
Arkan dan Diah telah selesai melakukan sesi foto pre wedding.
Arkan mendekati Diah dan memeluknya dari belakang, "Sayang kamu cantik banget menggunakan gaun ini, aku sudah ngak sabar jadi pengantin Pria yang akan mendampingi kamu, selamanya," ia pun membalikan tubuh Diah dan mencium bibirnya.
"Ah, Mas, jangan gitu ah, kan malu di lihat sama fotogrfernya," tolak Diah, ia menggeser sedikit tubuhnya agar sedikit menjauh dari Arkan.
Tapi Arkan menariknya kembali, sambil mencengram pinggang Diah dan menempelkan sebagian tubuhnya ke gadis yang ada di hadapanya.
Diah melingkarkan tangganya ke leher Arkan.
"Tapi aku sudah tak sabar sayang, nunggu sebulan rasanya lama banget, padahal waktu aku jomblo waktu biasa saja, sekarang rasanya waktu berputar lambat sekali," tuturnya.
"Ih, sabar dong, sebentar lagi juga aku akan jadi miliki kamu seutuhnya," kata Diah sambil mencolet hidung Arkan, ia pun melepaskan pelukanya.
"Sayang setelah ini kita kemana ?" tanya Diah.
"Kita kekantor ku sebentar, aku ketinggalan sesuatu, trus kita nanti makan siang bersama sepupu ku Amira."
"Ok, aku ganti baju dulu ya, " kamu tunggu di sini, jagain tas aku," Diah.
"Eh aku ngak boleh ya, ikut kamu?" tanya Arkan dengan nada bercanda.
"Ngak boleh dong, ntar kamu lihat, trus kamu penggen gimana ?" jawab nya sambil tersenyum, ia pun berlalu dari Arkan.
Arkan mendapat pesan singkat dari seseorang, ia pun membuka pesan itu.
📩Pak , bisa saya bertemu sebentar, ada yang ingin saya bicarakan, pesan dari Mirna.
📨Maaf saya sedang sibuk, dan saya rasa urusan kita sudah selesai, dan saya harap kamu ngak akan pernah mengganggu hidup saya lagi, Arkan membalas.
Setelah mendapat pesan chat tersebut Arkan pun memblok nomor Mirna.
"Ada apa lagi ini, aku tak ingin wanita itu merusak hubungan ku dengan Diah, dan aku tak ingin pernikahan ku mengalami kendala." sungut Arkan.
***
Sementara Mirna semakin kesal, ia berusaha mencari keberadaan Arkan, ia pun menuju kantor, karna ia mengira Arkan masih berada di kantor.
Arkan terlihat sangat kesal, perubahan wajahnya sangat drastis, dari ceria menjadi bermuram durja.
Arkan pun terlihat sangat gelisah, pernikahanya tinggal menghitung hari, dan sekarang seorang wanita yang bernama Mirna, kembali mengusik kebahagiaan nya.
"Ah, bagaimana jika Mirna membeberkan rekaman video itu kepada Diah, pernikahan ku bisa berantakan," kata Arkan kepada dirinya sendiri, perasaanya bercampur aduk, kesal, kecewa dan marah.
Ia terus mengerutu, pada dirinya sendiri.
Setelah melepas gaun yang di pakainya untuk pengambilan gambar, Diah mendekati Arkan.
"Mas, kamu kenapa ?" tanya Diah heran karna melihat raut wajah kesal pada Arkan.
"Ngak kok, ayo kita pergi sekarang" ajak Arkan.
Diah pun menggandeng tangan Arkan, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan menuju kantor.
"Sayang kira-kira bulan madu nanti kita kemana ?" tanya Diah bersemangat.
"Kalau keliling eropa kamu mau kan sayang, di sana banyak destinasi yang bisa kita kunjungi, setelah itu kita keliling Asia, trus ke Amerika?" jawab Arkan.
__ADS_1
"Hah, ngak keliling dunia sekalian," cetusnya.
"Kalau keliling dunia, duitnya belum cukup, nanti kita ngak mampu beli rumah, uang nya habis untuk jalan-jalan saja, " jelas Arkan.
"Ih aku ngak pernah sekali pun pergi ke eropa, Amerika , paling jauh ke Bali, itu pun di ongkosin sama tante ku, aku kuliah juga dia biayain sama tante ku," papar nya.
