Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Hari pertama di rumah Mami


__ADS_3

Suara azan magrib terdengar nyaring di kamar Dion. Dion pun bersiap untuk pergi menunaikan sholat Magrib.


Sebelum pergi Dion berpamitan dengan Mami, "Mi, Dion ke Masjid ya."


"Iya Dion."


Dion pun menuju Masjid yang tak jauh dari rumah Mami nya.


Setelah sholat Magrib, Dion tak langsung pulang, iya ikut mengaji bersama remaja Masjid yang ada di sana.


Seluruh keluarga sudah berkumpul ketika Dion pulang, mereka menunggu Dion untuk makan bersama.


"Assalam mua'laikum," ucap Dion.


"Waalaikum salam," jawab mereka serempak.


"Dion dari mana saja kamu Dion, Mami dari tadi menunggu kamu ?"


"Dion di Masjid Mi, selepas sholat Magrib Dion ngak langsung pulang ikut mengaji," jawab Dion.


"Kamu ganti baju dulu Dion, nanti kita makan sama-sama."


Mami kagum terhadap Dion dan didikan kedua orang tua nya, hingga mendidik anak nya menjadi anak yang sholeh.


Setelah mengganti baju Dion pun menuju meja makan.


Disana sudah berkumpul seluruh keluarga. Dion pun duduk di samping Yunita yang seperti nya tak mengenali nya.


"Mi ini siapa ?" tanya Yunita.


"Kamu ngak kenal, itu kan Dion anak tante mu."


"Dionn ! Hai Dion udah lama ngak ketemu, muka kamu beda banget," ujar Yunita.


Dion hanya tersenyum memandang Yunita, sementara Ilham terlihat acu.


Setelah makan malam Dion langsung membantu Mami beres, tapi di cegah oleh Yunita.


"Biar aku saja Dion, kamu istirahat saja," ucap Yunita.


"Ngak apa, bisa nya aku juga selalu bantuin Ummi," ujar Dion.


"Ya sudah kita kerja kan bersama saja, Dion, "usul Yunita.


Dan mereka pun mencuci piring bersama.


"Kamu sekarang kelas berapa, Yun ?" tanya Dion memulai percakapan.


"Kelas dua belas yon,"


"Kamu mau kuliah di sini ya yon, ngambil jurusan apa ?"


"Kedokteran"


"Wow, calon dokter rupa nya."


"Belum kok, masih ada tes selanjut nya."


"Kapan tes nya yon?"


"Besok jam delapan pagi," jawab nya.

__ADS_1


"Aku ikut ya, yon.?"


"Bukan nya besok kamu sekolah,"


"Oh, iya."


Setelah selesai mencuci piring.


"Aku langsung ke kamar dulu ya Yun, mau belajar, besok kan ada ujian."


"Iya, Yon," jawab Yunita.


Pagi hari nya, mereka sudah siap di meja makan, dan Dion pun ikut duduk bersama mereka.


Yunita terperangah melihat Dion yang semakin ganteng dengan kemeja biru nya.


Ada rasa yang tak biasa di hati Yunita, ketika melihat sepupunya tersebut.


"Ilham kamu antar Dion dulu ya," pinta Mami pada Ilham.


"Ngak bisa Mi, Ilham harus ngantarin Tyas," jawab Ilham.


"Ya udah Mi, Dion ngantar Yunita dulu setelah itu, Dion bawa motor Yunita saja," usul yunita.


"Ngak usah repot Mi, Dion naik kendaraan umum atau ojek saja lebih praktis."


"Ngak apa-apa Yon, kamu pakai motor Yunita saja," saran Mami.


"Iya Yon, sekarang kan masih awal jadi kamu masih sempat ngantar aku, nanti pulang nya gampang aku bisa numpang sama teman."


" Baik lah Yun, nanti jika aku pulang awal aku akan jemput kamu,"


Sampai di sekolah Yunita sudah di tunggu teman-teman nya, mereka ingin melihat Dion yang di kabar kan ganteng oleh Yunita.


Dan ternyata setelah melihat Dion, mereka juga kagum karna tidak hanya ganteng, Dion juga keren.


Dion sudah siap menjalani tes, iya pun masuk kesebuah ruangan dan tak sengaja menabrak seseorang.


" Sorry " ucap Dion. Kemudian iya langsung berlalu begitu saja.


