
Amira merasa pusing dan mual,iya pun berlari kekamar mandi dan memuntah kan nya.
Dion yang melihat keadaan tersebut langsung menghampiri nya.
"Cahaya kamu kenapa ?" tanya Dion khawatir.
"Aku merasa pusing Dion, mungkin masuk angin," jawab Amira.
"Ya, sudah kamu istirahat dulu ya."Kemudian Dion membawa Amira di atas kasur.
Ummi kemudian datang memeriksa Amira.Ummi curiga jika Amira hamil iya pun membawa nya ke bidan praktek swasta.
Setelah melalukan hasil uji urin, ternyata Amira memang positif hamil, antara senang dan bimbang Ummi merasa kan perasaan yang berlawanan.
Dion dan Amira memang sudah menikah tapi mereka belum syah secara undang undang.
Belum lagi Ummi belum mempublikasi kan pernikahan mereka,Ummi takut semua akan menjadi fitnah nanti nya.
Setelah di periksa lebih lanjut ternyata Amira baru dua minggu mengandung. Ummi pun merasa lega karna Dion dan Amira menikah sudah sebulan yang lalu.
Dion dan Amira merasa senang dengan berita tersebut, dan mereka langsung memberi tahu kedua orang tua Amira.
Sementara Ummi binggung bagaimana cara nya memberitahu masyarakat sekitar tentang status Dion.
Setelah berkompromi dengan Abi, mereka akhir nya akan menyelenggarakan syukuran pernikahan putra mereka.
Dion dan Amira memang belum sempat untuk mengadakan resepsi pernikahan mereka, mereka juga belum mendaftar kan pernikahan putra mereka, mengingat Dion yang masih belum cukup umur.
Ummi dan Abi pun mengundang tetangga sekitar dan tokoh masyarakat di sana. setelah sholat isya para tamu sudah datang memenuhi rumah mereka.
Ummi dan Abi memperkenal kan Amira kepada para undangan yang hadir sebagai menantu nya.
Dan kebanyakan mereka kaget karna Dion secara mendadak telah menikah, berbagai spekulasi pun bermunculan.
Fitnah dan tudingan terhadap keluarga Ummi pun mulai menyebar dari mulut ke mulut.
Mereka menuduh Dion telah menghamili seorang gadis kemudian menikahi nya. Dengan cepat issu itu pun menyebar,bak angin kencang yang berhembus dan banyak juga orang yang mempercayai berita tersebut.
__ADS_1
Dampak dari fitnah tersebut sangat terasa pada pada Ummi ketika iya menghadiri majelis taklim dan di undang sebagai penceramah.
Ummi berdiri di antara ibu- ibu majelis taklim. Ummi pun memulai tausiah nya namun di tengah tausiah tersebut ada seorang ibu-ibu yang memotong ucapan Ummi.
"Ummi jangan cuma bisa ngomong, ceramah sana- sini, tau nya anak nya yang ngak benar," ujar seorang ibu-ibu yang terdengar geram dengan tausiah Ummi.
"Maksud nya apa bu?" tanya Ummi tak mengerti.
"Ala, belagak ngak tahu, kami tahu kok anak Ummi si Dion itu kan menghamili seorang gadis kemudian menikahi nya, hanya untuk menutupi Aib,"ucap ibu tadi pada Ummi.
"Astafirullah,Ibu itu ngak bener bu,"ucap Ummi kaget.
"Kalau ngak benar, kenapa Dion nikah dengan tiba-tiba," ucap ibu tersebut.
"Bu, justru saya ngak mau anak saya berbuat demikian maka, saya menikah kan nya dengan segera."
"Ala alasan saja Ummi, udah keciduk baru menikah," ucap salah satu dari mereka lagi dan itu membuat Ummi semakin terpojok.
"Ummi, kami ngak mau Ummi salma yang memberi tausiah," ujar seorang dari mereka, kepada Ummi Annisa.
"Ibu, sebagai seorang muslim kita ngak boleh saling menghujat. Sebaik nya kita selesai kan dengan musyawarah."
