Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Season 2 Janji Suci Aldy & Jessica


__ADS_3

Semua mata dan kamera terfokus pada satu titik, yaitu Tuan Aldyan Pranata Yoga dan Nona Audy Jessica. Keduanya terlihat sangat tampan dan cantik, penampilan mereka sungguh sempurna. Kedua pengganti itu terlihat seperti seorang pangeran dan putri dalam dunia dongeng.


Pernikahan Aldy dan Jessica sangat terbilang mewah dan megah. Bahkan gaun yang dikenakan Jessica ditaksir memiliki harga yang sangat fantastis. Belum lagi dengan dekorasi aula yang sangat indah dan megah. Bulan Maret menjadi saksi pernikahan kedua insan yang saling mencintai dan menyayangi ini.


Aldy tersenyum menatap wajah cantik Jessica. Mendekatkan wajahnya pada wanita itu.


"Kau cantik, sayang," bisik Aldy.


Hemm, sejak kapan kau memanggilku sayang? Tapi tidak apa, aku suka mendengarnya, hehehe. (Jessica)


Usai acara ijab qobul. Keduanya naik ke atas singgasana yang begitu indah. Aldy merangkul pinggang Jessica dengan senyum hangat menghiasi wajah tampannya.


Suasana hari ini bercampur aduk menjadi satu, bahagia, haru, sedih. Entah semuanya sudah tidak bisa diungkapkan lagi. Bahkan Jessica tidak mengerti apa yang ia rasakan saat ini. Air mata bahagia mengalir di pipi wanita itu.


"Audy," Ibu dan Kamila memeluk Jessica erat. Keduanya tak henti-hentinya tersenyum memandang Aldy dan Jessica.


"Semoga Tuhan selalu merahmati kalian. Memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk kalian. Menjadikan keluarga kalian, menjadi keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang."


Ibu melepas pelukannya, memberikan kesempatan kepada para tamu untuk mengucapkan selamat pada kedua pasangan yang sedang berbahagia itu.


Pernikahan Aldy dan Jessica menjadi topik hangat di media sosial atapun di layar televisi. Semua orang dibuat terkagum-kagum dengan kemewahan dan kemegahan pernikahan itu.


"Ah, aku iri padamu, Jess." Keisha melepas pelukannya lalu menatap Aldy dan Jessica bergantian.


"Selamat, Tuan. Semoga Tuhan memberikan keberkahan pada pernikahan Anda," ucap Keisha lalu tersenyum pada Aldy dan Jessica.


Tamu terus bergantian memberikan ucapan selamat pada Aldy dan Jessica. Sampai tiba saatnya. Ruangan itu sudah dikosongkan oleh tamu luar, hanya ada keluarga besar Yoga Candra dan Can Candra di sana.


Aldy meraih tangan Jessica. Menggandeng wanita itu ke tengah-tengah kerumunan keluarga besarnya.


"Kau sangat cantik Audy," puji Mammy Aleta. Ia memegang pundak Jessica dan tersenyum pada wanita itu.


"Terimakasih, Bi. Bibi juga cantik," puji Jessica balik lalu tersenyum manis.


"Kau bisa saja." Seketika Mammy Aleta tersipu malu pada Jessica.


Melihat itu, Jessica pun tertawa kecil sambil menutup mulutnya. Sedangkan Aldy hanya tersenyum tipis menanggapi semua pujian tentang kecantikan istrinya.


☆☆☆☆☆☆☆


Dua jam kemudian. Aldy dan Jessica mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang lebih ringan lagi. Kali ini ada ada acara khusus untuk keluarga besar Yoga Candra dan Can Candra.

__ADS_1


Semua orang berkumpul di aula, masih di tempat yang sama. Namun dekorasi ruangan sudah berubah dalam hitungan menit.


Semua orang berteriak menyambut kehadiran Aldy dan Jessica di tengah-tengah mereka. Kamila, Nathalia, dan Aleta menarik Jessica. Memisahkan Jessica dengan Aldy.


Ketiga gadis itu mengajak Jessica untuk bergabung dengan keluarga besar mereka. Awalnya, Jessica masih canggung. Namun, rasa canggung itu langsung memudar saat keluarga besar Aldy mengulurkan tangan mereka menyambut Jessica.


Lantunan musik dan biola mulai terdengar. Para pria berhamburan mencari pasangan dansa mereka. Ken sudah menarik Keisha. Keduanya tidak mau kalah dengan Aldy dan Jessica.


Sedangkan Jessica hanya tersenyum tipis ketika melihat Aldy mendekat ke arahnya.


"Sudikah kau berdansa denganku, Nona?" ucap Aldy sambil mengulurkan tangannya pada Jessica.


"Hahaha, aku tidak mungkin menolak pria setampan Anda, Tuan." Jessica menyambut uluran tangan Aldy, yang kini sudah berubah status menjadi suaminya.


"Sejujurnya, aku tidak pandai berdansa," bisik Jessica lalu menenggelamkan wajahnya pada dada Aldy.


