Mencintai Mu Dalam Gelap

Mencintai Mu Dalam Gelap
Menjebak Arkan


__ADS_3

Mirna sampai di rumahnya dan kaget ketika melihat Nino sudah ada di dalam kamar.


"Nino kamu...," tapi Nino langsung menutup mulutnya.


"Gimana sudah dapat duitnya? aku butuh duit itu, kalau ngak aku bisa mati di bunuh joe dan kawan-kawanya."


"Kamu tuh nyusahin saja Nino, dari mana aku bisa dapat uang sebanyak itu, gaji aku tuh ngak seberapa, belum lagi beliin kamu makanan selama di penjara, " bentaknya.


"Eh, uang itu kita habisin sama-sama, jadi wajar aku minta bantuan mu untuk membayarnya, joe memberi ku waktu seminggu jika tidak, aku akan di bunuh olehnya,"


"Kamu tuh ya, kalau memang kamu aman di penjara, ngapain kamu lari dari penjara?"tanya Mirna.


"Aku ngak lari, aku dapat remisi, jadi aku mendapat pengurangan sepertiga dari masa hukuman ku,"


Mirna menarik nafas panjang," Kenapa ngak selamanya aja sih kamu di penjara," tutur nya judes.


"Ayo Mirna bantu aku, aku di kejar-kejar sama joe dan kawan-kawanya, mereka itu depkolektor yang berbahaya, dan sadis"


"Tapi aku dapat duit dari mana Nino?" tanya Mirna dengan emosi.


"Aku punya kenalan bos-bos yang harus dengan perempuan-perempuan cantik dan seksi seperti kamu, biar aku yang cari pelanggan dan kau yang melayani," ucapnya dengan menyungging senyum licik.


"Brengsek kamu Nino, kamu pikir aku pelacur," Mirna menampar wajah Nino dengan penuh emosi.


Nino menyambar tanggan Mirna dan menggenggamnya erat, kemudian ia lepaskan dengan kasar.


Tak sampai di situ, ia menjambak rambut Mirna dengan kasar, "Jika kau tak mau melakukanya, ibu dan adikmu bisa aku habisi," ancamnya seraya melepaskan cengramanya dari rambut Mirna.


"Ba..ik, tapi aku punya rencana lain, " Jawab Mirna gemetar.


"Apa itu ?" tanya Nino senang.


Mirna pun membisikan sesuatu pada Nino dan Nino tersenyum puas mendengar rencana Mirna.


***


Dion sudah berada di kantor Amira, ia langsung menuju Lift, saat itu memang belum waktunya pulang, tapi mengingat Amira sedang mengandung, Dion hanya memberinya waktu sampai jam dua siang.


Dion masuk ke ruangan Amira,


Melihat kedatangan Dion, Amira langsung membereskan barang-barang miliknya, dan bergegas akan pulang.


"Kan, karna aku sudah di jemput Dion, kamu lanjutkan ya, besok akan ku periksa lagi," ujarnya pada Arkan.


"Wah kalau sebanyak ini, tampaknya bisa lembur aku," ujar nya sambil melihat tumpukan berkas yang ada di meja Amira.


"Semampunya saja Kan, yang penting saja dulu, kamu pelajari saja yang untuk presentasi besok." Amira pun bangkit dan mendekati Dion yang masih berdiri di hadapanya.


"Ayo Yah, kita langsung pulang, kepala ibu sakit lagi," ujarnya. sambil memegang keningnya, dan tanggan satunya merangkul siku Dion.


"Tuh kalau sudah banyak kerjaan pasti ibu sakit," tuturnya sambil mengusap lembut kepala Amira.


"Kan, kami permisi ya," Dion.


"Iya hati-hati ya," balasnya seraya tersenyum.


Mereka pun pulang.


Waktu sudah menunjukan pukul setengah lima, para karyawan pun sudah pulang, tinggal Arkan dan beberapa karyawan lain yang masih bekerja.


Arkan keluar dari ruanganya dan menuju pintu lift, tapi ia mendengar suara rintihan wanita yang mengaduh kesakitan.


"Aduh, kaki ku sakit " suara wanita dari arah tangga.


Arkan mendekati asal suara dan menemukan seorang wanita yang tersimpuh di bawah anak tangga.


Arkan pun mendekatinya,


"Kamu kenapa?" tanya Arkan.

