Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Season 2 Bibir Ini Milikku!


__ADS_3

Ken memalingkan wajahnya, menekuknya dengan aura dingin yang sudah kembali aktif.


Astaga, aku salah apa sampai dia se-kesal ini?! (Keisha)


"Es Batu Balok," panggil Keisha lalu mencoba meraih tangan Ken.


Ken menarik tangannya, memasukkannya ke dalam saku celana.


Ya, Tuhan....


Seharusnya wanita yang seperti ini, tapi kenapa malah pria dingin berhati es batu ini yang mengambek sekarang! (Keisha)


Keisha pun berpikir sejenak, mencoba mengingat hal-hal terakhir yang ia lakukan sampai Ken sekesal ini padanya.


"Aku tidak pernah chating dengan pria lain, aku tidak pernah tersenyum pada pria, lalu salahku di mana? Kau kenapa?" Keisha menatap wajah Ken yang masih ditekuk, Ken benar-benar kesal pada Keisha saat ini.


"Ken, jawab! Jangan diam terus!" ucap Keisha yang sudah berpindah duduk di samping Ken. Ia mencubit-cubit perut Ken. Dan cara ini tidak mempan juga!


"Ken, ayolah! Katakan salahku di mana?! Aku akan meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi." Akhirnya Keisha mulai mencoba cara terakhirnya, ia memasang wajah memelas yang cukup mengemaskan.


Cih, pintar sekali, ya! (Ken)


Ken tetap diam dan masih memperlihatkan wajah kesalnya pada Keisha.


Semakin tampan saat ia kesal seperti ini! (Keisha)


"Ya, sudah. Aku sudah memohon tapi kau tidak memperdulikan aku, jadi aku pulang saja!" ucap Keisha lalu meraih tasnya. Ia berdiri hendak meninggalkan Ken.


Ken menarik tangan Keisha, membuat wanita itu kembali duduk di sampingnya. Namun, dirinya tetap saja diam tanpa menatap ke arah Keisha.


"Ken," panggil Keisha dengan nada yang begitu rendah. Hampir saja tidak terdengar lagi oleh Ken.


"Kau tinggal mengatakan salahku di mana, agar aku bisa memperbaikinya dan tidak lagi membuatmu kesal seperti ini," ucap Keisha. Ia memiringkan tubuhnya menghadap Ken, menatap mata tajam pria itu.


Ken masih diam. Tatapannya bahkan mengatakan dia sangat kesal pada Keisha.


Sabar Kei, dia ini sedang mengambek padamu. Mohon bersabar ya! (Keisha)


Keisha menggeser tubuhnya saat Ken menoleh dan mendekat ke arahnya. Ken masih menatap Keisha dengan raut kesalnya. Ia memperhatikan setiap inci dari wajah Keisha. Matanya berhenti saat menatap bibir Keisha.

__ADS_1


"Kau tau salahmu di mana?! Salahmu di sini!" ucapnya sambil menyentuh bibir Keisha dengan telunjuknya.


Astaga....Salahku di mana, sih?! Kenapa dia mengatakan salahku pada bibirku?! Memang apa yang sudah aku lakukan? Memangnya aku sudah berciuman sampai-sampai ia menyalahkan bibirku! (Keisha)


"Kenapa diam?! Kau sekarang sudah tau, 'kan di mana salahmu?! Sekarang minta maaflah!" ucap Ken sambil beralih menyentuh pipinya sendiri.


"Cepat minta maaf!" ucapnya lagi dengan tangan yang masih menunjuk pipinya.


"Tunggu! Aku benar-benar tidak mengerti! Salahku di mana! Tolong katakan dengan jelas! Agar aku faham!" bantah Keisha sedikit berteriak pada Ken.


Ken pun menghela nafasnya. "Kau tadi mencium pipi dan bibir bayi itu! Aku tidak suka! Kau juga harus melakukan hal yang sama padaku! Bibir ini milikku! Hanya milikku!" ucap Ken tidak tau malu.


Ya, Tuhan...


Kenapa kau berikan kekasih seperti Ken padaku!! Aku hanya mencium keponakanku karena gemas! Dan sekarang, dia juga meminta dicium olehku! Sudah gilakah dia!!! Aaaa, tenggelam saja aku, daripada aku harus menciumnya di sini!! (Keisha)


"Ayo!" Ken mengejutkan Keisha. Ia menatap Keisha sambil menunjuk kedua pipinya.


"Hanya pipi, 'kan?" tanya Keisha memastikan.


"Ya, memangnya kau ingin lebih?! Jika ingin, aku akan membalasnya dengan senang hati," jawab Ken sambil tersenyum tipis.


Ken mendekat wajahnya. Ia menutup matanya, menunggu ciuman dari Keisha mendarat di pipinya.


"Ish, sudah gila apa?!" Keisha menempel tangannya pada pipi Ken, lalu mencium tangannya sendiri.


Cup


"Yang benar!" ucap Ken dengan mata yang masih tertutup. Ia tau, kalau Keisha pasti akan mengelabuinya.


"Sudahlah! Kau sangat gila! Aku pulang saja!" Keisha bangkit dan meraih tasnya, mana mungkin dia akan mencium pipi Ken di tempat umum. Itu termasuk perbuatan gila bagi Keisha.


"Berjalan satu langkah, maka aku akan menciummu di depan orang banyak!" Ancam Ken.


