
Dion pulang dengan Yunita, iya menyempat kan diri untuk menjemput Yunita.
Sampai dirumah Dion kemudian mengucap salam.
"Assalammuakaikum," ucap Dion.
"Waalaikum salam," jawab seorang gadis yang asing bagi nya.
Dion masuk sambil menyunggingkan senyum tipis ke arah gadis yang menjawab salam nya.
Yunita masuk hampir bersamaan dengan Dion dan iya melihat ada Tyas yang sedang duduk di ruang tamu.
"Hai Yun, baru pulang ?" sapa Tyas.
"Iya nih lama nunggu Dion jemput," jawab Yunita.
"Maksud kamu Dion, cowok yang baru masuk barusan?" tanya Tyas.
"Iya"
"Dia siapa Yun, kok aku baru liat?"
"Dia Dion anak tante ku, dia kuliah di sini."
"Kenapa naksir ya? ntar di marahin Ilham loh" ucap Yuni bercanda.
Tyas hanya diam iya tak membenarkan tapi tak juga menyangkal.
"Si Ilham mana ? kok sendiri aja?" tanya Yuni.
"Ilham tadi ngantar Mami, kata nya sebentar, sudah hampir sejam tapi belum pulang juga," jawab Tyas sedikit kesal.
"Eh aku ganti baju dulu ya," ucap Yuni.
Yuni pun masuk kamar nya, dan saat itu Tyas melihat Dion sudah mengganti baju nya dengan baju koko dan iya pun masuk kekamar mandi.
Setelah beberapa saat, Dion pun keluar dengan wajah sedikit basah dan seperti nya iya habis berwudhu dan itu membuat Tyas semakin kagum.
Yuni langsung ke luar kamar dan menemani Tyas," Tyas aku mau masak mie instan kamu mau ngak?" tanya Yunita.
"Mau Yun biar aku bantu," ucap Tyas.
Dan mereka pun memasak tiga porsi mie instan.
"Kok tiga Yun, yang satu nya buat siapa?" tanya Tyas lagi.
"Buat Dion."Yuni pun memanggil Dion dan mengajak nya makan bersama di meja makan.
Mereka duduk bertiga di meja makan sambil menyantap mie instan.
"Mami kemana Yun ?" tanya Dion.
"Ngak tau, katanya pergi dengan Ilham, jawab Yuni.
"Yon besok kita joging yuk" ajak Yunita.
"Males "jawab Dion.
"Besok lo pasti mau, Yon," ucap Yunita.
"Pasti kamu mau ngambek, pasang wajah cemberut, dan maksa aku lagi kan Yun?" tanya Dion.
"Ehe kok tau sih," ujar Yunita sambil mencubit pipi Dion.
"Aku tau Dion, kamu kan orang nya ngak tegaan."
__ADS_1
Dion hanya diam dan geleng-geleng kepala.
"Tyas kamu ikut juga yuk," ajak Yuni.
"Boleh tapi jangan kasi tahu Ilham ya, ujar Tyas.
"Oke,"jawab Yuni.
Azan magrib berkumandang, Dion langsung bersiap untuk sholat Magrib, ketika akan keluar iya berpapasan dengan Yuni yang sudah mengenakan mukena nya.
"Ayo Yon, kita sholat Magrib bareng," ajak Yunita.
"Mi, Yuni sama Dion ke Masjid dulu ya."
Mereka pun pergi bersama dan Mami merasa senang atas perubahan Yunita.
Tyas semakin kagum melihat kharismatik Dion, Tyas terus memandangi Dion hingga tertangkap mata oleh Ilham.
Ilham sedikit merasa cemburu pada Dion dan iya mulai tak menyukai kehadiran Dion.
**
Pagi hari Dion dan Yunita sudah siap iya menunggu kedatangan Tyas dan tak lama Tyas pun tiba.
Mereka pun berlari lari kecil seraya bercanda, Yunita sangat senang menjahilin Dion karna sikaf Dion yang cuek.
Yunita pun berpura pura jatuh.
"Aduh Yon kaki aku sakit, "Ujar Yunita yang sengaja menjatuh kan diri nya.
"Dion pun menghampiri, kamu kenapa yun,?" tanya Dion.
"Aduh Yon kaki ku keseleo, sakit ngak bisa jalan," ucap nya menyeringai.
Dion sempat curiga kalau Yunita berbohong iya tahu bahwa Yunita anak yang jahil.
"Ngak bisa jalan Yon," rengek Yunita.
Dion pun menggendong Yunita di belakang nya," Nyusahin aja kamu yun," ucap Dion ketus.
Sementara di belakang nya Yunita tersenyum puas karna berhasil mengerjai Dion.
Tyas pun tersenyum melihat ke jahilan Yunita, dan iya semakin simpati pada sikaf Dion yang cuek tapi peduli.
