Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Dalam perjalanan


__ADS_3

Di dalam mobil, dalam perjalanan pulang.


"Kan, kamu ketemu Amanda tadi di mana?" tanya Amira, tapi Arkan tak menjawab, ia sepertinya melamun.


"Kan, kamu tadi ketemu sama Amanda dimana?" tanya Amira lagi, kali ini dengan suara yang agak keras, hingga membuat Arkan kaget.


"Kenapa Mira, kamu tanya apa tadi?" tanya nya kembali.


"Sudalah Kan, ngak usah di bahas, lagian kamu kenapa sih Kan, kok kayaknya kamu beda banget sama Arkan yang aku kenal selama ini?" tanya Amira.


"Kamu merokok Kan ?" tanyanya lagi.


"Iya, aku ngak tahu lagi bagaimana cara mencari keberadaan Diah, aku sudah menyusulnya keJakarta, tapi tentu saja itu sia-sia, Jakarta itu luas, lalu bagaimana cara mencarinya lagi, aku sudah coba melacaknya dari akun media sosialnya, tapi selama seminggu ini ngak ada pembaharuan, malahan semua foto kebersamaan kami, sudah di hapus olehnya," papar Arkan.


"Minggu depan Mama dan Papa sudah tiba di Indonesia, sedangkan aku, aku belum berani mengatakan kepada mereka, bahwa pernikahan ku batal, hanya saja perjanjian ku dengan WO aku pendding sampai waktu tertentu, aku strees Mira," papar nya.


"Itu sebabnya dua hari ini kamu ngak masuk kerja, kok kamu ngak cerita sama aku sih Kan, kita kan saudara Kan, " Amira.


"Aku tahu Mira, kamu mudah stress, apalagi sekarang kamu penderita darah tinggi dan sedang hamil pula, jadi aku ngak mau menambah beban mu," ungkapnya.


"Ah, Arkan, kamu ngak usah sungkan gitu Kan, aku juga ingin membantu mu," papar Amira, sambil memeluk sepupunya itu.


"Aku putus asa, hampir dua hari aku mencari keberadaan nya, siang dan malam, tapi aku juga ngak ketemu, dan sekarang aku sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaanya, aku harus menemukan Diah, sebelum Mama dan Papa ku datang," tuturnya dengan sedih.


"Ya sudah Kan, semoga kamu cepat menemukan Diah,"


"Lalu bagaimana dengan Mirna ?" tanya Amira.


"Aku sudah beri perumpuan itu ultimatum, aku bilang padanya, jika ia bisa membuktikan bahwa anak yang ia kandung adalah anak ku, maka aku akan bertanggung jawab, tapi jika, ia tidak bisa membuktikanya, maka aku akan menuntutnya dengan tuntutan perbuatan tidak menyenangkan, dan pencemaran nama baik, akan ku paksa ia meminta maaf atas pihak yang telah di rugikan, terutama pihak keluarga Diah, dan keluarga kita Amira," paparnya lagi.


"Bagus itu Kan, orang seperti dia, harus di tindak tegas, karna akibat dari perbuatanya sangat fatal," tutur Amira.


Trett, treet, suara panggilan masuk dari handphone Amira.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Yah," sapa Amira.


"Wa'alakum salam, ibu di mana, Ayah ke kantor kok ngak ada?" tanya Dion.


"Ibu ke pabrik dan sekarang menuju pulang, ibu bersama Arkan, ibu langsung pulang ke rumah kita Yah," Amira.


"Kok ngak kerumah Ummi saja Bu, kan Gea dan Geo di sana?" tanya Dion.


"Ibu mau beres kan barang-barang Amanda Yah, Amanda memutuskan untuk pulang, ia enggan melanjutkan pengobatanya," tutur Amira.


"Oh, kalau gitu, Ayah jemput kamu di rumah, "


"Iya Yah, jangan lama ya Yah, ibu udah kangen," tuturnya bercanda.


"Ah bisa saja ibu nih, bikin Ayah pingin terbang biar cepat sampai." Dion.


"Iya yah, jangan ngebut Yah, ibu ngak kemana-mana, hati-hati di jalan Yah, Assalamualaikum," ia pun menutup telponnya.


