
Pernikahan Ilham dan Tyas sudah di rencanakan bulan depan, semua persiapan pun sudah di lakukan termasuk mencentak undangan.
Hari- hari pun berlalu, karna semangat untuk mengumpulkan uang, Ilham tetap menggeluti bisnis haram tersebut, awalnya Ilham hanya menjadi kurir, kini ia tergiur untuk mengedarkanya sendiri, karna merasa aman-aman saja.
Dion memasukan beberapa potong pakaian ke dalam tas nya, karna dua hari lagi Ilham akan menikah, ia pun akan menginap di rumah Mami.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Dion langsung berjalan menghampiri dan membukakan pintu, Dion di buat kaget karna kedatangan seseorang.
"Alice?" tanya Dion heran, seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Assalamualakum Dion," untuk pertama kalinya ia mengucapkan salam.
Saking terpakunya Dion, ia lupa menjawab salam Alice.
"Assalamualaikum Dion, "Alice mengulangi.
"Wa'alakum salam," jawab Dion heran.
"Alice kau berhijap? " tanya Dion yang masih ragu, karna Alice bukanlan seorang muslim.
Alice menggunakan baju berlengan panjang, dengan celana kulot dan berkerudung.
"Boleh aku masuk Dion?" tanya Alice yang berusaha mencairkan lamunan Dion.
"Silahkan," Dion membuka daun pintu lebih lebar lagi.
"Alice kau pakai hijab? tapi kenapa?".Dion
"Dion, kedatangan ku kemari ingin menyatakan dua maksud Dion."
Dion mengkerutksn keningnya," Maksud apa?" tanya Dion penasaran.
Alice tersenyum simpul, "Maksud pertama, aku ingin menyatakan cinta ku padamu, dan maksud ke dua, aku ingin kau membimbing ku, aku ingin jadi mualaf Dion."
Dion kaget, "Alice kau sudah tahu kan bahwa aku sudah punya istri, jadi tidak mungkin aku menerima mu, yang kedua, jika kau ingin jadi mualaf karna aku, sebaiknya jangan Alice."
"Agama bukan untuk permainan, kau harus benar-benar yakin, karna menjadi seorang muslim, bukan perkara agama saja, tapi juga niat, dan iman yang benar-benar mantap, bukan karna kau mencintai seseorang, tapi karna kau percaya pada tuhan ku, dan semua aturan dan larangan, haram, halal, apa kau sanggup menjalankannya?" tanya Dion."
"Tapi Dion, aku hanya menggungkapkan nya pada mu, jika kau menerimaku, tak masalah bagi ku, untuk menjadi yang kedua, dan yang kedua, aku ingin jadi muslim, bukan hanya karna aku mencintaimu, tapi aku memang sudah tertarik sejak dulu, hanya saja, tak ada yang membimbingku, ibu ku seorang muslim, tapi ia menjadi murtad karna mengikuti kepercayaan Ayahku, Aku yakin dengan bimbingan mu Dion, aku bisa muslimah sejati, aku serius Dion."
"Alice, kalau kau iggin menjadi muslim jangan datang pada ku, cari lah ustazah yang bisa membimbingmu, aku tak bisa, karna kita bukan mahram, kita tak boleh terlalu dekat, selain hukumnya haram, itu bisa menimbulkan fitnah," papar Dion.
__ADS_1
Alice hanya diam tertunduk.
"Oya Lice, ini ada undangan untuk kamu, sepupu ku menikah, kamu datang ya." Dion pun memberi undanganya.
Alice meraih undangan itu kemudian pergi.
Semua persiapan sudah matang, hari ini pada pukul sepuluh pagi, akan di adakan akad nikah, sedangkan besok, resepsinya.
Waktu menunjukan pukul sembilan dan keluarga mereka, sudah siap menuju rumah Tyas, Ilham tersenyum bahagia ketika, ia melihat di cermin wajah nya terlihat semakin tampan, karna menggunakan pakaian pengantin.
"Tyas pasti terlihat cantik, akhirnya Tyas, kau akan menjadi milikku."Ilham
Semua orang sudah bersedia dan akan memasuki mobil, Mami, Papi, Yunita, Ilham dan Dion.
Ketika satu persatu mereka masuk mobil, langkah mereka terhalang oleh kedatangan dua orang polisi.
Mami kaget dengan kehadiran dua orang berseragam polisi, keduanya menggunakan rompi bertuliskan Satuan Reserse unit narkoba.
Kedua polisi tersebut, langsung menghampiri Mami.
"Selamat siang kami dari Satres narkoba, kami mencari seseorang yang bernama Ilham," ujar seorang polisi.
Ilham memang sudah gemetar saat kedatangan kedua polisi tersebut, ia tak menyangka, di hari pernikahanya ia harus terciduk.
"Tapi ada apa Pak?" tanya Mami, ia pun menanggis.
