Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Oh Diary


__ADS_3

Amira sampai di rumahnya dan langsung menuju kamar Amanda, saat itu ia di temani Arkan, tanpa ragu, ia pun membuka Diary itu dan membaca nya.


...***Hari pertama masuk sekolah, saat pertama kami melaksanakan upacara bendera, aku berdiri saat sang surya menatap tajam dan menyilaukan mataku, karna teriknya mentari pagi itu, aku pun berteduh di samping cowok yang tubuhnya lebih tinggi, aku berada tepat di samping nya, karna merasa sinar matahari akan terhalau oleh bayanganya....


...Aku berada di samping nya, dan tak sedikit pun melihat wajahnya, tapi saat tanpa sengaja aku menyenggolnya, aku pun melihat wajah itu pertama kali, dan sejenak aku terbuai oleh cowok yang berpostur tinggi di hadapan ku, dan ku lihat name tagnya dengan Tulisan, Reziq Dion Putra....


...Seketika jantung ku berdetak kencang, saat matanya, melihat ke arah ku, tanpa senyum sedikit pun, wajahnya datar tanpa ekspresi, tapi justru itu membuat ku penasaran atas sikaf nya....


...Hari kedua bersekolah, aku semakin penasaran terhadapnya, aku beli Diary ini karna aku merasa kagum terhadapnya, akan ku tulis perasaan ku terhadapnya, karna aku yakin, aku tak kan mampu menyatakan perasaan ini kepadanya....


...Hari-hari berlalu, tapi mataku selalu menatap jendela yang ada di samping ku, disana lah aku sering melihatnya, ia dan teman-temanya selalu duduk di bangku yang ada di luar kelas, aku selalu memperhatikan gerak-geriknya, dari jendala itu lah aku selalu mengintainya, setelah satu minggu, aku baru tahu namanya....


... Dion, nama itu akan selalu ada di hati ku, di setiap doa ku, dan sebelum tidur ku, ku selalu menyebut nama mu, berharap aku bisa bermimpi tentangnya....


Amira membaca setiap bait dalam paragrap, seperti kisah cinta pada sebuah novel romansa, ia belum terpancing sama sekali


...Suara azan Zuhur terengar menggema merdu membahana, memenuhi seluruh kawasan sekolah dan sekitar nya, aku dan teman teman ku berhamburan menuju mushola yang ada di sekolah, aku pun semakin riang saat melihat siapa yang mengumandakan Azan,...


... Ternyata Dion, sura merdunya tak hanya membahana di angkasa, tapi juga di hati ku, bahkan aku tak mampu menolak pesonanya wajah nya, yang basah karna air wudhu, aku semakin kagum pada Dion....


... Dion memang menjadi idola di sekolah ku. banyak sekali cewek-cewek yang berniat mendekatinya, tapi ku rasa semuanya gagal, termasuk aku, aku hanya bisa menatap mu, dari kejauhan sambil berharap suatu saat nanti, kau akan menjadi imam ku....

__ADS_1


...Dion, entalah semua tentang nya adalah indah bagiku, aku selalu berharap bisa bersamanya dan menjadi mikiknya suatu saat nanti....


Amira menutup lembaran Diary itu, seperti nya itu hanya awal-awal persaan Amanda terhadap Dion.


Ia sendiri tak punya waktu untuk membaca lembaran demi lembaran buku tebal itu.


Ia pun membolak-balikan halaman berikutnya dan tetap sama semua tentang Dion, Amanda juga menulis emotikon cinta yang ada nama ia dan Dion di dalamnya, gambar hati yang di panah, yang mengisyaratkan rasa cinta nya terhadap Dion, tapi itu semua belum bisa membuktikan keterlibatan Dion.


ia pun menemukan sebuah lembaran yang menarik hatinya, Amira kembali membacanya.


