
***Ketika kau menahan diri untuk tidak merampas sesuatu yang bukan milik mu, padahal kau begitu menginginkan nya, maka sikaf diam mu itu, akan menjadi suatu kebaikan untuk mu sendiri.
Bersabar lah Amanda, tak ada yang sia-sia di dunia ini, selalu yakin jika doa mu akan di ijabah oleh yang Maha Kuasa.
Tuhan akan memberikan apa yang pantas untuk kita, jika kau berbuat baik, maka kau akan mendapatkan yang terbaik, meski ia tak pernah sekali pun berada dalam mimpimu, berada dalam anggan mu, tapi ia akan hadir sebagai jawaban dari doa mu.
Yakin lah, jika ia tercipta untuk mu, seperti apa pun rencana manusia, maka di akan kembali menemui tadirnya, bersama mu.
Amanda, segala yang Tuhan beri adalah yang terbaik untuk mu, meski kita tak pernah tahu, bagaimana skenario sang pencipta merancang semua kebahagian, yang akan hadir di penghujung waktu mu.
Meski tak sesempurna yang kau ingin kan, tak semesti seperti yang kau mau, ia akan hadir, sebagai teman dan pendamping hidup mu.
Jangan pernah berhenti berharap, berjuanglah selama kau masih bisa berjuang, dapat kan apa yang kau mau, kejar lah semua mimpi indah mu, harus kau syukuri karna hari ini, kau masih bisa bernafas, masih masih bisa merasakan hangat nya sinar mentari, karna esok hari, mungkin saja, saat kau buka mata mu, kau sudah berada di tempat yang berbeda.***( author Meylani putri putti)
Langkah Amanda gontai, menapaki setiap langkah nya, berjalan di koridor rumah sakit, melewati lorong-lorong yang sempit, menatap pilah-pilar kokoh yang menahan bagunan ini, hingga suatu ketika ia berada sebuah tempat di ujung sebuah lorong.
Amanda duduk di sebuah bidang berbentuk segi tiga, ia menatap bunga mahahari yang kini berada di tangganya, satu persatu ia lepas kan kelopak bunga tersebut, dan seketika angin menerbangkan helai demi helai dari lembaran mahkota bunga itu.
Amanda mencium udara yang terasa lembab di sekelilingnya, hembusan angin semilir, mampu menenangkan jiwanya.
Ia meraup segenggam pasir di tanganya, dan perlahan ia membuka telapak tangganya, agar pasir itu tertiup oleh angin yang berhembus.
**Seperti inilah akhir kisah hidup ku, seperti butiran debu yang dengan mudah tertiup angin, tak satu pun yang mampu menghalangi, jika waktu itu tlah tiba, aku hanya akan berlalu begitu saja, tak ada satu pun yang akan mengenang, tak ada kisah indah yang bisa untuk ku kenang.
Jika dia takan pernah menjadi miliki ku, lalu kenapa kau pertemukan aku dengan nya.
Cinta ini, cinta ini tak sangup lagi ku perjuangkan, meski aku merasa, surga itu terasa dekat, saat aku bersamanya.
Aku hanya ingin merasakan cinta seperti yang mereka rasakan, aku tak ingin sendiri, sebelum waktu benar-benar akan membuat ku sendiri.**( batin Amanda)
Amanda meringkuk menangis di sebuah selasar, ia pun kembali berjalan melewati koridor rumah sakit,
Tatapanya begitu sayu, Amanda tetap berjalan tertunduk menuju penghujung jalan, tanpa melihat orang lain yang melihatnya heran.
***
__ADS_1
Amira dan Arkan menuju kamar perawatan Amanda, mereka dari pabrik dan Amira meminta Arkan untuk singgah dan menjenguk Amanda, sudah beberapa hari ia tak pernah menjenguknya.
"Mira kau duluan saja, aku ingin merokok sebentar," ujarnya.
Amira hanya diam memperhatikan sepupunya itu, ia tak tahu sejak kapan Arkan menjadi perokok.
