Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Aku tak ingin di madu


__ADS_3

Keluarga Dyah sedang berembuk untuk mengatur rencana akad nikah yang akan berlangsung kurang dari seminggu tersebut.


Dyah di dalam kamar nya sedang fitting baju kebaya yang akan di gunakanya untuk acara ijab qabulnya, tadi pagi Mama dan tantenya sudah mendaftar kembali pernikhanya di KUA.


Karna sebelumnya pernikahan tersebut sudah terdaftar, jadi tak memakan waktu banyak, pihak KUA hanya tinggal mengganti tanggalnya.


Semua persiapan hampir matang, karna sebelum pembatalan pernikahan mereka, Arkan dan Dyah sudah menyiapkan semuanya.


Hanya saja resepsi mereka di undur beberapa bulan lagi.


"Akhirnya sebentar lagi aku dan Mas Arkan akan resmi menjadi suami istri," gumanya sendiri, sambil memutar balikan tubuhnya di depan cermin.


"Sebentar lagi aku mendapat gelar baru, yaitu... Nyonya Arkan Satria Prawito, ih cucok banget," ucapnya sambil melompat kegirangan.


Dyah jatuh, kakinya sedikit terkilir karna melompat kegirang.


"Ops tahan Dyah, jangan sampai kamu cedera di hari yang bahagia itu, ngak mau kan ngecewain suami kamu di malam pertama, uihhh ngak sabarnya menunggu hari itu tiba, please waktu cepat dong berlalu, aku sudah ngak sabar nih pakai baju pengantin ku," Dyah bicara pada diri sendiri.


Ia pun berdendang sambil menyanyikan lagu berirama bahagia, sambil melepaskan kebaya yang baru saja di kenakanya.


"Dyah!!!" panggil sang Mama.


"Iya Ma, sebentar," sahutnya.


Sang Mama langsung masuk ke kamar Dyah.


"Wah kamu cantik sekali Dyah, akhirnya jadi juga kamu menikah nak," sambil menghampiri putrinya yang berada di depan cermin, Dyah seolah tak bosan melihat wajahnya di cermin.


"Bagus ngak Ma, kebaya ini untuk ijab qabulnya Ma, serasi ngak ya sama Mas Arkan?"


"Serasi dong, kamu itu cantik, pakai apapun akan tetap cantik, sangat serasi dengan Arkan yang ganteng dan gagah, persis seperti pangeran dan putri di cerita dongeng yang dulu sering maca bacakan sebelum kamu tidur Dyah," ungkap Mamanya.


"Beneran Ma ?" Dyah senang sekali Ma, Mas Arkan seperti pangeran impian Dyah, hanya saja Mas Arkan ngak pakai kuda Ma, tapi pakai marsedes benz," ucapnya bahagia sambil memeluk sang bunda.


"Kalau Arkan pakai kuda, ntar di kira mau narik delman Dyah," tutur sang Mama, sambil mengusap rambut indah putrinya.


"Iya, ya, Ma, tapi meski Mas Arkan pakai becak sekali pun, Dyah tetap cinta kok Ma sama Mas Arkan, Mas Arkan itu baik Ma, lembut, perhatian dan pengertian pula, Dyah bahagia bisa kembali pada Mas Arkan, harus nya, Dyah tak pernah meninggalkan Mas Arkan," tuturnya sambil meneteskan air mata.


"Sudah kamu makan dulu, biar sehat, Om dan tante mu, sudah menunggu kita, mereka tak sabar makan malam bersama calon pengantin," Mama Dyah.


Mereka pun keluar, dan benar saja, mereka sudah menunggu Dyah di meja makan.


"Duh yang mau manten, lama banget keluar kamarnya, sampai kelaparan kita nungguin di sini," ucap tantenya bercanda.


Dyah pun tersipu malu.


Semua merasa bahagia terkecuali sesepu Dyah yang bernama Amel.


"Dyah rencana bulan madunya kalian mau kemana?" tanya tante Rini.


"Kata Mas Arkan kami mau keliling eropa dan Asia, selama sebulan penuh," ucap Dyah dengan bangga.


Amel mencibir," Iya Dyah, itu juga kalau pernikahan kamu ngak batal lagi, takut nya pernikahan di batalin lagi, seperti kemaren, sudah ngundang sana- sini, bikin resepsi semeriah meriahnya, tapi batal, uhhh percuma saja, " cetusnya dengan sinis.


