Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Dua hati


__ADS_3

Dion memulai aktivitas perkuliahan nya, iya tak ingin neko-neko untuk ikut kegiatan lain di kampus nya.


Sikaf dingin dan cuek Dion, justru menjadikan nya buah bibir, iya pun di nobatkan sebagai idola kampus.


Dion duduk di dalam ruang kelas nya dan ketika itu datang Alice menghampiri nya.


"Hai, Dion masih ingat sama aku ngak? tanya Alice sok ramah, karna dari pertama Alice sudah tertarik dengan Dion.


"Kamu gadis yang aku tabrak itu kan?" tanya Dion.


"Iya "


"Aku ngak nyangka kita bakalan satu kelas"


Sementara Dion hanya tersenyum.


Waktu pulang Alice kembali menghampiri Dion.


"Yon kamu punya waktu ngak? nanti sore kita jalan yuk" ajak Alice.


"Maaf lis, Aku ngak bisa, sory ya," tolak Dion.


Dion langsun pulang kerumah, iya pun mengambil buku nya dan mencoba mengulangi apa yang di dapat nya di kampus.


Hari sudah sore, ketika itu tapi tak seorang pun dirumah hanya Dion sendiri. tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dengan rasa malas Dion membuka pintu, dan ternyata Tyas yang datang.


"Hai Dion," sapa Tyas.


"Hai juga Tyas," jawab Dion.


"Kau mencari Ilham ya, mereka semua pergi ke luar kota untuk menjenguk bu De nining, yang sedang sakit, mungkin besok baru pulang Tyas."


"Aku tahu, tadi aku di beritahu Yuni, Yon, kedatangan ku kemari membawakan makanan untuk mu," jawab Tyas sedikit gugup.


"Masuk Tyas, akan ku salin dulu," Dion langsung membawa nya kedapur sedangkan Tyas duduk di ruang tamu, jantung Tyas berdebar kencang ini lah pertama kali nya, iya berdua dengan Dion.


Meski iya sendiri tahu siapa Dion, tapi iya tak bisa mengelak, iya terlanjur jatuh hati padanya.


Dion yang di dapur membuka rantang yang di bawa Tyas, ternyata ada opor ayam dan sambal goreng kentang dan hati.


Dion tersenyum, seperti nya Tyas, tahu makanan kesukaan nya.


Dion mencicipi sedikit dan ternyata enak, sama seperti buatan Ummi.


Dion pun keluar membawa kembali rantang milik Tyas, tentu saja sudah di cuci oleh nya.


Tyas tersenyum kepada Dion, iya rasa nya tak ingin beranjak untuk pulang dan ingin tetap mengobrol dengan Dion, karna jika ada Ilham iya pasti tak bisa ngobrol dengan nya.


"Terima kasih ya Tyas, udah aku cicipi dan rasa nya enak, sama seperti buatan Ummi," ucap nya.


"Kau sudah makan Tyas?" tanya Dion, karna iya tak tahu harus bicara apalagi pada Tyas, karna seperti nya, Tyas masih ingin belum pulang.


"Belum Yon, jawab nya," padahal Tyas tak lapar.

__ADS_1


"Kalau gitu kita makan sama-sama saja, porsi sebanyak itu mana bisa aku habiskan sendiri," ujar nya.


"Baik Dion, kau tunggu di saja biar aku yang menyajikan nya untuk mu," ucap Tyas pada Dion.


"Uh senang nya menyajikan makanan untuk Dion, serasa menyajikan makanan untuk suami," batin Tyas.


Dan setelah selesai mereka pun makan bersama.


"Yon tadi baru mulai kuliah ya," tanya Tyas.


Iya, jawab Dion singkat.


"Belajar apa Yon?" tanya Tyas.


"Ngak masih perkenalan aja, materi nya masih ngulang kayak pelajaran Sma dulu," jawab nya.


Dan ketika mereka tengah asik makan, terdengar suara motor Ilham.


Aduh gawat pikir Tyas, ternyata Ilham ngak ikut mereka.


Dion terlihat santai, tapi Tyas merasa was-was. Dan Ilham masuk kedalam dengan muka yang cemberut.


"Baru pulang Ham? makan yuk," ajak Dion.


Ilham hanya diam sambil menatap kearah Tyas.


"Kapan kamu datang Tyas?"tanya Ilham dengan cemburu.