Arkan menyulut sebatang rokok, ia menghisap dan menghempaskan nya dengan kasar, perlahan titik air mata nya jatuh,' mengenang rencana pernikahan nya yang sudah di pastikan batal.
flashback,
Dua hari lalu. Arkan coba untuk kembali mendatangi rumah Diah, tetapi rumah itu sepi, meski berkali-kali Arkan mengetuk pintu rumah yang sederhana itu.
Tak berapa lama, ada seorang tetangga yang menghampiri Arkan.
Dengan tergesa-gesa tetangga tersebut berjalan mendekati Arkan.
"Mas, Mas mau cari siapa ?" tanya seorang wanita parohbaya.
"Saya mencari dokter Diah, " jawab Arkan.
"Ke Jakarta ? lalu bagaimana dengan rencana pernikahan nya?" tanya Arkan,
"Loh, bukanya sudah batal Mas," jawab ibu tersebut secara spontan.
"Bu, apa ibu tahu di mana alamatnya di jakarta?" tanya Arkan kepada wanita yang ada hadapanya.
"Ya ngak tahu Mas, mereka juga pergi secara mendadak, mungkin karna bising mendengar gosip yang menimpa Diah dan tunangganya, " papar wanita itu.
"Gosip apa Bu? tanya Arkan penasaran, meski ia sendiri tahu jawabanya, ia hanya ingin memastikan.
"Kata nya tunanggan Mbak Diah selingkuh, dan menghamili wanita lain, jadi terpaksa deh pernikahannya di batal kan."
"Emang ya Mas, orang kaya suka begitu, padahal Mbak Diah itu, sudah cantik, baik lagi, kok tega-teganya di khianati oleh pacarnya." gerutu wanita itu
Arkan semakin berang, ia langsung meninggalkan rumah tersebut, sebelum wanita itu melanjutkan asumsi terhadap diri nya.
__ADS_1
Arkan masuk kedalam mobil, ia coba menghubungi Diah, tapi tak tersambung, dengan perasaan kecewanya, ia pun memukul stir mobil dengan keras, hingga tanpa sengaja menekan klakson mobilnya, dan menciptakan suara bising yang panjang.
Amira berjalan menuju kamar perawatan Amanda, dan saat mendekati pintu lift ia berpapasan dengan Bu Nita.
"Ibu, dari mana?" tanya Amira ramah.
"Dari nebus obat Amanda mbak, " jawab bu Nita.
Mereka pun jalan beriringan
"Bagaimana hasil pemeriksaan dokter Bu?" tanya Amira kepada Bu Nita.
Bu, Nita hanya menunduk, perlahan bulir air mata, menetes di sudut netra nya.
Amira pun merangkul Bu Nita," Ada apa Bu," mereka berhenti sebentar.
"Dokter sudah angkat tanggan, katanya penyakit Amanda sudah memasuki stadium akhir, meski akan di lakukan berbagai pengobatan, hanya akan memperlambat sel kanker yang ada di tubuhnya, tapi tak bisa meyembuhkan, kanker itu semakin ganas, menurut dokter, Amanda hanya akan menunggu waktu, "paparnya sambil menangis pilu.
Amira memeluk Bu Nita," Sabar ya bu, dokter bukan Tuhan, ia menarik kesimpulan berdasarkan pemeriksaan dan diagnosa sementara, kita doa kan saja, semoga akan ada keajaiban yang bisa membuat Amanda sembuh seperti sedia kala."
"Semoga saja" balas bu Nita, ia pun menghapus air matanya.
Mereka pun melanjutkan langkahnya menuju ruang perawatan Amanda, dan saat mereka masuk di ruangan itu, Bu Nita kaget dan langsung menangis ketika melihat Amanda tak berada di tempat itu.
"Amanda, kamu kemana Nak?" tanya nya, sambil mencari keberadaan Amanda di ruangan itu, ia pun mencari sampai di toilet, dan saat di lihatnya infus Amanda terlepas, seketika Bu Nita menangis.
Arkan masuk keruangan itu dan di lihatnya Amira menangis sambil memeluk wanita yang juga menangis di pelukan nya.
Please
🍎Like
🍎komen
🍎dan votenya
__ADS_1