Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Melamar


__ADS_3

Tyas sudah sadar dari pingsannya, namun ia kembali menanggis, Ilham yang melihatnya pun mendekati Tyas, dan memeluknya tapi di tepis oleh Tyas.


"Sekarang sudah puas kamu menghancurkan hidup aku Ham, bukan kamu yang menanggung semua ini, tapi aku, keluarga ku, aku dan keluarga ku akan menjadi gunjingan orang-orang." tangis Tyas di pelukan Santi.


"Maafkan aku Tyas, aku janji aku akan segera membawa keluarga ku untuk melamar kamu, sesegera mungkin, aku juga sekarang sedang menggumpulkan uang untuk melamar kamu Tyas," tutur Ilham, ia merasa bersalah pada Tyas.


Tapi Tyas terus saja menangis, apa yang akan di katakanya pada kedua orang tuanya, Tyas adalah anak perempuan satu-satunya, yang sangat di banggakan kedua orang tuanya, Tyas yang berparas cantik, baik, sopan dan rajin, dan kini Tyas juga yang mencoreng nama baik keluarganya.


Tyas terus saja menanggis, sementara Santi dan Ilham Jadi binggung, harus bagaimana.


Hari sudah magrib dan Tyas harus pulang, matanya sembab, sangat terlihat ia habis menangis,


Ilham pun bertekat untuk memberi tahu keluarganya.


Saat makan malam selesai, biasanya seluruh keluarga berkumpul di ruang tengah, sambil ngobrol dan berbincang, Ilham pun memberanikan diri untuk membicarakan hal tersebut kepada kedua orang tuanya.


Ilham duduk diantara mereka.


"Ada apa nih Ham, biasanya ngak pernah mau ngumpul dengan keluarga, biasanyakan kamu sibuk sendiri," ujar Papinya.


"Mi, Pi, Ilham mau melamar Tyas," ucapnya tegang.


"Aduh Ham itu lagi, harus berapa kali sih Mami bilang, enggak ya enggak, selesain dulu kuliah kamu, baru kamu nikah," ucap Mami dengan kesal.


"Tapi Mi, Tyas hamil, dan Ilham yang menghamilinya," suara Ilhan semakin merendah.


Mami yang tersentak kaget mendengar penuturan Ilham pun berdiri.


"Kamu keterlaluan Ilham, bikin malu saja kamu, kamu pikir melamar anak orang itu gampang apa, apa yang akan Mami katakan kepada orang tua Tyas."


"Belum lagi biaya pernikahan yang tak sedikit, untuk sementara Mami belum punya uang," Mami semakin emosi.


"Masalah uang, Ilham bisa bantu Mi, Ilham akan bekerja keras, asal Mami mau saja melamar Tyas," pinta Ilham.

__ADS_1


"Kamu Ham, di beri kepercayaan malah ngak bisa menjaganya, Papi dan ayahnya Tyas itu, teman dekat, apa nanti dia bilang, menyusah kan saja," cetus Papi.


"Kamu yang berbuat, kamu yang tanggung sendiri Ham," Mami pun pergi meninggalkan Ilham.


Ilham hanya terdiam, ia berpikir bagaimana caranya ia memberi orang tahu orang tua Tyas, sedangkan Tyas tak mau memberi tahi orang tua nya, Tyas yang minta ke Ilham, jika Ilham yang harus memberi tahu kepada kedua orang tua Tyas.


"Aduh kenapa kemaren aku nekat, andai saja semua itu tak kulakukan, pasti ngak akan seperti ini, aku sendiri juga belum berani menghadapi orang tua Tyas." batin Ilham.


Ilham pun menyesal, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur, ia kini harus menghadapi situasi berat, belum lagi jika menikah dan punya anak, bebanya akan bertambah, dan ia harus bekerja dan meninggalkan kuliah nya, karna harus mencari nafkah.


"Ah nikmatnya sebentar, nyusahinya srumur hidup, kenapa aku tak terpikir akibatnya," sesalnya.


Keesokan harinya,


Ilham menemui Jack, ia berharap agar Jack bisa memberi nya pekerjaan.


"Jack gimana? ada kerjaan lagi ngak?aku lagi butuh duit banyak nih" ungkap Ilham.


"Kerjaan sih selalu ada Ham, cuman aku ngak berani memberi kamu, terlalu tinggi resikonya," jawab Jack sambil meneguk minumannya.