"Makanya aku pingin bawa kamu keliling dunia, kita kunjungi destinasi yang kamu mau," tutur Arkan.
"Ehm jadi ngak sabar," Diah pun memeluk Arkan dari samping.
Dan di sambut rangkulan hangat tangan Arkan.
"Aku sih ngak peduli Mas, bulan madu di sini saja juga ngak apa, asal kamu setia saja, itu sudah cukup buat aku," papar Diah.
"Pasti sayang aku akan selalu setia sama kamu," Arkan meraih tanggan Diah dan mencium jemarinya.
Dan Diah pun membalas dengan hal yang sama.
Mereka merasakan kebahagian, apalagi Diah,ini pertama kalinya ia punya kekasih, dan langsung di ajak menikah, meski ia belum lama mengenal Arkan.
Tapi menurut Diah, Arkan adalah sosok baik dan penyayang, karna rencana pernikahanya, Diah terpaksa menunda bea siswa nya untuk kuliah dan mengambil jurusan spesialis saraf yang pernah ia ajukan di pihak kampus.
Di Kantor.
Setelah mengantar istrinya di kantor, Dion tak lantas langsung pulang, meski tadi malam ia sudah begadang di rumah sakit.
Dion duduk di kursi tamu yang ada di ruangan tersebut, ia menyandarkan tubunya kebelakang.
"Loh Yah, Ayah ngak pulang ?" tanya Amira.
"Iya sih Yah, hari ini Arkan ngak masuk, katanya mau foto pre wedding," jawab Amira.
"Ayah istirahat di sini saja Bu, sekalian mememani ibu, lagi pula Gea dan Geo ada ummi yang jaga, bahkan Ummi yang mengantar dan menjemput mereka ke sekolah," papar Dion.
"Iya Yah, tapi apa Ayah ngak capek, sudah semalaman ngak tidur, sekarang harus menemani ibu disini," Amira.
"Ngak lah. kalau ngak ada pasien, Ayah bisa pejamkan mata, di sana ada ruangan khusus dokter jaga, kalau ngak terlalu darurat, Ayah biasanya istirahat di sana, lagi pula di sini Ayah bisa rebahan sambil jagain ibu."
Amira mendekati Dion, "Ya sudah Ayah istirahat saja di samping ibu, biar laptopnya ibu pindah di sini."
Amira duduk diatas sofa panjang, sementara Dion membaring kan kepalanya di pangkuan Amira.
Dion pun mengusap lembut perut Amira, dan mencium nya, sementara Amira, ia mengungusap kepala Doin, sambil mengarahkan kursor di laptopnya.
"Bu, pernikahan kita sudah enam tahun, tapi jika di akumulasikan waktu kebersamaan kita ngak sampai setahun Bu, itu yang bikin Ayah ingin menghabiskan banyak waktu bersama kamu Bu," ucap Dion sambil mencium perut Amira kembali.
"Ya, mau gimana lagi Yah. kita sama-sama sibuk dan dengan waktu yang ngak mendukung kita untuk terus bersama, sebenarnya ibu mau fokus jadi ibu rumah tangga, ngurusin anak, ngurusi suami, dan ngak selalu sibuk dengan pekerjaan kantor yang menyita waktu dan konsentrasi," papar nya.
"Ya sudah kalau ibu capek, serahin saja semua sama Arkan, percayakan saja sama dia" Dion.
"Bukan ngak mau, atau ngak percaya sama Arkan, tapi ini amanah Bapak, jadi ibu harus bisa menjaganya, lagi pula hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk keluarga di sana, sebernarnya ibu sedih, sejak Arkan merencanakan pernikahan sampai prosesi lamaran, tak pernah sedikit pun mereka mungundang atau sekedar berbasa-basi kepada ibu, sepertinya mereka benar-benar tak menganggab ibu ini keluarga mereka, hanya Arkan saja yang memberi tahu ibu, Oma juga ngak mengijinkan ibu untuk memginjakan kaki di rumah itu Yah, selama ibu masih menjadi istri kamu," tutur Amira dengan deraian air mata.
Melihat istrinya bersedih Dion pun bangkit dari baring nya, ia pun memeluk dan mencium pipi istrinya.
"Maaf Bu, karna Ayah kamu harus kembali di kucilkan oleh keluarga kamu, tapi ayah janji ngak akan mengulani kesalahan yang bisa membuat kamu kecewa apa lagi bersedih Bu, ayah yakin suatu saat nanti mereka akan merestui kita Bu," ucapnya sambil menghapus air mata kemudian mencium kening Amira dengan penuh kasih sayang.
