
Ken mengetuk-ngetuk meja dengan satu jarinya. Hampir setengah jam ia menunggu, namun yang ditunggu belum juga menampakkan batang hidungnya sampai saat ini. Suara ketukan jari Ken semakin lama semakin cepat dan keras. Pria itu sudah sampai pada level kesal tingkat tertingginya sekarang.
Beberapa menit kemudian, Keisha muncul dan langsung berjalan ke arah meja yang sudah dipesan oleh Ken.
"Huh, kau membuat ku menunggu sampai karatan dan jamuran." Ken menatap mata Keisha penuh dengan kekesalan. Namun gadis itu tidak perduli sama sekali dengan tatapan Ken, dengan santainya ia duduk tepat di hadapan Ken.
"Maaf, aku masih ada jadwal di rumah sakit. Ada beberapa pasien yang masih membutuhkanku di sana," jelas Keisha.
Ken yang mendengar itu merasa salah sendiri. Bagaimana bisa ia lupa kalau Keisha punya tanggung jawab yang begitu besar dan waktunya juga sangat berharga, bukan? pikir Ken.
"Langsung saja, mau bicara apa?" tanya Keisha langsung pada point utama.
Ia merasa ada yang aneh dengan Ken, "Waktu pertama bertemu, laki-laki ini hanya diam dan sibuk dengan Hpnya saja dan sekarang dia mau membicarakan apa denganku?" gumam Keisha.
"Aku ke sini atas kemauan Mama, bukan kemauanku sendiri," ucap Ken penuh penekanan. "Akhir pekan nanti kau ada jadwal?" sambungnya. Ia masih menatap Keisha tajam, mengeluarkan semua aura dingin yang ada di tubuhnya.
"Akhir pekan kosong, ada apa?" Karena merasa tak nyaman dengan tatapan Ken, Keisha pun mulai mengeluarkan sifat galak yang selama ini ia sembunyikan.
Pada dasarnya Keisha hanya berpura-pura manis di depan Mamanya Ken dan sebenarnya ia juga tidak menerima perjodohan gila ini. Perjodohan yang tidak menguntungkan apa-apa baginya, bahkan sangat merugikan jika ia harus mempunyai suami sedingin Ken.
"Keluar untuk jalan-jalan." Ken merasa geli mendengar ucapan sendiri. Ingin rasanya ia memutar waktu agar ia tidak mengucapkan kalimat itu.
"Aku dan kau, jalan-jalan?" Keisha tertawa mendengar ucapan Ken. Mana mungkin ia akan betah jalan-jalan dengan orang yang sangat dingin ini, lebih dingin dari es batu balokan pikirnya.
"Huh, kau kira aku juga sudi untuk jalan denganmu." Ken menatap Keisha yang masih tertawa kecil, membuat rasa kesal mulai menguasai dirinya.
"Jika tidak mau, aku tidak akan memaksa. Tapi lihat saja nanti, kau yang akan memaksaku untuk jalan bersama mu," sambung Ken lalu memalingkan wajahnya.
Huh, wanita ini sangat pandai menyembunyikan sifat aslinya. Di depan Mama ia terlihat sangat manis dan sekarang...tidak jauh bedanya dengan Jessica.
Serigala galak dan Dokter galak.
__ADS_1
"Heh...dengar, ya, Tuan Ken, aku juga tidak sudi dan tidak rela untuk menghabiskan menit dan jamku bersamamu!" ucap Keisha, gadis itu pergi begitu saja meninggalkan Ken yang masih menatapnya dengan tajam.
"Huh, ternyata di dunia ini ada laki-laki sedingin dia. Wanita mana yang akan sudi menjadi istrinya?" gumam Keisha kesal, rasanya ia ingin menancapkan jarum suntik tepat di mata tajam Ken sekarang juga.
Akhirnya, setengah jam menunggu, Ken tidak mendapatkan hasil apapun, yang ia dapatkan hanya rasa kesal, kesal dan kesal saja.
"Kita lihat saja, siapa yang akan memohon untuk di temani jalan akhir pekan nanti," ucap Ken, ia meneguk minumannya sampai tidak tersisa setetes pun.
