Menantu Terhebat

Menantu Terhebat
Bab 26 : Keadaan militer sejak kepergian Hansen


__ADS_3

Red Eagle, adalah sebuah pasukan khusus yang terdiri dari enam orang komando dan satu orang pendiri.


Oliver Kama, penembak jitu dan merupakan spesialis pertarungan jarak jauh. Menjaga jarak dengannya sama dengan mencari kematian.


Memiliki mata kuning kecoklatan, serta berambut abu abu sejak lahir. Umurnya masih cukup muda, namun warna rambut serta raut wajahnya sering kali membuat orang berpikiran lain tentangnya. Paling benci dipanggil tua, namun malah mendapat julukan Old Eagle, atau Elang tua. Dia memimpin pasukan satu red Eagle yang berjumlah lima ratus orang dibawah Komando Hansen.


Hansen Pratama, ahli pertarungan jarak dekat, menguasai beragam seni beladiri, dan ahli dalam memanfaatkan senjata. Bertarung jarak dekat dengan Hansen adalah sebuah kesialan, dan menghadapi pertempuran jarak dekat saat Hansen memegang sebuah senjata adalah sebuah bencana. Di dalam pasukan khusus Red Eagle, Hansen merupakan seorang pemimpin utama atau pendiri Red Eagle yang sangat disegani dan memiliki julukan Tuan X. Dia memiliki wewenang untuk mengatur misi untuk keenam petinggi Red Eagle beserta pasukannya.


Theo Pramudya, peretas dan ahli teknologi. Memiliki rupa seperti seorang model, rambut coklat lurus namun tidak terlalu panjang, dan selalu memakai kacamata meski tidak mengalami masalah penglihatan. Baginya kacamata adalah perlambang sebuah kepintaran, hingga tak pernah mau melepaskan kacamatanya dihadapan orang lain. Merebut kacamata Theo Pramudya, sama saja dengan mencari kematian. Jika Theo dengan kacamatanya terkenal dengan sebutan Hacking Eagle atau Elang Peretas yang dapat menjaga ketenangannya, Maka Theo tanpa kacamatanya merupakan kebalikannya. Pemarah dan sangatlah kasar, tak ada satupun hal baik yang dapat terucap dari mulutnya, namun poin plusnya Theo tanpa kacamata dapat menjadi penembak jitu yang luar biasa hingga bisa menyamai Old Eagle, dan bahkan dapat bertarung jarak dekat hingga seimbang dengan Hansen. Karena itu, selain Hacking Eagle, dia juga memiliki julukan lain yaitu, Demon Eagle atau Elang Iblis. Dalam kelompok Red Eagle, Theo memiliki peranan penting sebagai ahli informasi.


Sama seperti Old Eagle dia memimpin lima ratus orang anggota Red Eagle. Pasukan khusus yang berada di bawah perintahnya, disebut dengan pasukan dua Red Eagle.


Friska Falisha, satu satunya wanita yang menjadi anggota Red Eagle, dan merupakan dokter bedah yang luar biasa, dengan bantuannya mungkin Cindy Pratama bisa ditolong, namun karena beberapa alasan, keberadaannya benar benar tidak diketahui oleh pemerintah. Bahkan Hansen sendiri kesulitan melacak keberadaannya sejak berpisah empat tahun lalu. Dalam kelompok pasukan khusus Red Eagle, peranan Friska sangatlah penting terutama sebagai bantuan medis. Berkat keahliannya dia dijuluki sebagai Savior Eagle atau elang penyelamat. Kelompok pasukan yang berada dibawah komandonya berjumlah lima ratus orang prajurit wanita, dengan keahlian medis yang hebat, dan kelihaian dalam menggunakan senjata api yang luar biasa. Kelompok khusus yang dibawah perintahnya biasa disebut dengan Pasukan Tiga red Eagle.


Zafar Marva, ahli menyusup dan melarikan diri. Menyamar dan menyusup adalah keahliannya,


jika ada berita atau informasi yang tak dapat diakses oleh Hacking Eagle, maka dialah solusinya.


Rambut aslinya berwarna hitam, namun selalu merubah warna aslinya setiap kali menyamar. Profesi lainnya adalah seorang pesulap handal, maka dari itu selain sulit ditangkap, dia juga dapat menghipnotis targetnya. Menatap mata Zafar, sama saja dengan menyerahkan diri, karena hipnotis merupakan salah satu spesialisnya. Dalam kelompok Red Eagle, Zafar memiliki julukan sebagai Danger Eagle, atau Elang yang berbahaya.