"Tapi sampai kapan Yah, jika saja ibu bisa memilih, lebih baik ibu terlahir dari keluarga yang biasa saja, dari pada seperti ini, hidup rasanya ngak tenang karna terus di hantuin perasaan bersalah, apalagi sama ibu, aku kangen sekali sama ibu ku," tuturnya kembali dengan air mata.
__ADS_1
Dion pun kembali merangkul istrinya, "Sudah Bu, ngak usah dipikirin nanti ibu jadi stres," Dion.
"Mau nya sih ngak di pikirin yah, tapi selalu saja terfikir terus," ungkapnya masih dengan linangan air mata.
Dion baru tahu, ternyata salah satu penyebab istrinya stres adalah, hubungan nya dengan keluarganya yang semakin memburuk.
Ada rasa bersalah di hati Dion, karna dirinya Amira seperti ini, jika saja ia tak melakukan kesalahan di masa lalunya, maka Amira tak kan kembali di kucilkan keluarganya, dan Bu Lastri sudah merestui pernikahan mereka dan mempercayakan putrinya kepada Dion.
Dion memeluk istrinya, kali ini ia pun menangis, begitu banyak kesengsaraan yang ia ciptakan untuk istrinya.
"Maaf kan aku sayang ini semua salah ku, akan ku tebus semua rasa sakit yang pernah kau rasakan akibat kesalahan ku, dengan kebahagian seumur hidup mu, aku berjanji pada mu, apa pun yang terjadi aku tak kan pernah meninggalkan mu, akan ku lalukan apa saja, agar bisa membuat mu bahagia," ucap Dion lirih sambil memeluk istrinya.
Amira pun membalas pelukan Dion.
Aku tahu Dion kau mencintaiku, tapi entah mengapa aku belum yakin terhadap mu, ada keraguan dalam hati ku, tentang hubungan mu dengan Amanda, jujur saja aku cemburu kepadanya, aku masih curiga kepada kalian berdua, sebelum ada bukti yang menyatakan kau tak terkait denganya selama ini, aku belum bisa yakin terhadap mu, semua seperti terencana oleh kalian berdua, kau yang mencari orang untuk menjaga ku, kenapa bisa dia yang datang, maaf Dion sampai saat ini aku meragukan mu, batin Amira.
***
Arkan dan Diah sudah sampai di halaman parkir kantornya.
Setelah keluar dari mobil, ia pun membukakan pintu mobil untuk Diah.
Setelah memastikan mobil dalam keadaan terkunci, mereka pun menuju gedung perkantoran.
Mereka berjalan beriringan, dan tanpa bergandengan, mereka memang tak suka memamerkan kemestraan di tempat umum.
Tiba-tiba saat akan memasuki gedung, keduanya di cegat oleh Mirna.
Arkan dan Diah kaget.
"Bisa bicara sebentar Pak?" tanya Mirna dengan santai.
Arkan dan Diah saling berpandangan,
"Baik lah," ia pun setuju, karna ia takut Mirna melakukan hal yang tak ingin kan, ia pun membawa Mira jauh dari Diah.
"Sayang kamu tunggu di sini sebentar Ya," tuturnya kepada Diah.
Sementara Diah hanya tersenyum getir, sambil memperhatikan keduanya menjauh dari nya.
Ketika sudah merasa agak jauh dari tempatnya berdiri semula, Arkan bertanya apa maksud wanita itu sebenarnya.
"Mau apa lagi kau ?" apa uang yang ku beri pada mu masih kurang, berapa yang kau minta? akan ku berikan berapa pun, asal kau berikan handphone mu itu pada ku," kata Arkan dengan nada emosi.
"Maaf Pak, aku tidak ingin uang mu, aku ingin tanggung jawab dari mu, karna sekarang aku sedang hamil anak mu," papar Mirna dengan air mata buayanya, ia pun mulai berakting sebagai korban.
Arkan kaget mendengar penuturan Mirna, bagai tersambar petir di siang bolong, sejenak ia merasa jantung nya berhenti memompa, Arkan pun terpaku tak tahu harus bagaimana
Please
🍎Like
🍎komen
🍎vote
para reader biar author semangar up nya
__ADS_1