Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Firasat hati


__ADS_3

🌟🌟🌟🌟Hai para readers karna ini bulan puasa, baca episode ini, lepas magrib aja ya, karna adegan 21 nya, terima kasih jangan lupa, like komen dan vote nya, biar author makin semangat up nya, dan makin bagus cerita nya. Terima kasih.🌟🌟🌟🌟


Amira terbangun dari tidurnya, entah mengapa ia begitu gelisah, setelah membolak-balikan tubuhnya, tak juga bisa tertidur, sudah sejak sore ia merasakan kegelisahan, namun berhasil di netralisir.


Malam semakin larut, dan sepertinya, kegundahan dalam hatinya, semakin bertambah " Apa yang terjadi dengan Dion,di sana?" kenapa aku merasa gelisah seperti ini, Ya Allah, lindungilah suami hamba, dan orang-orang yang hamba sayangi," Amira mengangkat tangan nya dan berdoa.


Amira turun dari ranjang, dan berjalan menuju kamar mandi, ia berwudhu dan melaksanakan shalat tahajut dan witir.


Setelah selesai shalat dan berdo'a, hatinya cukup tenang, ia menuju ke dapur karna saat ini ia merasa lapar, sedang kan sang jabang bayi, mulai menunjukan reaksinya,


Janin nya bergerak, Amira langsung mengusap lembut perutnya, "Sabar ya Nak, Ibu tahu kamu pasti lapar."Amira bicara pada sang jabang bayi.


Amira pergi kedapur, dan mencari sesuatu, yang bisa di makan.


***


Sementara itu,


Setelah merasa lemas setelah percintaanya, Dion terbaring di samping Tyas, Tubuh nya kini bersimbah keringat.


Dion masih mengatur nafas nya yg kini masih memburu, detak jantungnya pun kini kembali normal, Dion bermaksud membersihkan tubuhnya.


Dion bangkit dan melepaskan pelukan Tyas.


"Mau kemana Yon?" tanya Tyas yang ikut bangkit, ia seolah tak rela Dion pergi darinya.


"Aku mau kekamar mandi Tyas, mau mandi." jawab Dion.


Tyas terseyum, sambil menyapu keringat yang kini mengucur di wajah Dion, saking banyaknya keringat, rambut Dion menjadi basah.


"Jangan di bersihkan dulu Dion, aku masih ingin mengulanginya," Tyas merebahkan tubuh Dion kembali, kali ini, ia yang berada di atas tubuh Dion.


Dion hanya terpaku, tak bisa bergerak, ia seperti tersihir dengan kemolekan tubuh Tyas.


Tyas memulai aksinya, gerakan yang sama, yaitu naik turun secara tak beraturan, tak ada lagi yang bisa di lakukan Dion, selain pasrah dan menikmatinya.


Dion tak menyangka gadis seperti Tyas, punya hasrat sebesar itu, bahkan Tyas lebih agresif dari dirinya.


sudah hampir setengah jam, tapi Tyas masih saja menari di atas tubuh Dion, sesekali ia ******* bibir Dion, melampias kan hasrat nya, tak ada suara yang terdengar di malam yang sunyi itu, hanya suara rintihan yang terdegar samar, di balik pintu.

__ADS_1


Kesunyian juga melanda di tempat ini, Amira sendiri, di malam yang sepi dan sunyi, ia teringat kembali mimpi buruk yang memaksa Amira terjaga dari tidur nya.


" Dion" ucap Amira dengan suara teramat lirih.


Amira kembali merasakan kegelisahan hati nya, seolah ada firasat buruk yang menimpa suaminya.


Sekali lagi Amira coba menepis dugaan tentang suaminya, ia sangat percaya pada Dion. Amira beranjak dari kursinya dan tanpa sengaja menjatuh kan gelas, sehingga membuat kegaduhan di kesunyian malam itu.


Prank.


Meski hanya suara gelas pecah, namun karna keadaan yang sunyi dan hening, suara bisa terdengar jelas.


Amira yang panik tanpa sengaja menginjak pecahan kaca, tanpa sadar ia pun menjerit.


Aw...,


Ummi dan Abi, langsung berlari keluar kamar, dan langsung menemui Amira.


Mereka kaget, melihat telapak kaki Amira yang berdarah.


"Amira kamu kenapa Nak?" tanya Ummi panik.