"Kita beri kesempatam kepada Ummi salma untuk menjelas kan semua nya," ujar ummi Annisa kembali.
"Silah kan di jelaskan Ummi salma agar tidak ada fitnah lagi dan keluarga Ummi menjadi tenang kembali," tambah Ummi Annisa.
"Ibu, saya menikah kan Dion dengan Amira, karna mereka saling mencintai. Selain itu Amira mengalami insiden saat perjodohan nya."
"Dion begitu terluka saat Amira mengalami koma,iya tak sedetik pun meniggal kan Amira yang sedang koma."
"Dari itu lah saya berpikir untuk menikah kan mereka saat Amira masih berada di rumah sakit, itu semua agar anak saja terjaga dari perbuatan zina."
"Dan sekarang Amira sedang mengandung dua minggu, dan mereka telah menikah sebulan yang lalu, jadi tidak benar jika menantu saya hamil di luar nikah," ujar Ummi dengan tenang menjelas kan.
Para ibu-ibu pun berbisik-bisik ada yang langsung percaya,tapi ada pula yang mengingkari nya.
"Nah ibu,Ummi salma telah menceritakan persoalan sebenar nya, jadi tidak baik bagi kita berprasangka buruk terhadap sesama kita."
__ADS_1
"Saya harap hari ini kita dapat pelajaran dari peristiwa tersebut."
"Dan saya harap ibu meminta maaf pada Ummi Salma karna kita telah memfitnah keluarga nya," ujar Ummi Annisa.
"Ngak usah Ummi, dengan iklas saya sudah mengiklas kan nya, saya yang harus nya meminta maaf kepada ibu-ibu sekalian, karna peristiwa ini membuat kita semua terganggu," tutur Ummi Salama.
Kemudian salah seorang ibu tadi berdiri.
"Maaf ya Ummi, karna saya telah souzon sama Ummi dan keluarga," ucap salah seorang ibu tadi."
"Sama-sama ibu," balas Ummi.
Tapi ada seorang ibu tadi yang enggan meminta maaf dan berlaku sinis dan mencibir Ummi.
**
Dion berada di kamar bersama Amira, saat itu mereka telah selesai sholat Isya berjamaah.
Dion memilih sholat di rumah untuk mengajar kan sholat pada Amira.Amira mengaku sebelum nya iya jarang sekali sholat dan mengaji dan saat selesai mereka pun mengobrol.
"Dion apa kamu jadi kuliah di jogja?" tanya Amira.
"Menurut kamuu gimana sayang?" tanya Dion balik.
"Aku masih ragu meninggal kan kamu di sini apalagi kamu sedang hamil," ujar Dion.
"Dion, sebenar nya aku juga merasa berat jika harus berpisah dengan kamu, tapi kamu juga harus mengejar cita-cita mu, demi masa depan kita dan anak kita nanti nya."
"Tapi sayang, rasa nya aku tak bisa jauh dari mu,"ucap Dion pada Amira.
"Dion, aku tak pernah melihat mu tapi aku bisa mencintai mu, harus nya kau bisa merasa kan keberadaan ku, meski aku tak selalu di samping mu, dan yang juga membuat ku merasa lebih kuat, kini ada bagian diri mu dalam rahim ku, dan aku akan selalu merasa kehadiran mu selama aku mengandung anak mu."
"Dion setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan ...." Kata-kata Amira terhenti karna Dion menutup mulut nya.
"Tidak sayang, jangan ucapkan kata perpisahan lagi karna baru saja aku hampir saja kehilangan diri mu, dan itu membuat ku hampir gila," ucap Dion di tepi telinga Amira.
"Entalah sayang, tapi saat ini aku masih ingin bersama mu, dan kita menikah baru sebulan, aku belum mau berpisah jauh dari mu," tambah Dion lagi.
__ADS_1
Dion memeluk dan mencium Amira, dalam hati Amira iya juga merasa kan hal yang sama.
Baru saja sebulan iya merasakan manis nya madu cinta, kini iya harus menelan pil pahit perpisahan.