
Setelah puas bermain di pantai, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju villa, sebelumnya mereka singah ke sebuah supermarket, untuk membeli bahan-bahan makanan yang akan di masak nanti malam, Dion akan mengadakan challenge memasak untuk Amira, sejak mereka menikah tak pernah sekali pun ia merasa masakan istrinya.
"Eh, anak-anak ku sayang, nanti malam kita mau makan apa ya, kita tantang ibu yuk, untuk membuat kan makan malam untuk kita," tanya Dion.
"Makan apa ya? Ibukan ngak bisa masak Om, paling cuma masak nasi goreng," jawab Gea.
"Nasi goreng? itu sih gampang banget, om dokter juga bisa."
"Kalau gitu Gea mau dong, makan masakan nasi goreng Om dokter, pasti enak, tapi pakai sosis ya Om," tambah Gea lagi.
"Kalau gitu biar Om dokter saja yang masak," sela Amira, Ia menghindar karna ia memang tak bisa memasak.
"Tapi Geo suka kok masakan nasi goreng Ibu, walau pun suka asin, Geo makan sosisnya saja." cetus Geo.
Dion tertawa renyah, " Geo itu pujian atau sindiran sayang, ya udah Om sama Ibu lomba masak nasi goreng ya, biar kalian nilai siapa yang paling enak nasi goreng nya, sekarang yuk kita belanja kalian pilih saja snack yang kalian mau.
Mereka pun turun dari mobil, masing-masing memimpin satu anak mereka.
Gea dan Geo pun memilih snack dan Eskrim, sementara Dion dan Amira mereka sibuk memilih bumbu dan bahan yang akan mereka gunakan untuk memasak nasi goreng.
Dengan curang Amira memilih bumbu nasi goreng instan dan meletakanya di keranjang belanjaan yang Dion pegang, tapi Dion dengan iseng ia kembalikan bumbu instan itu ke raknya dan memilih bumbu dapur yang segar, seperti bawang dan cabe.
Sesampainya di villa, mereka langsung di sambut penjaga villa dan memberi kunci villa.
Villa tersebut tidak begitu besar, namun ada 3 sampai 4 kamar tidur dan di kelilingi dengan pepohonan rindang yang membuat teduh dan nyaman di pandang.
Mereka pun masuk, Dion membawa barang-barang Amira dan Anak mereka di kamar utama, sementara ia di kamar yang bersebelahan.
Amira langsung memasak nasi yang di gunakan untuk memasak nasi goreng.
__ADS_1
Mereka pun memulai challenge, Amira mencari-cari bumbu instan yang tadi di belinya, tapi tak ada, sementara Dion, ia hanya tersenyum sambil mengupas bawang, melihat dokter tersenyum, Amira pun curiga jika dokter sengaja menaruh bumbunya di rak kembali.
"Ngak boleh curang, pakai ulekan dong, perempuan harus bisa masak," ia pun mengambil ulekan.
Dengan santai Amira meraih bawang yang di kupas oleh Dion secara diam-diam, dan langsung menguleknya dengan cabe merah dan tomat.
Saat kembali Dion heran melihat bawang yang sudah ia kupas menghilang, melihat Amira mengulek bumbuu ia pun menghampiri Amira dan langsung mencium pipinya, Amira kaget, " Dokter, ngagetin aja," ia pun tersipu malu.
"Siapa suruh curang," Dion mengedipkan matanya ke arah Amira, kemudian kembali mengupas bawang.
Keringat keluar dari kening Amira, mungkin karna tak terbiasa mengulek bumbu, melihat itu hal itu Dion mengambil beberapa lembar tisu dan mengelap kan kekeningnya, merasakan sentuhan dokter Amira pun tersenyum, perhatian kecil itu mampu membuat hati nya tersanjung.
Dion memeluk nya dari arah belakang, ia memegang tangan Amira dan membantunya mengulek, Amira sangat bahagia, ia tak perlu mengeluarkan tenaga untuk mengulet, dan lebih menyenangkan ia merasakan hangat dari pelukan dokter.
