Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Pulang 2


__ADS_3

"Ibu tak seharus nya Ibu bicara seperti itu pada Amira, Bu, iya baru saja tiba di sini, dan kami sudah susah payah membujuk nya," ucap Ayah Amira pada Ibu nya.


"Willy!, kamu jangan mengatur Ibu, apa yang menjadi adat dan tradisi kita harus kita jalan kan demi menghargai leluhur kita, dan Ibu tidak mau mengakui anak Amira dan suami nya sebagai keluarga kita." Tutur Oma dengan tegas.


"Tapi Bu, Amira adalah putri saya satu-satu nya, saya tak ingin iya menderita, jika Ibu tidak mengakui anak yang di kandungan Amira itu darah daging keluarga ini, itu tidak masalah Bu, tapi saya sebagai Ayah Amira, saya akan melindungi dan menjaga Amira dan bayi nya, saya juga sudah muak dengan tradisi yang kita jalan kan Bu, semua nya kuno, tidak modern dan semua nya hanya menguntung kan sebelah pihak saja."


"Amira adalah hidup saya Bu, Saya juga akan keluar dari rumah ini jika Ibu tak bisa bersikaf baik pada Amira dan keluarga nya," ucap Pak Willy dengan tegas.


"Willy kamu sudah berani membentak Ibu mu sendiri, sudah merasa hebat kamu, atau kamu terpengaruh sama keluarga besan kamu, mereka hanya orang -orang yang munafik Willy," ucap Ibu nya sambil membentak.


Pak Willy langsung meninggalkan meja makan, begitu pun istri nya, mereka langsung menghampiri Amira yang sedang menangis di atas tempat tidur nya.


"Sayang, maaf kan kata-kata Oma ya, Oma tak bermaksud menyinggung kamu,"


"Amira sudah tahu Bu, pasti akan seperti ini akhir nya, Amira juga merasa perbedaan yang sangat jauh saat Amira mengalami ke butaan Bu, Amira sudah tak di hargai di rumah ini, tapi Amira tak mengapa, namun ternyata Oma juga tak menginginkan anak Amira Bu, dan itu yang membuat Amira sakit."


"Amira ingin pulang saja Bu, Amira tak ingin kembali ke sini lagi, Amira ingin tinggal selama nya bersama Ummi dan Abi, karna kasih sayang yang mereka berikan tulus Bu, mereka juga mencintai Amira tanpa syarat."


"Tolong kembali kan Amira kerumah Amira Bu, biar saja Amira dan anak Amira tinggal di sana, dan jika Ibu rindu pada Amira, Ibu bisa datang kapan saja ke sana."


"Amira, tapi Ibu masih kangen sama kamu. Ibu juga ingin menikmati setiap detik waktu Ibu bersama kamu, dan kamu juga ngak perlu khawatir Ibu dan Bapak mu ada di sini menjaga dan melindungi kamu, kamu sabar ya Nak."


Sudah dua hari Amira berada di sana dan arti nya sudah dua hari iya tak mendengar suara Dion.


Dion tampak gelisah, iya begitu rindu pada Amira, akhir nya Dion pun memutus kan untuk pulang, selain karna rindu nya, Dion juga tak ada kegiatan lagi di kampus nya, karna semua tes sudah selesai iya lakukan.


Amira sudah tak sabar ingin pulang ke rumah nya, iya pun meminta orang tua nya mengantar nya kembali, tapi ternyata Ummi dan Abi sudah datang nenjemput nya.


Ummi dan Abi bertemu Oma, di ruang tamu,


"Mau apa kalian kemari?" tanya Oma dengan kasar,


"Kami kesini ingin menjemput menantu kami," jawab Abi lembut.


"Amira memang menantu kalian tapi iya cucu ku, jadi iya akan tetap tinggal di sini," ujar oma ketus.


Amira pun langsung menghampiri mereka,


"Amira ingin pulang bersama Ummi dan Abi," ucap Amira memeluk Ummi.


"Iya Sayang kami ke sini untuk menjemput kamu," ucap Ummi.


"Amira ambil baju dulu ya," ucap Amira lalu iya pun pergi.

__ADS_1


"Kalian pasti sudah meracuni pikiran cucuku ya, hingga iya tak betah di sini, dan memilih untuk tinggal bersama kalian."


