
Arkan dan Amanda mendekati kedua orang tua yang sudah di tunggu kehadiranya.
Setelah berhadapan, mereka pun bersalaman, layaknya seorang anak dan orang tua.
Begitu pun Amanda, ia bersalaman dengan calon mertuanya.
"Arkan ini calon istri kamu?" tanya Mamanya.
"Iya Ma, namanya Amanda," jawab Arkan.
"Loh, bukanya nya calon kamu namanya Dyah?" tanya Mamanya heran lagi.
"Dan wajah nya juga beda banget sama di foto yang kamu kirimkan waktu itu?" tanya Mamanya semakin heran.
Sementara Amanda jantungnya berdetak kencang, ia takut calon mertuanya itu, tidak merestui ia dan Arkan.
"Nanti saja Arkan jelaskan di mobil, sekarang ayo kita pulang," ajaknya sambil membawa beberapa koper milik kedua orang tuanya.
Sementara Amanda, ia semakin gugup, saat keduanya menatapnya heran.
Mereka pun masuk kedalam mobil.
"Sekarang kamu cerita yang sebenarnya Kan," pinta Mamanya.
"Pernikahan Arkan dan Dyah batal Ma, karna Dyah merasa Arkan telah mengkhianatinya, Arkan di fitnah telah menghamili seorang gadis, jadi Dyah percaya dan langsung memutus kan untuk membatalkan pernikahan dan sampai saat ini Arkan ngak tahu dimana dia berada," paparnya.
"Hah kok kamu ngak cerita sama Mama Kan" tuturnya.
"Karna Arkan ngak mau mengecewakan Mama," tuturnya lagi.
Sejenak Bu Ratna terdiam, ia melihat suami nya yang terihat acu.
"Lalu kamu akan menikahi gadis ini ?" tanya Mamanya.
"Iya Ma, Arkan dan Amanda sudah sepakat hari minggu nanti akad nikahnya," Arkan
"Tapi Kan kenapa terburu- buru sih, sepertinya ada yang mencurigakan?" Mamanya mulai curiga.
"Ngak kok Ma, Arkan memang sudah ingin menikah, dari pada berbuat dosa, mendingan Arkan menikah," tuturnya.
"Tapi Kan...," kata-kata Bu Ratna terputus, dan langsung di sambar Pak Prawito.
"Sudalah Ma, Arkan benar, pria dewasa sepertinya, memang sudah saat nya menikah, kita sebagai orang tua, hanya mendoakan agar mereka bahagia, masalah pilihan serahkan saja pada Arkan, dia lelaki dia boleh menikah dengan wanita mana pun, asal wanita tersebut baik dan terhormat," papar Papa nya.
"Iya Ma, Arkan sudah memilh Amanda, dan dia gadis yang baik, jadi ngak salah kan Ma?" tanya Arkan.
"Terserah kamu saja Kan, yang penting kamu bahagia dengan pilihan kamu," ujar Mamanya.
"Nah gitu dong Ma, jadi Mama merestui pernikahan kami kan Ma?" tanya Arkan lebih yakin.
"Iya sayang," jawab Mamanya.
Amanda yang mendengar itu pun langsung merasa lega, ternyata mertuanya tak seperti yang ia sangka.
Arkan pun tersenyum ke arah Amanda, sekarang mereka telah mendapat restu dan dalam beberapa hari lagi, akad nikah akan berlangsung.
***
Bu Nita sedang mempersiapkan pernikahan putrinya, mereka hanya menikah secara siri, karna tak ada waktu lagi untuk mengurus ke KUA,
Besok adalah acara akad Nikah, acara yang akan di gelar sederhana, hanya memanggil beberapa tetangga sekitar.
Saat ibu nya sibuk mempersiapkan keperluan untuk acara ijab qabul, Nino dan Mirna malah berdiskusi untuk merencanakan sesuatu, agar mereka bisa menguasai rumah ini.
"Eh Nino, setelah acara ijab kabulnya selesai, kamu suruh dong adik kamu yang penyakitan itu pindah dari sini, dan ikut suaminya, biar kita bisa bebas tinggal di rumah ini, " Mirna.
"Iya sayang, lagi pula kamu sedang hamil sekarang, jika tidak tinggal di sini, kita mau tinggal di mana lagi," balas nya.
Beruntung sekali si Amanda mendapatkan Arkan, aduh Pak Arkan, kalau memilih istri kenapa harus wanita yang sebentar lagi akan mati sih, kenapa ngak dengan aku saja, batin Mirna.