Dion berhenti dan menurun kan Yunita, "Kok berhenti Dion," tanya Yunita.
"Aku ngak sanggup kalau harus gendong kamu dari sini sampai kerumah, Aku pesan ojek saja, untuk ngantarin kamu," Dion pun mengeluar kan hand phone.
"Jangan Dion," cegah yunita
"Iya aku jalan sendiri Dion," ucap Yunita.
Dan kali ini Dion yang tersenyum melihat tinggkah Yunita yang manja, Dion menyanyangi Yunita seperti adik nya, sejak bersama Yunita iya merasa mempunyai saudari, yang dia ingin kan sejak masih kecil.
Telpon Dion berbunyi iya pun menjauh dan menganggkat telpon tersebut.
"Halo Sayang," sapa Dion, Dan suara Dion masih terdengar oleh Yunita dan Tyas.
"Ternyata Dion sudah punya pacar" Batin Tyas, sedikit kecewa.
Tyas terus memperhatikan Dion yang sedang asyik menelpon, sangat terlihat kebahagian di wajah Dion saat itu, Tyas memperhatikan nya hingga tak sadar Yuni mengajak nya ngobrol.
"Tyas, Tyas" ucap Yunita.
Yunita sedikit kaget," Kenapa Yun?" tanya Tyas.
__ADS_1
"Kamu melamun ya?" atau kamu lagi asyik memperhatikan Dion?" tanya Yunita curiga.
"Ah enggak kok Yun," jawab Tyas.
Setelah selesai bicara di telpon Dion pun kembali ke mereka, dan saat itu wajah Dion terlihat ceria.
"Dion kayak nya kamu lagi seneng ya? ada apa sih?" tanya Yunita.
"Mau tahu aja, yuk kita pulang aku nanti aku traktir beli es krim," ajak Dion.
"Ok, "
Mereka pun menghampiri penjual es krim yang ada di seberang jalan, tapi ketika ingin menyebrang, seorang pengguna motor hampir menabrak Tyas, secara replek Dion menarik tangan Tyas.
"Awas Tyas! Seru Dion, tyas pun langsung jatuh bersama dengan Dion.
Kali ini wajah Dion tepat berada di hadapan Tyas, mereka pun tak sengaja bertentang mata.
Dion yang sadar langsung mengalih kan pandangan nya, iya pun segera bangkit dan menarik tangan Tyas.
Tapi Tyas seperti nya mengalami cedera di lutut nya hingga iya tak bisa langsung berdiri.
Yunita yang telah sampai di sebrang jalan pun kembali menghampiri mereka.
"Tyas kenapa yon?" tanya Yunita.
"Bantu angkat Yon, bawa ke tepi," ucap Yunita yang melihat lutut dan siku Tyas yang berdarah.
Tyas menahan rasa sakit pada kaki nya, tak hanya luka, kaki nya pun terkilir.
Dion mengangkat tubuh Tyas dan membawa nya ke tepi.
"Sory ya Tyas, aku hanya replek menarik kamu," ucap Dion merasa bersalah.
"Ngak kok Dion, kalau saja kamu ngak menarik aku, mungkin aku lebih parah dari ini," jawab Tyas.
Dion pun membuka sneker Tyas, dan mencoba mencari bagian kaki Tyas yang terkilir.
"Aduh Dion sakit," ucap Tyas tanpa sengaja iya memegang tangan Dion.
Dion pun sedikit memijit bagian yang sakit, Tyas hampir menangis karna menahan rasa sakit, tapi iya bukan perempuan cengeng, iya hanya menggenggam tangan nya dan menggigit bibir nya.
Setelah beberapa saat, rasa sakit itu pun mereda.
"Udah ngak sakit lagi yon," ucap Tyas.
Dion hanya tersenyum tipis, iya tak mau terlalu akrab dengan Tyas.
Tyas berdiri meski masih sakit, tapi iya mencoba melanjut kan perjalanan mereka.
"Yon jadi ngak beli es krim nya ?" tanya Yuni.
"Jadi, kamu tunggu di sini temani Tyas, biar aku yang beli untuk kalian." Dan Dion pun langsung menyebrang dan kembali membawa es krim untuk mereka bertiga.
"Kita pulang yuk," aja Yuni.
"Sebentar Yun, kaki Tyas masih sakit," ucap Dion.
"Kamu gendong aja Yon," saran Yunita.
"Ngak, nanti di marah Ilham, kamu telpon Ilham saja suruh jemput Tyas di sini, " saran Dion.
Yunita pun menelpon Ilham dan tak lama kemudian Ilham datang menjemput Tyas.
Tyas merasa sedikit kecewa sebenar nya iya ingin lebih lama bersama Dion.
__ADS_1
,