Keisha tak perduli. Ia tetap melangkah meninggalkan Ken.


Sial! Sangat sulit untuk merayunya! (Ken)


Dan pada akhirnya, Ken lah yang harus membujuk dan meminta maaf pada Keisha. Sementara Keisha, ia tidak memperdulikan permintaan maaf dari Ken. Sama seperti Ken yang tidak memperdulikannya tadi.

__ADS_1


Setelah acara gambek-gambekan selesai. Keduanya memutuskan untuk pulang, Ken mengantar Keisha menuju apartment-nya. Sebelumnya, keduanya mampir di sebuah restoran untuk makan malam dan mengisi tenaga mereka yang cukup terkuras tadi.


Wek, Kau kira semudah itu untuk mendapatkan ciuman dariku! Tidak, kau salah Ken! Sangat salah! Aku tidak akan memberikan ciuman pertamaku pada siapapun! Sebelum aku sah menjadi istrinya! Hahahaha, Dan kau! Nikmati saja permainan yang kau buat sendiri. Hiks (Keisha)


☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Berbeda dengan malam yang cukup dingin di kediaman keluarga Pranata. Semua orang berkumpul dan mengobrol di ruang keluarga, termasuk Aldy dan Jessica.


Bahkan Mammy Aleta dan kedua putrinya bergabung di sana. Mammy Aleta terus memandang wajah Jessica yang begitu menenangkan. Sementara Fia, gadis itu diam-diam memandang Aldy yang sedang mengobrol dengan Ibu.


Kak Aldy sangat tampan kalau sedang tersenyum seperti ini. Sayangnya, aku tidak se-beruntung Kak Audy, wanita yang sangat beruntung karena mendapat cinta dan kasih sayang sang Tuan Muda yang berhati dingin ini. Hiks, tapi tidak sekarang, dia bukan Tuan Muda berhati dingin lagi, melainkan Tuan Muda yang memiliki hati dan ketampanan yang sangat memukau (Fia)


Fia tersadar dari lamunannya. Ia pun berpindah tempat, bergabung dengan Kamila dan Aleta yang sedang menonton drama di pojok ruangan.


"Emm, Audy?" panggil Mammy Aleta.


Aldy dan Ibu pun ikut menoleh sekilas. Keduanya kembali mengobrol dan membiarkan Mammy Aleta mengajak Jessica untuk berbicara.


"Iya, Bi," jawab Jessica sambil tersenyum pada Mammy Aleta.


Apa Jessica tidak mengingatku? (Mammy Aleta)


"Terimakasih sudah datang dalam kehidupan Tuan Muda berhati dingin kami. Kau banyak mengubah sisi buruk dalam diri Aldy," bisik Mammy Aleta.


Jessica awalnya tidak mengerti. Yang ada dalam ingatannya hanya Aldy si Tuan Tampan yang baik hati dan sangat mencintainya. Tidak ada Aldy yang dingin dan memiliki sisi buruk lainnya.


"Ah, sudahlah, Bi. Semua orang punya masa lalu dan cerita masa lalu mereka masing-masing. Dan juga, semua orang berhak untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi," jawab Jessica walau ia tidak mengingat apapun tentang Aldy yang sebelumnya.


"Benar juga katamu. Dan satu lagi, Bibi berterimakasih padamu, karena kau juga sudah menyelamatkan nyawa putri Bibi, Aleta." Mammy Aleta terus tersenyum memandang wajah Jessica. Ia merasakan kenyamanan dan juga kehangatan jika melihat senyum manis milik wanita itu.


Pantas saja Aldy sangat tergila-gila padanya. Ternyata ini penyebabnya. Hati yang lapang dan juga wajah yang selalu tersenyum pada lawan bicaranya (Mammy Aleta)


"Sama-sama, Bi. Sudah menjadi kewajibanku untuk menolong orang yang memang membutuhkan batuanku. Aku tau, Aleta sangat membutuhkan batuanku saat itu, jika aku telat satu menit saja, mungkin....Ah, sudahlah, Bi. Aku ikhlas membantunya." Jessica kembali tersenyum.


Jessica pun bergeser karena Aldy mulai menjahilinya dengan menarik-narik rambutnya dari belakang.


"Aku ke atas dulu, masih ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan." Pamit Aldy pada Jessica. Ia kembali menarik rambut Jessica sambil tersenyum manis pada wanita itu.


"Jangan sampai larut! Ibu dan Bibi juga harus istirahat!" Aldy melangkah ke luar dari ruang keluarga. Ada rasa lega di hatinya. Karena semua anggota keluarga besarnya menyukai Jessica. Jadi ia tidak perlu khawatir akan ancaman mematikan yang harus dihadapi Jessica, jika keluarga besarnya tidak menyukai wanita pilihannya.

__ADS_1


Aku sungguh bersyukur atas semua Nikmat yang telah Engkau berikan padaku. Engkau datangkan untukku wanita yang banyak mengubah hidupku, dan sebentar lagi akan menjadi bagian dari hidupku, selamanya. Kumohon, mudahkanlah segala urusanku dan ingatkanlah aku untuk selalu bersyukur padaMu atas semua nikmat-nikmatMu. Aku percaya pada takdir indahMu yang akan mengubah hidupku ke depannya. (Aldy)


__ADS_2