Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Ini cinta kita


__ADS_3

Setelah istirahat selama beberapa jam, Dion pun meregangkan otot-ototnya dan bangkit dari tidurnya dengan rasa yang cukup segar.


Suasana sunyi terasa di rumah itu, bahkan Gea dan Geo, yang biasa ribut dan bertengkar saat main bersama, tak terdengar, ia pun ingat, jika ia telah memerintahkan mereka untuk menjaga Amanda.


Hari sudah sore, setelah sholat ashar ia pun mandi dan bersiap menjemput istrinya.


Tak terdengar suara apa pun, akhirnya Dion mengintai di kamar Amanda mencari keberadaan Gea dan Geo.


Dion tersenyum simpul ketika melihat pemandangan dari dalam kamar tersebut.


Gea dan Geo tidur di samping Amanda, mereka berdua tidur dengan memeluk Amanda.


Tak ingin membanggunkanya, ia pun pergi menjemput sang istri.


Sudah pukul empat sore, tapi Amira belum juga ke luar dari kantornya.


Dion ber inisiatif untuk menyusulnya, saat memasuki kantor, Dion berpapasan dengan beberapa karyawati dan karyawan di kantor itu. melihat kedatangan pria tampan itu, mereka pun takjub dan penasaran dengan siapa lelaki tampan dan keren itu.


Karna jam kerja hampir selesai, mereka coba membuntuti Dion, dengan menaiki lift yang sama.


Ting.. pintu lift terbuka dan Dion langsung menuju ruangan Presiden direktur, sontak mereka kaget, dengan perasaan yang masih penasaran mereka tetap menunggu Dion keluar.


"Eh kita ngapain sih di sini?" tanya salah seorang dari karyawati tersebut.


"Kita cari tahu apa hubungan pria ganteng itu dengan Bu Amira," jawab yang satu lagi.


"Trus apa hubungan dengan kita sih?" tanya nya lagi.


"Ngak ada, tapi aku penasaran siapa pria tampan yang barusan lewat, dan baru saja mencuri hati ku," canda salah satunya.


"Ngak usah mimpi, paling pria tadi suaminya." jawab yang lainya.


"Kita tunggu saja, siapa tahu itu pria simpanan Bu Bos, bisa dapat duit banyak kita, jika kita berhasil membongkar perselingkuhan ini," kahayalnya.


Mereka pun menunggu Dion dan Amira keluar.


Didalam ruangan Amira.


Amira masih sibuk mengkutak katik laptopnya.


Dion datang langsung menghampiri nya dan duduk tepat di hadapanya.


"Bu, sudah sore, masih belum selesai juga kerjanya?" tanya Dion.


"Sebentar lagi Yah, tanggung nih," jawabnya tanpa menoleh kearah Dion.


Dion mendekati Amira, dan memeluknya dari belakang.


"Sudah selesai Bu, kalau belum selesai juga nanti Ayah perkosa ibu di sini ya," candanya sambil mencium rambut Amira.


"Ngak usah di paksa ibu juga mau yah, tapi ngak usah di sini, di rumah saja," jawab nya menutup laptop, kemudian megecup bibir Dion.


"Kayaknya Ibu yang lebih agresif, jadi takut ah..," ia pun merangkul mesra istrinya yang sudah berdiri, mereka berjalan menuju pintu keluar.


Tanpa sungkan mereka berjalan bergandengan mesra melewati kedua karyawati itu.


"Tuh gue bilang juga apa, lakinya tuh," ujar salah satunya.

__ADS_1


"Yah padahal udah gue rekam, pingin gue peras saja Bu Amira, kalau ternyata itu selingkuhanya," kata salah seorang lainya.


"Jahat banget kamu. Bu Amira kan baik orangnya, "


"Iya juga sih, tapi aku lagi butuh duit nih"


"Kamu tuh ya, ngak tau terima kasih, kita tuh beruntung punya Bos kayak mereka, ngak pernah di zalimi, kata karyawati yang lainya.


"Buat apa sih kamu ?" tanya temanya.


"Buat ngeluarin Nino dari penjara,"


"Nino, kamu mau saja di manfaatin sama cowok brengsek kaya dia, biar saja dia mampus di penjara," Sandra.


"Tapi aku terlanjur cinta sama Nino, San." Mirna.


"Eh Mirna, lo tuh cantik, masih banyak cowok yang bisa lo deketin salah satunya Pak Arkan."


"Sandra, Sandra, Pak Arkan mana mau pegawai rendahan kayak kita, " Mirna.


"Ah lo ngak tau saja celahnya, loh tu sudah termakan rayuan Nino, eh gue itu kenal Nino, ngak usah loh, orang tuanya saja di peras sama dia, harta peninggalan bokapnya saja di habisi olehnya, dan sekarang adek nya sakit kanker saja dia ngak perduli, kasihan noh ibunya, sampai terhutang sana sini, demi mengobati adiknya," papar Sandra.


"Muka cantik kayak lo, pantesnya dapatin Pak Arkan," tuturnya.


"Pak Arkan ?" bagaimana caranya? Pak Arkan juga sudah punya pacar kan?" ujar Mirna.


"Eh.. laki-laki biar sudah kawin juga bisa kita rebut, apalagi cuma pacar, sini ku beri tahu rencana nya," Sandra berbisik di telinga Mirna.


"Ok, boleh juga tuh " Mirna setuju.


Mirna mengacungkan jempolnya.


Di mobil.


