
Tiga bulan setelah kepergian Amanda.
Dyah baru selesai piket di rumah sakit ia pun bergegas pulang menuju parkiran mobil nya.
Dyah kaget karna di atas kap mobil nya, ada rangkaian bunga dan dengan lambang hati berwarna merah, mobil Dyah pun di hias bak mobil pengantin.
"Ah, siapa yang melakukan ini?" tanya Dyah heran.
Tiba-tiba datang seseorang yang langsung berlutut dan menyodorkan cincin kepadanya.
Dyah begitu kaget, antara senang dan bimbang.
"Will you merry me?" tanya pria yang berlutut di hadapan nya.
Dyah semakin bimbang, ingin bilang iya tapi ia masih trauma dengan pernikahanya yang sudah dua kali gagal.
Tanpa menunggu jawaban Dyah, si pria langsung menarik jemari lentiknya, dan memasukan cincin tersebut ke jari manisnya.
"Tunggu Mas," aku belum memikirkan jawabanya.
Dyah menahan tangan Arkan, tapi Arkan tetap memasukan cincin tersebut pada Jari manis Dyah.
"Aku tak mau menerima jawaban tidak," Arkan pun langsung menganggkat tubuh Dyah, dan membawa nya menuju mobil.
"Mas tunggu Mas, ada apa ini, ngak usah seperti ini, aku malu mas, ini rumah sakit, Dyah berusaha meronta-meronta ketika Arkan mengangkat tubuhnya masuk dalam mobil.
Dyah pun masuk kedalam mobil.
Arkan duduk di bagian kemudi.
"Mana kuncinya?" tanya Arkan.
Dyah memberi kunci mobilnya.
"Kita mau kemana Mas?" tanya Dyah.
"Diam saja ngak usah banyak tanya," jawabnya sambil menyunggingkan senyum tipisnya.
"Mas, aku tuh malu mas, kamu hiasi mobil aku seperti mobil pengantin saja," sunggutnya kesal.
Ternyata Arkan membawa Dyah pulang kerumahnya, dan disana Dyah melihat ada beberapa mobil yang terparkir di halaman rumahnya.
"Mas ada apa ini kenapa rame-rame sih?" tanya Dyah semakin heran.
Dyah turun dari mobil, untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi di dalam rumahnya.
Baru menginjak teras rumah nya, ia sudah di sambut oleh Ratna.
"Hallo sayang, sang pengantin mama sudah datang," sambut Ratna, ia pun mencium pipi Dyah.
"Ada apa ini Ma?" Dyah semakin penasaran.
Dyah masuk ke ruang tamu dan langsung kaget, karna sudah ada penghulu yang hadir menunggu kedatanganya.
"Ada apa semua ini Ma?" tanya Dyah kepada ibunya yang perlahan mendekatinya.
Semua orang tersenyum melihat Dyah yang heran dan panik.
__ADS_1
"Sudah Dyah, kamu sudah di tunggu, sekarang ganti pakaian kamu, karna sebentar lagi acara akan segera di mulai."
"Tapi acara apa ma?" Dyah semakin bunggung, karna tak ada rencana atau pun persiapan apa pun yang terjadi di rumahnya sebelum ia pergi dinas.
"Kamu pakai baju ini Dyah untuk acara ijab qobul kamu," kata sang mama, sambil menunjuk kebaya yang di rencanakan untuk pernikahanya tiga bulan yang lalu itu.
"Ijab qabul Ma, tapi.., " sudahlah Dyah, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Arkan.
"Hah,"
Dyah kaget, keadaanya bercampur aduk, antara senang, binggung, kecewa dan sebagainya.
Setelah mengganti pakaianya, Dyah di rias, saat ia di rias, Dyah mendengar, pungucapan ijab qabul antara Arkan dan pamanya dan di saksikan oleh penghulu dan hadirin yang hadir di sana.
"Saudara Arkan Satria prawita, saya nikah kan kamu dengan kepokanakan saya yang bernama Dyah Angreni binti Herman Ali dengan mas kawin sebentuk cincin berlian di bayar tunai."
"Saya terima nikah nya Dyah Angreni binti Herman Ali dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," dengan satu tarikan nafas.
"Sah" sahut semua para undangan.
Dyah yang tengah berhias diri di cermin meneteskan air mata harunya, akhirnya kini ia resmi menyandang status nyonya Arkan Satria Prawito, Pria yang selama ini menjadi dambaan hatinya.
Sorak kegembiraan terdengar di luar kamarnya, ternyata di antara para undangan telah hadir Dion dan Amira dengan perut buncitnya.
Begitupun Raihan yang membawa istrinya yang juga sedang hamil.
Setelah selesai akad nikah Arkan masuk ke kamar istrinya yang kebetulan baru selesai di rias.
Arkan menghampiri Dyah, dan menciumnya bertubi-tubi, "Aduh Mas, rusak nanti dandanan ku," kata Dyah sambil menahan tubuh Arkan agar tak menyentuh nya lagi.
"Ngak usah di dandan kamu juga sudah cantik kok, jawab Arkan," ia kembali mencium bibir Dyah, dan memangutnya.
"Sabar kenapa sih?" ucapnya sambil mendorong tubuh Arkan dengan pelan.
