dua bukanlah hal yang bisa kutangani!' Andrew nampak terdesak, sementara Theo terus melayangkan serangan berupa jab serta tendangan beruntun dengan kecepatan serangan yang cukup mempersulit lawannya.
"Bagaimana bisa subjek penelitian sepertimu menantang petinggi (Number) sepertiku!" Andrew tak mengucapkan kata Number namun bermaksud mengarah ke kata tersebut. Dia begitu marah karena tak mengetahui bahwa ada subjek penelitian yang berkeliaran di luar bendera Number. Dia tak tahu menahu soal kegiatan penelitian rahasia yang dilakukan Zero beserta beberapa petinggi Number di masa lalu, karena belum lama ini bergabung dengan Number sejak diakui sebagai seorang Holder.
"Subjek, subjek subjek!"
"Berhenti mengatakan omong kosong seperti itu!"
"Cepat menyerah saja dan bebaskan orang orangku yang sedang kau sembunyikan!" Theo terus menyerang hingga menjatuhkan pertahanan Andrew. Serangan Jab, Stright serta Long kick terus dia kombinasikan dan diakhiri oleh Hook
atau pukulan setengah lingkaran yang dia arahkan ke pelipis lawannya.
Duakk!!!!
Ngungg!!! telinga Andrew berdengung kencang, pandangannya mulai terlihat kabur. Sementara bagaian tubuhnya yang tak tertutup oleh seragam nampak dipenuhi oleh memar.
"Kenapa kau tak menceritakan soal ini kepadaku, tuan Zero ... ," gumam Andrew sebelum dia tumbang menghantam daratan.
Disisi lain, Marsekal Leo dan presiden nampak takjub akan performa pertarungan Theo. Keduanya tak terkejut sedikitpun akan mata merah Theo yang muncul setiap kali dia bertarung menggunakan fisiknya. Semua karena pemandangan tersebut sudah sering terlihat di masa lalu, setiap kali Theo membuka kacamatanya dalam keadaan super serius atau benar benar marah. Karena itu pula Theo memiliki julukan lain selain Hacking Eagle, dan julukan itu adalah Demon Eagle!
"Hidup ketua!"
"Dengan ini kita tak akan terikat hukum lagi!" para anggota scorpion bersorak menyerukan keberhasilan Theo. Sementara Theo berjalan mendekati tubuh Andrew sembari merogoh sakunya untuk merebut lencana Holder milik Andrew. Tak hanya berhenti disitu, Theo juga penasaran akan tubuh Andrew hingga merobek seragam lawannya. Sayangnya baik di tubuh bagian atas maupun bagian bawah, tak ada simbol anggota Number yang sedang berusaha dia cari.
'Aku yakin kalau dia berkata tuan Zero ... ,'
'Bagaimana bisa tak ada simbol angka di sekujur tubuhnya!?'
'Mungkinkah Number memiliki metode khusus untuk menyamarkan simbol itu!?' Theo nampak berpikir keras, sementara yang lainnya nampak kebingungan akan apa yang Theo lakukan. Dan berasumsi dalam pikiran mereka masing masing.
__ADS_1
"Haruskah dia menelanjanginya setelah berhasil membuatnya pingsan!?"
"Bagaimanapun dia seorang jenderal besar, aku tak tahu kalau dia memiliki hobi seperti itu ... ," gumam presiden dengan tampang bingung.
"Bebaskan semua bawahanku yang telah tertangkap dan kalian sembunyikan!"
"Lalu ijinkan aku membawa pulang tubuh jenderal Andrew!" tegas Theo dengan pandangan tajam.
Singkat cerita, Battle Holder antar Rookie dan ranker 15 Holder Indonesia pun berakhir. Mata para Law Breaker yang mengawasi pertandingan pun bubar secara serentak, diikuti oleh Theo dan seluruh bawahannya yang memutuskan untuk pergi menuju Shelter.
"Sepertinya aku terpaksa mencari pengganti jenderal Andrew agar kursi komando kepolisian tak ada yang kosong," Presiden nampak menghela napas karena memikirkan banyak hal. "Tolong bawa para tawanan yang kau sembunyikan ke gedung putih!"
"Biar aku yang mengantarkan mereka menuju ke dalam Shelter!" Presiden menegaskan.
"Baik pak!" Marsekal Leo nampak kesal.
.... Di suatu tempat di dalam Shelter, Hansen yang menyaksikan pertarungan Theo melalui hologram tersenyum senang saat mengetahui hasil pertarungan. Kesenangannya tak hanya berhenti disitu, Hansen bertambah senang saat Theo mengabari bahwa dia akan kembali menuju Shelter. Dan mengajak orang orangnya memasuki bendera Red Eagle. Meskipun kebanyakan dari mereka tak memiliki latar belakang kemiliteran, fakta bahwa Theo yang melatih mereka saja sudah cukup menyenangkan hati Hansen.
"Dengan ini, salah satu kekhawatiranku telah tersingkirkan," gumam Hansen sembari tersenyum.
"Bisakah kita mulai latihannya sekarang?" Mr W nampak meregangkan otot ototnya.
"Tentu!" Hansen menitipkan ponsel kepada seorang prajurit, lalu kembali memasukkan lencana Holder ke dalam saku celananya. Setelah keduanya siap, mereka pun berjalan menuju lapangan latihan dengan senyum penuh semangat.
Di sisi lain di markas Number, Zero mendapat panggilan telepon dari anggota Number yang bertugas mengawasi nasib Andrew. Dengan ekspresi yang agak kesal, dia pun berkata, "Dia ditahan!?" Zero mendecih, lalu kembali mengangkat suaranya, "Singkirkan dia sebelum membocorkan hal yang tak perlu!"
"Baik tuan Zero!" jawab seorang pria yang suaranya terdengar dari ponsel Zero. Setelah mendapat jawaban, Zero yang nampak sedang berlatih di fasilitas Gym di dalam markas kembali melanjutkan latihannya sembari melirik seseorang yang sedang memasang topeng kulit perubah wajahnya. Di punggung tangan kirinya nampak simbol angka tiga yang nampak memudar.
"Apakah kau menemukan lokasi subjek lain!?" tanya Zero memastikan.
__ADS_1
"Aku menemukan jejak Weapon Eagle, dan berhasil menemukan lokasi persembunyiannya. Haruskah kujemput dia sekarang!?" tanya Number 3 dengan senyum sinisnya.
"Foto wajahnya, jika kau belum bertemu dengannya secara langsung jangan terlalu percaya akan informasimu. Karena ini bukan pertama kalinya kau mengatakan hal itu!" tegas Zero yang mengingatkan kepandaian Weapon Eagle dalam menciptakan jejak jejak palsu mengenai keberadaannya.