Abi langsung menarik pelan pecahan kaca yang cukup dalam menancap di kaki Amira.


Amira masih menangis, selain merasakan sakit, ia juga merasa gelisah, entah apa yang membuat hatinya gundah gulana.


Darah terus saja mengalir, Abi berlari kecil menuju kamar, dan mengambil kotak P3K.


Abi langsung meneteskan povidone ioden, pada luka Amira dan langsung membalutnya dengan kain kasa.


"Amira harus di bawa di rumah sakit Ummi, luka robeknya cukup dalam, Abi takut terjadi sesuatu padanya."


Abi menuju keluar dan menyiapkan mobil, sementara Ummi, memeluk Amira dan menenangkannya.


"Kamu kenapa sayang?, Ummi sudah bilang jika kamu butuh sesuatu, beri tahu Ummi atau Abi," ucap Ummi, sambil membelai lembut rambut Amira.


"Amira tidak mau merepotkan Ummi dan Abi," jawabnya.


Abi langsung menghampiri mereka, dan langsung mengangkat tubuh Amira, dan membawanya menuju mobil.

__ADS_1


Dalam perjalanan kerumah sakit, Ummi masih memeluk Amira, pelukan hangat Ummi, seperti kehangatan yang menenangkan jiwa Amira.


"Ummi, Amira kangen sama Dion, entah kenapa Amira merasa tak enak hati, sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada Dion, Ummi." ujarnya.


"Ia sayang, nanti kita telpon Dion, setelah sholat shubuh." Ummi kembali mendekap Amira.


Apa yang terjadi dengan Dion, aku jadi


merasa gelisah mendengar penuturan Amira, batin Ummi.


Setelah sampai di rumah sakit, Amira langsung mendapat penangganan, ada luka robek di bawah mata kakinya dan harus di jahit, meski menggunakan obat bius tetap saja nyeri itu terasa, bahkan kini sampai menyentuh hatinya.


Amira menangis, air matanya terus menetes, tapi bukan dari rasa sakit pada jahitanya, sampai saat ini, ia merasa kan sedih tanpa tahu apa sebabnya.


"Masih sakit sayang?" tanya Ummi.


"Ngak Ummi, Amira tiba-tiba saja, kangen sama Dion," Amira menangis.


"Ia sayang selepas shalat subuh kita hubungi Dion."


Setelah puas bercengrama dengan suaminya, Tyas langsung membersihkan dirinya, ia ingin terlihat bersih dan wangi di depan Dion.


Dion terpaku di sudut tempat tidur, ia tak menyangka, akan seperti ini jadinya, bahkan ia tak mampu menolak ajakan Tyas.


Lalu bagaimana dengan Cahaya? ia pasti kecewa pada ku, maaf kan aku sayang, aku sama sekali tak bermaksud mengkhianati mu, aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya, Dion tertunduk dan meneteskan air matanya.


Ia meraih handphone nya dan melihat foto Amira, betapa bodohnya aku, aku membantu orang lain, tapi justru aku menyakiti istri ku sendiri, aku di sini, karna aku punya mimpi bersama Cahaya, aku ingin kami menatap dunia bersamanya ,dan kini aku sendiri terperangkap dalam pernikahan singkat ini, harus nya apapun yang terjadi, aku tak boleh menikahi Tyas, itu sama saja menutup luka dan menyayat kembali pada bagian yang lainya, bagaimana bisa aku membahagiakan wanita lain, dengan melukai istri ku sendiri ," sesal Dion.


Dion menunduk dan menjambak rambut nya, ia kembali menyesali keputusanya, Tyas, kini ia menjadi istriku, aku sekarang punya tanggung jawab untuk menafkahinya, sedang kan diri ku saja, hidup dari kiriman orang tua.


Ah Bodoh nya akuuuu!!!. jerit Dion dalam hatinya.


Kenapa semua tak terfikir olehku, semua terasa cepat, kekalutan ini, membuat aku tak bisa berfikir jernih, dalam memberi keputusan.


Aku harus menghindari kontak lansung dengan Tyas, jika aku terus berhubungan dengan nya, bukan tak mungkin aku juga bisa mencintainya. batin Dion.


🌟terima kasih sudah mampir, mohon dukunganya ya, like, komen dan vote, episode selanjut nya semakin seru lho, mampir juga ya di novel ku yang lain


# ketika takdir menyatukan aku dan mereka.

__ADS_1


__ADS_2