"Astafirullahalazim" ucap Abi.


"Kami ngak pernah sekalipun berniat untuk meracuni pikiran Amira, bu."


"Kami benar-benar menyayangi Amira." tambah Abi lagi.


Amira pun keluar dari kamar nya dan mendengar pembicaraan mereka, Amira pun menghampiri.


"Oma, Amira pamit dulu," Amira mencium pipi Oma nya.


Dion sudah siap berangkat menuju bandara.


"Dion kamu berapa lama di sana?" tanya Mami.


"Mungkin seminggu, karna minggu depan Dion sudah mulai kuliah," jawab Dion.


"Dion jangan lama-lama di sana, kirim salam untuk Ummi dan Abi Dion," ucap Yunita.


"Istri kamu juga," bisik Yunita lagi.


"Iya, Yun".


Amira sudah sampai dirumah mereka.


"Amira apa selama disana kamu berhubungan degan Dion,?" tanya Ummi.


"Ngak Mi, Ibu ngak punya nomor Dion, Amira kangen Mi, Ummi tolong telpon kan Dion untuk Amira ya," pinta Amira.


"Iya, sayang." Ummi pun melakukan panggilan kepada Dion, tapi nomor Dion tak bisa di hubungi.


"Abi, Dion ngak bisa di hubungi," ujar Ummi.


"Tunggu saja Mi, nanti pasti Dion telpon balik.


Setelah menunggu satu jam mereka mencoba menghubungi Dion kembali, tapi tetap tak bisa di hubungi.


"Dion kemana ya, kok ngak biasa nya kayak gini?" tanya Ummi.


"Mungkin Dion pergi dan ngak bawa Hp nya. tambah Abi.


Amira pun semakin gelisah rasa nya iya sudah tak sabar mendengar suara Dion, iya semakin khawatir ketika sudah dua jam mencoba menggubungi Dion, tapi tak ada kabar.

__ADS_1


"Ummi coba hubungi Mbak Rita, aja Mi," saran Abi.


"Oiya, Bi kok ngak kepikiran ya," cetus Ummi.


Amira semakin gelisah jantung nya berdebar menunggu kabar suami nya.


"Nomor mbak Rita juga ngak bisa, Bi." Ummi semakin khawatir.


Amira hampir menangis sudah tiga jam iya menanti, namun Dion juga tak bisa di hubungi, atau tak ada kabar apapun tentang nya.


Ketika ketegangan terjadi di antara mereka, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Biar Ummi saja yang membuka nya Bi." Ummi pun bangkit dan pergi menuju kearah pintu.


Ummi membuka pintu, dan terlihat sesosok orang yang sangat iya kenali.


"Di...,"kata-kata Ummi terhenti ketika dion meletakan jari telunjuk nya di bibir nya.


"Diam Ummi, Dion ingin bikin kejuta untuk Cahaya."


Ummi pun membisikan kepada Abi, dan Dion mendekati Amira yang terlihat resah mata nya pun berkaca-kaca.


Dion tersenyum melihat Amira yang khawatir, iya pun sebenar nya tak lagi mampu menahan kerinduan nya, iya pun meneluk Amira.


Amira kaget, "Abi kenapa Abi memeluk Amira,?" ucap Amira kaget.


Amira tak menyadari kehadiran Dion, iya hanya tahu hanya Abi satu-satu nya lelaki di rumah itu.


"Kenapa Abi sih, sudah lupa ya," ucap Dion.


Amira langsung menangis mendengar suara Dion.


"Dion, aku ngak mimipi kan, ini kamu?" tanya Amira, air mata Amira pun menetes.


Dion mencubit mesra pipi Amira," Aduh sakit," ucap Amira.


"Berarti ngak mimpi kan," ucap Dion.


Amira semakin erat memeluk Dion." Aku kangen sekali sama kamu Dion, kamu membuat ku khawatir." Amira semakin haru.


"Aku juga kangen sama kamu, maka nya aku bela-belain pulang," ucap Dion sambil mencium pipi Amira.


"Udah kangen-kangenan nya di kamar aja sana," sahut Ummi.

__ADS_1


"Iya Yon, Ummi kan jadi cemburu," ledek Abi.


__ADS_2