__ADS_1
Bu Nita menghampiri Nino dan Mirna, Bu Nita sebenarnya tak suka akan kehadiran Mirna, karna Mirna lah Nino berubah.
"Nino, kamu jangan bikin ulah, karna besok pagi kamu akan jadi wali nikah adik kamu, dan Mama tak ingin ada kekacauan lagi, " Bu Nita
"Siap Ma, siapa sih yang ngak seneng melihat adiknya mendapat suami orang kaya." Nino ia pun menarik turun kan alisnya.
Bu Nita kemudian menatap sinis ke arah Mirna, kemudian ia masuk kedalam kamar Amanda.
Amanda berdiri sedang meraba-raba baju kebaya yang akan di gunakanya besok, air mata menetes di pipinya.
"Sayang kamu sudah tidak sabar ya menggunakan kebaya itu?" tanya Bu Nita.
"Iya Ma, akhirnya ada seorang lelaki yang mau memperistri seorang wanita seperti Manda Ma," tuturnya dengan haru.
"Mama juga ngak sabar Nak, melihat kamu menikah, Mama Yakin Arkan adalah lelaki yang baik, yang tulus, kamu pasti bahagia hidup bersamanya," Bu Nita.
"Semoga saja Amanda bahagia dan bisa membahagiakan Mas Arkan." Amanda
Amanda pun memeluk mamanya.
Pagi hari, semua angota keluarga Arkan sudah siap berkumpul untuk prosesi ijab qabul.
Amira, Dion dan anak-anaknya juga ikut mengahadiri akad nikah, dan Dion sendiri menjadi salah satu saksi dalam ijab qobul, sedakan Nino ia menjadi wali.
Prosesi tersebut berlangsung sakral,
Akad nikah pun di mulai,
"Saudara Arkan Satria Prawito, saya nikahkan kamu dengan adik saya yang bernama, Amanda Suci Prisilia binti Hasan dengan mas kawin sebentuk cincin di bayar tunai," Nino.
"Saya terima nikah dan kawinya nya Amanda suci Prisilia binti Hasan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" Arkan.
Dengan satu tarikan nafas, dan para saksi pun langsung menjawab sah.
Dengan demikian Arkan dan Amanda resmi sebagai suami istri.
Suasana begitu haru, melihat Amanda yang terlihat bahagia, Amira pun ikut meneteskan air matanya.
Pasangan pengantin itu pun memulai acara sungkeman kepada orang tua.
Arkan yang terlihat tampan dengan stelan jasnya, sedangkan Amanda memaki kebaya berwarna soft pink, terlihat cantik dan anggun, mereka terlihat serasi.
Setelah sungkeman selesai, di lanjut kan pembacaan doa dan pemberian nasehat pernikahan kepada kedua mempelai, oleh bapak ustadz yang menikahkan mereka.
Keluarga seluruh yang hadir mengucapkan selamat kepada keduanya, Amanda dan Arkan terlihat sangat bahagia.
Sebelum pulang Amira dan Dion, mengucapkan selamat kepada kedua pengantin, setelah itu, Amira memperkenalkan Dion kepada kedua orang tua Arkan.
"Paman, ini Dion, suami Amira."
Dion pun bersalaman dengan Paman dan tantenya.
"Maaf Paman, Amira memilih rujuk bersana Dion, dan..., kata-katanya terhenti.
"Tak apa Nak, Paman mengerti, jika kamu memang bahagia bersamanya, Bapak mu juga pasti akan tenang di sana," tutur Paman nya.
"Terima kasih Paman, Tante," Amira pun memeluk paman dan tantenya.
Setelah itu Amira mendekati Oma dan mamanya, baru Amira mendekat sang Oma sudah menangis memeluknya.
"Amira, kamu sudah lupa ya sama Oma, kenapa kalau Oma marah, kamu selalu ambil hati, kamu itu cucuk Oma, jadi kamu boleh datang ke rumah kapan saja kamu mau, tapi Oma tunggu-tunggu kamu malah tak pernah mengunjungi Oma," Oma pun menangis memeluk Amira.
"Iya Oma, Amira minta maaf ya, Amira salah, nanti Amira pasti akan pulang kerumah itu lagi"
melihat Gea dan Geo, Oma pun memeluk dan mencium keduanya," Gea dan Geo kapan mau kerumah eyang?"
"Gea mau kerumah Eyang, tapi Eyang jangan marah-marah sama Ayah dan Ibu, kalau Eyang marah-marah, Gea ngak mau pulang kerumah Eyang," jawab Gea spontan.
