
Ilham sudah menunggu di sebuah gedung kosong di pinggir kota, ia harus menunggu seseorang yang menggambil barang bungkusan yang di bawanya kini, tidak berat mungkin sekitar 3 kg-an.
Meski Ilham tak terlalu tahu, apa isi barang tersebut, tapi Ilham sudah curiga, benda tersebut merupakan barang haram.
Setelah sekitar 15 menit menunggu, seorang berpakaian serba hitam pun menghampirinya, ia menyebutkan pass word, dan ilham pun yakin ialah orang yang di maksud Jack.
Tugas Ilham selesai, tinggal menunggu upah yang akan ia dapat, Jack sudah menunggu Ilham di kontrakanya.
Dengan senyum puas Jack menyambut kedatangan Ilham.
"Bagus kawan, transaksi pertama mu berhasil, dan ini upah untuk mu," ucap Jack sambil menepuk pundak ilham.
Ilham menghitung uang yang di beri oleh Jack, mengejutkan ternyata dengan semudah itu, ia bisa menghasilkan uang satu juta rupiah.
"Sebanyak ini Jack?" tanya Ilham heran, ia bisa menghasilkan uang satu juta rupiah, hanya dalan waktu satu jam.
"Ini belum seberapa Ham, penghasilanmu bisa mencapai 2sampai 3 juta sehari, jika bisnis ku ini berhasil, kita akan jadi kaya Ham," iming-iming Jack.
Ilham merasa senang," Lain kali, aku mau lagi, hubungi saja aku, jika begini, maka secepatnya aku bisa melamar Tyas, Terima kasih Jack," ucap Ilham bahagia.
"Aku pulang dulu, nanti jika kau perlu, kau bisa hubungi aku."
***
Ummi sudah bersiap untuk pergi ke pengajian, kali ini ia juga akan membawa Amira bersamanya.
"Amira sudah siap? Ummi sudah di tunggu nih,!" seru Ummi, yang berada di depan pintu kamar Amira.
"Sudah Ummi," jawab Amira, ketika ia membuka pintu.
"Aduh kamu cantik sekali Nak, kalau Dion di sini, ia pasti senang karna kini istrinya, semakin cantik," ujar Ummi sambil mencubit pipi Amira.
"Masa' sih Ummi, Amira merasa agak gendutan deh, jadi ngak Pe-de," Amira tersipu malu.
"Tentu saja sayang, wanita hamil itu akan memancarkan aura positive bagi ibunya, apalagi jika ibunya selalu merasa bahagia,"Papar Ummi.
"Amira bahagia Ummi, karna Ummi dan Abi menerima dan selalu membimbing Amira, Amira yang ngak bisa mengaji jadi bisa menghapal surah-surah dalam Al-Quran."Amira sambil tersenyum.
Mereka pun sampai di sebuah, Masjid di sana sudah berkumpul para ibu-ibu majelis taklim pimpinan Ummi dan Ummi Anisa.
Amira mendengarkan tausiah-tausiah yang di berikan secara bergantian, sebelum ia menikah dengan Dion, ia jarang sekali ke masjid, tapi sekarang setiap sabtu dan minggu Amira datang ke masjid untuk menemani Ummi, dan ia jadi banyak belajar di sana.
Acara sudah selesai, saat pulang ada seorang Ibu-Ibu yang menghampiri Ummi.
"Hallo Ummi," sapa wanita yang ternyata sahabat Ummi.
__ADS_1
"Hai Ummi Rosa, apa kabar?" mereka pun cupika-cupiki.
"Baik, Ummi."
Ummi melihat gadis yang ada di samping nya, "Apa dia Hana?" tanya Ummi. Sementara Amira hanya diam.
"Ia dia Hana, teman kecil Dion," Ummi Rosa menjelaskan.
"Dion kemana Ummi?" tanya Hana
"Oh Dion di Jogja, sedang kuliah."
"Dion kuliah jurusan apa Ummi? " Hana.
"Kedokteran," jawab Ummi.
"Wah, kalau Dion sudah selesai kulianya, boleh dong Ummi, kita jodohin mereka," ucap Ummi Rossa.
Hati Amira bagai tersengat listrik, ia merasa sedih, Amira pun hanya diam.
"Maaf Ummi, tapi Dion sudah menikah," jawab Ummi, Ummi pun tak enak hati pada Amira.
"Hah, Kok cepat sekali Ummi, tapi bukan karna...," Hana memberi kode.
