Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Ganesh Traendra Reziq Putra


__ADS_3

🌷Area dewasa yang belum cukup umur jangan mendekat apalagi merapat ya,🌷


Suasana suka menyelimuti keluarda Hilman dermawan atas kelahiran cucu ke tiganya, bayi yang lucu dan menggemaskan itu kini menjadi perhatian semua orang termasuk kakak-kakak nya.


Gea dan Geo selalu setia berada disampingnya, dari ia bangun sampai ia tidur, walau pun Gan hanya membuka matanya sebentar, tapi itu sudah cukup membuat kedua nya senang.


Gan, panggilan bayi munggil tersebut, biar mirip dengan panggilan kedua saudara kembarnya.


Gan hanya meliuk-liuk kan tubuhnya yang mungkin merasa risih karna ia tak bisa tidur dengan tenang, kedua kakanya selalu mencium nya bergantian.


"Eh, kakak, abang, adeknya jangan di ganggu dong," ucap Dion yang memergoki Gea dan Geo yang terus mengganggu Ganesh.


"Abis gees sih Yah," ucap Gea.


"Yah, dulu waktu Gea dan Geo masih bayi, apa selucu ini Yah?" tanya Geo.


Deg, hati Dion merasa perih, karna ia memang tak pernah melihat bagaimana Gea dan Geo saat lahir.


"Iya sayang, kakak sama abang juga lucu kok," jawab Dion sambil merengkul kedua anaknya.


"Yah, ini ibu sudah siap kan pakaianya untuk acara aqiqah Adek Yah," ucap Amira sambil menyodorkan baju koko dan gamis dengan warna dan motif yang couple begitupun untuk ketiga anaknya.


Amira tersenyum kearah Ganesh, ia pun menganggkat tubuh gempal yang hanya meliuk kan tubuhnya tersebut.


Amira pun mencium mulut Ganesh ketika bayi itu menguap.


"Ih, ibu gemes banget lihat kamu dek," ucap Amira sambil mencium-cium pipi Ganesh, Dion pun tersenyum melihat istri dan bayinya tersebut, ia membelakangi Amira dan memeluk nya dari belakang, dia mirip seperti ibu, ucap Dion.


"Ayah harap ia mewarisi sifat kepeminpinan seperti ibu, seperti nama ibu Amira yang bearti pemimpin, ganesh adalah perwujudan dari perjuangan kita dalam menyatukan rumah tangga kembali kita bu, " ucap Dion.


"Iya Yah, ibu harap semua tak kan terulang kembali dan keluarga kita ngak akan berpisah lagi selamanya, ucap Amira sambil meyandarkan tubuhnya pada Dion.


Amira merasa bahagia, di usia mudanya, ia sudah memiliki 3 orang anak yang lucu dan menggemaskan.


Lain keluarga Dion lain pula keluarga Arkan, sejak mengandung Dyah menjadi sosok yang manja dan cuma mau makan masakan suaminya.


Waktu menunjukan pukul sebelas malam, Dyah terbangun dan merasa lapar, ia melirik ke arah sampingnya, untuk mencari keberadaan Arkan.


Melihat Arkan yang tertidur pulas Dyah mencoba mengguncang-guncang tubuh Arkan, terkadang ia kasihan pada sang suami, setelah capek bekerja seharian, malamnya harus terbangun terus karna permintaan Dyah yang hanya ingin makan masakanya.


"Mas, bangun mas," ucap Dyah sambil mencium-cium pipi Arkan.


"Ehm, apa sih sayang, mas lagi ngantuk nih," ucap Arkan sambil menerjab-nerjabkan matanya.


"Mas, Dyah mau makan nasi goreng ayo bangun," ucap Dyah berbisik di telinga Arkan.


Dengan perasaan yang malas dan masih mengantuk, Arkan mencoba untuk mengumpulkanya nyawa nya agar kembali tersadar penuh, setelah beberapa saat ia pun bangkit untuk memenuhi permintaan sang istri.


Arkan berjalan sementara Dyah memeluknya dari belakang, sudah menjadi kebiasaan Dyah seperti itu.

__ADS_1


Mereka berdua menuju dapur.