Dyah terdiam, ia menelan salivanya.

__ADS_1


"Eh Amel, kamu ngomong apasih? Dyah itu saudara kamu, ngak usah sirik gitu deh," ucap tante Rini, mamanya Amel.


"Maaf ya Dyah, Amel suka gitu," ucap tante Rini.


Dyah paham kenapa Amel sensi kepadanya, karna saat tes masuk fakultas kedokteran Amel tidak lulus, sedang kan Dyah yang lulus, Amel sensi kepada Dyah, karna ibunya menggelontor kan banyak uang untuk biaya kuliah Dyah.


Makan malam sedikit terganggu, karna perkataan Amel.


Benar juga kata Amel, selama ini aku sudah mempersiapkan pernikahan dengan Mas Arkan, bahkan hampir seratus persen, dan bodohnya aku malah membatalkannya.


Ya, Allah semoga tidak ada yang menghalangi pernikahan ku dengan Mas Arkan, jika tidak, aku dan keluarga ku akan menanggung malu untuk ke dua kalinya, dan aku akan di anggap perempuan sial, jika sampai kali ini rencana pernikahan ku gagal lagi, batin Dyah.


***


Arkan masuk ke kamarnya dan menghampiri Amanda yang sedang menangis.


Ia pun memeluk istrinya sambil mencium pucuk kepala Amanda.


Sayang, kamu jangan nangis, kalau kamu seperti ini, Mas Arkan ngak bisa berpikir jernih," tuturnya haru.


"Mas Arkan menikah saja, Amanda iklas kok Mas, Mama memang benar, pria seperti Mas Arkan pantas untuk mendapatkan yang terbaik," tuturnya haru, sambil menghapus air matanya.


Amanda merebahkan tubuhnya di tempat tidur, posisinya kini membelakangi Arkan.


Baru saja kebahagian itu menghampiri dalam hidupnya, kini seolah ingin pergi lagi, Amanda menghapus air matanya dengan hati yang hancur dan luluh lantak.


Arkan berbaring di samping Amanda, ia membalikan tubuh Amanda.


"Sayang, Mas Arkan janji akan mencari jalan tengah dari semua ini, jujur saja Amanda, Mas Arkan tak mau mendua kan cinta Mas Arkan, Mas Arkan ingin tetap mendampingi kamu selamanya," tuturnya tulus, sambil mencium kening Amanda.


"Amanda mengerti posisi Mas Arkan saat ini, biarlah Manda yang mengalah, toh hidup Manda juga ngak lama lagi," ucap Manda sambil melepas satu persatu kancing piyama Arkan.


Melihat Amanda yang melepas kan kancing bajunya, Arkan mengerti apa yang istrinya ingin kan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Arkan.


"Amanda ingin memeluk Mas Arkan, mencium Mas Arkan dan Amanda ingin habiskan waktu berdua bersama Mas Arkan, sebelum orang ketiga hadir dalam rumah tangga kita, atau sebelum Amanda menutup mata dari melihat dunia untuk selamanya, Manda hanya ingin berada di pelukan Mas Arkan," tuturnya haru, Arkan sampai berlinang air mata melihat kesediahan yang coba di tutupi istrinya.


"Ia sayang, kita akan lakukan, karna Mas Arkan cinta dan sayang sama kamu, Mas Arkan akan lakukan apa pun yang bisa membuat mu bahagia," ucapnya sambil mencium bibir Amanda.


Amanda melepaskan pakain yang menutupi tubuh suaminya.


Dan Arkan juga melepaskan pakaian yang menutupi istrinya, ribuan kali ciuman dan kecupan terjadi di atas ranjang itu.


Arkan memulai semuanya dengan lembut dam hati-hati, ia tak ingin Amanda tersakiti sedikit pun.


Saat tubuh meraka mulai bersatu, Amanda memeluk tubuh Arkan dengan erat, ia tak membiar kan ada jarak antara ia dan suaminya, meski hanya sepersetengah inci, Amanda memburu bagian wajah Arkan yang bisa di sentuhnya, ia mencium setiap inci wajah lelaki yang menjadi pasangan halal baginya.


Pelukan itu semakin erat, seiring irama yang tubuh yang bergerak naik turun.


Amanda menikmati setiap sentuhan kulit Arkan yang berkeringat, menyentuh kulit tubuhnya, ia merasa surga begitu dekat saat ia bersama Arkan.