Kelompok khusus yang dibawah perintahnya berjumlah lima ratus orang dengan spesialisasi seperti dirinya, dan biasa disebut dengan sebutan Pasukan Empat Red Eagle.


Tristan Kama, membuat serta memanfaatkan senjata adalah spesialisnya. Meski begitu, pertarungan tangan kosongnya tidak dapat diremehkan hingga bisa setara dengan Hansen saat sedang tak bersenjata. Selain itu, kemampuannya dalam melarikan diri juga, tak kalah hebat dengan Zafar. Karena keahliannya dalam merakit dan membuat senjata, Tristan mendapat julukan sebagai Weapon Master atau ahli senjata. Pasukan khusus yang dibawah perintahnya berjumlah lima ratus orang dan biasa disebut dengan sebutan Pasukan Lima Red Eagle.


Delvin Bahran, ahli strategi sekaligus pemimpin dari pasukan enam Red Eagle. Dia memiliki IQ yang tinggi dan sangat tenang dalam situasi sekritis apapun. Meski begitu, kemampuannya dalam bidang teknologi masih jauh dibawah Hacking Eagle, karena spesialisasinya adalah menyusun strategi dan mengatur semua pasukan semaksimal mungkin.


Setiap anggota pasukan khusus yang berada di bawah komando keenam petinggi Red Eagle, dilatih secara khusus oleh masing masing petinggi. Sehingga memenuhi standar yang tinggi dan sesuai dengan spesialisasi masing masing petinggi. Setiap anggota Red Eagle memiliki kemampuan yang setara dengan seratus elit pasukan lain. Baik dalam segi tembak menembak, maupun pertarungan tangan kosong, tak ada yang bisa menangani mereka kecuali petinggi dan pendiri Red Eagle itu sendiri. Julukan khusus yang dimilikinya adalah, Tactic Eagle. Atau ada juga yang menyebutnya Brain Eagle karena dia adalah otak dibalik kesuksesan semua operasi Red Eagle.


Kepergian petinggi serta pendiri Red Eagle sendiri menjadi awal dari hancurnya kelompok itu. Baik semangat juang maupun semangat bertarung, benar benar hilang dari jiwa mereka. Meski identitas mereka diketahui, pemerintah tak dapat memaksakan kehendak mereka untuk tetap berada dalam militer, karena mereka lebih memilih mati atau dipenjara dari pada harus kembali. Karena itu kehilangan tujuh orang petinggi Red Eagle, setara dengan kehilangan ribuan elit kemiliteran.


.....


Hansen telah membaca seluruh dokumen mengenai Red Eagle empat tahun terakhir ini, dan mendapati alasan besar mengapa militer bisa jatuh hingga seburuk sekarang. 'Red Eagle adalah penampung para elit, secara tak langsung kepergianku membawa dampak buruk pada militer. Kupikir hanya enam petinggi Red Eagle saja yang pergi setelahku, ternyata seluruh pasukan dibawah mereka juga memiiki loyalitas yang sama terhadap pemimpin mereka.' Hansen menepuk dahinya dengan penuh penyesalan, "Apa yang mereka ajarkan hingga bawahan mereka sepatuh itu sih!?"

__ADS_1


"Bukannya loyal terhadap negara, malah loyal tehadap petinggi mereka saja, benar benar konyol!"


Jenderal besar Hanan yang mendengar keluhan Hansen hanya bisa menatap datar wajahnya, dan berkata, "Bukankah kau juga sama!?"


"Aku juga penasaran, apa sebenarnya rahasia dibalik pelatihanmu hingga membuat enam elit tingkat tinggi seperti mereka begitu loyal terhadapmu," Jenderal besar Hanan menatap tajam mata Hansen.


'Apa benar mereka hanya meniru sebagian pelatihanku?' Hansen tenggelam dalam pemikirannya.


"Jadi apa rencanamu sekarang, Tuan X?" Jenderal Hanan menatap serius Hansen dengan harapan bahwa dia memiliki solusi setelah membaca laporan mengenai pasukan khusus yang pernah berada dibawah komandonya.


"Membangkitkan kembali pasukan Red Eagle," Hansen menjawab tanpa ragu.