Arkan membuka kulkas untuk mencari bahan-bahan yang akan di gunakanya untuk memasak nasi goreng, saat sang suami meracik bumbu Dyah dengan diam-diam menangkap gambarnya, dan di simpanya sebagai instastory miliknya, dengan hastag, Suami ku suami idaman.


Bagaimana tidak, selain mempunyai sifat yang lembut, sabar perhatian dan penyayang, Arkan adalah sosok suami siaga, betapa Dyah merasa beruntung memiliki Arkan.


Dyah berjalan pelan menghampiri Arkan dan ketika sudah berada di hadapanya, Dyan kembali meneluk tubuh kekar sang suami, tak segan-segan karna merasa gemes, Dyah menggigit pelan pundak Arkan.


"Aw," keluh Arkan, sambil menggosok punggungnya yang terasa pedih akibat gigitan dari Dyah.


Melihat suaminya kesakitan akibat perbuatanya, Dyah pun meminta maaf sembari mengecup mesra bibir Arkan.


Arkan hanya bisa tersenyum simpul, sambil mencolet hidung Dyah, "Kamu paling bisa bikin aku ngak jadi marah," ucap Arkan, ian pun kembali memulai aksinya kembali.


Dyah tersenyum memeluk tubuh Arkan, hingga nasi goreng tersebut di tata di atas piring, Dyah tetap berada di belakangnya.


Dengan lahap Dyah menyantap nasi goreng buatan suaminya, sedangkan Arkan matanya memerah menahan kantuk, beberapa kali ia menguap.


Setelah selesai makan Dyah membereaskan piring dan meja makan, Arkan begitu lelah Arkan memperhatikan Dyan tanganya menyiku di atas meja dengan telapak tangan berada di dagunya.


"Sudah rapi, ayo mas kita ke kamar lagi," ucap Dyah sambil menarik pelan bahu suaminya.


Mereka pun berjalan dengan saling merangkul mesra, karna sudah mengantuk Arkan langsung menghempas kan tubuh nya ke kasur empuk, menata bantal dan menarik selimut, melihat suaminya yang langsung terpejam, ada ke isengan tersendiri bagi Dyah, entalah sejak mengandung Dyah yang biasanya cuek kini menjadi iseng.


"Mas, kok tidur aja sih? rengek Dyah.


"Masih laper mas,"sahut Dyah.


"Laper? kamu mau makan apa lagi," sahut Arkan dengan lemas.


"Mau makan pisang Mas," ucapnya memberi kode.


"Kayaknya pisang ngak ada di kulkas sayang, besok aja ya pagi-pagi mas cari di pasar," guman Arkan.


"Ih, bukan pisang itu Mas, pisang kamu Mas, " cetus Dyah,


Karna ngantuk Arkan jadi tak mengerti kode-kode yang di berikan sang istri.


Mata Arkan terbuka dengan sendirinya, saat tangan nakal Dyah berhasil menyusuri bagian bawah celana pendek sang suami.


Dyah pun menyentuh sebungkahan daging yang berbentuk rudal tersebut, dengan lembut ia pun mengusap-usapnya pelan, bunda pusaka yang tadinya tertidur perlahan mulai terbangun dan menjadi tegang saat tangan Dyah mulai mengusapnya dengan lembut.


Tubuh Arkan langsung terasa hangat, rasa kantuk yang baru saja menguasi dirinya, kini perlahan sirna, Arkan menerjab-nerjabkan matanya menikmati sentuhan lembut sang Istri, begitu pun Dyah yang menggigit lembut bibir bawahnya karna membayangkan kenikmatan yang akan ia rasakan saat benda pusaka tersebut di masukan kedalam gua gelap miliknya.


Tangan Arkan menyusup di balik lingerie Dyah, tanganya mencari keberadaan surga kenikmatan yang tertutup oleh segi tiga berenda.


Dyan membiarkan tangan Arkan bergeleria menggetarkan segi tiga tumbul yang berada diatas goa lembab milik Dyah, dan dengan telunjuk ia pun menggetarkannya.


Lengkuhan-demi lengkuhan keluar dari mulut keduanya, Dyah pun menarik celana boxer milik sang suami dan seketika, pusaka tempur milik Arkan berdiri dengan gagah berani.

