Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Rujuk


__ADS_3

Dion membawa Amira dalam mobil nya saat itu Amira terlihat pucat dan ia terus saja memegang kepalanya.


"Sayang kamu kenapa? " tanya Dion.


"Akhir-Akhir ini aku sering pusing Dion,"


"Kamu tuh sebenarnya harus istirahat total, ngak boleh banyak mikir dan ngak boleh capek juga, ini bukan pertama kalinya kena trauma di kepala kamu sayang," papar Dion.


Ia menarik tubuh Amira agar kembali bersandar pada bahu nya, dengan penuh kasih sayang ia mengusap lembut rambut Amira.


"Sayang kamu istirahat di rumah ku, biar aku temani, hari ini aku Off, nanti biar aku minta sama Arkan untuk bawa anak-anak kita kesana, "tambahnya lagi.


"Ia Dion terserah, kepala ku masih pusing, aku ingin tidur," jawabnya lemah.


"Kamu tidur saja, bersandar di dada ku."Dion masih membelai rambut Amira, dan dengan semudah itu ia terlelap.


Dion mengecup keningnya, ia merasa kasihan pada Amira yang selalu menderita.


Dion membawa Amira ke rumahnya, setelah sampai, ia turun dan membukakan pintu untuk Amira.


"Rumah siapa ini Dion?" tanya Amira.


"Ya rumah kitalah, meski masih di cicil, tapi ini hasil keringat ku sendiri," papar Dion.


"Masuk sayang," ia menuntun Amira untuk masuk ke dalam rumah sederhana itu.


Amira duduk di kursi yang ada di ruang tamu, ia melihat sekelilingnya.


"Aku beli rumah ini karna aku yakin, aku akan membawa kamu dan anak-anak kita kembali ke mari," tutur Dion.


"Kamu yakin sekali Dion, " Amira tersenyum simpul ke arahnya.


Dion duduk disamping Amira, "Yakin lah, Cahaya, aku ingin kita rujuk kembali," papar nya sambil mendekati Amira.


"Kau mau kan?" tanya Dion menatap mata Amira.


"Dion ini ngak semudah yang kau bayangkan, keluarga ku sudah menentukan hari pernikahan ku dengan Raihan." bantah Amira


"Sayang, sebenarnya itu ngak sesulit yang kau bayangkan, Sayang aku menjatuhkan talaq pada mu belum dua bulan kan?" tanya Dion.


Amira hanya mengangguk.


"Itu bearti kau masih dalam masa idahmu, dan kau tak bisa menerima pinangan orang lain, sebelum masa idah mu selesai."


"Sayang jika rujuk, kita tak perlu menikah lagi, karna ini adalah talaq pertama ku, kita bisa rujuk kembali sayang, asal kau mau penuhi satu syarat." ungkapnya meyakinkan Amira.


"Syarat apa itu Dion?" tanya Amira.


Dion membisikan sesuatu di telinga Amira.

__ADS_1


Amira tersenyum menatap Dion, "Semudah itu Dion?" tanyanya ragu.


"Iya tentu saja," jawabnya yakin.


"Jika memang seperti itu, kenapa kita harus kawin lari?" tanya nya.


"Aku baru tahu seperti itu, setelah konsultasi sama Abi ku, " jawabnya juur.


"Jadi kamu mau kan sayang, rujuk kembali dengan ku?" tanyanya kembali.


Amira mengangguk dan tersenyum malu.


"Ayo kalau gitu tunggu apalagi," tuturnya, ia pun membawa Amira kedalam satu ruangan, ia mengangkat tubuh Amira dengan kedua tanganya.


flashback


Dion menceritakan kepada Abi dan Ummi, tentang rencananya, yang ingin menikahi Amira di Jerman.


"Bi, Dion mau ke Jerman, mau menikahi Cahaya di sana," ujarnya.


"Menikah Dion, jika kalian masih sama-sama punya keinginan untuk kembali berumah tangga, ngak usah menikah Dion, selama masa idah, kamu bisa kembali ke istri kamu dengan cara rujuk."


"Bagaimana cara nya Bi?" tanya Dion.


"Kamu ngak tahu caranya Yon? aduh kamu bikin malu Abi yon, Anak ustadz tapi ngak tahu hukum nikah, giliran nikahnya tahu, ngucap ijab qobul lancar banget ngak pernah diajarin juga, giliran mau rujuk ngak tahu caranya," sahut Abi sambil bercanda.


Dion hanya nyengir,


"Ia Bi, itu kan masa lalu, ngak usah di ungkit Dion malu," kilahnya.


"Trus gimana caranya Bi?" tanya Dion.


