
Mami masih shok mendengar cerita Yunita, tentang pernikahan Dion dan Tyas, Ia juga memahami perasaan keluarga Tyas.
Mami dan Papi berencana untuk mengunjungi Ilham di polres, karna untuk sementara, Ilham jadi tahanan penitipan di sana, sambil menunggu BAP, dan perkembangan kasusnya.
Ilham senang karna kedatangan kedua orang tuanya,
"Mami, tolong bebas kan Ilham Mi, Ilham ingin melakukan akad nikah dengan Tyas." Ilham langsung memohon kepada Mami.
Mami hanya diam sambil meneteskan air matanya.
"Kenapa kamu lakukan ini Ham, Mami dan Papi kecewa sama kamu Ham?" Mami masih terlihat sedih.
"Maafkan Ilham Mi, Ilham hanya ingin mengumpulkan uang yang banyak, untuk melamar Tyas, Ilham terlalu cinta sama Tyas, Mi, Ilham hanya tak ingin kehilangan Tyas, maka Ilham lakukan semua ini." tutur Ilham dengan mata yang berkaca-kaca.
Mami kembali menangis mendengar penuturan Ilham.
"Mi, Mami tolong bebaskan Ilham Mi, Mami bisa memberi jaminan kepada Ilham, Ilham ingin pulang dan melanjutkan akad nikah dengan Tyas," mohon Ilham kembali.
Mami semakin menangis, bagaimama ia bisa menceritakan semua kepada Ilham.
Mami menarik nafas panjang, setelah mengatur nafasnya, Mami berusaha bicara yang sejujurnya kepada Ilham, "Ham, Tyas sudah menikah dengan Dion," ucap Mami terbata-bata.
Seketika Ilham mematung, ia tak dapat bergerak, tubuhnya terasa lemas, bagaimana bisa, ia melakukan pemerkosaan terhadap Tyas, agar Tyas tidak menjalin hubungan dengan Dion, tapi setelah begitu banyak pengorbanan, yang ia lakukan, Dion malah menikahi Tyas.
Ilham menangis seperti anak kecil kehilangan permenya, Ilham berteriak, hingga membuat penghuni yang lain terganggu, kemudian datang seorang polisi yang menghampiri mereka.
"Ada apa ini? kenapa berisik sekali?" tanya Polisi kepada Mami.
Mami hanya bisa menangis, melihat Ilham yang membenturkan kepala nya ke dinding.
"Sudah Ham, sudah Ham, jangan siksa diri mu Nak!, "seru Mami dan Papi.
Polisi langsung membuka pintu tralis besiu dan bermaksud menghentikan tindakan bodoh Ilham.
"Cukup," Ia pun menarik tubuh Ilham agar menjauh dari dinding, Polisi itu langsung memborgol tangan Ilham, untuk mencegah perbuatan Ilham yang lebih nekat lagi.
***
Para perias pengantin sudah tiba, mereka langsung menuju kamar pengantin, dan di sana sudah menanti Tyas denga hati senang.
Sementara Dion, dari tadi dia hanya terpaku di samping tempat tidur, apa yang akan terjadi selanjutnya, Dion semakin gelisah, tak kala Mami belum juga datang, Dion takut Mami akan menceritakan semuanya kepada Ummi, dan Ummi pasti akan menceritakan kembali pada Cahaya, batinya.
__ADS_1
Resepsi sebentar lagi akan di mulai, pasangan pengantin, kini menuju pelaminan, para tamu undangan pun perlahan menghampiri mereka.
Banyak yang heran, di dalam undangan tersebut, nama pengantinya Tyas dan Ilham, tapi kenapa di pelaminan Tyas bersanding dengan orang lain, apalagi suami nya terlihat lebih muda dan lebih ganteng dari pada Ilham.
Tentu yang paling kepo adalah teman-teman Tyas, selain mengucapkan selamat kepada Tyas, yang kini di pelaminan, mereka juga menanyakan bagaimana Ilham bisa berubah jadi seganteng itu.
"Selamat ya Tyas," ucap Santi dan teman-teman akrab Tyas.
"Terima kasih ya," jawab Tyas dengan perasaan bahagia, mereka pun cupika-cupiki,
"Tyas, gimana caranya bikin Ilham jadi ganteng seperti ini?" tanya mereka heran, dari mana Tyas mendapat suami seganteng mempelai Pria yang berada di samping mereka, bahkan di kampus, meski sudah di ubek-ubek sampai tujuh turunan, mereka ngak akan nemu, cowok seganteng mempelai pria yang berada di samping mereka.