__ADS_1


Dyah menarik tubuh Arkan, ia ingin gencatan senjata tersebut segera di mulai, tanpa ragu Dyah membuka lebar pangkal pa*hanya agar rudal tempur tersebut bisa leluasa masuk.


"Kok buru-buru sih sayang?" bisik Arkan.


"Ngak kuat lagi mas, ayo dong," ucapnya menarik tubuh Arkan di atas tubhnya.


Arkan mendorong pesawat tempur tersebut dengan pelan agar tengelam di dalam goa gelap milik istrinya.


Mata Dyah membelalak sempurna saat benda pesawat tanpa awak tersebut memasuki area lembab nya, karna ukuranya yang cukup besar, Dyah merasa tubuhnya seperti terbelah.


Ark, lengkuhan yang berhasil lolos dari mulut Arkan saat rudalnya terasa di pijit dan di cengram dengan sensasi berdenyut-denyut.


Arkan memulai pertempuranya, dengan bergerelia, tubuh Dyah di buatnya berguncang hebat, dengan gerakan mendorong dan menghentak membuat Dyah mendesah lirih,"Mas jangan terlalu cepat mas, aku masih ingin berlama-lama," suara Dyah lirih terputus-putus karna guncangan dari tubuhnya.


"Di bikin dua ronde saja sayang, "cetus Arkan, ia pun kembali kembali menyesap dan mengulum salah satu puncak bukit yang menegang tersebut.


Meski dengan gerakanya cepat. dengan ketangguhan Arkan hingga setengah jam permainnan itu belum juga berakhir.


"Oh Mas, sedikit lagi mas," lirih Dyah di telinga Arkan ia pun menggigit lembut bibirnya merasakan nikmat yang tiada tara.


Arkan pun menambah laju gerakanya dengan menyentak-nyentak yang membuat Dyah memekik pelan dan menjambak kasar rambut Arkan.


"Mas ngak kuat lagi, " desah Dyah, saat ia merasa di puncak klimax.


Arkan semakin memperlaju gerakanya dan dengan sekali sentakan, lahar hangat mengucur dengan deras di dalam goa gelap milik Dyah.


Dyah menggoyangkan bokong nya, karna merasakan sensasi nikmat yang luar biasa.


Cairan tersebut meleleh dan membasahi bagian intim Dyah, tubuh Arkan terkulai lemas di samping tubuh istrinya, keduanya pun saling melempar senyum kepuasan.


"Gimana sayang, masih lapar?" tanya Arkan sambil mengatur nafasnya.


"Masih mas, pisang tempurnya enak, bikin nagih," lirih Dyah sambil mengusap peluh suaminya.


"Masih mau lagi?" tanya Arkan.


Dyah mengganguk dan tersenyum, tanpa menunggu lama tubuh Arkan kembali berada di tubuh bugil sang istri, mereka kembali memulai pertempuran keduanya.


Maaf ya reader author baru bisa up setelah lama hiatus, semoga kalian tetap suka dan masih mendukung author


ijin promo novel author ya guys, dengan judul **Kenapa harus menikah dengan mu.


Rasa trauma pada Aira membuatnya membenci pria, termasuk Ayah dan pamanya, melarikan diri dari ayah yang ingin menjodohkannya dengan pria parohbaya, Aira memilih lari kerumah pamanya, seperti lari dari kandang singga dan masuk kekandang macan, sampai di rumah pamanya Aira malah di jual di tempat pelacuran.


Setelah berkali-kali disiksa di tempat jahanam tersebut, Aira akhirnya bisa lari, namun keadaanya mengenaskan hingga harus mengalami depresi saat di temukan oleh phisikiater muda, mereka merawat Aira di rumah sakit jiwa.


Sementara itu, Aldi dan Romeo dua playboy kampus sedang taruhan mobil mewah, barang siapa yg kalah, harus menikahi pasien rumah sakit jiwa, dan Aira di pilih sebagai taruhan mereka, lalu siapa yang akan mendapatkan Aira, bagaimana Aira menerima kenyataan jika dirinya hanyalah gadis yang di pertaruhkan, akan kah cinta sejati hadir di kisah hidup Aira, kocak, sedih dan romantis, semua ada di sini**.


__ADS_1


__ADS_2