Setelah selesai Dion pun langsung pulang, tapi iya di hampiri seorang wanita yang iya tabrak tadi.


"Hai, Aku Alice," ucap nya memperkenal kan diri.


"Aku Dion" ucap Dion singkat, iya hanya tersenyum.


"Kamu tinggal dimana Dion?" tanya Alice.


"Aku tinggal di rumah bibi ku," ucap Dion singkat.


"Alice aku duluan ya," ujar Dion ketika mereka sampai di parkiran.


Alice hanya memandang kearah Dion, gadis berdarah Tionghua itu seperti nya tertarik pada Dion.


Setelah sampai dirumah Dion langsung menuju kamar nya, iya pun merebah kan tubuh nya.


Iya menyempat kan diri untuk menghubungi Amira.


"Hallo sayang, " sapa Dion ketika tujuan nya tersambung.


"Dion.. Aku kangen denger suara kamu Dion, " ujar Amira.

__ADS_1


"Aku juga kangen sayang, rasa nya ngak betah karna harus jauh dari kamu, kamu gimana sayang kabar nya ?"


"Baik Dion, kemaren aku sudah merasa kan ngidam yon, pingin makan rujak jadi langsung di beliin sama Ummi."


"Oh ya, Aku juga senang mendengar nya sayang, tapi sekarang aku ngak bisa di samping kamu, yang."


"Tapi kamu selalu ada bersama ku yon, aku membawanya kemana pun aku pergi, aku bahagia Dion bisa menjadi ibu dari anak kamu," tutur Amira bahagia.


"Iya sayang, yang penting kamu jaga diri baik-baik ya, karna aku sayang sama kalian," ucap Dion.


"Saat aku pulang nanti perut kamu pasti sudah besar dan aku ngak sabar menunggu nya," ucap Dion.


"Iya yon, kamu juga jaga kesehatan aku dan anak kita akan menunggu kehadiran kamu."


"Iya sayang. " Dan mereka pun menutup telpon nya.


Dion merasa sedih karna tak berada di samping Amira saat Amira sedang merasakan ngidam nya.


***


Amira terbangun dari tidur nya dan iya merasakan sangat lapar tapi ketika itu waktu menunjukan pukul 02 pagi.


Iya pun menuju dapur untuk mencari sesuat yang bisa di makan oleh nya, sejak Amira jatuh dari tangga, iya bisa melihat keadaan sekeliling nya namun tanpa warna, seperti klise.


Amira menabrak sesuatu hingga iya membuat sedikit kegaduhan di dapur.


Mendengar suara di dapur Abi yang baru menunaikan sholat tahajut pun pergi ke dapur untuk melihat keadaan nya.


"Amira" ucap Abi.


"Apa yang kamu lakukan malam-malam begini ?"


"Amira merasa lapar Bi, jadi Amira pergi ke dapur untuk mencari sesuatu," ujar nya.


"Sini kamu duduk," biar Abi lihat apa yang bisa kamu makan," ucap Abi sambil nenuntun Amira duduk di meja makan.


"Amira tunggu sebentar ya, biar Abi buat kan kamu nasi goreng."


"Maaf Bi, Amira merepot kan Abi."


"Ngak apa-apa Amira, dulu waktu Ummi ngidam, Abi juga sering masak nasi goreng ya malam-malam kayak gini."


"Terima kasih Abi."


Dan tak lama tersaji lah dua piring nasi goreng di atas meja.


"Ayo makan Amira, sebelum nya jangan lupa berdoa ya."


Dan mereka pun makan bersama, Amira sangat menikmati nasi goreng buatan Abi.


Abi tanpa sungkan menyuguh kan air segelas air minum kepada Amira, iya merasa kan kesedihan yang masih tampak di wajah Amira.


"Kamu kenapa Amira ?" tanya Abi, karna melihat Amira yang tampak murung.


"Abi, suara Abi sangat mirif dengan Dion, Amira jadi kangen sama dia," ucap Amira sambil menetes kan air mata nya.


"Besok Abi akan telpon Dion untuk kamu ya, sekarang kamu istirahat."


"Iya Abi," ucap Amira.


Ada rasa iba di hati Abi melihat Amira, Iya kini semakin menyayangi Amira meski sebelum nya iya tak begitu setuju dengan pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2