Setelah berdiskusi dengan Jenderal besar Hanan, Hansen diberikan tiga buah kompensasi, pertama yaitu satu buah Jeep mewah keluaran tahun 2170 yang merupakan Jeep keluaran terbaru dari perusahaan mobil nomor satu dengan sebutan Jeep Lion Gladiator. Jeep ini memiliki desain yang modern dan terkesan mewah, sedangkan harganya dibandrol hingga mencapai angka 10 miliar. Body Jeep ini terkenal tangguh dan dapat digunakan di medan off road seperti apapun. Desainnya yang sangat modern serta produksi yang terbatas membuat Jeep ini menjadi barang incaran begitu banyak orang.


Kompensasi kedua yang dia terima yaitu, kunci sebuah vila mewah nomor satu di jakarta. Vila pribadi yang awalnya merupakan vila milik Presiden ke 20 Indonesia yang telah lama menjadi kenalan serta sahabat dekat Hansen.


Kompensasi ketiga Hansen adalah lencana kebal hukum, serta otoritas untuk mengeluarkan siapapun dari dalam penjara manapun yang berada dalam kendali pemerintahan Indonesia. Lencana itu adalah lencana terbatas, dan hanya bisa diterima oleh beberapa orang yang sangat berjasa terhadap negara saja. Keberadaan lencana ini sudah diluncurkan sejak tiga tahun yang lalu.


"Presiden memberi perlakuan khusus ini kepada anda, karena tak ingin anda pergi lagi."


"Mungkin memang sedikit berlebihan, tapi bagi presiden pertaruhan ini sangatlah setimpal dengan hasil yang akan di capai dimasa depan."


"Katanya, menyerahkan sebagian kekayaan bukanlah pertaruhan buruk demi mendapatkan sebuah kejayaan," Jenderal besar Hanan menjelasan.


'Kejayaan ya?'


'Nampaknya rubah tua itu begitu mempercayai kemampuanku,' Hansen menerima semua kompensasi lalu pergi meninggalkan ruangan.


....


Kring kring !!! Ponsel Hansen berbunyi ketika ingin keluar dari ruangan Jenderal besar Hanan.


'Bisakah kau kembali sekarang?' Zaskia bertanya dengan khawatir.

__ADS_1


"Belum genap dua hari aku pergi, dan kau sudah merindukanku?" ledek Hansen sembari menggoda Zaskia.


'A ... aku memang merindukanmu, tapi rasa penasaranku jauh lebih besar dari itu. Meski kau pernah berkata akan pergi dan kembali setiap kali aku memanggilmu, tetap saja aku penasaran,'


'Sebenarnya kau ini sedang melakukan apa sih?'


'Kau tidak melakukan hal berbahaya kan!?' nada bicara Zaskia terdengar panik.


"Jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku kok." Hansen menjawab sembari tersenyum.


" ... " Zaskia terdiam sejenak, lalu kembali mengeluarkan suaranya dengan berkata, 'Kau bilang akan menemuiku jika aku meminta kan?'


'Kalau begitu, buktikan!'


Tut tut tut ... nada ponsel terputus terdengar jelas di telinga Hansen.


'Haih, nampaknya Zaskia begitu menghawatirkanku. Andai Andini juga seperhatian dirinya,' Hansen merindukan ocehan Andini dan membayangkan wajah bawelnya sejenak. Kemudian mengingat kejadian buruk disaat pertemuan terakhirnya dengan Andini, yang kembali merusak mood baiknya. 'Kenapa aku harus jatuh hati padanya sih!?' Hansen nampak kesal.


"Siapa yang menelponmu?"


"Apakah itu Istrimu?" Jenderal Besar Hanan nampak penasaran.


"Bukan urusanmu," Hansen memelototi pria tua itu dengan pandangan permusuhan. Menjatuhkan dirinya kedalam rasa takut karena mengingat trauma di masa lalu. "Kumohon maafkan kelancanganku!" Jenderal besar Hanan membungkukkan badannya dengan tampang panik dan tertekan.


Ceklek


Hansen membuka pintu ruangan, dan keluar dalam keadaan emosi.


....


'Kenapa Jenderal besar nampak panik dan membungkuk seperti itu?' Jenderal Fahar dan kedua letnan jenderal yang menjaga pintu bersamanya nampak heran dan larut dalam pikiran mereka. "Berhenti mencari tahu, dan segera tutup pintunya!" Hansen yang baru saja berjalan melewati mereka memperingatkan mereka dengan nada kesal.


"Ba ... baik pak!" Jenderal Fahar dan kedua kawannya segera memberi hormat lalu menutup pintu dalam keadaan panik.

__ADS_1


__ADS_2