Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Tingkah Laku Kamila


__ADS_3

Cahaya matahari masuk melalui jendela kamar yang terbuka lebar, memberikan kehangatan bagi penghuni kamar yang masih terbaring di atas ranjang.


Kamila membuka matanya, melempar selimut sembarangan lalu berlari menuju kamar mandi.


"Astaga, Ibu dan Kakak pasti sudah sarapan," ucap Kamila sambil mencuci wajahnya. Gadis itu enggan untuk mandi, karena ia berpikir ini masih terlalu pagi. Nyatanya ini sudah siang bahkan matahari sudah berada di tengah-tengah.


Semalam ia menangis tersedu-sedu karena melepas kepergian Jessica, namun pagi ini. Kamila sudah bertekad untuk memulai kehidupan barunya.


Bahkan, ia akan memperbaiki sedikit penampilannya, menata agar ia terlihat lebih dewasa lagi.


Kamila mengambil sebuah kaos lengan pendek berwarna hitam dengan tulisan Gucci di tengah-tengahnya. Ia menyetelkan dengan celana Jean berwarna hitam pekat.


Sungguh ini bukan Kamila yang sebenarnya, rambut yang biasa terurai itu kini diikat dan disisir rapi. Wajah manis yang dipoles oleh make up tipis itu terlihat begitu memanjakan mata siapapun yang menatapnya.


"Ah, aku terlihat sangat manis, tapi aku belum mandi," gumam Kamila. Gadis itu membuka pakaian yang ia kenakan lalu beranjak menuju kamar mandi.


"Sudah cantik-cantik seperti tadi tapi belum mandi," gerutu Kamila pada dirinya sendiri.


Kamila keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang sudah segar. Ia kembali melirik pakaian yang sudah ia kenakan tadi, "Ah, Kakak pasti akan mengejekku nanti," ucapnya.


Kamila membatalkan niatnya, ia mengambil pakaian yang biasa ia kenakan lalu membuka ikat rambutnya, membiarkan rambut hitam itu terurai begitu saja.


"Aku tidak nyaman dengan semua ini." Kamila melempar semua barang-barang aneh yang ada di kamarnya lalu keluar dengan membanting pintu cukup keras.


Kepala pelayan dan pelayan lainnya menatap ke arah kamar Kamila, semuanya menampakkan wajah yang penuh dengan tanda tanya.


"Nona kenapa?" tanya Kepala Pelayan.


"Ah, a-aku hanya lapar. Mbak masak apa?" Kamila berjalan menuju ruang makan yang sudah sepi. Ia duduk lalu menatap hidangan di atas meja yang berbentuk persegi panjang itu.


"Hmmm, Kak Jess suka sup ayam," ucapnya lalu menarik semangkuk sup ayam, menyantapnya dengan lahap.


Gadis itu sudah kembali pada settingan awalnya. Ia sudah lupa akan kesedihan yang melanda dirinya akhir-akhir.


"Hmmm, ini lumayan enak," ucap Kamila setelah menghabiskan satu mangkuk sup ayam itu. Ia berjalan menuju dapur, mengambil sekotak susu coklat lalu kembali ke ruang makan.


Hari ini ia akan menghabiskan waktunya dengan menonton Drama Korea yang sudah menumpuk di laptopnya.


Kamila meminta seorang pelayan untuk mengambil laptop di kamarnya lalu membawanya menuju ruang keluarga.

__ADS_1


Ruangan sepi itu diselimut oleh udara yang begitu dingin. Kamila mengedarkan pandangan lalu duduk di atas sofa seperti biasa.


Gadis itu terus menyedot susu kotak yang hampir habis, ia melempar dengan sembarangan ketika kotak itu sudah tidak berisi lagi.


"Hei," teriak Aldy. Ia balik melempar kotak sialan yang mengenai wajah tampannya.


"Ma-maaf, Kak." Kamila memungut kotak tadi lalu memasukkanya ke dalam tas laptop yang berada di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Aldy dengan nada dinginnya. Kamila menetap Aldy, "Huh, kembali pada settingan awal lagi," gumam Kamila.


"Aku sedang menonton. Kakak sendiri,


apa yang kakak lakukan di sana," jawabnya sambil menatap Aldy yang masih berdiri di ambang pintu ruangan.


Aldy tidak menjawab apapun, Pria itu pergi begitu saja, meninggalkan seribu tanda tanya di benak Kamila.