Dion heran melihat Tyas, yang seperti nya ketakutan dengan Ilham.


Selesai makan Dion langsung masuk dan meninggal kan mereka berdua.


"Kamu ngak ikut Mami, Ham?" tanya Tyas gugup karna Ilham terus memandang nya tajam.


"Kalau iya kenapa? kamu sengaja ya, datang kesini menemui Dion, kamu suka sama Dion, Tyas" tanya Ilham dengan sedikit emosi.


Tyas hanya diam, iya pun tak berani memandang Ilham.


"Aku mau pulang Ham," Tyas langsung meraih rantang nya, tapi Ilham menarik tangan Tyas.


"Kamu belum jawab omongan ku Tyas."Ilham menggenggam erat tangan Tyas.


"Kamu suka sama Dion kan Tyas?" bentak nya, dan terdengar sampai di kamar Dion.


Dion kaget dan keluar, iya pun menghampiri mereka.


"Ada apa Ham, kenapa kamu bentak Tyas," tanya Dion, yang tak senang melihat Tyas di perlakukan kasar oleh Ilham.


"Kamu jangan ikut campur yon, ini urusan aku sama Tyas," hardik nya.


"Tapi bukan begitu caranya memperlakuksn wanita Ham, kamu ngak boleh kasar sama dia," ujar Dion .


"Dion kamu sadar ngak, dirumah ini kamu cuma numpang dan harus nya kamu tahu diri." bentak Ilham.

__ADS_1


"Kamu yang menggoda Tyas kan? kamu ingin merebut Tyas kan Yon?" tanya Ilham.


"Aku ngak bermaksud gitu Ham, kalau kamu ngak suka kehadiran aku di sini, aku juga akan pergi dari sini."


Dion pun langsung masuk kekamar nya lagi, dan meninggal kan Ilham dengan perasaan kesal nya.


Keesokan hari nya Ilham mengadu dengan Mami saat Mami pulang, tentu saja di tambahkan bumbu-bumbu nya.


"Mi, kemarin Dion mengoda Tyas Mi, Iya sengaja membawa Tyas di rumah ini karna ngak ada orang di rumah ini, jadi dia bebas berbuat apa saja." Ilham berbohong.


"Apa benar gitu Ham?" tanya Mami tak percaya.


"Bohong Mi, Tyas sendiri yang datang, iya yang menanyakan pada Yuni, makanan kesukaan Dion." Yunita membela Dion.


Ilham pun menjadi geram, ternya Tyas memang menyukai Dion, terlebih Yunita dan Mami selalu membela Dion.


Ilham semakin tak menyukai kehadiran Dion dirumah itu.


Sementara Dion, setelah selesai kuliah iya bermaksud mencari kontrakan atau asrama mahasiswa,


Alice yang melihat Dion, langsung menghampiri nya,


"Yon kamu lagi ngapain?" tanya Alice yang melihat Dion sedang sibuk dengan handphone nya.


"Aku mau cari kontrakan Lice," jawab nya singkat, tanpa memandang Alice, iya tetap sibuk dengan handpone nya.


"Oh kalau kos-kosan aku tahu Yon, dekat dari sini juga ada," ujar Alice.


Dion pun memandang kearah Alice.


"Dimana Lice?" tanya Dion semangat.


"Ayo aku antar Yon," ajak Alice.


Dion pun membonceng Alice, terlihat Alice sangat senang berboncengan dengan Dion. sejak awal iya memang menyukai Dion.


Tak berapa lama mereka pun sampai,


Alice langsung menghubungi yang punya kontrakan, yang ternyata punya paman nya sendiri.


Dion merasa cocok dengan kos-kosan tersebut, dengan kamar ukuran kurang lebih 3×5 meter, bersih dan nyaman.


"Gimana Yon,?" tanya Alice.


"Cocok Lice, tapi aku harus bilang sama Mami ku dulu ya, besok aku kasi kepastian nya"


Dan mereka pun pulang Dion kembali mengatar Alice ke kampus karna mobil Alice di kampus.


"Terima kasih ya, lice," ucap Dion.


"Iya Yon, sama-sama," jawab Alice.


Alice kembali mengagumi sikaf Dion yang minim ekspresi tapi terlhat cool," Andai saja Dion bisa jadi pacar ku," batin Alice.

__ADS_1


__ADS_2