
Amira duduk di atas kursi sambil mengelus lembut perut nya. Iya merasakan kerinduan pada Dion meski setiap hari Dion selalu menelpon nya.
"Amira, " Panggil Ummi.
"Iya Ummi," jawab nya.
"Sayang, kedua orang tua kamu datang dan sudah menunggu kamu di ruang tamu, mari kita temui mereka," ucap Ummi.
"Iya Ummi," jawab Amira semangat.
Amira dan Ummi pun menemui mereka Ibu lasmi langsung memeluk putri nya,
"Amira, Ibu kangen sama kamu," ucap nya.
"Amira juga kangen Bu," balas Amira,
Iya pun menghampiri Bapak nya dan memeluk nya.
"Apa kabar kamu sayang ?" tanya pak willy kepada putri nya.
"Baik Pak," jawab Amira sembari melempar senyum.
"Amira, maksud kedatangan kami disini, untuk membawa kamu dari sini, dan tinggal di bersama kami untuk senentara waktu."
"Kamu mau ya sayang, " tambah ibu nya lagi.
"Amira ngak mau bu, Amira hanya mau tinggal di sini, dan menunggu Dion disini."
"Sayang, nanti kalau Dion pulang, kamu tinggal di sini lagi, ibu hanya ingin menjaga kamu sementara waktu."
"Pergilah Amira, kamu tinggal lah beberapa hari di rumah orang tua mu,mereka juga pasti merindukan mu," ucap Ummi.
"Tapi Amira harus ijin sama Dion bu, dan Amira ngak mau lama-lama tinggal di sana.
"Iya Amira, setelah beberapa hari, nanti ibu yang akan mengantar kamu kembali kesini."
"Baik lah Bu, Amira ambil baju Amira dulu," ucap nya.
"Ngak perlu sayang bukan nya baju kamu ada di rumah ?"cegah bu lastri.
"Amira sekarang pakai hijab, bu dan disana kan Amira ngak punya baju serperti itu," jawab nya.
"Ya, udah biar Ummi bantu ya ?"
"Iya, Ummi".
Setelah beberapa saat, Amira dan Ummi pun keluar, Ibu Lastri kaget karna Amira hanya membawa beberapa helai pakaian.
__ADS_1
"Ummi, Amira pamit ya, sampaikan ijin Amira kepada Dion Ummi," tutur Amira.
"Iya sayang, nanti Ummi yang sampaikan, Dion pasti mengerti," ujar Ummi.
"Kamu hati-hati ya sayang," tambah Ummi lagi.
"Amira sebenar nya ngak mau ninggalin Ummi sendiri," ucap Amira sedih.
"Ngak apa sayang, nanti sore Abi pulang kok," ucap Ummi terharu.
"Ummi, kami permisi dulu ya," ucap Bu lastri.
"Iya, saya titip menantu dan cucu saya ya bu," ucap Ummi sedih.
"Pasti Ummi," jawab Bu Lastri.
Dan dengan sedih Amira pun berlalu meninggal kan Ummi.
Amira pun masuk ke dalam mobil, iya pun menetes kan air mata nya.
"Amira kamu kenapa? kamu ini pulang kerumah orang tua mu, Nak, tapi kenapa kamu sedih, apa kamu tidak sayang lagi dengan kami berdua?" tanya pak Willy.
"Tentu saja Amira sayang sama Bapak dan Ibu, tapi Amira juga sayang sama Ummi dan Abi, mereka sangat menyangi Amira, sedikit pun mereka tak pernah mengeluh kan kekurangan Amira, dan Abi, iya bahkan selalu menyiap kan Amira makanan saat tengah malam Amira merasa lapar, kasih sayang dan perhatian mereka terhadap Amira lah yang membuat Amira tetap kuat, meski kini Amira sedang jauh dari Dion," papar Amira sedih.
Ibunda Amira terharu mendengar nya, iya pun memeluk Amira.
