Menantu Terhebat

Menantu Terhebat
Chapter 67 : Mengungkap masa lalu


__ADS_3

Amelia berjalan mengikuti Mr W, menuju ruangan lain yang masih termasuk dalam kamar pribadi Mr W dan istrinya. Mereka melewati sekat ruangan yang tak jauh dari ruang keluarga dimana Hansen dihajar habis habisan sebelumnya.


Amelia diminta untuk duduk di atas ranjang, sementara Mr W tetap berdiri sembari menanyakan beberapa hal. Dimulai dari apa yang mengakibatkan keduanya tiba tiba meminta bercerai, kapan Hansen memiliki hubungan khusus dengan Zaskia, serta bagaimana bisa Zaskia berakhir hamil saat ini.


Amelia menjelaskan segalanya tanpa mengurangi cerita sedikitpun. Hingga berhasil mengubah persepsi Mr W yang sebelumnya berpikir buruk tentang Hansen. Dia juga mengakui bahwa penyebab atas kegemparan hari ini, yang berujung terbongkarnya kehamilan Zaskia, merupakan hasil dari kesalahan tindakannya. Tentunya Amelia teramat takut akan amarah Ayahnya saat hendak mengakui kesalahan tersebut. Beruntungnya Mr W tak mengambil pusing akan hal tersebut.


"Pergilah, aku sudah memahami kondisinya," Mr W menepuk pundak Amelia pelan. Menenangkan hati Amelia yang sedari tadi dihantui rasa takut akan dimarahi. Dan tubuhnya yang gemetar menggambarkan semua itu sebelumnya.


Saat menyadari bahwa Mr W juga bisa bersikap lembut terhadapnya, Amelia yang memiliki hal mengganjal dalam hatinya segera mengungkapkan hal lain yang tidak ditanyakan oleh Mr W.


"Soal pria yang kakak sukai ... ," Amelia nampak agak ragu. Dan saat dia belum sempat menyelesaikan apa yang ingin dia katakan, Mr W memotong dengan berkata, "Aku tahu itu!"


"Dia adalah buaya yang tak bisa dipercaya," Mr W terdengar begitu kesal dalam kalimat terakhirnya.


"Lantas apakah ayah akan membiarkan kakak bersamanya?" Tanya Amelia hawatir.


"Aku memang ingin mencegahnya, namun kalau aku ikut campur lagi, aku takut dia malah membenciku," ujar Mr W sembari menghela napas.


"Untuk membuatnya sadar akan sifat Herry, dan menyadari betapa salahnya dia melangkah, Ayah harus membiarkannya mengalami kejadian pahit," jawab Mr W ragu.


"Dan kejadian pahit macam apa itu?" tanya Amelia memastikan.


"Biarkan Herry membalaskan dendamnya hingga batas batas tertentu," Mr W nampak lemas. Sebenarnya dia tak ingin membuat langkah ini. Namun setelah dipikirkan matang matang, semua itu memang diperlukan demi mengembangkan karakter Andini yang belum paham akan kejamnya dunia. Mr W ingin membuat Andini sadar bahwa dunia tak semanis perkiraannya. Dan cinta tak selalu terbalaskan selamanya.


"Tapi jika begitu, bukankah kak Andini Akan ... ," Amelia nampak khawatir, namun Mr W segera menenangkannya dengan berkata, "Aku akan mengirim orang untuk terus menjaga dan mengawasi Andini dari jauh. Jadi tenang saja, oke?" Mr W menenangkan sembari mengelus lembut kepala Amelia.


"Uhm ... ," Amelia semakin tenang setelah mengetahui bahwa Mr W ternyata bisa bersikap lembut kepadanya. Pikiran benci sekaligus cemburu akan sikap ayahnya yang kerap kali meng-anak emaskan kakaknya pun perlahan runtuh sejak saat itu. Dinding pembatas yang Amelia bangun sedari kecil, kini perlahan runtuh hingga mulai berani mengharapkan sebuah pelukan dari ayahnya.


"Bo ... bolehkah aku memelukmu sekarang, Ayah?" selama ini, Amelia memang hanya sering dekat dengan ibunya, namun tak berarti bahwa dia tak memerlukan sandaran dari Ayahnya. Meski terlihat jauh, sebenarnya selama ini Amelia benar benar mengharapkan sosok ayah yang seperhatian sekarang. Bukan ayah yang jarang pulang dan setiap datang hanya sering mencari Andini saja.


"Kau ini bicara apa?"

__ADS_1


"Kalau mau peluk ya tinggal peluk saja, kau kan anak ayah juga," ujar Mr W sembari memeluk erat putrinya yang perlahan mulai dekat dengannya. Putri yang selama ini menjauh karena berpikir bahwa Mr W terlalu mengabaikan dirinya. Padahal nyatanya, Mr W tak pernah membedakan keduanya. Hanya saja kesenangannya terhadap sosok Hansen yang sudah dia incar sebagai menantunya kelak, menjadikan perhatiannya seakan hanya untuk Andini saja.


.....


"Gadis malang katanya?"


"Apa maksud ucapan ayah mertua?" gumam Hansen sembari mengingat ucapan Mr W saat sedang berada di ruang perawatan sembari ditemani jenderal besar Hanan yang nampak khawatir. Bagaimana tidak? beberapa hari lagi Hansen harus menghadiri Battle Holder melawan Marsekal Leo, dengan keadaannya sekarang mustahil baginya bertarung dengan maksimal.