"Ada deh, " jawab Tyas, dengan senang bercampur bangga.
Tapi Tyas, yang bikin kita-kita ngak habis pikir, Ilham kok bisa jadi seganteng itu sih, ujar salah seorang dari mereka, sambil melirik pengantin pria nya.
Tentu saja mereka heran, dari mana Tyas bisa mendapat suami, setampan Dion. Bahkan di kampusnya saja, tak ada pria yang lebih ganteng dari mempelai pria yang di samping Tyas.
Dion
"Tyas, yang kayak gini masih ada ngak stocknya?" tanya salah seorang teman Tyas, yang begitu terpesona melihat Dion.
Mereka pun rebutan untuk bersalaman dengan sang manten pria.
Tentu saja, Dion tak mau menyentuh secara langsung yang bukan mahramnya.
Ia hanya merapatkan kedua telapak tanganya dan menaruh di depan dadanya.
Sikaf Dion yang seperti itu, malah menambah kekaguman mereka terhadap Dion.
Meski kecewa, mereka cukup merasa bahagia, karna seperti melihat bintang yang paling terang di kegelapan malam.
Tak hanya itu.
Berbagai kejadian unik pun terus menghampiri Tyas dan Dion, yang berada di pelaminan.
Para ibu dan remaja putri, penggemar drakor langsung histeris saat berhadapan dengan Dion, mereka mengira Dion salah satu aktor korea yang jadi dambaan mereka.
Mereka pun langsung memeluk Dion tanpa permisi, mencium nya secara brutal, ada juga yang memeluk Dion, kemudian menangis, dan tak mau melepaskanya.
__ADS_1
Pesta tersebut sedikit kacau, Dion hampir terluka, beruntung tak lama kemudian keadaan bisa di kendalikan.
Resepsinya pun kembali di lanjutkan, dengan pengawasan lebih di perketat.
Alice sudah tiba di tempat resepsi, ia pun keluar dari mobil dan berusaha mencari keberadaan Dion.
Alice coba menghubungi Dion, tapi telpon nya tak di angkat.
"Aduh gimana ya, aku kan ngak kenal dengan yang menikah, aku kesini juga karna undangan dari Dion." Alice bicara pada dirinya sendiri.
Setelah cukup lama celingak-celinguk di depan rumah Tyas, Alice pun memutus kan untuk masuk, dan mencari keberadaan Dion.
Setelah mengisi buku tamu, Alice pun masuk, ia masih tak memperhatikan pasangan pengantin yang berada di pelaminan.
Alice sibuk mondar mandir mencari keberadaan Dion, ia pun berjalan ke arah depan, dan Alice pun terpaku pada pandangan nya di atas pelaminan.
Alice mengucek matanya, mungkin ia salah melihat, tapi setelah di perhatikan pria di pelaminan itu mirip sekali dengan Dion.
Tak percaya, Alice semakin melangkah maju, semakin ia maju, semakin ia tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Alice terus berjalan hingga ia naik di atas pelaminan, Alice tak perduli, saat semua mata kini tertuju padanya.
Alice berjalan terus tanpa bersalaman dengan orang tua dari pihak mempelai yang juga ada di pelaminan.
"Dion! " bentak Alice, tak percaya, tapi ini terjadi, Dion kini berada di atas pekaminan bersama pasanganya.
Dion kaget karna reaksi Alice yang sedikit mengagetkanya.
"Dion, tega sekali kamu Dion," ucap Alice, ia pun menangis.
"Kamu bilang kamu, setia, tak ingin menikah lagi Dion, tapi kenyataanya, kamu menikah Dion, malah kamu sengaja membuat undangan palsu untuk nengelabui ku Dion, tega sekali kamu Dion, kau berbohong pada ku, dan kau hancurkan hati ku seperti ini Dion," tangis Alice di depan pelaminan.
"Tapi Alice, aku bisa jelaskan," kata Dion, berusaha untuk menenangkan Alice.
Tapi Alice sudah terlanjur marah, sedih dan kecewa, ia pun berlalu dan dengan emosi, Alice merusak beberapa properti milik WO yang di sewa keluarga Tyas.
Suasa semakin kacau saat kedatangan Alice.
Keluarga Tyas pun menanggung malu, karna mereka mengira Tyas merampas Dion dari Alice.
Selain itu, mereka juga harus menanggung kerugian dari pihak WO karna Properti mereka telah di rusak Alice.
__ADS_1
Dan Tyas, yang tadinya bahagia, langsung menangis, dan langsung menuju kamarnya, begitu pun Dion.