Mendengar percakapan mereka Arkan langsung membuka suaranya.


"Kan, ternyata untuk mendapat kebahagian itu harus melalui penderitaan, kamu tahu sendiri bagaimana aku dan Dion melalui semua ini, percaya lah Kan jika sudah jodoh, ngak akan lari kemana, meski kau sudah lari ke eropa, tetap saja kembali ke Indonesia, karna memang sudah takdirnya, sudah jodohnya, apalagi jika hanya beda kota,"


Arkan tersenyum kearah Amira, Trus jika kamu percaya pada jodoh dan takdir cinta kalian, kenapa kamu masih meragu kan cinta Dion?" tanya Arkan.


"Entalah Kan, mungkin karna aku pernah kecewa terhadapnya, jadi aku masih ragu, apalagi ternyata Amanda adalah cinta pertamanya, Amanda lebih mengenal Dion dari pada aku Kan," tuturnya.


"Aku tak tahu apa yang mereka lakukan di belakangku, Kan" tutur Amira.


"Kalau begitu mengapa kau tak mencari tahu saja, kenapa tak kau tanya kan langsung pada Amanda," Arkan.


"Iya, tadinya aku mau tanya tentang hubunganya dengan Dion, aku ingin bicarakan ini kepadanya dari hati ke hati, tapi aku takut, aku takut menerima kenyataan, bagaimana jika mereka ternyata bermain di belakang ku, aku takut jika harus kehilangan suami ku Kan, saat ini aku sudah bahagia bersama Dion, tapi aku masih ragu terhadapnya," papar Amira.


"Aku kasihan pada Amanda, tapi aku tak kan pernah memaafkanya, jika terbukti dia mengkhianati kepercayaan ku, begitu pun Dion, jika sampai terbukti dia mempermaikan ku lagi, maka kali ini aku akan berpisah denganya untuk selamanya," ucapnya dengan sungguh-sungguh, perlahan Amira menitikan air matanya.

__ADS_1


"Sudah lah Mira, cukup aku yang bersedih, aku tak ingin melihat mu menderita lagi, kau percaya saja pada Dion, aku yakin kali ini dia tak kan mengulangi kesalahan yang sama," bujuk Arkan.


"Tapi keraguan ini selalu menghantuiku, aku benar- benar tak tenang, jika semua belum terungkap," paparnya lagi.


"Kau juga salah Amira, kau biarkan orang lain memasuki rumah tangga mu, bukanya kau lihat sendiri, Amanda itu cantik, muda, bagaimana jika dia yang merayu suami mu, seperti kejadian masa lampau." Arkan.


Amira hanya diam.


"Dan lagi pula kau terlalu baik, jika kau curiga padanya, kenapa kau menyanggupi pengobatanya, bagaimana jika ia terbukti sebagaimana dugaan mu, apa kau bisa mengiklaskanya"


"Tapi aku kasihan padanya Kan," tuturnya pula.


"Dan aku sudah berjanji akan membiayai seluruh pengobatanya," tambah Amira lagi.


Arkan, menghempaskan nafas beratnya.


"Terserah pada mu saja Mira," Arkan.


"Aku tahu sesuatu yang mungkin bisa menggungkap kecurigaan ku, Diary Amanda, aku menemukan foto Dion di sana," ucapnya dengan yakin.


"Apa kau yakin, kau akan sanggup menerima kenyataan nya, jika kau mengetahui kebenaranya?" tanya Arkan


"Harus bisa, ini semua demi hubungan ku dengan Dion, aku sering marah-marah terhadapnya, saat aku merasa kecemburuan itu muncul, jika suami ku berkata benar, maka aku akan minta maaf padanya karna karna selalu meragukan nya," Amira.


"Lalu bagaimana jika ia berbohong, apa kau akan pergi darinya lagi?" tanya Arkan.


Amira hanya diam, perlahan bulir bening menetes di sudut mata nya.


"Aku yakin, aku bisa mengatasi semua nya Kan," tuturnya yakin.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa untuk tetap setia dengan kisah cinta mereka, karna ngak lama lagi novel ini akan tamat.

__ADS_1


Pastikan tetap mendukung author ya, dengan like, komen dan vote nya.


terima kasih.


__ADS_2