"Apa kau tahu latar belakang Zaskia, jenderal?" tanya Hansen dengan harapan rasa penasarannya tersingkirkan. Sayangnya jenderal Besar Hanan hanya mengetahui sedikit, yaitu fakta mengenai Zaskia terlahir dari dua buah keluarga besar yang runtuh beberapa tahun yang lalu.


"Keluarga yang runtuh ya ... ,"


"Apa benar hanya itu kemalangannya?" Hansen menghela napas sembari terbaring di atas kasur.


"Ah aku ingat sesuatu, dia pernah dinyatakan meninggal saat masih berusia tiga tahun. Anehnya dia muncul kembali di usia dua belas tahun dan dinyatakan sebagai pewaris keluarga Arista!" Jenderal besar Hanan melanjutkan.


"Lalu apa alasan mereka saat memunculkan Zaskia?" tanya Hansen memastikan.


"Lalu, apa mereka masih hidup sekarang?" tanya Hansen memastikan.


"Jika kau bertanya keluarga Arista, maka mereka tiada sejak tiga tahun lalu. Dimana mereka tewas dalam kecelakaan mobil yang kurang lebih sama seperti apa yang menimpa para tamu pemakaman ayah Zaskia."


"Namun Zaskia dapat mempertahankan bisnis keluarganya hingga kurun satu tahun lamanya."


"Yah meskipun di tahun berikutnya bisnis Arista Corporation mendadak hancur akibat ulah para investor," jawab jenderal besar Hanan sembari berpikir.


"Jika boleh tahu, apa nama perusahaan keluarga ayah Zaskia?" tanya Hansen memastikan.


"High Wijaya, salah satu anak perusahaan Wijaya Enterprize!" jawab jenderal besar Hanan dengan serius.


"Wijaya enterprize!?"

__ADS_1


"Perusahaan yang hampir menguasai semua pasaran di kota kota besar di indonesia itu!?" tanya Hansen dengan nada terkejut. Dan keterkejutan Hansen tak hanya berhenti disitu, semua karena penjelasan akhir sang jenderal besar yang menyatakan bahwa penerus Wijaya Enterprize memiliki kebiasaan buruk berganti ganti wanita, dan setiap kali ada wanita yang mengaku mengandung anaknya, akan dinyatakan hilang tak lama setelah itu. Dan satu satunya orang yang dapat melakukan kejahatan sejelas itu tanpa diadili ialah orang dengan otoritas Holder.


'Bukankah Herry Wijaya adalah pria yang Andini dekati!?' Hansen terbelalak hingga mulai meragukan keputusannya. Bagaimanapun juga dia masih memiliki rasa terhadap Andini, yang telah menghabiskan banyak waktu bersama, dan juga merupakan alasan dibalik mengapa adiknya dapat bertahan hingga sekarang.


"Apa aku telah salah melakukan keputusan lagi?" Hansen memikirkan kesalahannya berhenti dari militer di masa lalu, dan membandingkannya dengan keputusannya saat ini.


"Kau tak perlu memusingkan hal itu, Hansen," Zaskia muncul dari sekat ruangan. Wajahnya nampak tegar, namun hatinya tidak. Namun, dari tempatnya muncul serta pakaian pasien yang dia kenakan saat ini, menjelaskan bahwa dia habis memeriksakan diri dan mungkin mendengarkan semua percakapan mereka. Dia mungkin baru muncul dari balik pintu yang tak tertutup rapat, namun dari gerak tangan serta pakaiannya menjelaskan semua itu.


"Bagaimanapun sejak awal hubungan kita terjadi karena sebuah kecelakaan."


"Tak ada cinta di dalamnya."


"Aku bukanlah orang yang suka memaksakan perasaanku terhadap orang lain, namun ... jika aku boleh meminta ... ,"


"Saat anakku lahir nanti, bisakah aku memintamu untuk merawat anak ini?" Zaskia tersenyum sembari menyembunyikan perasaannya. Hansen dapat memahami bahwa Zaskia sedang menyembunyikan perasaan aslinya, semua terlihat jelas dari kedua tangannya yang terkepal erat seakan menahan sakit atau amarah.


"Apa maksud pertanyaanmu?"


"Kau tak perlu pergi, dan tanpa kau bilang pun aku pasti akan merawat anak kita," Hansen terlihat khawatir.


"Kau tahu, sebenarnya aku juga ingin melihat anak ini lebih lama. Tapi sepertinya tidak mungkin lagi," jawab Zaskia sembari tersenyum tipis dan menundukkan wajahnya. Dia tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya saat itu.


"Kenapa kau berkata begitu?" tanya Hansen sembari mencoba bangkit dari kasurnya.


"Tetaplah terbaring!"


"Lukamu akan terbuka nanti!" Zaskia terlihat panik.


"Aku akan berbaring lagi, jika kau menjelaskan maksud ucapanmu!" ucap Hansen sembari menahan rasa sakit.


"..." Zaskia nampak ragu, namun setelah melihat perutnya yang suatu saat akan semakin membesar , menjadikannya berani untuk mengungkapkan isi hatinya. "Sebenarnya aku ... ."

__ADS_1


__ADS_2