Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Pengakuan


__ADS_3

Amira tersadar dari tidurnya, sudah menjadi kebiasaan setiap malam, ia akan terbangun dan mencari makanan di dapur.


Amira membuka matanya dan di lihatnya Dion tak ada di samping, ia pun keluar dari kamar, bermaksud untuk membuat susu.


Saat menuju dapur, tanpa sengaja Amira mendengar percakapan Dion dengan Ummi, apalagi ia mendengar Dion menangis saat itu.


Amira yang penasaran pun mendekat mencoba mendengar, apa yang sebenarnya terjadi.


Ummi melihat Dion meneteskan air mata, ia pun memeluk putra semata wayangnya tersebut.


"Dion jika ada masalah bicarakan saja pada Ummi, in Sya Allah Ummi akan membantu mu, setidaknya, kau akan merasa tenang, Nak" tutur Ummi yang membujuk Dion.


"Dion takut Ummi, Dion ngak sanggup mengatakanya, kesalahan Dion sangat fatal Ummi," papar Dion.


"Kesalahan apa sih Dion, Ummi ngak akan bisa kasi pendapat, jika kamu tak cerita sama Ummi," balas Ummi.


Meski ragu, namun Ummi berhasil membujuk Dion.


"Ummi, pagi itu Ilham dan Tyas akan melangsungkan akad nikah, tapi sebelum berangkat menuju rumah pengantin, Ilham sudah terciduk polisi, akibat kasus narkoba, jadi Dion dan Yunita di tugaskan Mami untuk mengabari berita tersebut kepada keluarga Tyas." Dion kembali meneteskan air matanya, sementara Amira, ia terus mencuri dengar pembicaraan Dion dan Ummi.


Dengan berat dan terbata-bata Dion melaniutkan penuturanya.


"Dion tiba di sana bersama Yunita, keadaan sudah mulai kacau, karna menanti pengantin pria yang tak kunjung tiba, tanpa menunggu lama, Yunita pun memberi kabar tentang Ilham yang di tangkap polisi."


"Mendengar berita tersebut, Ibu Tyas hampir pingsan, sedangkan Tyas, ingin melakukan percobaan bunuh diri, melihat Tyas yang nekat, Dion berusaha menghentikan tindakanya, Ummi," Dion semakin terbata-bata, ia pun mengatur nafas nya.


"Keadaan makin kalut, ketika para tamu dan penghulu meminta kepastian mereka, menikah atau di batalkan."


"Sementara Tyas dan Ibunya sudah merasa putus asa, Ibunda Tyas meminta Dion untuk menikahi Tyas, agar tak menjadi aib bagi keluarganya, karna kini Tyas telah hamil," papar Dion, ia menghentikan ceritanya untuk mengetahui reaksi Ummi.


"Astafirullah Azim Dion, kamu ngak menikahinyakan?" tanya Ummi.


Dion kembali menangis, ia tak mampu berkata-kata lagi, wajahnya kini tertunduk, air matanya mengalir deras.


"Dion jawab Ummi, Dion, kamu tak mengambil keputusan yang fatal kan Dion?" Ummi pun menagis, sebenarnya Ummi sudah mengetahui jawababya dengan melihat gelagat dari Dion, namun ia kembali menayakanya.


"Dion jawab Ummi Dion, kamu tidak menikahi gadis itu kan Dion?" tanya Ummi lagi.


Tapi Dion tak memberi jawaban ia masih menangis dan tertunduk.


"Ayo Dion jawab," tanya Ummi dengan sabar, karna dilihatnya Dion seperti menyesalinya.

__ADS_1


"Dion hanya kasihan Ummi, Dion takut Tyas nekat bunhun diri, apalagi ibunya sampai berlutut dan hampir bersujud di hadapan Dion, Dion tak tahu harus berbuat apa, karna panik Dion menyetujuinya," papar Dion. ia kembali menangis, sementara sang Ummi terpaku tak percaya, semudah itu Dion mengambil keputusan.


Sementara Amira, ia sudah merasakan kekecewaan nya dengan menahan tangisanya, namun ia masih bertahan untuk mengetahui cerita Dion selanjutnya.


"Maaf Ummi, Dion mengecewakan Ummi, Dion mengkhianati Cahaya, Dion ngak mau Cahaya sampai tahu Ummi," papar Dion kembali.