Semakin lama cengraman Amanda semakin erat, tubuhnya pun bergetar menahan tangis, betapa ia tak mau membagi rasa ini pada wanita lain, betapa ia tak rela, jika suami yang ia cintai harus menikmati semua ini dengan wanita lain, perasaan ego mulai mengahantui Amanda, ia tak ingin bebagi kasih, ia ingin Arkan hanya menjadi miliknya sampai ia menutup matanya.


Tak mampu membendung perasaan itu, tubuh Amanda bergetar dan tangisnya pecah sambil kembali memeluk Arkan dengam lebih erat lagi.

__ADS_1


Arkan menghentikan gerakannya yang seharusnya dalam beberapa detik lagi sudah mencapai klimaxnya.


Arkan langsung menatap wajah Amanda yang sudah berlingan air mata dengan tangis terisaknya.


"Sayang kamu kenapa ?" tanya Arkan kaget sambil melepas cengraman Amanda.


Amanda mengambil nafas panjang, ia merasa sesak, beberapa detik ia habiskam untuk menangis, melihat itu Arkan semakin binggung.


"Sayang apa aku menyakitimu?" tanya Arkan khawatir.


Amanda hanya menggelengkan kepalanya, ia kini menatap wajah Arkan dan coba meraba wajah suaminya.


"Aku tak ingin di madu Mas, aku hanya ingin kau menjadi miliku yang utuh, aku tak rela membaginya pada siapa pun, aku lebih rela jika nyawaku diambil, dari pada cinta ku di rebut dengan paksa, aku tak sanggup menjalani sisa waktu tanpa bersama mu Mas," tutur Amanda menangis memeluk Arkan.


"Bunuh saja aku Mas, aku lebih iklas, dari pada harus melihat mu bersanding dengan wanita lain," ucapnya sambil menangis pilu, merangkul memeluk Arkan.


Arkan sudah tak bisa berkata-kata lagi, ia pun larut dalam haru, sepasang sejoli itu menangis haru saling memeluk, saling menguatkan, dan saling menyatakan perasaan cintanya dalam keadaan tubuh yang masih bugil tanpa busana.


Mereka tak bisa tidur semalaman, hinga fajar menyinsing, Amanda terkulai lemas dalam pelukan Arkan.


Arkan merenggangkan dekapan Amanda, mungkin karna terlalu lelah Amanda akhirnya terlelap juga.


Arkan sendiri binggung harus bagaimana, hanya ada satu cara agar masalah ini bisa selesai, yaitu menemui Dyah, dan mengunggkapkan semuanya.


Arkan bergegas menuju kamar mandi, sejenak ia melihat wajahnya di cermin, matanya sembab karna lelah menangis, Arkan merasa begitu lelah, tapi tak bisa terlelap, ia pun memutuskan untuk segera menemui Dyah.


Keluar dari kamar mandi, Arkan sempat memperhatikan wajah Amanda, dan dilihatnya darah segar mengalir dari hidung istrinya itu.


Arkan menjadi panik, ia pun membangunkan Amanda, tapi Amanda juga tak bangun, keadaan semakin kacau, akhirnya Arkan memutuskan untuk membawa Amanda ke rumah sakit.


***


Spesial untuk reader yang bernama Hidayat, nih pagi-pagi author udah up, dan spesial thank untuk para raider yang memberi komentar di episode sebelumya, Terus dukung author dengan like dan komenya, dukungan anda sangat bearti bagi autor, terutama untuk melanjut kan episode berikutnya, author sempat ingin menamatkan kisah ini, karna dukungan semakin sedikit saja, tapi di sisi yang lainya, author juga ngak mau menggantung ceritanya, karna author juga ngak suka di gantung, btw i love u all.


Buat kamu yang suka dengan novel autor


Nih autor punya dua genre novel yg berbeda


novel di bawah ini genre romantis, banyak bawang, dan menurut author novel terbaik author.


Judul :Ketika takdir menyatukan aku dan mereka



Dan yang ini bergenre romantis komedi,.silah kan mampir bg yang suka.


Judul: Kenapa harus menikah dengan mu.


author silahkan mampir


Kalau yang ini bergenre romantis komedi,


dengan judul **Kenapa harus menikah dengan mu


s**

__ADS_1



__ADS_2