Gadis itu membuang jauh-jauh semua pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalanya. Ia kembali fokus pada Drama Korea yang sedang berputar di laptopnya.


Air matanya menetes ketika melihat si Cantik itu disakiti oleh Si Oppa Tampan. Ia mengambil tisu, menyeka air matanya penuh dengan drama. Sesekali ia juga membersihkan cairan bening yang mengalir di hidungnya.


"Kau jahat!" teriak Kamila.Ia memaki-maki Si Oppa Tampan yang ada di dalam drama itu.


"Hidung Belang!"


"Buaya Darat!"


"Pria Busuk!"


Kamila terus berteriak memaki Si Oppa Tampan, ia juga melempar bantal-bantal di atas sofa, sampai bantal-bantal itu tergeletak dimana-mana.


"Ila," panggil Ibu dari ambang pintu. Ibu menggelengkan kepalanya, ia sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan bagaimana keadaan ruang keluarga itu sekarang.


Bantal dan tisu berserakan dimana-mana, ditambah lagi dengan bungkus camilan yang menghiasi sofa merah maron itu.


"Hehehe."


"Kamila akan membereskan semuanya, tapi nanti ya, Bu," ucap Kamila.


"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Ibu bingung.

__ADS_1


"Lihat Bu, laki-laki itu sangat jahat!" Kamila menunjuk Oppa Tampan yang masih beradu akting dengan Si Cantik di layar laptopnya.


Ibu menjatuhkan dirinya, ia sudah tidak sanggup lagi menghadapi tingkah konyol Kamila hari ini.


Kamila kembali fokus pada Drama itu,ia kadang senyum-senyum tak jelas,kadang memaki-maki Si Oppa Tampan lagi.


_________


Dua orang pelayan sibuk membereskan ruang keluarga yang sudah tidak beraturan itu. Keduanya menggeleng tak percaya pada tingkah konyol Nona Kamila hari ini.


Gadis itu bahkan melempar semua boneka-boneka yang sudah tersusun rapi di dalam lemari kaca yang terletak di sudut ruangan.


"Maaf ya, Mbak," ucap Kamila yang memantau kedua pelayan itu dari ambang pintu. Keduanya hanya tersenyum lalu kembali fokus pada tugas mereka.


"Hehehe, aku tinggal ya," sambungnya lalu meninggalkan kedua pelayan itu tanpa rasa salah ataupun beban sedikitpun.


"Hmmm, setidaknya Nona bisa tersenyum bahagia setelah kepergian Jessica," gumam sang pelayan sambil menata kembali boneka-boneka yang berserakan di lantai.


Butuh waktu yang cukup lama bagi kedua pelayan itu,mereka merapikan bantal, boneka, tisu dan juga bungkus cemilan yang mengotori ruangan.


Keduanya menyapu dan mengepel sampai memakan waktu lebih dari 1 jam. Keduanya menutup pintu ruangan setelah semua benda-benda tersusun dengan rapi di tempat mereka masing-masing.


"Terima kasih, Mbak," teriak Kamila dari lantai atas. Kedua pelayan itu hanya menanggapi dengan senyuman lalu kembali menuju Rumah Belakang.


Kamila melanjutkan Drama Koreanya di dalam Kamar, ia sudah menyiapkan tong sampah sebelumnya, berjaga-jaga agar ia tidak membuat tisu dan sampah camilan dengan sembarangan lagi.


"Oh...so sweet sekali," ucap Kamila ketika melihat Si Oppa Tampan melamar Si Cantik di hadapan banyak orang.


"Andai Jack seperti itu," gumamnya tidak sadar.


Kamila berguling ke kanan dan ke kiri, ia tidak sanggup menatap layar laptopnya yang sedang menampilkan dua insan yang saling memeluk dan mencium satu sama lain.


"Aaaaa...Endingnya bikin baper dan meleleh saja." Kamila masih berguling-guling tak karuan. Ia bahkan menggigit jari-jari tangannya karena melihat adegan yang begitu romantis itu.


"Kadang mereka perlu dipisahkan dan dipertemukan kembali dalam takdir yang indah nantinya." Kamila mematikan laptop, meletakkannya kembali pada tempatnya. Ia menatap lekat sebuah foto yang menempel di dinding kamarnya.


"Aku berharap Kak Jess dan Kak Aldy akan menyatu lagi, tapi dalam ikatan yang berbeda," gumamnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2