
Ratna dan Dyah mendekati Amanda yang tertidur pulas.
Melihat wajah Amanda yang seperti itu, Dyah menitikan air matanya.
Tapi Rarta justru mengkrut kan kening.
"Mas Arkan," panggil Amanda lirih dalam tidurnya.
Amanda meraba-raba dengan tangannya dengan mata yang terpejam untuk mencari keberadaan Arkan.
Mendengar panggilan lirih istrinya kepadanya, Arkan langsung menghampiri.
"Iya sayang," sahutnya sambil menyentuh tanggan Amanda, sebagai isyarat jika Arkan ada di samping nya.
"Mas, jangan pergi dari Manda ya," ucapnya dengan mata terpejam, seketika air mata Arkan kembali mengalir.
"Ngak sayang, Mas Arkan tidak akan pernah meninggalkan kamu, Mas Arkan akan selalu ada bersama kamu di sini," ucapnya sambil memeluk Amanda.
Ada bulir bening di sudut mata Amanda meski matanya terpejam, Amanda sepertinya tahu, jika sang ibu mertua ingin membawa Arkan dari sisinya.
Amanda memeluk Arkan, seolah tak ada yang boleh merebut suaminya, dengan tangan gemetar ia berusaha merangkul Arkan, tanpa kata-kata, tapi sangat terlihat israrat dari Amanda, jika ia tak mengijinkan suaminya pergi, mungkin Amanda mendengar pembicaraan antara Ratna dan Arkan.
Amanda tak berdaya, untuk bicara dan membuka mata saja ia tak sangup, meski begitu, ia berusaha mempertahan kan suaminya dengan sisa tenaga yang ia punya saat itu.
Amanda merangkul Arkan seolah tak ingin di pisahkan dari suaminya.
Air mata Arkan semakin deras melihat Amanda
Semakin lama berada di tempat itu, semakin deras air mata yang mengalir di pipinya, Dyah tak sanggup melihat Amanda yang tak berdaya, tapi ia tetap kukuh tak ingin menyerah untuk mempertahan kan suaminya.
Dyah keluar dari kamar tersebut, seketika tangisnya pecah.
Beberapa menit waktu di habiskanya untuk menangis dan meratap.
"Iblis seperti apa yang bisa menyakiti wanita yang sedang tak berdaya, aku tak mungkin merebut Arkan darinya, aku tak ingin dan aku tak kan sanggup melakukan hal itu," kata Dyah pada dirinya sendiri.
Ia pun kembali menangis, melihat penderitaan Amanda, Dyah menjadi iba, ia pun bersedih dan turut berduka dengan apa yang terjadi pada Amanda.
Dyah menyesali sikafnya nya yang terlalu egois," Jika Mas Arkan menikahi Amanda, bukan salah Mas Arkan, tapi salah diriku sendiri, yang tak percaya padanya dan semudah itu aku meninggalkanya, jika aku mencintai Mas Arkan, harusnya aku percaya padanya," tuturnya menangis menyesali dirinya.
Dyah menyandarkan diri kedinding, kali ini ia menjadi dilema, di satu sisi keluarganya sudah mempersiapkan acara akad nikahnya dengan Arkan, dan satu sisi ia kini justru tak sanggup merebut Arkan dari wanita yang tak berdaya seperti Amanda.
__ADS_1
Ratna keluar dan menghampiri Dyah, "Dyah kamu kenapa sayang?" tanya Ratna yang melihat Dyah menangis terisak.
"Ngak Ma, Dyah ngak sanggup jika harus merebut Mas Arkan dari Amanda, pernikahan ini di batalkan saja," katanya pada Ratna.
"Loh ngak bisa gitu dong Dyah, sudah dua kali kamu membatalkan pernikahan ini, apa kata orang terhadap kamu Dyah, keluarga kamu pasti juga akan kecewakan, dan ingat Dyah kamu pasti jadi bahan gunjingan masyarakat, karna sudah dua kali kamu gagal menikah."
"Persiapan sudah matang, tenda juga sudah terpasang di rumah kamu, masa iya sih kamu mau membatalinya gitu aja," Ratna.
"Tapi Ma, bagaimana dengan Amanda?" dia pasti akan terluka," sahut Dyah.
"Begini saja, kalian tetap melakukan acara ijab qabul, setelah itu biarkan Arkan mengurusi Amanda, dan Amanda jangan sampai tahu jika kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, dengan begitu kamu juga ngak akan malu," sarannya.
Dyah menatap kearah Ratna, "Apa Mas Arkan akan setuju Ma?" tanya Dyah sambil menghentikan isak tangisnya.
"Tentu dong sayang, sudah kamu ikuti saja Mama, pasti rencana mama yang terbaik," katanya sambil merangkul pundak Dyah.
Mereka pun pergi dari tempat itu.
Di dalam mobil,
"Dyah kamu mau minta apa dari mama, sebagai hadiah dari pernikahan kamu,?" tanya Ratna.
Dyah tersenyum kecut, "Mas Arkan itu adalah hadiah yang terbaik, dengan merestui pernikahan kami, Dyah sudah sangat bahagia, Dyah semakin yakin jika Mas Arkan adalah jodoh yang terbaik untuk Dyah," jawabnya datar.
Melihat Dyah yang diam, Ratna pun kembali mencari cara untuk terus mempengaruhi pikiran Dyah.