"Yuk kita keluar, ngak enak terlalu lama di sini, ntar orang pikir kita ngapa-ngapain lagi"
"Ya ngak apa-apa juga kita ngapa-ngapain, kan udah halalan tayiban," ucapnya dengan nada bercanda, ia pun menyunggingkan senyum mesumnya.
"Ah aku ngak nyangka kamu semesum itu, ayo kita keluar" Dyah menarik tanggan Arkan dan menemui tamu.
Para undangan menghampiri pengantin dadakan itu, bagaimana tidak, acara tersebut baru seminggu di rencanakan Arkan, dan dia sendiri yang merancang rencana tersebut bersama keluarga Dyah, tanpa sepengetahuan Dyah.
Selama tiga bulan, Arkan dan Dyah tak pernah menjalin hubungan apa pun, baik itu telpon atau bertemu bertatap muka, itu semua demi menghormati dan perasaan ibunda dan keluarga mendiang istrinya.
Setelah seratus hari kepergian Amanda, barulah Arkan berniat melamar Dyah kembali, tetapi tanpa sepengetahuan Dyah, ia merencanakan pernikahan singkat ini.
Melihat kesungguhan Arkan dan dari cerita yang mereka dengar tentang Arkan, pihak keluarga tak keberatan dengan rencana Arkan tersebut, apalagi mereka tahu, jika Dyah masih mencintai Arkan.
Arkan dan Dyah di hampiri oleh kedua pasangan sahabatnya, mereka pun ngobrol berenam.
Dion dan Amira, Raihan dan Alice, sedangkan Arkan bersama Dyah.
"Hai Dyah selamat ya," ucap Amira sambil cupika-cupiki kepada Dyah dan Arkan.
Mereka semua memberi ucapan selamat kepada Dyah dan Arkan.
"Eh Kan, kita kompokan ya, 3 pengusaha menikahi 3 dokter, sepertinya bukan kebetulan ya?" kata Raihan sambil memeluk istrinya yang sedang hamil.
__ADS_1
"Iya juga ya, kok aku baru nyadar," sambung Amira.
"Iya lah bukan kebetulan, kedua wanita cantik ini kan kita kenalan dari Dion, bahkan mendiang istri ku juga kan kenalan Dion juga," sahut Arkan.
"Santai aja bro," jawab Dion, ia pun tersenyum.
"Wah kalau gitu kamu ngak usah praktek ilmu kedokteran lagi yon, buka biro jodoh aja," sambung Raihan.
"Ah bisa aja Mas, nanti kalau aku buka biro jodoh, trus yang cari jodohnya nya perempuan cantik, ntar ada yang jealos loh," sindir Dion ke Amira.
"Ih biasa aja, siapa juga yang jealos," ucap Amira sambil mencubit perut Dion.
"Aw sakit Bu," keluh Dion.
"Eh istri kamu sudah berapa bulan Raihan ?" tanya Arkan.
"Tiga bulan," jawab Raihan.
"Kalau aku sih, ntar malam baru gencatan senjatanya," ucapnya melirik Dyah sambil menarik turunkan Alisnya.
"Ngak nanya," sahut Amira meledek Arkan.
"Iya kita kan ngak nanya ya," sahut Raihan lagi.
"Hehe, aku cuma mau kasi isyarat saja biar kalian semua cepat pulang, dan aku bisa cepat melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang suami, memberi nafkah batin," kilah Arkan.
"Apaan sih mas, bikin malu aja, masak gara-gara gituan, sampai ngusir tamu kayak mereka"
"Ah, Mas mau balas dendam aja sama Dion dan Amira, mas pernah di usir sama mereka, gara-gara mereka ingin berduaan."
Ah sudalah Kan, ngak perlu di usir kami juga akan pulang, sahut Amira.
"Eh Kan, mau aku respkan obat kuat ngak?" tanya Dion bercanda.
Ngak perlu, istri ku kan juga dokter, aku bikin resep sendiri aja, jawab Arkan.
"Kalau jaket anti peluru mau ngak Dyah?" tanya Amira menggoda Dyah.
Apaan sih kalian ini, kata Dyah malu.
"Iya Dyah, kan bahaya kalau gencatan senjata ngak pakai rompi anti peluru, apalagi pelurunya Arkan udah lama nganggur," canda Amira.
Dion menutup mulut istrinya.
"Dion kamu kasih makan apasih Amira, ngomongnya sampai bablas gitu?" tanya Raihan.
"Justru udah lama ngak di kasih jatah, makanya ngomongnya seperti itu, udah bu rompi anti pelurunya buat kamu aja, jaga-jaga takut Ayah kebablasan," balas Dion.
Mereka pun tertawa bersama, setelah puas bercengrama dengan pengantin kedua pasangan itu pun pulang kerumah mereka masing-masing.
Nah raider, curhat boleh dong, Author mau tanya nih kira-kira episode malam pertama Arkan, kalian mau yang hot atau yang biasa aja? tulis di kolom komentar ya.
Selain itu author kayaknya lebih cocok jadi penghulu ya dari pada penulis novel, di dalam novel ini saja udah beberapa kali author menikahkan beberapa pasangan.
Mau lihat novel ini di bikin videonya, ikuti instagram berikut ini ya, insya Allah sebentar lagi udah ada video singkatnya di Ig @**lucyv146.
Mampir juga di novel author berikut ini ya di jamin ngak ngecewain kok**.
__ADS_1