Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Kerja sama


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, si kembar langsung di sambut oleh Ummi.


"Omaaaa!!!, " teriak mereka keluar dari mobil.


Ummi langsung merangkul dan memeluk mereka, dan ciuman rindu mendarat berkali-kali di wajah si kembar.


"Ayo masuk, Oma sudah siapin makanan kesukaan Gea dan Geo, "Ummi memimpin tangan keduanya, setelah melepaskan pakaian dan mengganti baju mereka, Ummi langsung menyajikan makan siang untuk mereka, walau pun saat itu belum jam makan siang.


Dion merasa lelah setelah berjaga semalaman di ruang UGD, ia pun melemas kan otot-ototnya di meja makan menemani kedua anaknya.


"Dion, kamu kenal sama zahrah anak nya Ustad Danu kan?"


"Kalau ustadz Danu Dion kenal Ummi, tapi kalau anaknya ngak kenal."


"Emang kenapa?" tanya Dion memalingkan wajahnya ke Ummi.


"Abi dan Ustadz Danu sepakat untuk menta'arufkan kamu dengan Zara, Dion."


"Hah, Ta'arupan Ummi? kok ngak minta pendapat Dion Ummi."


"Kalau nanya ke kamu, ya pasti kamu nya ngak mau kan? makanya Abi inisiatif sendiri, lagian yang nawarin duluan itu Ustadz Danu Dion, jadi Abi ngak enak untuk menolaknya," papar Ummi.


Dion berfikir sejenak, melihat anak-anaknya yang begitu menginginkan mereka kembali bersama dalam satu keluarga, Dion merasa iba, tapi rasanya semua itu tak mungkin terwujud, apalagi sepertinya Cahaya tak kan mau menerima nya kembali.


"Ayah selesai makan nanti, Ayah janjikan mau bawa Gea dan Geo menjenguk ibu di rumah sakit?" tanya Gea.


"Iya sayang, tapi Gea dan Geo istirahat dulu ya, Ayah juga harus isrirahat sebentar, nanti sore baru Ayah bawa kalian menemui Ibu."


Mendengar percakapan mereka, Ummi pun angkat bicara.


"Memang Amira sakit apa Dion ?" tanya Ummi.


"Ngak tau Ummi, sepertinya ia kecelakaan hingga kepalanya harus di perban."


"Oh, tapi keadaanya ngak apa-apa kan.?"


"Sepertinya ngak terlalu parah."


"Dion, kalau kamu ngantar anak kamu, kamu ngak boleh masuk ke kamarnya Amira, bagaimana pun juga hubungan kalian sudah putus, ingat Dion kamu harus jaga mata dan hati kamu, jangan sampai karna cinta, kamu melakukan hal yang engak-engak lagi."


"Makanya Ummi pengen kamu cepat nikah lagi Dion, Ummi juga ingin melihat kamu bahagia, ngak terus-terusan ingat Amira."


"Ia Ummi, terserah Ummi saja, tapi Ummi Dion kasihan dengan mereka, dampaknya pasti terasa pada Gea dan Geo nantinya, jika Dion menikah dengan wanita lain, mereka berharap Dion kembali pada Amira." bisik Dion di telinga Ummi.


Tapi ternyata Gea malah mendengar percakapan mereka.


"Oma, Gea ngak mau Ayah nikah lagi, nanti Gea punya ibu tiri, ibu tiri kan jahat Oma, nanti Gea di kasi makan nasi basi," ucap Gea dengan polos.


Ummi langsung mengangkat tubuh Gea dan memangkunya, "Ngak semua ibu tiri jahat sayang, banyak juga ibu tiri yang hatinya baik,"tutur Ummi.


Gea langsung turun dari pangkuan Ummi, "Gea ngak mau punya ibu tiri, kalau Ayah kawin lagi, Gea ngak akan mau kesini lagi," ia pun langsung ngambek dan berlari kekamar nya, Gea pun menangis.


Dion pun membujuk Gea, dan memeluknya.


"Gea jangan nangis ya sayang, Ayah janji Ayah ngak akan nikah selain dengan Ibu, karna Ayah cuma cinta sama Ibu," tuturnya sambil memeluk Gea dan Geo.


"Ayah janji ya, ngak akan nikah lagi, selain sama ibu."


"Ibu juga cuma cinta sama Ayah, cuma ibu malu saja," tutur Gea.

__ADS_1


Dion kaget mendengar penuturan Gea",Gea tahu dari mana sayang? "tanya Dion.


"Om Arkan yang bilang sama ibu, waktu di kamar, Gea pura-pura tidur waktu itu, jadi Gea denger deh pembicaraan Om Arkan sama Ibu."


"Gea anak seumur kamu, ngak boleh dengar orang dewasa ngomong ya, ngak boleh juga pura-pura tidur, itu namanya bohong, nanti dosa loh." ujarnya sambil mencolet hidung Gea.


Gea hanya mengangguk tersenyum.


Ya Allah, jika memang Cahaya hanya mencintaiku, luluhkan lah hatinya, agar ia bisa menerima ku kembali, demi anak-anak kami, batin Dion.


"Sekarang kamu tidur siang ya, nanti sore Ayah antar ke tempat ibu Ya."


"Iya Ayah, tapi Gea mau tidur di peluk Ayah."


"Geo juga"


"Iya sayang, Ayah akan selalu di samping Gea dan Geo."


"Terima kasih Ayah, Ayah janjikan Ayah ngak akan ilang lagi," kali ini Geo yang angkat bicara.


"Ilang emangnya Ayah ilang kemana?" tanya Dion sambil tertawa kecil, mendengar kepolosan Geo.