***
"Assalamualaikum" ucap Abi sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikum salam," sahut Ummi sambil berjalan menuju pintu dan membuka nya.
Ummi langsung mencium tangan Abi, Abi pun kemudian masuk dan memanggil Amira.
"Amira ! "panggil Abi.
"Amira ngak ada Bi," sahut Ummi.
"Amira kemana,?" tanya Abi.
"Amira di bawa orang tua nya, untuk nginap di sana beberapa hari," jawab Ummi.
"Apa Ummi sudah ijin sama Dion ?"
"Ngak Bi,"belum.
"Ummi gimana sih, Dion itu menitip kan Amira pada kita, dan Amira tidak boleh pulang kerumah orang tua nya tanpa seijin Dion."
__ADS_1
"Ummi tahu Abi, tapi Ummi juga ngak enak, mereka kan orang tua kandung nya."
"Abi kenapa sih pulang -pulang cari Amira? " tanya Ummi heran.
"Abi beli soto ayam untuk Amira, biar iya ngak bosan, dan makan nya bisa banyak," ujar Abi sedikit kecewa.
"Ya sudah mi, kita makan saja, nanti dinggin ngak enak," tambah Abi.
Mereka pun makan, tapi ada yang berbeda saat itu, mereka merasa kesepian karna ketidak hadiran Amira di sana.
"Abi, sepi ya rumah ini, setelah Dion pergi, ada Amira yang selalu menemami Ummi, kini baru beberapa saat Amira pergi, Ummi merasa kesepian," tutur Ummi sedih.
"Kenapa kita ngak punya anak yang banyak ya, Bi, jadi kita ngak kesepian."
"Ngak usah khawatir Mi, nanti kita suruh Dion buat anak yang banyak, biar kita ngurus cucu aja di hari tua," canda Abi.
"Iya Bi, Ummi sudah ngak sabar nunggu Amira melahir kan," jawab nya.
"Maka nya Abi tuh sayang sekali sama Amira, Abi jadi ingat dengan putri kita yang meninggal Mi, jika iya masih hidup mungkin umur nya ngak jauh beda sama Amira."
"Iya Bi, sejak ada Amira Ummi seperti memiliki seorang putri, sikaf Amira yang manja selalu bikin Ummi terhibur, Ummi bisa mencurah kan kasih sayang Ummi sepenuh nya pada Amira, semoga saja Amira cepat pulang kembali kesini ya."
***
Amira duduk melamun sendiri di atas tempat tidur nya, Iya kembali tak biasa dengan suasana rumah nya.
Bu Lastri datang menghampiri nya, "Amira sudah waktu nya makan kita makan dulu sayang, Oma juga sudah menunggu kamu di sana."
Amira hanya menggangguk, iya pun berdiri dan mengikuti Ibu nya menuju meja makan.
"Cucu Oma, sayang" ucap Oma sambil memeluk Amira.
"Sudah lama Oma tidak makan bersama kamu, sini duduk bersama Oma." Oma pun menuntun Amira untuk duduk di samping nya.
"Amira kenapa sejak menikah kamu ngak pernah mengunjungi Oma ? kamu sudah lupa ya, dengan kami di sini."
"Ngak kok Oma, Amira ngak bisa pergi terlalu jauh karna Amira sedang hamil muda."
Oma kaget mendengar nya, sejenak semua nya hening.
"Oma sebentar lagi Oma punya cicit," ucap Amira senang.
Tapi seperti nya Oma tidak senang mendengar kabar bahagia tersebut.
"Amira Dion bukan berasal dari garis keturunan yang sama dengan kita, dan karna pernikahan kamu dan Dion tidak pernah Oma restui, maka anak Dion juga tak kan diakui di sini,"ucap Oma tegas.
Amira langsung menangis mendengar penuturan Oma, iya pun bangkit dan pergi meninggal kan mereka semua.
__ADS_1