Semua Syok, dan Mami seketika pingsan, Ilham pun di bawa tanpa perlawanan.
Sepanjang perjalanan Ilham, hanya menanggis, di hari pernihannya kini ia harus mendekam di penjara, dan jika semua terbukti, maka Ilham akan di penjara dalam waktu yang lama, lalu apa mungkin Tyas menunggunya, bagaimana dengan nasib Tyas, dan keluarganya, pernikahan mereka pun terancam batal.
Ilham terus saja menangis, dan menyesali perbuatanya, lagi-lagi ia kembali membuat kesalahan, setelah memperkosa Tyas, kini ia terjerat kasus hukum, dan Tyas yang sedang hamil karna ulahya, juga ikut menderita.
Hari sudah pukul sepuluh, penghulu sudah datang dan siap untuk acara akad nikah, keluarga Tyas sudah gelisah, karna keluarga dari calon mempelai Pria, belum juga menampakan batang hidungnya, setelah beberapa saat, Yunita dan Dion datang untuk memberitahu, keadaan yang menimpa keluarga mereka.
"Yuni dimana Ilham dan keluarga mu yang lain?" tanya Ayah Ilham dengan emosi, mereka seperti di permainkan.
Yunita mendekati Ibu Tyas, ia juga menariknya kedalam, karna tak enak jika di bicarakan di depan banyak orang.
"Ada apa Yuni?" dimana keluarga mu, apa kalian sengaja membuat kami malu" ucap Ibu Tyas dengan terbata-bata karna menahan tangisnya.
"Bu, Ilham tidak bisa menikahi Tyas, karna Ilham di tahan di kepolisian karna kasus narkoba," papar Yunita menjelaskan.
"Apa, seketika Ibunda Tyas langsung tumbang, namun ia tetap sadar, begitu pun Tyas, ia menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Suasana seketika ricuh, para tamu dan penghulu yang mendengar keributan tersebut, langsung menghampiri mereka, meminta kejelasan.
"Bagaimana dengan nasib anaku, dia pasti akan menanggung malu, karna pernikahanya batal, apalagi Tyas kini menggandung," Ibunda Tyas kembali nenangus pilu.
"Bu sabar Bu," ucap Yunita,
"Sabar apa nya, ini semua karna abang kamu itu, dia yang membuat anakku menderita," hardik sang Ibu.
Yunita hanya diam, sementara kedua orang tua Tyas menangis meratap.
Tyas tak kalah sedih, ia berlari kedapur dan mengambil pisau dapur, dan kembali ingin menusuk pisau itu ke perutnya, untung saja, Dion mengikutinya dan berhasil mencegah perbuatan nekat Tyas.
"Lepaskan aku Dion, aku ngak mau hidup lagi, aku hanya akan membuat malu kelurga ku, tak guna aku hidup lagi Dion, ucap Tyas meronta-ronta, sambil ingin merebut piasau dari tanggan Dion.
"Sabar Tyas, kau tenang dulu," ucap Dion yang memeluk Tyas,
Sementara kedua orang tua Tyas, mengikuti Tyas, mereka melihat keadaan Tyas yang kacau dan seorang laki-laki tak di kenal memeluk Tyas, dan mencegah Tyas melakukan perbuatan nekat itu.
Mereks semua menangis melihat Tyas.
Tyas pun kini menangis di pelukan Dion.
"Biarkan saja aku mati Dion, aku tak sanggup menahan penderitaan ini," ucap Tyas.
"Sabar Tyas, bunuh diri itu dosa yang sangat besar Tyas, dan sangat di benci Allah, semua pasti ada jalan keluarnya Tyas, kamu sabar ya," ucap Dion tulus.
"Tak akan ada laki-laki yang mau menikahiku Dion, anaku akan di cap anak haram, padahal ini semua bukan keinginan ku, tapi Ilham lah yang memperkosaku Dion," ucapnya dengan terbata-bata.
Ibu Tyas mendekati Tyas dan Dion.
"Siapa kamu Nak?" tanya Ibu.
"Saya Dion, sepupu Ilham," jawab Dion, sambil melepaskan pelukanya.
"Nak Dion, bisakah Nak Dion, membantu keluarga kami, agar terhindar dari aib yang memalukan.
Dion kaget, "Apa maksudnya Bu?" tanya Dion ragu.
"Mau kah Nak Dion, menikahi Tyas,?" tanya Ibu Tyas.
Mata mereka terbelalak mendengar permintaan dari ibunda Tyas.
Dion pun terdiam memaku, kali ini giliran ia yang syok.
__ADS_1
************
Terima kasih telah menbaca karya ku, mohon dukunganya dengan like, komen dan vote, mampir juga yuk di novel ku yang lain, yang lebih seru pastinya dengan judul # KETIKA TAKDIR MENYATUKAN AKU DAN MEREKA, Terima kasih.