"Jangan khawatir, akau akan mengajarimu, ikuti saja gerakanku." Aldy memegang pinggang Jessica dengan tangan kirinya, lalu menatap netra hitam Jessica redup.


Alih-alih berdansa. Aldy malah mengarahkan Jessica untuk menjauh dari kerumunan itu. Dan beruntungnya, tidak ada orang yang menyadari kepergian mereka.


Aldy memeluk Jessica. Menghujani pipi Jessica dengan ciuman yang begitu lembut.


"Sudah, sudah, ini geli." Jessica mendorong wajah Aldy menjauh dari wajahnya.


"Tidak apa. Aku tidak ingin memaksa istriku melakukan hal yang tidak ia inginkan. Aku tau, kau tidak suka dansa, 'kan. Oleh sebab itu, aku mengajakmu menghindar." Aldy melepaskan pelukannya, lalu mengajak Jessica duduk di meja bundar.


"Terimakasih, Jess. Terimakasih karena kau mau berjuang sampai titik ini. Terimakasih karena kau telah membalas cintaku. Terimakasih karena kau mau menjadi pendamping hidupku." Aldy menggenggam tangan Jessica. Mencium tangan itu berkali-kali.


"Khemm."


Suara deheman yang merusak suasana. Aldy dan Jessica menoleh ke arah sumber suara. Keduanya menghembuskan nafas pelan secara bersamaan.


Gadis-gadis obat nyamuk! Bisakah kalian datang 10 menit lagi! Kalian mengacaukan saja! (Aldy)


Aldy menatap ketiga gadis itu dengan tajam. Ketiganya langsung berlari ke arah Jessica. Berlindung di balik badan wanita itu.


"Hehehe, maaf, Kak. Kami dari tadi mencari Kak Aldy dan Kak Audy, Ibu memanggil kalian," ucap Kamila tersenyum kaku.


"Hmmm." Aldy berdiri lalu meraih tangan Jessica. Menggandeng wanita itu menuju ruang dansa.


"Astaga, kalian kemana saja?!" Ibu menatap Aldy sinis. Bisa-bisanya pria itu menghilang dari acara dansa.

__ADS_1


"Ayo, yang lain sudah menunggu di dalam!" Ibu mengambil alih tangan Jessica. Lagi-lagi, ia memisahkan Jessica dari Aldy.


Ibu, selalu seperti ini! (Aldy)


Aldy pun mengikuti langkah keduanya. Sesekali ia tersenyum ketika para remaja Yoga Candra menyapanya.


☆☆☆☆☆☆☆


Jam sudah menunjukkan pukul 17.30. Aldy dan Jessica diiring untuk masuk ke dalam mobil mewah berwarna putih milik Aldy. Mobil itu bahkan masih baru, tidak pernah Aldy gunakan sama sekali.


Aldy menjadikan lengannya sebagai tempat bersandar untuk Jessica. Lelah, itulah yang keduanya rasakan sekarang.


Mobil mulai melaju menuju kediaman keluarga Pranata. Mobil itu diiringi dengan satu mobil polisi di depan dan juga dibelakang mereka. Sedangkan mobil keluarga lainnya melaju di belakang mobil polisi.


"Kau lelah?" tanya Aldy pada Jessica.


Yang ditanya hanya diam, tanpa berniat menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Jess." Aldy menyentuh pipi Jessica. Wanita itupun mendongak dengan mata yang begitu berat, menahan rasa ngantuk dan lelah.


"Tidurlah, kau pasti lelah." Aldy membenarkan posisinya agar Jessica nyaman dengan tidurnya.


Tidak butuh waktu lama. Jessica sudah berpetualang pada dunia mimpinya. Ia bahkan tidak memikirkan bagaimana nasibnya nanti ketika sudah sampai di kediaman keluarga Pranata.


Setengah Jam perjalanan. Sampailah mobil itu di halaman utama. Sang sopir membukankan pintu untuk Aldy dan Jessica. Jessica masih tertidur dengan lengan Aldy sebagai bantalnya.


Tidak ingin berlama-lama dan menggangu tidur istrinya. Aldy pun menggendong tubuh Jessica keluar dari mobil sampai masuk ke dalam rumah utama.


"So sweet." Nathalia memeluk tangannya sendiri sambil tersenyum tak karuan. Ia menatap Aldy yang dengan gagahnya menggendong tubuh Jessica menaiki tangga.


"Apa Kak Jess benar-benar tertidur?" gumam Kamila. Ia mengira itu hanyalah akal-akalan Aldy dan Jessica saja.


"Ini buka drama, Kak!" jawab Nathalia yang mendengar gumaman Kamila.


"Siapa tau. Keduanya sedang bekerja sama. Hahahaha, Kak Aldy pasti sudah tidak tahan ingin menyerang Kak Jessica." Kamila tertawa. Gadis itu bahkan tidak perduli dengan tatapan tajam Ibu dan Nathalia yang tertuju pada dirinya.


Korban drakor gini, nih! (Nathalia)


☆☆☆☆☆☆☆


Semoga Suka😘

__ADS_1


Maaf kalau kaku banget ceritanya😅😷


__ADS_2