Menantu Terhebat

Menantu Terhebat
Chapter 44 : Rencana Number


__ADS_3

Jauh di dalam bawah tanah tepat dimana lait jawa terbentang luas, terdapat sebuah markas besar rahasia yang dipenuhi oleh kilauan futuristik. Baik lantai, atap ruangan maupun dinding dinding yang menjulang tinggi, nampak berlapis layar digital yang dapat memancarkan hologram dimana pun.


Semua pekerja, ataupun orang orang yang ada di dalam sana, nampak memiliki hologram segitiga hijau yang melayang tepat di atas kepala mereka. Penampilan segitiga itu menambah kesan seperti penanda karakter game. Meskipun itu nampak simpel, namun penanda hijau itu merupakan ciri khas bahwa orang orang tersebut merupakan anggota organisasi. Jika ada orang luar yang menerobos masuk, atau seseorang yang dicurigai berhianat, maka segitiga penanda yang muncul akan berwarna merah menyala.


Semua orang yang bekerja atau bertugas disana nampak sedang sibuk mengurus beberapa cairan warna warni layaknya seorang ilmuan, ada yang bertugas mencampur cairan dan ada pula yang bertugas meletakkan racikan yang sudah jadi ke dalam wadah berbentuk troli besar dengan lubang kecil kecil dimana botol ramuan bisa ditempatkan. Beberapa pula ada yang bertugas mendorong troli yang penuh ke dalam ruangan tertentu. Semua pekerja itu menggunakan seragam putih yang sama, dengan punggung seragam yang menunjukkan angka dengan nominal ratusan hingga ribuan.


Wooshh!!! Pintu masuk utama, nampak bergeser lebar, dan satu demi satu orang penting dengan pakaian militer dan warna baret dan lambang yang berbeda beda, melangkah masuk dengan pandangan yang tajam.


Semua orang yang awalanya sibuk dalam pekerjaan mereka, segera berbaris dan menunduk di hadapan orang orang itu.


"Selamat datang di markas pusat Number, tuan tuan Rangked Number!" semuanya membungkuk hormat tanpa terkecuali.


"Sudah lama kita tidak berkumpul, bukan begitu Number one?" seorang pria berbaret hijau lumut dengan lambang Raider dengan posisi baret miring ke arah kanan. Dia terus melangkah sembari mengimbangi seorang wanita berbaret biru muda dengan lambang Satya Wira Wicaksana. Meskipun merupakan seorang wanita, kekuatan tempurnya bukanlah hal yang tak bisa diremehkan, dia bisa menahan satu batalyon seorang diri. Namun tak pernah menunjukkan taringnya yang sesungguhnya di dalam pemerintahan.


"Kau benar benar berisik, Number Two!" Number One bersikap dingin seperti biasanya.


"Uh ... dinginnya," Number Two nampak tersenyum menggoda seperti biasanya.


tap tap tap ...! total sebanyak delapan belas orang berjalan masuk menuju sebuah ruangan. Dan segera tunduk memberi hormat saat menghadap seorang pria dengan wajah garang yang nampak duduk layaknya seorang raja di singgasananya.


"Kami datang memenuhi panggilan anda, tuan Zero!" semua orang membungkuk tanpa terkecuali.


"Hanya kalian?"


"Dimana Fifteen?" Zero bertanya heran.


"Dia gugur dalam misi, tuanku," Number One menjawab dengan hormat.


Zero yang tak suka akan kabar tersebut hanya bisa mendecih dan berkata, "Six Teen sampai Twenty, mulai sekarang angka kalian akan naik menggantikan kekosongan Fifteen. Dan beritahu pada twenty one bahwa dirinya sudah masuk ke jajaran Ranked Number!"

__ADS_1


"Baik, tuanku!" semua orang menjawab dengan hormat.


"Duduklah!" Zero menegaskan.


"Dimengerti tuanku," semuanya memberi hormat dan segera duduk dikursi mereka.


"Sebelum rapatnya dimulai, bisakah kalian singkirkan wajah palsu kalian!?" Zero menatap tajam semua orang. Dan semuanya membuka topeng kulit mereka satu demi satu. Wajah yang pernah dianggap tiada oleh militer pun terekspos kembali. Zero senang akan pemandangan tersebut,namun kesenangannya berakhir tepat setelah memandang Number One dan beberapa Ranked Number yang sudah menampakkan identitas Ranked Number mereka. Semua karena wajah wajah itu, bukanlah wajah asli mereka. Melainkan wajah palsu yang digunakan untuk menutupi identitas asli mereka. Dengan kata lain, ke tiga belas orang dengan Ranked Number berurutan itu memiliki wajah lain, atau menggunakan topeng kulit ganda. Dimana para Ranked genapnya merupakan seorang pria seperti halnya seperti halnya para Ranked Number Lain, sedangkan sisanya yang ber-Rangked ganjil merupakan seorang wanita seperti halnya Number One.