Apa pun caranya aku harus membujuk Dyah agar mau menikahi Arkan, kasihan Arkan, karna Amanda anakku satu-satunya harus menderita,
"Dyah kamu harus yakin dong, tunjukan jika kamu juga mencintai Arkan, kamu ngak boleh nyerah begitu saja, jika kamu menyerah kamu tak hanya mengecewakan keluar dan orang tua kamu, tapi juga keluarga Mama Dyah, dan jika kamu membatalkan pernikahan ini lagi, dengan sangat terpaksa Mama harus mencari wanita lain untuk Arkan," ancam Ratna.
Dyah kaget mendengar perkataan Ratna barusan, tentu saja Dyah panik, ia sudah terlanjur cinta pada Arkan, Dyah tak ingin kehilangan Arkan untuk kedua kalinya.
Dyah kembali mempertimbangkan keputusannya, dan semakin menimbang, ia semakin merasa dilema.
Tak ada satu pun keputusan yang membuatnya benar-benar yakin jika itu adalah pilihan terbaik.
Dyah masuk kerumahnya dan di sambut hangat oleh keluarganya, tapi berbeda dengan Dyah, sambutan hangat dari keluarganya justru membuatnya semakin binggung.
"Dyah kenapa wajahmu seperti itu sih?" tanya Tantenya.
"Ngak kok tante, Dyah capek, Dyah istirahat dulu ya," ucapnya sambil masuk menuju kamarnya.
__ADS_1
Hari pernikahan tinggal beberapa hari lagi semua perencanaan sudah matang, meski hanya prosesi ijab qabul, tapi keluarga besar Dyah dan Orang tua Arkan memutuskan untuk menggundang banyak tamu dan orang-orang penting, maklum saja keluarga besar Arkan adalah orang yang terpandang.
Dyah terpuruk di atas tempat tidurnya, keadaan semakin membuatnya binggung.
"Dyah, kamu kenapa? tanya ibunya sambil menghampiri Dyah yang menangis di sudut kamarnya.
Dyah coba menghapus air matanya, meski coba untuk di tutup-tutupi tetap saja terlihat jika saat itu ia sedang berada dalam sebuah dilema.
"Ada apa sebenarnya nak?" tanya ibunya .
"Bu Dyah binggung ma, apa harus meneruskan pernikahan ini, atau kembali membatalkanya?" ucapnya denga lirih.
"Tapi kenapa di batalkan sayang?" tanya sang bunda.
"Ternyata Mas Arkan sudah menikah bu, dan istrinya seorang penderita kanker stadium akhir, Ma"
"Hah," saking kagetnya ia sampai menutup mulutnya, Jika dia sudah menikah, lalu kenapa, ibunya melamar kamu Dyah?"
"Karna Mamanya Mas Arkan ngak setuju jika Mas Arkan terus mengurusi istrinya yang sakit ma, Mamanya Mas Arkan ingin mas Arkan bahagia, ia ingin Arkan menikah, agar ia bisa mempunyai cucu segera," papar Dyah.
"Dyah binggung Ma, melihat istri Mas Arkan, jujur Dyah ngak tega, wanita itu hampir tak berdaya melawan penyakitnya, mungkin hanya karna kecintaanya pada Mas Arkan yang bisa membuatnya kuat, lalu apa pantas Dyah merebut sesuatu yang paling berharga dari seorang wanita yang tak berdaya Ma?" Dyah langsung menghambur memeluk mamanya, iya pun menangis terisak.
"Jika memang begitu, lalu kenapa kamu binggung sayang?" kita undur saja pernikahan kamu, jika alasanya seperti itu, maka pihak keluarga kita, pasti akan mengerti"
"Mama justru bangga sama Arkan, meski istrinya sakit-sakitan, tapi ia sangat setia dan menyayanginya, Mama yakin kamu pasti berjodoh denganya, hanya waktunya saja belum tepat,"
"Dengar Dyah, wanita terhormat tak akan merebut milik orang lain, apalagi jika wanita itu sedang tak berdaya, bukanya kita pernah mengalami semua ini nak, kamu bahkan sangat menderita, karna Ayahmu lari dengan wanita lain dan menelantarkan kita, kamu sendiri pernah berjanji tak akan merebut suami orang kan?," tutur sang ibu.
"Tapi Ma, jika Dyah tak menikah dengan Mas Arkan, Mamanya mas Arkan akan menjodohkan Mas Arkan kembali dengan wanita lain."
"Jodoh tak kan kemana, yang terpenting kamu berada di jalan yang benar, sesuatu yang di paksakan, tak akan membuahkan kebahagian, tutur sang Mama.
"Jadi maksud Mama. kita tunda saja pernikahan ini ?" tanya Dyah.
"Apa Mama tidak merasa malu Ma?" tanyanya lagi, semakin ingin yakin.
"Ngak Nak, justru kalau kamu memaksakan pernikahan ini, mama yang akan malu, karna kamu menjadi pelakor dari seorang wanita yang tak berdaya."
Dyah pun lega, ternyata ibunya lebih mengerti keadaanya.
Nah, giliran Ratna nih, mau ngak dia membatalkan pernikahan ini ya, berikan komentar kalian.
__ADS_1
dukung author. dengan like, komen dan vote.
Author ada yang baru nih, kunjungi instragam Autor, lucyv146, di sana tempatnya author kece noveltoon membuat video singkat dari novel mereka, di jamin bikin baper parah, visualnya ada dari film drakor, film india, dan dari negri sendiri juga ada, mau dong novel favorite kamu di bikin video singkatnya, author tunggu ya kehadiranya, jangan lupa di follow biar ngak ketinggalan video2 barunya.