...Hari ini aku sudah tak sanggup menahan perasaan ku terhadapnya, sudah hampir tiga tahun aku sembunyikan perasaan ini, aku terus saja menanti Dion mengutarakan isi hatinya pada ku, karna aku tahu Dion juga menyukai ku, aku tanpa sengaja sering melihat ia menatapku, dan kemudian tersenyum, aku tahu Dion punya perasaan sama terhadap ku, mungkin ia malu untuk mengutarakanya, aku pun coba paksa kan diri untuk mengutarakan perasaan ku, tapi apa yang kudapat, Dion tak menyambutnya dan bahkan menggantung nya....


...Waktu kelulusan sudah tiba, tapi ia masih saja acu terhadap ku, sedangkan aku masih mengharapkan perasaan itu berbalas tapi apa daya, sikafnya semakin dingin dan terkesan menghindar, sungguh Dion telah mematah kan hati ku, memupuskan harapanku, aku ingin pergi dan menghindar darinya, seperti dia menghindari ku, aku pun memutus kan kuliah di Medan dan tinggal di sana dan hari ini, aku akan berangkat, selamat tinggal Dion, semoga dengan menjauh dari mu, aku bisa melupakan mu....


...Hari pertama Di medan, Aku kaget dengan kedatangan Dion pagi ini di rumah ku, yang membuat ku terpuruk adalah, ia menyatakan cintanya kepada ku, tapi semua sudah terlambat, karna aku sudah memutus kan untuk pergi....


...Hari-hari berlalu Di Medan, banyak pria yang ku kenal, tapi tak satu pun seperti Dion di hatiku, sejauh langkah ku, sejauh tatapan ku, ku coba renungi kenapa perasaan ini tak pernah berhenti mengharapnya....


...Selalu ku tulis di Diary, ini setiap lafas cinta yang aku ucap hanya ada nama Dion, tak tergantikan sampai kapan pun, tinta ini, diary ini akan menjadi saksi, betapa aku masih menunggu mu Dion....


...Akan ku tulis ini, semua ungkapan rasa cinta dari yang aku pendam, sampai yang aku nyatakan secara terang-terangan, Diary ini akan jadi bukti cinta ku dan penantianku, akan ku hadiah kan pada mu, suatu saat nanti, di suatu malam, saat malam pertama aku sudah menjadi yang halal bagimu, ini adalah bukti tersurat cinta ku pada mu, aku percaya, jika kau tercipta hanya untuk ku, aku ingin bersama dengan mu, duduk menatap senja di beranda, dan bersama kita melewati hari tua, sungguh Dion, hanya kau yang ku ingin kan dalam hidup ini, aku cinta kau Dion, aku sangat mencintaimu, its true love, my lovely endless, i will tell to the word, i really love you, love you so much, i just want you, and only you, to be my husban, someday....

__ADS_1


Seketika Amira menutup buku itu, dan melemparnya, ia pun menangis dan memeluk Arkan yang ada di samping nya.


"Aku ngak kuat membacanya Kan, belum separuh, aku belum dapat buktikan apa pun, tentang Dion dan Amanda, tapi aku tak sanggup untuk melanjut kan nya," tuturnya menangis terisak.


Arkan berusaha menenangkan Amira, dengan mengusap pundaknya, "Ada apa sebenarnya Amira, apa Dion telah mengkhianati mu lagi" tanya Arkan.


Amira hanya menggeleng, "Aku ngak tahu tentang Dion, yang jelas, Amanda sangat menginginkan Dion, Kan, dan ku rasa sampai saat ini, dia masih menginginkanya, aku tak percaya, aku membiarkan wanita yang sejak dulu mencintai suami ku, tinggal bersama kami, bahkan aku sering meninggalkan mereka berdua, kan," tuturnya masih menangis.


"Amira, kau jangan pedulikan Amanda, kau mencari bukti tentang suami mu, bukan Amanda."


" Kau buka pada bagian akhir-akhir buku itu, saat ia tinggal bersama dengan kalian, mungkin di sana ada bukti yang mengungkap semua ini."


Amira pun mengangguk, ia kembali meraih buku yang sempat di campakanya, dan membaca pada halaman terakhir.


please


🍎like


🍎komen


🍎dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2