
Amira meminta Dion untuk mengantarnya ke panti rehabilitasi, dia ingin menunjukan kepada Dion sebuah lukisan yang ada di panti, yang memang di simpanya di dalam sebuah bilik di panti itu.
Sesampainya di sana mereka turun dari mobil, Mereka merasakan seperti bernostalgia, Dion dan Amira betemu dan menjalin kasih di tempat ini.
Tempat ini, sama sekali tak berubah meski sudah hampir 6 tahun mereka tinggalkan.
Mereka menyusuri setiap tempat yang menjadi kenangan bagi mereka, saat menuju salah satu lorong, Dion tersenyum, mengingat, di tempat ini lah dia dan Cahaya bertemu, saat itu Dion yang menabrak Amira, malah dia yang memarahi Amira, sejenak mereka mengenang masa lalu yang indah itu.
Amira jalan dengan melihat-lihat di sekeliling nya, ia pun menemui pengurus panti, dan meminta kunci gudang nya, kemudian ia mencari keberadaan dokter, karna dokter sudah tak lagi berada di depan pintu, Amira terus berjalan menuju gudang, tapi tiba-tiba saja ia di tarik masuk oleh seseorang kedalam sebuah ruangan gelap.
Orang tersebut membungkam mulut nya agar ia tak berteriak, kemudian seseorang yang membekapnya tadi, menciumi bibirnya dengan liar, Amira pun membalasnya, karna ia tahu orang tersebut adalah dokter.
Setelah puas bercengrama di gedung kosong nan gelap, mereka pun keluar.
"Dokter kita udah kayak pasangan mesum ke pergok hansip ya," canda Amira.
Mereka pun tertawa," Makanya aku ingin cepat meresmikannya," ungkap Dion, ia pun merangkul Amira dengan mesra, tapi di tepis Amira.
Mereka menuju gudang tempat Amira menyimpan lukisannya, saat ia berada di panti.
Setelah membuka gudang tersebut, amira kaget, karna lukisan nya sudah tertata rapi semua, dan di tutupi kain putih.
Amira pun membuka satu per satu lukisan yang ia buat saat matanya buta, dan ternyata, karya nya cukup bagus, dengan melihat, ataupun tanpa melihat, Amira tetap bisa berkarya dengan baik.
Setelah membuka satu-per satu lukisan tersebut, ia belum juga menemukan lukisan yang ia cari, lukisan yang bertajuk Mencintaimu dalam gelap, adalah lukisan Dion yang ia buat ketika ia begitu rindu padanya, Amira hanya ingin tahu, bagaimana sebenarnya wajah Dion, seorang pria yang telah memberinya anak, seorang pria yang dulu paling ia cintai, namun sekarang ia benci.
Amira sendiri tak tahu seperti apa perasaanya terhadap Dion, jauh di lubuk hatinya, ia masih mencintai Dion, meski tlah ada sosok Dokter Reziq di hatinya.
Cinta dan benci, perasaan itu masih menyelimuti hatinya, mengapa rasa cinta itu masih terasa di hatinya, meski sering kali bibirnya mengingkari.
__ADS_1
Amira menjadi penasaran dengan sosok Dion, ia pun mencari tahu dengan mencari lukisan sketsa wajah Dion.
Dokter Reziq, tak mengetahui apa maksud dari Amira membawanya ke tempat ini, Amira hanya ingin menunjukan sosok Dion lewat lukisan tersebut.
Dokter sibuk memperhatikan lukisan yang di buat Amira, sementara Amira masih sibuk membuka lukisa-lukisannya.
Tinggal dua lukisan, dan salah satu nya adalah lukisan Mencintai mu dalam gelap.
Amira semakin semangat membuka tabir pelindung yang berupa kain putih polos itu, dan benar, kali ini adalah lukisan yang ia maksud.
Amira kaget bukan kepalang, setelah memperhatikan sosok gambar yang ada di lukisan itu.
"Dokter Reziq adalah Dion?" tanya nya ragu, tak percaya dan kecewa, ia pun menutup sebagian wajah nya dengan telapak tanganyau menahan mulutnya agar tak berteriak karna syok.
Melihat Amira yang terpaku mematung melihat lukisan diri nya, Dion pun langsung memeluknya dari belakang.
"Iya Cahaya, aku adalah Dion," ucapnya sambil memeluk Amira dan mencium pipi Amira.
"Dion," ucapnya lirih.