__ADS_1


"Saya terpeleset Pak," jawab nya sambil merintih.


Arkan melihat kearah kakinya dan menyentuhnya, tapi gadis itu menepis tanganya.


"Jangan di sentuh Pak, sakit, "keluhnya.


Arkan binggung, tak tahu apa yang mesti ia lakukan terhadap gadis tersebut.


"Ya, sudah aku antar kau pulang saja ya?" tanya Arkan.


Gadis itu pun mengangguk,


Arkan mengangkat tubuh gadis itu, dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.


Mirna merasa senang karna rencananya berhasil, Akhirnya kau masuk jebakan ku Pak, batin Mirna.


Mereka pun sampai,


Arkan mamapah tubuh Mirna dan membawanya masuk ke dalam rumah, Arkan pun membawa Mirna duduk di atas kursi .


"Aku pamit dulu," ujarnya seraya bangkit dari duduknya.


"Tunggu Pak, sebagai ucapkan terima kasih saya buatkan minum dulu, " Mirna pun berdiri dan berjalan dengan berjingkat.


"Ngak perlu repot, "ujarnya


"Tidak apa Pak, saya merasa tersinggung jika bapak tak minum, jika bertamu di rumah saya, " ujar nya dengan wajah di buat sedih.


Arkan pun duduk, tak lama secangkir teh hangat pun tersaji di atas meja.


Tanpa curiga Arkan menyerup teh yang telah tercampur obat tidur dosis tinggi.


Tak lama, ia merasa pusing, tapi Arkan memaksa kan dirinya untuk berdiri, dan terhuyung, seketika ia pun tumbang di depan pintu.


Tanpa menunggu lama, Mirna dan Nino mengangkat tubuh kekar Arkan dan membawanya masuk ke kamar.


Mereka melepas kan pakaian yang di kenakan oleh Arkan.


Mirna pun menuruti perintah Nino, ia melepaskan pakaian atasnya, Mirna berbaring dan dengan bantuan Nino, tubuh Arkan di letakan di atas tubuh Mirna.


Nino merekam setiap gerakan yang di buat oleh Mirna, mereka kini terlihat seperti orang yang sedang bercinta.


Mirna menatap wajah Arkan dari dekat, Kamu tampan sekali, andai saja tak ada si keparat Nino, maka dengan senang hati aku mau melakukan nya bersamamu, batin Mirna.


Setelah merekam semua adegan rekayasa itu pun, Mirna merebahkan tubuh Arkan yang tanpa busana itu di sisi kanannya.


Nino menarik tangan Mirna dengan kasar, "Lepasin nino, " Seru Mirna memberontak.


Tapi Nino menyeret tubuh Mirna yang setengah telanjang dan menariknya ke kamar lain.


"Sakit Nino, mau apa kau?" tanya Mirna dengan meringis.


"Sekarang kau layani aku Mirna," ia mendorong tubuh Mirna ke kasur seraya mencumbunya dengan kasar.


"Lepaskan Nino," ucap Mirna berkali-kali tapi bukanya melepaskan Mirna, Nino yang sudah di kuasai nafsu itu, semakin menjadi ia melakukanya dengan cara kasar dan brutal, meski berkali-kali Mirna merintih meminta Nino melepaskan cengramanya.


Mirna menangis di sisi Nino, apa yang Nino lakukan sungguh keterlaluan, bahkan di sekujur tubuh nya penuh tato buatan bibir Nino, Mirna merasakan sakit di sekujur tubuhnya, karna Nino tak hanya sekali melakukan perbuatan itu padanya, tapi berkali-kali.


Tubuh Mirna lemas tak berdaya, ia hanya meringkuk menangis menahan sakit.


Melihat Mirna menagis, Nino menjadi kesal.


"Sudalah Mirna, ini bukan pertama kalinya kan kita melakukan ini," bentak nya.


"Mendengar kata-kata Nino, Mirna kembali menangis terisak, "Apa seperti ini kau membalas cinta ku Nino, aku menyesal telah mengenal mu," tuturnya sambil terusak menangis.


"Apa katamu!!!" Nino mencengram rahang Mirna, hingga Mirna kesulitan bernafas.


"Saat aku banyak duit, kau selalu bilangkan, kau hanya mencintaiku, sekarang aku begini, kau malah bilang menyesal telah mengenalku, kau yang membuat aku seperti ini, bahkan aku korupsi, menghabiskan harta keluarga ku, dan berhutang sana-sini, semua demi memenuhi hasrat mu, yang bergaya hidup mewah," tutur Nino dengan emosi.