"Geo juga, "
__ADS_1
"Iya, Eyang ngak akan marah kok,"
"Janji," Gea mengulurkan jari kelinking nya,
"Janji," Oma mengaitkan jari kelingking nya di tangan Gea.
Amira dan Dion sedang berhadapan dengan Bu lastri, saat itu Amira memeluk haru sang ibu, begitu juga ibunya memeluk Amira.
"Maaf kan Amira Bu, " sambil menangis.
"Iya Nak, ibu juga minta maaf, harusnya ibu mengerti tentang kamu,"
"Amira bolehkan Bu , pulang kerumah Oma lagi?"
"Tentu sayang, itukan rumah kamu juga" Bu Lastri, mereka pun melepas kan pelukan dan saling menghapus air mata haru.
Dion juga menyalami dan mencium tangan Bu Lastri.
"Maaf Bu, Dion pernah menyakiti Cahaya, tapi Dion janji tak kan mengulanginya lagi, dan Dion akan menjaga Cahaya dan berusaha membuatnya bahagia," tutur Dion yang juga menangis haru.
"Iya Dion, Ibu harap kamu bisa menjaga dan membahagiakan Amira, karna itu wasiat bapaknya, "
"In Syaa Allah Bu," jawab Dion.
Mereka pun berbincang-bincang hingga acara selesai.
Semua undangan dan keluarga juga sudah pulang, tinggal Arkan yang ada di rumah itu.
Sementara Mirna ia hanya bisa bersembunyi di kamar Nino seharian.
Arkan masuk ke kamar pengantinnya dan di sana ia melihat Amanda yang sedang menganti baju, Amanda kaget, ia pun menarik kain untuk menutupi tubuh bagian atas nya.
"Mas Arkan, Manda kaget, Manda ganti baju dulu, Mas Arkan tunggu di luar saja," kata Amanda spontan.
Bukannya malah menjauh, Arkan malah semakin mendekat.
"Ganti baju ya, sini biar Mas Arkan bantu," ia pun melepas kan kain yang menutupi tubuh Amanda.
Amanda tersipu malu, ia pun menundukan wajah nya, tapi Arkan mengangkat dagu Amanda, dan di lihatnya Amanda masih tersipu malu.
Arkan langsung menyambar bibir Amanda, dan seketika jantung Amanda berdetak kencang, sebelumnya bibir nya belum pernah di sentuh oleh pria mana pun.
Arkan perlahan ******* bibir Amanda, dan Amanda pun mulai membalas dengan gerakan yang sama, seketika darah terasa mengalir deras, apalagi kini tangan Arkan menari bebas, menyentuh di seluruh tubuhnya.
Arkan melepaskan apa saja yang menghalangi dirinya dan Amanda, deru nafas semakin memburu, karna kini Amanda sudah hampir bugil dalam rangkulanya.
Mereka masih terus saling mencium dan mengecup ke seluruh area wajah, saat hasrat sudah tak tertahan lagi Arkan merebahkan tubuh Amanda keatas ranjang.
Sebelum memulainya, Arkan bertanya sesuatu kepada Amanda.
"Amanda kau mau kan melakukanya bersama ku," bisiknya di telinga Amanda.
"Tentu saja Mas, Manda bahagia bisa memberikan sesuatu yang paling berharga dari diri Amanda, yang sampai saat ini masih Manda jaga," bisiknya di telinga Arkan.
Arkan pun langsung memulai gerakanya,
Amanda menggigit bibirnya, saat ia merasakan perih karna gerakan Arkan yang berusaha menerobos kegadisanya, rasanya ia ingin menjerit, tapi Arkan membungkam mulutnya dengan menciumi bibir Amanda kembali.
Mereka pun bersatu, ada bulir airmata menetes di pipi Amanda, ia merasa bahagia, saat tubuh Arkan terkulai kemas diatas tubuhnya, Amanda pun memeluk tubuh Arkan, dan seketika Arkan bangkit dan tersenyum kearah Amanda.
Arkan mencium kening Amanda, "Terima kasih ya sayang, bisiknya dengan senyum puas,"
"Sama-sama Mas, aku bahagia sekali karna bisa memiliki kamu," balas Amanda.
"Aku juga bahagia, bisa memiliki kamu," Arkan pun kembali memeluk istrinya.
Amanda merasa sangat bahagia dan haru, tak henti hentinya ia meneteskan air matanya sambil memeluk tubuh kekar yang ada di atas tubuhnya kini.
Jangan lupa like dan komentarnya ya reader, love you all.
__ADS_1