Belum selesai mengulek, Dion membalik kan tubuh Amira, kemudian mencium bibirnya, dan Amira pun membalas, sejenak mereka larut dalam suasana penuh gairah, cukup lama mereka saling membalas dan terhenti ketika mendengar suara langkah kaki Geo dan Gea yang keluar dari kamar menuju arah dapur, mereka pun melepasnya dan tertunduk malu, hampir saja Geo dan Gea melihatnya, jika tidak keadaan akan kacau, karna Gea iya pasti akan menceritakan hal itu kepada semua orang yang ia kenal.
"Ibu udah belum nasi goreng nya Gea sudah lapar banget nih," tuturnya sambil memegang perutnya.
Beberapa saat kemudian hidangam sudah tersedia di atas meja makan.
Dua piring besar nasi goreng masakan Amira dan Dion.
Mereka pun mencicipi masakan dokter, Dion menyuapkan nasi goreng buatanya keapa kedua anaknya.
"Gimana buatan nasi goreng Om dokter?" tanya nya
"Enak Om," jawab kedua nya serempak,
Kemudian ia kembali menyuapkan nasi goreng buatan Amira, baru suapan pertama mereka sudah meluekanya kembali.
__ADS_1
"Uh ngak enak Asin," tutur kedua nya hampir berbarengan.
Amira kaget, ia pun mencicipi nasi goreng buatanya sendiri dan ternyata memang Asin.
"Kok Asin sih?" tanya nya, tapi di balas tertawa oleh mereka semua.
"Emang Ibu kalo masak suka asin, jadi Geo ngak mau makan deh."
Amira pun tersipu malu.
Mereka pun makan disuapi oleh Pak dokter, tak hanya si kembar tapi Amira juga di suapi.
Setelah mereka kenyang, Amira kemudian menyuapi sisa nasi goreng ke Dion hingga habis, bahkan di sela-sela suapanya, ia sengaja menyendok nasi goreng yang asin milik nya, kemulut Dion, saat merasa asin Dion melotot karna merasa itu bukan nasi goreng tapi garam, dengan terpaksa ia pun menelanya, karna tak ingin mengecewa kan Amira, Amira menyuapi Dion dengan bergantian, sesendok nasi goreng nikmat buatan dokter, sesendok lagi nasi goreng asin buatanya, ia pun tertawa melihat reaksi Dion yang tersiksa karna rasa asin, namun dengan terpaksa harus ia telan.
Nasi goreng buatan Dion sudah habis, tinggal nasi goreng buatan Amira yang asin.
"Masih belum kenyang dokter, nih habisin mubazir," ia menarik piring nasi gorengnya.
"Udah ampun, jika makan seperti ini seperti ini setiap hari, di umur tiga puluh aku bisa terkena penyakit darah tinggi, jantung koroner, dan kolestrol, bisa mati muda aku,"
Mereka pun tertawa bersama, saat seperti ini, yang coba Dion bangun, kebahagian ini, semoga bisa membuat Amira memaafkan kesalahanya, saat ia mengetahui bahwa dirinya adalah Dion.
Hari sudah malam, saat isya mereka melakukan sholat berjamaah bersama, melihat keluarga nya berkumpul, Dion merasa sangat bahagia, namun sayang nya ia belum ingin mengakui bahwa dirinya adalah Dion, suami dan Ayah dari mereka.
Dion takut jika Amira mengetahui kebenaranya, ia akan membawa anak-anaknya kembali menjauh dari nya.
Amira masih terluka atas perbuatanya, dan Dion hanya ingin mengembalikan rasa cinta dan kepercayaan Amira terhadapnya.
Agar jika suatu saat, Amira mengetahui kebenaranya. ia telah yakin bahwa Dion hanya mencintainya dan anak-anak mereka.
__ADS_1
Selepas sholat, Dion pun membacakan dongeng tidur untuk kedua nya, Dion berada di antara Gea dan Geo sementara Amira berada di sisi lain tempat tidur.
Melihat sikaf dokter yang tulus terhadapnya dan anak-anaknya, Amira pun memantapkan hati untuk mencari keberadaan Dion,untuk mempertegas hubungan mereka, Amira berharap sosok dokter Reziq bisa jadi pigur ayah bagi kedua anaknya dan menjadi pendamping hidup untuk dirinya.