"Gini Ham, di dunia seperti ini, semakin besar resikonya maka semakin mahal pembayaran mu, jika kau butuh duit cepat, kau harus jadi pengedar Ham, aku sudah ada linknya, kau tinggal masuk dan menjadi suplayer, maka orang sendiri yang akan datang padamu, jika kau mau akan ku kenalkan kau dengan bos ku, Ham, bagaimana?"


"Maksud mu bandarnya?" tanya Ilham, sedikit ngeri, ia pun menarik nafas panjang.


"Gini Ham, sasaran kita itu, Bar, cafe dan diskotik, kau harus memperbanyak relasi, jika sudah banyak, kau tak perlu datang pada mereka, dengan cara menelpon, kau sudah memesan barang dan langsung di antar ke tempat pesanan kau bisa dapat uang dengan mudah, atau orangnya sendiri yang akan menemuimu, tapi aku saran kan jika ada pelanggan yang ingin bertemu, harus kau hindari, atau pelanggan yang mencurigakan, memesan barang dengan jumlah yang banyak, biasanya orang tersebut, Banpol, atau polisi yang menyamar."


"Sepertinya resikonya terlalu tinggi Jack, aku jadi takut, nanti malah aku di grebek dan batal menikahi pacar ku," ucap Ilham.


Meski sadar resikonya, tapi Ilham tak punya pilihan lain.


Ilham pun jadi sering melalukan transaksi bisnis haram tersebut.


Tyas pagi ini merasa mual, sudah dua hari ia tak bisa makan, tubuhnya terasa lemas, saat kekamar mandi, ia jatuh pingsan.

__ADS_1


Ibu Yanti, Ibunda Tyas, langsung panik ketika melihat Tyas, yang tergeletak di depan kamar mandi.


Mereka pun membawa Tyas ke klinik, Tyas kini di infus, mereka belum mengetahui keadaan Tyas yang sebenarnya.


Setelah sadar Tyas langsung menelpon Ilham, dan tak berapa lama Ilham pun datang.


Ilham menemui Tyas yang kini terbaring lemah.


"Ada apa dengan mu Tyas?" tanya Ilham sambil membelai rambut Tyas.


"Aku rasa aku tak sanggup lagi menyimpan rasa ini Ham, kau secepatnya harus melamarku Ham, sebentar lagi perut ku akan bertambah besar." Tyas pun menanggis.


"Ia Tyas, setelah kau pulang dari rumah sakit, nanti aku akan membawa orang tua ku untuk melamar mu, kau tenang saja ya, aku pasti bertanggung jawab padamu," ujar Ilham yang semakin meyakinkan Tyas.


Setelah dua hari di rawat, Tyas pulang kerumahnya.


Ilham menyatakan maksudnya kepada kedua orang tuanya.


"Mi, Ilham harus segera melamar Tyas, dan tak bisa menunggu lagi Mi, karna sebentar lagi perut Tyas akan semakin membesar," paparnya.


"Kamu tenang saja Ilham, Mami dan Papi sudah memikirkan nya dan malam minggu nanti, kita akan menemui orang tua Tyas, Mami senang meski kamu berbuat kesalahan, tapi kamu mau bertanggung jawab," Mami menepuk pundak Ilham.


"Terima kasih Mi, Ilham janji ngak akan mengecewakan Mami lagi," ujarnya.


Hari yang di tunggu pun tiba, Ilham membawa kedua orang tuanya menemui orang tua Tyas, meski sedikit kaget, tapi mereka menyambut baik kehadiran keluarga Ilham.


Mereka pun duduk berhadap-hadapan, kedua orang tua Ilham, dan juga kedua orang tua Tyas.


Setelah berbasa-basi, mereka pun menyatakan maksud kedatangan mereka.


"Begini pak Harjo, kedatangan saya kemari, untuk melamar Tyas," Papi langsung memulai pbicaraan.


"Melamar, tapi mereka belum selesai kuliah, Pak, apa tidak terlalu cepat, Pak Harjo menolak secara halus, karna ia sebenarnya, tak terlalu menyukai Ilham.

__ADS_1


"Tapi Pak, Ilham dan Tyas telah melakukan hubungan suami istri dan sekarang Tyas sedang hamil," tambah Papi lagi.


Kedua orang tua Tyas kaget, saking syok nya, Ibu Tyas jatuh pingsan, keadaan menjadi kacau, Mami dan Papi pun merasa tak enak hati.


__ADS_2