"Dion, ternyata kau adalah Dion," semakin lirih, ia pun menangis, meronta berusaha melepaskan pelukan Dion, namun Dion berusaha tetap memeluknta erat.
"Lepaskan aku Dion, Lepaskan aku!!!" teriaknya sambil menangis dan meronta.
"Maafkan aku Cahaya, aku harus membohongimu lagi, aku tak ingin kelihalangan mu lagi Cahaya." Dion menangis memeluk Amira.
"Lepaskan aku Dion, tega sekali kau menjebakku lagi, dengan permainan cinta mu Dion! " jeritnya, ia masih meronta.
"Maaf Sayang, tapi aku harus lakukan ini agar kau percaya, aku hanya mencintaimu, aku sudah membuktikan pada mu, bahwa sampai saat ini aku masih sendiri, menjaga cinta kita, menjaga kesetiaan ku kepada mu."
__ADS_1
"Aku bahkan merela kan rasa sakit dan kekecewaan, karna kau meninggalkan ku, kau membawa lari anak kita, aku merelakan semua, aku iklasakan semua, agar tali pernikahan antara kau dan aku tak terputus, meski kita berpisah dalam waktu yang lama," tutur nya.
Sementara Amira masih menangis dan meronta di pelukan Dion.
"Ingatlah sayang pengorbanan ku untuk menunggu mu kembali, ingat lah sayang kesetian ku terhadap mu, dan ingat lah rasa cinta, di hati mu tetap sama, dengan melihat atau tanpa melihat ku, kau tetap mencintai orang yang sama, meski sebenarnya kau tak tahu siapa aku," paparnya.
"Sudah cukup hukuman ini, jangan kau tambah lagi, aku tak sanggup lagi berpisah dengan mu, kita bangun rumah tangga kita kembali, bersama anak-anak kita Cahaya," ungkap Dion, ia masih memeluk Amira yang masih menangis.
"Kau pikir dengan seperti ini, aku bisa menerima mu Dion, Apa kau pikir semudah itu aku bisa menerima mu Dion," Seru nya dengan suara lantang.
"Tidak Dion, aku tak kan pernah menerima mu kembali, seperti apa pun kau saat ini, kau sudah pernah mengkhianatiku dan selamanya aku tak akan mempercayaimu," ucap Amira dengan mata yang berbinar-binar.
"Cahaya, berilah kesempatan untuk ku sekali saja Cahaya, aku janji kali ini aku tak kan mengecewakan mu," tutur Dion berusaha meyakinkan Amira.
Dion pun melepaskan pelukanya, dan menggenggam erat tangan Amira, berkali kali ia mencium tangan Amira, tapi Amira hanya memaku, Iya tak tahu harus bagaimana, iya tak pernah menyangka akan terjebak pada cinta yang sama.
Amira kembali meneteskan air mata nya, ia berusaha mengatur nafasnya, yang terasa menyesakan dadanya.
Setelah cukup tenang, ia pun mencoba melepaskan cengraman tanggan Dion.
"Kebetulan ada kamu di sini Dion, aku minta sekarang juga kamu talaq aku," ucapnya dengan penuh keyakinan sambil menatap tajam mata Dion.
"Apa Cahaya kau tak bercanda kan? Cahaya kita saling mencintai, aku tahu itu, meski kau mencoba mengingkarinya, dan yamg lebih penting, sekarang kita punya anak Cahaya, Gea dan Geo membutuh kan mu, dan juga membutuh kan ku, apa kau tak memikirkan tentang mereka, Cahaya," Dion berusaha meyakinkan Amira.
"Aku bisa mengurus anakku Dion, lima tahun aku membesarkan nya sendiri, dan tak sedikit pun ada campur tangan mu, aku beri waktu kau berpikir Dion."
"Kau ceraikan aku, atau akan ku bawa anak-anak mu menjauh dari mu lagi Dion," tutur Amira, ia pun berlalu meninggalkan Dion yang terpaku mendengar pilihan yang Amira berikan pada nya.
Sementara Amira, ia langsung menelpon Arkan dan memintanya untuk menjemputnya di panti.
__ADS_1
Please like, komen, dan votenya, kamu bisa dukung author dengan memberi vote setiap hari senin loh, dukungan kamu sangat berharga bagi author loh, author jd lebih semangat menulis meski harus begadang memikirkan episode selanjutnya ( hehe curhat) Terima kasih kepada reader yang selalu mendukung author setiap episodenya.