Menantu Terhebat

Menantu Terhebat
Chapter 116 : Pertarungan yang tak terhindarkan bagian 3


__ADS_3

Dragon Chip, chip kecil bersimbol naga yang dibuat khusus untuk para subjek yang berhasil melewati operasi lanjutan yang dikerjakan oleh kelompok mafia Keluarga Jaya Chandra.


Selain merubah warna mata dari hijau terang, hijau tua, hingga hijau gelap, Dragon Chip juga memiliki efek lain seperti halnya memperluas daya lihat, menghilangkan titik buta, dan yang paling berbahaya ialah memaksa tubuh hingga melampaui batas.


Kelompok naga emas, setiap orang dari generasi lama di bidang militer, tak ada yang tidak tahu soal kehebatan mereka. Satu dari mereka saja sampai sering dibandingkan dengan kekuatan dari ribuan jenderal. Sekali ada kabar tentang kedatangan mereka saja, semua penjahat di masa emas mereka langsung menyerah tanpa perlawanan.


Sosok mereka begitu mendominasi karena tekanan aneh yang dipancarkan setiap kali mereka melangkah. Mereka selalu beroperasi dengan kacamata, tapi tak pernah ada yang penasaran tentang alasan tersebut, karena sosok mereka yang tanpa kacamata sangat mudah dilihat saat sedang tidak bertugas di dalam lingkungan militer.


"Kalian tahu pak tua?"


"Awalnya aku agak kecewa karena kalian begitu mudah dikalahkan di saat pertarungan kita baru saja dimulai. Kupikir kalian benar benar berkarat karena lama tidak bertarung. Tapi setelah mata itu kalian tunjukkan .... ,"


"Sekarang kami tahu, alasan mengapa kalian begitu lemah di awal! Tak ada kacamata yang bisa kalian gunakan untuk menutupi mata itu, Bukan begitu?"


"Aku jadi semakin penasaran, sebenarnya metode apa yang kalian lakukan untuk bisa mendapatkan semua mata hijau itu!" Number Six mengungkapkan isi hatinya tepat sebelum dia menelan pil hitam yang merubah warna bola mata semua orang.


"Aku benci melawan seorang wanita, tapi karena musuh kita hanya ada sepuluh, dan lima diantara mereka adalah wanita. Mau bagaimana lagi!" Blonde Dragon bergumam sembari menepis dan menyerang Number Seven yang sudah kehilangan kesadarannya. Dia mungkin kehilangan kesadaran seperti W, tapi setiap gerakannya tak ada yang sia sia. Begitu mematikan karena terus mengincar titik vital.


'Apa apaan wanita ini! Semua serangannya begitu menakutkan! Apa dia orang yang sama dengan orang yang ku lawan sebelumnya!' pikir Blonde Dragon sembari menepis dan menyerang balik dengan kekuatan luar biasa dan kecepatan yang tak dapat diikuti oleh mata manusia biasa. Keduanya bertarung dengan imbang hingga tak dapat meninggalkan luka serius satu sama lain. Teknik penyerangan dan pertahanan diri mereka sama sama berada di level tertinggi.


"Hawa keberadaan mereka jelas menghilang tak bersisa, tak ada napsu membunuh ataupun tekanan kekuatan yang dapat kami rasakan secara nyata, seakan akan mereka memang tidak ada di sekitar kami. Jika bukan karena sensor mata hijau yang bisa men-scan area luas di sekitar tubuh kami secara melingkar, kami mungkin tidak akan bisa menghindar bahkan meski itu hanya satu serangan saja! Sama seperti yang terjadi pada kami, saat pria tua itu mengamuk tiba tiba!' Iron Dragon, pria botak dengan garis luka di pipi, serta alis dan kumis yang telah memutih melirik kearah mr W dengan intens. Bersamaan dengan itu, dia juga menghindari serangan dari Number Six yang juga sudah dalam mode penyerangan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu pil yang kami hasilkan itu? Luar biasa bukan? Kami menyebutnya pil Gila, karena orang yang menelan atau menggigitnya memang akan menggila dan menyerang siapa saja yang tak dalam kondisi yang sama.