"Tak ada orang lain disini, bisakah kalian berhenti menggunakan topeng!?" Zero menatap kesal.


"Maaf karena tak memahami perintah anda tuanku," ketiga belas Ranked Number, nampak menyingkirkan topeng kulit mereka.


Smirkk, Zero tersenyum senang melihat pemandangan itu, terutama saat melihat wajah asli dari Number One, yang nampak persis seperti ibu kandung Hansen.


"Di anggap mati oleh suami dan putramu, apakah kau tidak menyesali hal ini, Number One?" Zero tersenyum licik.


"Setidaknya dia pernah dianggap hidup oleh anak anaknya, berbeda dengan kami, yang harus menyembunyikan identitas kami terhadap anak anak kami sendiri. Yah, meskipun sekarang hanya Twelve dan Thirteen yang belum mendapatkan putra mereka kembali sih," Number Two meledek dengan sinis.


"Cih!" keduanya mendecih saat mendengar ledekan Number Two.


"Berhenti berbicara omong kosong, Number Two!" bentak Zero dengan kesal. Dia sangat membenci perilaku Number Two karena sangat sering menyela tanpa melihat situasi, meski begitu peringkatnya tak pernah diturunkan karena kontribusinya yang sangat tinggi.


"Maaf atas ketidak sopananku tadi, tuanku," Number Two memberi hormat dengan senyum liciknya.


Zero hanya membalas dengan tatapan dingin, dan mulai kembali tenang setelah menghela napas cukup panjang.


"Tuan X, atau Subject Number One, sudah memulai pergerakannya sesuai prediksiku. Aku cukup senang akan deklarasi itu, Sayangnya kesenanganku berakhir karena Four teen telah melapor bahwa Hanan sudah bergerak dan mengetahui subjek boneka kita!" Zero nampak geram.


"Jenderal besar kopassus itu benar benar mulai menjadi semakin menyebalkan, kenapa dia tidak bersikap bodoh saja sih seperti apa yang kami lakukan!?" Number four nampak kesal dengan berita tersebut.

__ADS_1


"Dari pada mengeluhkan jenderal Besar Hanan, kau lebih baik mengeluhkan Jenderal Besar polisi itu!"


"Maksudku, meski dia mengambil alih posisi itu cukup lama, beraninya dia tak datang saat rapat penting ini!" Number Six menyela dengan kesal.


"Number Fourteen bukannya tak bisa hadir, dia memiliki misi khusus yang kuberikan secara pribadi. Meskipun nomornya jauh lebih rendah darimu, setidaknya kontribusinya kali ini adalah yang terbaik. Dia lah orang yang berhasil mempersulit perusahaan Jewelry Wisnu dan secara tak langsung membantu mempercepat memulihkan mental Subject Number One!" Zero menyela dengan tegas.


"Ah ... , jadi dia yang menjadi alasan kembalinya tuan X, maksudku Subject Number One!?"


"Mungkinkah dia juga turut andil menekan investor asing agar tak mau berinvestasi ke dalam hotel permata di masa itu!?" Number Three nampak tertarik pada kabar yang dia dengar.


"Istri dari Subject Number One merupakan putra dari seorang Laksamana besar, kau pikir siapa lagi yang bisa menekannya hingga ke titik dimana dia mengorbankan aset besar keluarganya demi membebaskan Number One!?" Number Two mengangkat suara dengan bangga, semua karena segala rencana yang dijalankan Zero merupakan saran darinya.


"Jadi begitu ... ?"


"Seperti yang diharapkan dari suamiku, Delvin pasti akan senang saat mendengar kejeniusan ayahnya," Number three tersenyum bangga.


"Militer sudah lama berada di bawah telapak tangan kita, dan presiden tidak mengetahui itu. Yah meski sangat disayangkan karena kita tak memiliki koneksi terhadap angkatan laut dan unit pasukan kopassus, dengan kekuatan saat ini kita seharusnya bisa menggulingkan, maksudku menggantikan posisi presiden," Number eight mengangkat suara dengan penasaran.


"Belum saatnya!"


"Aku masih ingin menguji batasan dari kekuatan Chip penyuntik gen superior di otak Subject Number One. Sampai dia menunjukkan potensi terbaik chipnya, maka tujuan kita untuk membuat Dunia baru yang dipenuhi makhluk superior yang berada di bawah kendali kita, akan segera terlaksana!"


"Dengan kekuatan itu, kita bisa menguasai kekuatan dunia!"


"Hahahahah!" Zero tertawa begitu keras, dan diikuti oleh semua orang penting yang mayoritas merupakan seorang Holder.


"Semuanya demi ... ," Zero bertanya seteah puas tertawa.


"Dunia baru yang dipenuhi makhluk superior!" skua orang menjawab dengan penuh hormat.

__ADS_1


__ADS_2