__ADS_1


"Aku bahkan meninggalkan istri ku, dan keluarga ku, semua karna kamu Mirna," bentaknya.


Mirna semakin tersedu-sedu.


"Sekarang kau tidur di samping Pria itu, setelah ia bangun, kau harus meyakinkanya, bahwa dia lah yang melakukan ini pada mu, kau minta dia bertanggung jawab, dan bersikaflah seolah-olah kau teraniaya, agar dia memberimu uang yang banya, seru Nino, ia pun menarik tangan Mirna.


Mirna pun menuruti perintah Nino, meski dengan terpaksa.


Pagi harinya.


Arkan tersadar dari tidurnya dan melihat tubuhnya sudah bugil, dan ia semakin kaget karna wanita yang di sampingnya juga tak kalah bugil dengannya.


Arkan syok, ia tak percaya dengan apa yang terjadi barusan, tubuhnya gemetar , nafasnya terengah-engah, tak berdaya ia pun bersanda di dinding, sambil mengatur nafasnya.


"Apa yang telah terjadi?"tanyanya, ia pun menangis.


Mirna juga tersadar dan langsung memainkan sandiwaranya,


Ia pun menangis di hadapan Arkan.


"Apa yang terjadi?" tanya Arkan gemetar.


"Kau sudah memaksa ku Pak," tuturnya sambil berurai air mata palsu.


"Tidak mungkin, seingat ku aku merasa pusing, dan...,"


"Pria memang selalu begitu, setelah menodaiku, kau bahkan tak mengakuinya," tuturnya masih dengan air mata yang di paksakan.


"Bukan begitu tapi...,"


"Aku punya buktinya Pak, bagaimana kita melakukanya, aku sengaja merekam semuanya, agar kau percaya, bahwa kita telah melakukanya, dan tak hanya sekali, tapi kau melakukanya berkali-kali," ia pun kembali menangis.


Arkan terperangah mendengar penuturan Mirna, ia menghempaskan nafas beratnya, dan menyapu kasar wajahnya.


Mirna semakin menjadi menangisnya, melihat itu, Arkan semakin binggung," Lalu apa yang harus ku lakukan?" tanyanya.


Dengan masih terisak Mirna menjawab pertanyaan Arkan.


"Kau harus bertanggung jawab Pak," ucapnya tersedu-sedu.


"Apa ? Maksud mu aku harus menikahi mu?" tanyanya Ragu.


Mirna hanya menggangguk.


"Tapi itu tak mungkin, aku sudah punya tunangan dan sebentar lagi kami akan menikah, "


Mirna semakin jadi menangisnya, dan Arkan semakin binggung, sebenarnya ia tak terlalu percaya dengan perkataan gadis itu, tapi Mirna punya bukti, dan ia tak bisa mengelak.


"Baik lah, aku beri kau sejumlah uang sebagai pertanggung jawabanku, " ujarnya.


"Apa harga diriku hanya kau nilai dari materi Pak, aku malu pak, aku memang orang miskin, tapi aku bukan pelacur," tuturnya lagi, masih dengan air mata buayanya.


"Bukan begitu, tapi aku tak sengaja melakukanya, aku juga akan menikah sebentar lagi, jadi tak mungkin menikahi mu," tuturnya.


Mirna semakin menangis, tapi Arkan mencoba untuk membujuknya.


"Tolong lah mengerti, bukanya aku tak bertanggung jawab, tapi aku sudah bertunangan dan keluarga ku pasti tak kan merestui kita, untuk sementara aku beri kau sejumlah uang dan aku mohon kau menjauh dari hidup ku," bujuknya


Yes, perangkap menjerat mangsa nya, batin Mirna.


Mirna hanya mengangguk, seolah pasrah.


Setelah Arkan pulang, mirna melihat pesan dari m-banking nya, dan uang 50 juta telah di transper Arkan.


Senyum kepuasan tersungging di bibir Nino, tapi tidak Mirna, ia tidak puas, melihat ketampanan Arkan, dan kelembutanya, Mirna pun menaruh hati padanya, dan berhasrat ingin memilikinya.


🍎Like


🍎komen

__ADS_1


🍎dan vote


__ADS_2