"Lalu kenapa dia tak menyerangmu!" Hendra Pratama bertanya sembari melawan balik setiap serangan yang dilancarkan oleh Zero dan Mr W kepadanya.


"Yah ... aku juga penasaran akan hal itu!" Zero bertanya dengan mata biru tuanya.


"Pria tua itu! Aku tak pernah tahu kalau dia sekuat itu!" Number One menatap dari kejauhan.


"Haruskah kita ikut campur?" tanya Number two memastikan.


"Kau masih seorang pria kan?" tanya Number One dengan nada mengejek.


"Mata hijau itu ... apakah efek dari meminum serum x paling murni dalam dosis yang tinggi?" Number One mengingat kejadian masa lalu di mana Hendra Pratama pernah tak sengaja meminum segelas penuh serum X yang tak sengaja Number One bawa saat pertemuan pertama mereka.


Sementara itu di sisi lain, si pirang yang memiliki rasa penasaran cukup tinggi di dalam benaknya, tak pernah berhenti menatap layar kaca dihadapannya dan terfokus terhadap mata Hendra Pratama yang samar samar menunjukkan warna hijau keunguan.


"Hahahah! Nampaknya monster baru akan segera terbangun. Awalnya kupikir tubuhnya memang sampah karena tak menunjukkan tanda tanda apapun meski sudah mengkonsumsi dosis berlebih, tapi setelah mengetahui fakta bahwa dia berhasil melewati operasi lanjutan khusus dari keluarga Jaya Chandra hingga mendapatkan mata hijau itu ... , kini semuanya terhubung! Tubuhnya yang telah menjadi setengah Cyborg telah menekan pengaruh serum X yang dia minum berlebih!" Si Pirang menyeringai senang. Karena sudah lama mendambakan seorang subjek yang menyatukan hasil penelitian Jaya Chandra dengan hasil Penelitian subjek pelariannya.


Si pirang nampak begitu senang hingga tak dapat menyembunyikan ekspresinya. Pemikiran gila untuk membuat keadaan semakin kacau pun mulai terbesit di kepalanya, dan langsung dia aplikasikan melalui sebuah panggilan ponsel.


"Halo? Apakah ada yang anda perlukan?" suara seorang wanita terdengar jelas dari balik speaker ponselnya.

__ADS_1


"Di mana kau sekarang? Terjunlah ke medan perang dan tunjukkan wajah aslimu ke suamimu! Hancurkan dia! Number One!" Si pirang menyeringai kejam.


"Baik, pak!" Number One membalas tanpa keraguan.


'Nu ... Number One! Bagaimana bisa dia memiliki koneksi dengan wanita itu!' Ron tercengang hingga melebarkan kedua matanya secara reflek.


"Aku tak sebodoh tuanmu hingga melepas subjek penelitian dan dibiarkan berbuat sesuka hati dengan kemampuan yang mereka dapatkan. Seperti yang kau tahu, semuanya ada di dalam kendaliku!"


"Hahahahaha!" Si Pirang tertawa dengan senyum psikonya.


'Seperti kata tuan Jaya Chandra, orang ini benar benar berbahaya! Dia terlalu sulit diprediksi!' Ron menatap si Pirang dengan tangan yang terkepal dan hati yang waspada.


.


"Aku jadi tak sabar ingin segera memiliki tubuh langka itu!" Si pirang menatap ke layar kaca sembari memperhatikan Hendra Pratama dengan seringaian jahatnya.


'Ini buruk! Dia menunjukkan minat yang sama seperti saat melihat Adi Wijaya! Tuan Hendra dalam masalah!' Ron nampak panik kemudian segera merogoh ponsel di dalam sakunya.


"Siapa yang ingin kau hubungi di saat saat ini? Ron!" Si Pirang melakukan serangan tiba tiba. Dia memukul mundur Ron sembari merebut ponsel di sakunya dalam waktu bersamaan.


"Kuhukkk!" Ron memuntahkan begitu banyak darah saat menghantam tembok kaca yang tebal. Meski benturannya keras, tembok kaca itu tak hancur karena Si Pirang tak bersungguh sungguh menyerang Ron. Bagaimana pun juga dia masih memerlukan jasa Ron untuk membantu penelitiannya.

__ADS_1


__ADS_2