Masih dengan terisak," Lalu apa yang terjadi Dion, kamu tidak menyentuh gadis itu kan?" tanya Ummi.


Lagi-lagi Dion terpojokan dengan pertanyaan Ummi, yang sebenarnya ingin ia tutupi, tapi tak bisa ia tutupi, Dion memang anak yang bandel sebelumnya, tapi ia tak pernah berbohong kepada siapapun.


Dion tak lagi menjawab, ia semakin tertunduk, kali ini ia merasa malu.


Ummi kembali memeluk Dion," Katakan saja Dion, Ummi sudah siap mendengarnya," ucapnya dengan lemnbut dan penuh kasih sayang, ia pun membelai rambut Dion, Dion seperti mempunyai kekuatan untuk mengakui kesalahanya.


"Maaf Ummi Dion Khilaf," tuturnya, ia pun melepaskan diri dari pelukan Ummi, kini Dion berlutut, Ummi sudah tak bisa berkata apa-apa lagi.


Sama halnya dengan Amira, Amira bersimpuh di lantai, karna tak sanggup menahan kekecewaanya, ia pun tak bisa menyeimbangkan tubuhnya, Amira pun bersandar pada dinding.


"Ampun Ummi," ucap Dion berkali-kali, yang telah berlutut mencium lutut Ummi.


Ummi tak bisa berkata-kata, beberapa kali ia mengucap, sambil mengurut dada, sementara Dion terus mengucapkan permintaan maafannya.


"Dion, apa kamu tak pernah terfikir dengan Amira Dion, apa kamu sudah lupa, janji kamu sama Ummi, janji kamu sama Amira, Ummi ngak bisa membayangkan perasaan Amira jika ia mengetahuinya Dion."


"Tapi Dion takut Ummi, Dion ngak sanggup mengatakanya pada Cahaya Ummi, bagaimana jika Cahaya marah, dan pergi dari Dion, Ummi," tutur Dion dengan menangis terisak.


"Semua Ummi serahkan pada Cahaya, walapun Ummi akan berusaha membujuknya, Ummi tak ingin rumah tangga kalian hancur Dion, tapi Ummi juga ngak bisa berbohong seolah-olah tak terjadi sesuatu, bagaimana pun juga, kamu harus mengakui perbuatan kamu Dion, kamu harus bertanggung jawab atas keputusan yang kamu ambil," papar Ummi.


Dion tak kalah terpuruk, berkali-kali ia mengatur nafasnya, Dion tak sanggup mengatakanya, ia pun memeluk Ummi.


"Maaf kan Dion Ummi, Dion salah, tak seharusnya Dion melakukan hal itu, Dion hanya Iba dan Dion takut Tyas akan bunuh diri lagi, karna ternyata sebelumnya Tyas mencintai Dion Ummi, Tyas juga mengancam akan menyakiti dirinya lagi, jika Dion pergi darinya," ucapnya terbata-bata.


"Dion tak mampu berfikir dan menyelesaikan semua ini Ummi, tolong Dion Ummi, Dion ingin semua masalah ini selesai, agar Dion kembali tenang."


"Dan Cahaya, Dion hanya cinta pada Cahaya Ummi, Dion ngak mau masalah ini akan menjauh kan Dion dan Cahaya," ucap Dion masih dalam keadaan menangis.


"Dion hukum islam itu, tegas, haram ya haram, halal ya halal, terkadang suatu yang haram bisa menjadi halal dalam keadaan darurat, tapi Dion, sesuatu yang haram takkan menjadi halal karna kamu merasa kasihan."


"Harusnya kamu ngak boleh menikahi wanita yang hamil bukan karna kamu, dan jika kamu harus menikahinya dalam keadaan darurat, kamu ngak boleh bercampur denganya Dion, karna bisa merusak nasab dari sang bayi," papar Ummi.


"Ia Ummi Dion salah, Dion mengakuinya, tapi Ummi, tak hanya itu Ummi, seorang gadis juga melakukan percobaan bunuh diri karna Dion Ummi, dia mencintai Dion, tapi sebelumnya Dion sudah bilang jika Dion sudah punya istri."