"Waktu Gea dan Geo masih kecil kan Ayah ilang, jadi Gea sama Geo ngak punya Ayah deh, " timpal Gea.


"Kalian ini seperti sudah besar saja, mana mungkin Ayah ninggalin anak Ayah yang pinter-pinter ini, Ayah akan jaga kalian sampai Gea dan Geo dewasa," tuturnya.


"Makasih Ayah," tuturnya memeluk Dion, Dion begitu terharu mendengar ucapan ke dua anaknya, ia pun mencium kening kedua buah hatinya itu, dan akhirnya Dion terlelap di samping mereka.


Sore harinya, mereka sudah sampai di rumah sakit, Dion membawa ke dua anaknya menuju ruang perawatan Amira.


Dan saat itu Dion bertemu Arkan di depan pintu.


"Om Arkan, " sapa mereka serentak.


"Eh ponakan om di sini, "ujar Arkan.


"Iya kita mau jenguk ibu," jawab Gea.


"Ibu ada di dalam, ibu pasti senang dengan kedatangan kalian, mari masuk om antar," ajak Arkan.


Gea menoleh kebelakang, ia pun menarik tanggan Dion.


"Ayah Ayo kita lihat keadaan Ibu," ajaknya.


Tapi Dion menolak untuk masuk, Dion khawatir Cahaya tak mau menerima kehadiranya.


"Ayah tunggu di sini saja ya, Ayah mau bicara sama Om Arkan."


"Iya deh," Gea melepaskan peganggan tanganya, dan masuk ke kamar menyusul Geo, sementara Dion hanya duduk di kursi tunggu yang berada tak jauh dari kamar Amira.


Melihat kedatangan kedua buah hatinya, Amira menjadi senang, "Hai sayang, kalian sama siapa ke sini?" tanya Amira.


"Sama Ayah Bu," jawab mereka serempak.


"Sama Ayah? Lalu Ayah dimana sekarang?"


"Di depan sedang ngobrol sama Om Arkan," jawab Gea.


"Ibu Gea kangen ibu cepat pulang ya," kata Gea sambil memeluk ibunya.

__ADS_1


"Geo juga, kangen", tambahnya.


"Ibu juga kangen sayang," ia pun memeluk kedua anaknya.


"Sebelum ibu pulang kerumah, kalian tinggal sama Ayah dulu ya."


"Ia Bu," jawab mereka serempak.


***


Arkan mendekati Dion dan duduk disamping nya, ia pun mengulurkan tangan kepada Dion, mereka pun berjabar tangan.


"Bagaimana keadaan Cahaya?" tanya Dion.


"Sudah membaik," jawabnya singkat.


"Oya, Dion apa aku boleh bertanya hal pribadi kepada mu?" tanya Arkan.


"Apa itu ?" tanya Dion.


"Dion gadis kemaren yang kau bawa dengan kursi roda itu pacar mu ya?" tanya Arkan.


"Bukan, dia teman SMA ku, dia mengidap leukimia, memang kenapa?" Dion balik bertanya.


"Sebernarnya aku tak ingin mencampuri urusan pribadi mu, tapi ini semua aku lakukan demi Gea dan Geo, mereka meminta ku agar aku bisa membuat kalian bersama lagi."


"Dion sejak kecil mereka selalu menanyakan keberadaan Ayah mereka kepada ku, mereka menanyakan keberadaan mu yang tak pernah ada disamping mereka, saat saat hari bahagia, seperti saat hari raya atau pun hari ulang tahun mereka."


"Aku tahu dari dahulu mereka selalu merindukan kehadiran mu, tapi mereka tak berani bertanya pada Amira tentang keberadaan mu, bukanya takut Amira marah, tapi mereka takut Amira bersedih, karna setiap kali mereka bertanya tentang sosok Ayah yang membuat mereka terlahir di dunia, wajah Amira berubah sedih."


"Dion jika memang kalian saling mencintai, kenapa tak kalian coba untuk membangun semua dari awal, demi anak-anak kalian," papar Arkan.


Dion menoleh kearah Arkan.


"Sebenarnya aku juga ingin seperti itu, tapi sepertinya, Cahaya tak menginnginkannya," jawab Dion.


"Dion aku yakin sekali Amira masih mencintai mu dan hanya mencintaimu, ia hanya tak bisa melupakan rasa kecewanya terhadapmu karna kesalahan yang kau buat di masa lalu mu."


"Dion aku bisa membantu mu untuk kembali bersama Amira, asal kau bersungguh-sungguh menjaga dan mencintainya."


"Apa menurut mu, penantianku selama hampir enam tahun itu hal yang main-main, jika aku tak bersungguh-sungguh, aku tak mungkin menantinya selama itu," jawab Dion.


"Ya,justru aku tahu itu, maka nya aku mau kau bersatu kembali dengan keluarga mu, semua demi si kembar dan demi Amira sendiri." paparnya.


"Kau ingin membantuku?"


"Bagaimana caranya?" tanya Dion.


"Begini caranya, "Arkan pun membisikan sesuatu kepada Dion, setelah mengerti dengan penjelasan Arkan Dion pun menganggukan kepalanya.


"Kalau gitu deal ya," kata Arkan kepada Dion, Dion pun menggangguk dan tersenyum dengan rencana Arkan, mereka pun berjabat tangan pertanda setuju.


Please :


🌷Like


🌷komemtar,


🌷vote

__ADS_1


Mampir juga di novel author yang lainya yang lebih seru dan sudah tamat loh.



__ADS_2