"Gimana cara apanya Dion?" Abi coba ngeles.


"Cara apanya Yon? sudah lupa tuh," canda Abi ia pun tersenyum.


"Ih Abi sok-sok alai, pura-pura lupa"


"Cara bisa rujuk kembali?"


"Kasi tahu ngak ya?" sahut Abi yang coba mengoda Dion.


Sudah lama ia tak bercanda dengan putranya, karna kesibukan mereka masing-masing.


"Ah Abi bikin penasaran saja,"


"Yon, kalau mau rujuk itu gampang dan enak, caranya kamu ucapkan rujuk di saat kalin akan melakukan hubungan suami istri yang pertama kalinya setelah terucap kata talaq, ingat Dion harus di niat kan yang baik, karna segala sesuatu itu d tergantung niatnya. dan jangan lupa yon segala perbuatan baik, di mulai dengan membaca basmalah, " papar Abi.


"Gitu doang Bi, enak banget, "ujarnya.

__ADS_1


"Ya kalau niatnya baik, maka semua akan di mudah kan oleh Allah Dion, Abi juga bangga sama kamu, karna selama ini kamu mampu menjaga hati dan kehormatan kamu untuk tidak berzina, selama menunggu istri kamu, Allah pasti akan membalas lelaki yang menundukan pandanganya dan menjaga kehormatanya, semoga kali ini rumah tangga kalian langgeng sampai maut yang memisahkan," papar Abi.


"Amin Bi, terima kasih Bi atas pencerahanya." Dion pun memeluk Abi.


***


Setelah sampai di kamar Dion pun merebahkan tubuh Amira di ranjang, ia pun duduk di samping nya, Dion membelai rambut indah itu sebelum mencium keningnya, dengan pelan tapi pasti, setiap inci dari wajah kekasihnya itu ia kecup dengan lembut.


Dion menarik sedikit wajahnya agar ia bisa melihat kebahagian di wajah kekasihnya itu.


Dion memulainya dengan mencium lembut bibir Amira, sambil melepaskan satu persatu kancing kemeja yang di kenakan Amira, ia pun melepas penutup atas tubuh Amira.


Tangan Dion berhenti, ia kembali menyapu lembut setiap jengkal kulit halus itu seraya memikmati debar-debar indah irama jantung nya, nafas mereka beradu saling memburu, ketika semua tak tertahan lagi mereka pun melepaskan penutup yang melindungi tubuh mereka.


Sebelum tubuh mereka di persatukan dalam cinta dan lautan gelora asmara, dengan menyebut nama Tuhannya Dion mengucapkan kata rujuk di telinga Amira, setelah itu mereka pun melebur jadi satu kembali.


Kini mereka resmi rujuk kembali sebagai suami istri.


Dion berbaring lemas di samping Amira, tanganya masih menggenggam erat jari-jemari Amira yang terasa lemas, senyum mengemnang pertanda bahagia.


"Dion jika sudah seperti ini bagaimana aku memberi tahu keluarga ku nantinya?" tanya Amira yang masih bersandar di dada bidang suaminya.


"Ya beritahu saja apa adanya, lagian salah mereka sendiri menjodohkan wanita yang masih dalam masa idah," ujarnya pula.


"Bearti sekarang aku adalah nyonya dari dokter Reziq Dion putra?"


"Iya nyonya ku sayang. " Dion kembali menggeram, ia pun berkali-kali mencium wajah Amira dari kening hingga dagunya, betapa kerinduan itu sudah bertahun-tahun ia pendam.


Kini semua sudah menjadi nyata, harapan nya untuk kembali membina rumah tangga bersama Amira terwujut kembali.


Tinggal bagaimana mereka mempertahankanya, karna mempertahankan akan lebih sulit dari pada memperjuangkannya.


Dion masih mengusap kepala Amira," Masih sakit sayang?" tanyanya.


"Sudah mendingan," jawabnya.


"Ia dong kan sudah di suntik vitamin tadi," sambar Dion.


"Kalau mau hilang, mesti suntik vitamin sekali lagi tu," ujarnya menggoda Amira.


"Em..., itu sih maunya kamu, " Amira mencubit mesra perut Dion, mereka pun saling memeluk mesra, perasaan bahagia kembali menyelimuti keduanya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan atas part ini, Author hanya manusia biasa, jika ada kesalahan mohon tulis di kolom komentar, serta kan like nya juga, biar author semangat.


Mampir juga di novel Author yang lain, kisah cinta segitiga yang mengharukan, penuh komplik dan kisah yg menuai air mata dengan judul:


Ketika Takdir menyatukan aku dan mereka

__ADS_1



__ADS_2