__ADS_1


"Tapi ia seolah tak mengerti Ummi, ia juga meminta Dion untuk menikahinya, Ummi, meski Dion sudah memberinya alasan yang tepat, bahkan ia rela meninggalkan keyakinanya dan menjadi mu'alaf karna Dion, Ummi, Semua masalah ini semakin membuat Dion frustasi, masalah satu belum selesai, muncul lagi masalah lainya, semua masalah ini karna cinta, Dion berat sekali menjalani ini semua, Dion tak ingin pulang lagi Ummi." tutur nya sedih.


"Dion ingin berada di sini saja, Dion ngak mau jauh dari Amira dan Ummi, Dion ngak sanggup menghadapi cobaan ini, Dion takut akan mengulangi kesalahan Ummi," papar Dion.


"Ia kita tunggu Abi, kita bersama akan menyelesaikan masalah ini, Amira juga harus tahu Dion, dia istrimu, dia juga berhak memberi pendapat dan keputusanya, sementara ini kamu tenang, setiap masalah pasti ada jalan ke luarnya, asal kamu bersabar dan bertaubat pada Allah." Ummi mencoba menenangkan Dion.


Sementara Amira, pikiran berkecambuk dalam dirinya, seperti apa Dion sebenarnya? seperti apa wajahya?, hingga banyak gadis yang tergila-gila padanya, aku seperti tak mengenali mu Dion, Kau jauh berubah, aku memang mencintaimu dalam gelap ku, dan sepertinya cinta ini juga berakhir di dalam tempat yang gelap, tanpa ada tirik terang sedikit pun, aku tak kan pernah memaafkan mu Dion, akan ku kubur semua rasa ini untuk mu, selamanya, batin Amira, ia pun menangis menahan perasaanya, hingga tak mampu menahan gejolak hatinya, seketika itu ia pun tumbang.


Dion dan Ummi mendengar suara yang mencurigakan, mereka pun menghampiri, dimana suara tersebut berasal.


Ternyata suara itu, suara tubuh Amira yang ambruk, melihat Amira yang pingsan mereka pun panik.


"Ya Allah, Amira kamu kenapa Nak?" tanya Ummi panik, ia pun menangis.


"Sayang, bangun sayang, apa yang terjadi sayang," ucap Dion panik.


"Ummi, Cahaya pasti mendengar percakapan kita, Ummi, hingga dia seperti ini," ucap Dion semakin panik.


"Sudah Dion, kira bawa tubuhnya ke atas kasur Dion, setelah itu, Ummi akan telpon Abi, takut terjadi sesuatu pada Amira." Ummi berusaha tenang.


Setelah mengangkat tubuh Amira di atas tempat tidur, Ummi langsung menelpon Abi, sedangkan Dion, ia menepuk-nepuk pipi Amira lembut, sambil menangis menyesali perbuatanya.


Ummi mengambil minyak kayu putih, dan menciumkanya pada Amira, agar ia sadar, setelah beberapa kali, ia pun tersadar, dan Amira langsung menangis memeluk Ummi.


"Hee hehh, suara tangis Amira begitu lirih.


"Sayang kamu sabar ya," ucap Ummi sambil mengelus rambut Amira.


"Ummi, Amira mau pulang ke rumah orang tua Amira, Ummi," ucapnya sambil menangis, mendengar hal itu Dion pun panik.


"Sayang aku minta maaf kamu boleh hukum aku apa saja, asal kamu jangan pergi," tutur Dion sambil menangis di kaki Amira.


"Jangan sentuh aku Dion, lepaskan kan aku," tutur Amira, ia menendang-nendang kakinya, agar tak di sentuh Dion.


Keduanya sama-sama emosi, sementara Ummi binggung harus bagaimana menenangkan keduanya, sedangkan ia sendiri saat itu.


Terima kasih sudah membaca karya ini, please tinggalkan:


🍅 like


🍅 komen dan

__ADS_1


🍅 vote.


Mampir juga di novel author yang lainya dengan judul: Ketika takdir menyatukan aku dan mereka, audio booknya juga ada, kisah problema cinta segi tiga, di mana tiara harus memilih, suami yang selalu menyakitinya namun ia begitu mencintai nya, atau mantan tunangan yang selalu ada bersamanya, bahkan saat terpuruk.


__ADS_2