Sementara Keisha yang sudah lama meninggalkan kafe kini sedang melajukan mobil menuju apartemennya. Dia memilih tinggal di apartemen yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah sakit tempatnya bertugas. Jika ia masih tinggal di rumah, sudah jelas waktunya akan habis untuk perjalanan dari rumahnya menuju rumah sakit.
Keisha turun dari mobil lalu berjalan menunju apartemennya, ketika hendak membuka kunci, tiba-tiba seseorang mendekat ke arahnya.
"Nona," sapa laki-laki berbadan tinggi dan tegap pada Keisha.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Keisha, laki-laki tadi seorang pengawal yang selalu mengawasi Keisha dari kejauhan.
"Nyonya besar menitip salam untuk Anda. Akhir pekan ini, Anda harus pulang bersama dengan Tuan Ken. Jika tidak bersama Tuan Ken, sebaiknya jangan pernah pulang lagi," ucapnya sedikit mengancam.
"Jika Anda tetap memaksa pulang tanpa Tuan Ken, maka Nyonya besar tidak akan mengizinkan Anda untuk tinggal di apartemen lagi." Pengawal itu terus mengancam sesuai apa yang di perintahkan oleh Nyonya Besarnya yang tak lain Mama Keisha sendiri.
"Hmmm, aku akan pulang." Mengalah saja pikir Keisha, toh dia tidak akan menang jika berdebat dengan pengawal yang sudah di setting ini.
"Istirahatlah, Nona," ucapnya dengan sedikit senyuman puas di bibirnya lalu beranjak meninggalkan Keisha.
Huh, kau menyuruh istirahat setelah berhasil melakukan tugasmu! Dasar Pengawal Laknat !
Keisha masuk ke dalam kamarnya sambil mengutuki sang pengawal, ia sama sekali tidak berniat untuk mengajak ataupun ingin bersama Ken saat pulang ke rumahnya akhir pekan nanti.
"Lebih baik aku pindah dari apartemen ini dari pada aku meminta pada manusia Es Batu itu untuk menemaniku." Keisha sesekali mengacak-acak rambutnya karena kesal.
"Apa ini siasat si Es Batu itu?" Keisha bertanya pada dirinya sendiri. Ia betul-betul mengingat ucapan Ken di kafe tadi. "Lihat saja nanti, kau akan memaksaku untuk jalan bersamamu." Ucapan itu kembali terngiang di telinga Keisha, membuat semua isi otak Keisha berteriak.
__ADS_1
Arghhh....Dasar Es Batu!
Epilog
Dengan berat hati Keisha akhirnya menghubungi Ken.
"Ada apa?" Terdengar suara Ken di seberang sana.
"Bisakah kau menemaniku akhir pekan nanti?" Keisha menggigit bibirnya, tidak tau ia harus menaruh harga dirinya di mana saat ini. Bahkan saat di kafe ia dengan angkuhnya menolak dan meninggal Ken sendirian.
"Huh, sudah ku duga." Ken tersenyum penuh kemenangan. Hatinya yang sempat kesal kini sudah terbayar setimpal.
"Bagaimana?" Keisha memastikan. Kali ini ia berharap agar Ken bisa menemaninya nanti.
"Baiklah, dengan satu syarat tentunya." Tidak cukup dengan hal konyol ini, Ken malah mengajukan syarat lagi.
"Hmmm, baiklah." Keisha menarik nafasnya dalam, "Tapi jangan katakan sekarang, aku masih ada beberapa pekerjaan lagi," ucapnya sebelum sambungan telepon terputus.
Ken menatap layar Hpya, sekilas ia tersenyum ketika melihat kontak Keisha "Dokter Galak." Begitulah Ken menulis nama Keisha di kontak Hpnya.
---------
Hallo Kakak-kakak Cantik dan Tampan:)
Novel Bodyguard Adikku Ganti Judul dan Cover ya.
Jujur saja, Author terinspirasi dari salah satu Novel yang sering Author baca.
Dan menurut Author judul sekarang ini lebih keren dari yang awal😁 menurut kalian Gimana?
Salam manis dari Author ingusan😊👌
__ADS_1