"Bu, tadi Amanda tuh sakit, hampir saja pingsan," tutur Dion.


"Sakit Yah, mungkin kecapean kali Yah," ujarnya sambil mengkutak katik ponselnya.


"Bu, kita cari orang lain saja, untuk menjaga Gea dan Geo, Ayah ngak tega sama Amanda, sakit malah di suruh kerja," papar Dion lagi.


"Yah, cari orang yang bisa di percaya tuh sekarang susah Yah, apalagi anak-anak sudah dekat dengan Amanda, lagian kita kan bantu dia juga Yah," Amira


"Bu, kalau mau bantu, ya bantu saja, ngak usah nyuruh dia kerja, kita datangin kerumahnya, dan tanya apa masahnya, jika memang ia bekerja untuk membayar hutang keluarga nya, ya kita kasi uang saja Bu, beres kan," papar Dion.


"Yah, kita sama Amanda tuh saling membutuhkan yah. kita butuh orang untuk menjaga Gea dan Geo, dan Amanda butuh kerjaan, lalu apa salahnya."


"Atau jangan-jangan Ayah naksir ya, sama Amanda?" tanyanya curiga, sambil memicingkan mata.


"Astafirullah, Ibu, kok jadi nuduh Ayah sih"


"Habisnya Ayah selalu sewot aja sih, Yah ibu juga tahu Amanda sakit, lagian di rumah, Amanda ngak kerja apa-apa, masak jarang banget, baju kita laundry, kalau ada Ayah, rumah sudah bersih pagi-pagi, ibu cuma butuh dia untuk jaga Gea dan Geo Yah, sebentar lagi Ibu sibuk banget, karna Arkan juga ngak sempat, ia mengurus pernikahanya."


"Yah, lagian ibu sudah cocok sama Amanda yah, ibu sudah nganggap dia seperti saudara Yah, kita sering curhat Yah, "tutur Amira.


"Curhat apa gibah bu?" tanyanya sensi.


"Ya curhat lah Yah, ibu suka curhat ke dia tentang Ayah, bagaimana kita bertemu, hingga akhirnya kita menikah, trus punya anak," papar nya lagi.

__ADS_1


"Aduh, pasti jelek-jelekin Ayah nih"


"Ngak lah Yah, biar gimana ibu sayang sama Ayah", ia pun bersandar di lengan Dion yang lagi menyetir.


"Ayah juga bu, cuma sayang sama ibu," kecupnya di pucuk kepala Amira.


"Cuma kamu,... sayang ku, ...di dunia ini...." Dion bernyanyi, sambil melirik istrinya yang masih mendekap di bahunya.


"Cuma... kamu, sayang ku di dunia...ini, cuma...kamu cinta ku di dunia inii..., tanpa kamu, sepi ku rasa dunia...ini, Dion bernyanyi dan Amira mengikuti, seolah mereka sedang berduet.


Mereka pun saling melempar pandangan sesaat setelah bernyanyi.


"Kok kita malah nyanyi dangdut yah," ujar Amira dengan tawa kecil dan masih bersandar di bahu Dion.


"Ngak apalah Bu yang penting liriknya pas sama perasaan Ayah," jawab nya demgan tersenyum geli.


"Ani..."Dion


"Iya Roma," Amira.


Dan mereka pun tertawa karna memparodikan adegan khas itu.


"Yah, jadi Ayah suka nonton film jadul?" tanya Amira sambil cekikikan tertawa.


"Ngak suka sih Bu, tapi dulu waktu Ayah masih kecil, Ummi kan suka nonton film ini, sambil nunggui Abi pulang, ya Ayah mau ngak mau ikut nonton. sampai tertidur sendiri," paparnya.


"Kalau gitu sama dong Yah, " tawa Amira kembali.


Amira menarik tubuhnya agar duduk dengan tegap, dan tak bersandar lagi pada Dion.


"Sini dong Bu, dekat Ayah lagi," ujarnya, sambil menarik tubuh Amira kembali.


"Yah ibu, bahagia sekali, bisa bersama kamu kembali Yah. hidup tanpa cinta memang terasa hampa Yah, Ibu kasihan mendengar curhat nya Amanda."


"Amanda curhat apa sama Ibu?" tanya Dion.


"Amanda itu masih nunggu cinta pertamanya Yah, karna dari dulu sampai sekarang ia ngak bisa move on, dia hanya mencintai seorang laki-laki dan itu adalah teman SMAnya Yah," papar Amira.


Deg, serrr, jantung dan darah Dion bereaksi.


"Ya sudalah Bu kita ngak usah ikut campur, cukup mendengar saja, yang terpenting Ayah cuma cinta sama ibu, dan tak ingin siapa pun merusak kebahagian kita kembali," tututnya sambil mencium jemari Amira.


"Ia yah, semakin besar cinta yang kita punya, semakin besar pula cobaan yang menghadang, seperti cinta kita Yah, dari dulu hingga sekarang, cobaan masih terus datang mengujinya."


"Biar saja Bu, seperti apa pun badai menerpanya, asal kita tetap bersama dan bersatu, biduk rumah tangga kita tak kan karam, biar saja cobaan datang silih berganti, yang penting cinta kita tetap abadi," papar Dion.


Mendengar penuturan Dion, Amira meraih tangan suaminya," I love you Yah"


"Love you too", mereka pun saling merangkul mesra, meluapkan perasaan yang ada saat itu.


jangan lupa ya.


🍎like


🍎komen


🍎dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2