"Ngak kok, Dion nikah karna ia memang mencintai gadis itu," jawab Ummi sabar.
"Ini istrinya Dion, ummi perkenalkan," Ummi mengarahkan tangganya kearah Amira, sementara Amira makin tak percaya diri.
"Ini Ummi?" tanya Hana, seperti melecehkan.
Ummi Rosa mencubit tanggan Hana, kelakuanya Hana, sangat tidak sopan.
Itu karna Hana dari dulu menyukai Dion.
"Ya sudah, Ummi kami permisi dulu," Ummi Rossa pamit.
Sementara Amira merasa tak nyaman, ia pun bersedih dan wajahnya terlihat murung.
Ummi juga tak enak hati, ia pun memeluk Amira, dan dengan pelukan Ummi Amira merasa tenang.
Sementara Alice, sejak kedatanganya di rumah Dion, ia merasa tersadarkan, Alice memcari pakaian di lemarinya yang longgar dan panjang, tapi hanya ada bebera kemeja kuliah saja, dan sisanya semua pakaian mini yang menampakan aurat.
Alice jadi merasa malu dengan Dion, tapi ia juga merasa kagum, jarang sekali ada Pria yang tulus sepertinya, pikir Alice.
Sudah dua minggu berlalu sejak kejadianya dengan Ilham, Tyas merasa sedikit mual pagi ini, ia pun lari kekamar mandi untuk muntah.
__ADS_1
Karna mendengar Tyas muntah, Ibu Tyas menghampirinya.
"Kamu kenapa Tyas? wajah kamu pucat, pasti lagi masuk angin," ucap ibu nya sambil memijit bagian belakang leher Tyas.
"Mungkin Bu," ucap Tyas, ia pun kembali berbaring.
Ada rasa khawatir pada diri Tyas, ia biasa melihat kak iparnya muntah-muntah di pagi hari, saat sedang ngidam, Tyas panik, ia takut menjadi hamil.
Tyas kemudian mengganti pakaianya, dan keluar dari kamarnya untuk menemui Ilham, Tyas sudah janjian dengan Ilham, bertemu di kos-kosan temanya santi.
"Bu, Tyas ijin kerumah Santi ya, mau pinjam buku, "Tyas berbohong.
"Ia jangan lama-lama kamu kan sedang sakit," ujar sang Ibu.
Setelah sampai di rumah santi, Tyas langsung menelpon Ilham, ia meminta Ilham membeli tes pack, dan Ilham pun mengerti dan menuruti permintaan Tyas.
Santi yang mendengar pembicaraan Tyas dan Ilham, menjadi kaget.
"Tyas kamu dan Ilham, sudah sejauh itu?" tanya Santi heran .
"Iya San, Ilham yang memaksa aku, aku sebenarnya tak mencintai Ilham, tapi karna ia yang telah melakukanya, apapun yang terjadi aku harus memintanya untuk bertanggung jawab."
"Tyas Ilham itu kasar, aku ngak suka dengan dia, kamu yakin apa, sama dia?" santi Ragu.
"Mau tidak, mau San, sebenarnya aku sudah mencintai seseorang, tapi karna ia yang telah menodaiku, aku harus meminta pertanggung jawabanya." Tyas menangis dan Santi memeluknya.
"Aku sudah mengingatkan mu sebelumnya, Ilham itu bukan laki-laki yang baik untuk kamu," Santi.
Tak lama Ilham pun datang membawa pesanan yang di pinta Tyas.
Dengan segera Tyas melakukan tes, mereka semua berdebar menunggu hasilnya, dan saat hasilnya keluar, Tyas malah pingsan.
"Tyas, Tyas, Tyas," Panggil mereka, namun Tyas masih tak sadar, Santi mengambil hasil tespack dari tanggan Tyas dan ternyata, Tyas positif hamil.
Dengan segala cara mereka berusaha menyadarkan Tyas. akhirnya dengan memberi minyak kayu putih di sekitar hidung Tyas, Tyas pun sadar.
Saat sadar Tyas langsung memeluk Santi,
"Hudup aku hancur San, tangis Tyas di pelukan Santi."
"Sabar Tyas, kamu harus tenang." santi mencoba menenangkan Tyas.
Sementara Ilham merasa bersalah.
"Tyas maafin aku, Aku janji akan segera melamar kamu," ucap Ilham menyesal.
__ADS_1
Tapi Tyas tetap saja menangis, ia tetap memeluk Santi dan akhirnya kembali pingsan.