
Kediaman keluarga Pranata pagi ini di hebohkan dengan kedatangan tamu yang tidak diundang. Kamila dan Nathalia dengan jelas menampakkan wajah tidak suka mereka dengan kedatangan si gadis menyebalkan bernama Aleta Jordan Candra. Gadis yang berusia sama dengan Nathalia, dan juga masih memiliki hubungan kental dengan keluarga besar Yoga Candra dan Can Candra.
Jika dilihat dari silsilahnya. Aleta adalah sepupu dari Ken dan Nathalia. Ayahnya adalah adik kandung Tuan Marleen Candra, yang tak lain Papa Ken dan juga Nathalia.
Kedatangan Aleta yang secara tiba-tiba membuat semua penghuni rumah utama hampir jantungan.
Gadis itu berteriak memanggil-manggil nama Bibi Lynda dari halaman rumah utama. Ia datang dengan menyeret satu koper besar, berniat untuk menginap selama beberapa hari di kediaman keluarga Pranata.
"Kak Ila....." teriak Aleta sambil berlari ke arah Kamila lalu memeluknya erat. Kamila berusaha menghirup udara karena kehabisan nafas gara-gara pelukan Aleta yang sangat kuat dan erat.
"Hei! Lepaskan aku!!" Kamila mendorong tubuh Aleta menjauh darinya, lalu menatap Aleta tajam.
"Kenapa ke sini?!" tanya Nathalia yang berdiri di belakang Kamila sambil melipat tangannya di dada.
"Dasar sepupu sombong! Aku ke sini untuk bertemu Kak Aldy, Kak Ila dan Bibi Lynda! Bukan bertemu denganmu!" jawab Aleta judes. Aleta menyeret kopernya masuk ke dalam kamar tamu.
Setelah meletakkan kopernya. Ia keluar untuk menemui Ibu di halaman belakang.
Kamila dan Nathalia hanya menghembuskan nafas kasar. Keduanya tidak bisa menghalangi langkah Aleta. Ya, Karena Aleta juga masih bagian dari Can Candra dan Yoga Candra.
Ibu dan Jessica dikejutkan oleh teriakan Aleta yang memanggil nama Ibu. Ia berlari sambil melompat-lompat lalu memeluk Ibu erat.
"A-aleta," ucap Ibu sambil melepaskan diri dari pelukan Aleta. Ibu menatap Aleta tidak percaya.
"Kapan kamu sampai di Indonesia?" tanya Ibu karena Aleta memang tidak tinggal di Indonesia. Keluarganya mengurus bisnis Can Candra yang berada di Singapura.
"Tadi malam, Daddy dan Mammy memintaku untuk menginap di rumah paman Marleen. Tapi aku menolaknya. Di sana tidak seru sama sekali, oleh sebab itu, aku menghubungi Kak Aldy dan Kak Aldy menyuruhku menginap di sini," jawabnya panjang lebar.
Aleta menatap Jessica penuh tanda tanya. "Dia siapa, Bi?"
"Kak Audi, calon....."
"Hmmm, Bibi tidak salah," potong Aleta sedikit berbisik. Ia mengamati Jessica dari atas rambut sampai ke bawah kaki.
"Tidak!" Ibu menatap Jessica. "Dia adalah pilihan terbaik, putraku!" sambungnya dengan nada tegas.
Aleta masih belum menerima. Ia berharap calon Aldy dari kalangan yang sama seperti Keluarga Besar Yoga Candra.
__ADS_1
Ya, baju yang dia pakai memang mahal. Ish, tapi penampilannya? No! no! Tidak banget! (Aleta)
Gadis itu terus mengamati Jessica. Setelah cukup lama, ia pergi begitu saja.
"Anak dan Ibu sama saja!" gumam Ibu namun masih terdengar oleh Jessica.
"Gadis itu siapa, Bu?" tanya Jessica penasaran dengan gadis yang baru saja memperhatikan penampilannya itu.
"Dia Aleta Jordan Candra. Sepupu Ken dan Nathalia. Ayahnya dan Ayah Ken kakak beradik. Dan Kakeknya Aldy dengan Kakeknya Ken saudara. Keluarga kami dari bagian Yoga Candra, sedangkan keluarga Ken, bagian dari Can Candra," jawab Ibu sambil menjelaskan silsilah keluarga yang cukup panjang ini.
"Jadi, jika secara silsilah. Nama lengkap Kamila adalah Kamila Pranata Yoga Candra?" Jessica menatap Ibu.
Wanita paruh baya itu tersenyum, membenarkan ucapan Jessica.
Silsilah yang cukup panjang. Ken dan Aldy bertemu pada Kakek mereka. Tapi Ken, pria itu rela mengabdikan dirinya pada keluarga Pranata. Padahal keluarganya sendiri Pebisnis yang cukup terkenal? (Jessica)
☆☆☆☆☆☆☆☆
Nathalia dan Kamila mengamati setiap gerak-gerik Aleta. Keduanya memperhatikan Aleta yang cukup memusingkan kepala itu.
Aleta sedang duduk di kolam renang. Ia memakai baju renang dengan kaki yang dimaksukan ke sana.
"Ish, gadis itu payah, Kak Ila! Dia tidak pandai berenang!" Nathalia mulai cekikikan sendiri. Ia mengingatkan saat liburan bersama dengan Gadis itu. Waktu itu, Aleta dengan gaya angkuh dan sombongnya berdiri di tepi kolam renang. Namun sayangnya, Juan tidak sengaja menyenggolnya dan Aleta pun terjatuh dan tenggelam di kolam itu.
Nathalia terus cekikikan. Wajah kesal Aleta masih ia ingat saat itu.
"Ah, tidak seru! Baru saja aku berpikiran untuk mengerjainya!" ucap Kamila kesal.
"Jangan, Kak! Dia pengadu! Dia akan mengadu pada Daddy dan Mammy nya. Setelah itu, Paman dan Bibi pasti akan berceramah dan menegurku. Ya, walaupun bukan aku yang salah," ucap Nathalia malas.
Kamila mulai bosan. Ia pun mengajak Nathalia untuk masuk dan tidur siang saja. Keduanya kembali ke dalam kamar, membiarkan si gadis menyebalkan itu tetap di pinggir kolam.
Siang itu, matahari tidak terlalu menyengat. Apalagi jika di kediaman keluarga Pranata yang begitu banyak pepohonan di sana. Kolam renang yang terletak di bagian belakang rumah utama adalah tempat yang begitu adem dan sejuk, membuat Aleta memilih tempat itu sebagai tempat bersantai yang paling nyaman.
Aleta mulai bangun. Namun licinnya lantai membuat ia terpeleset dan jatuh ke dalam kolam renang. Aleta gelagapan. Ia mencoba berpegangan namun tangannya tidak sampai pada tepi kolam.
"To...tolong......."
__ADS_1
Semakin lama, nafas Aleta hampir saja tidak bisa diatur. Antara sadar dan tidak. Ia melihat Jessica berlari ke arahnya dan langsung turun untuk menyelamatkannya.
Jessica menggendong tubuh Aleta ke pinggir kolam. Beruntung saja Jessica sedang di belakang dan ia mendengar teriakan Aleta dari arah kolam renang.
Aleta pingsan. Jessica menggendong gadis itu dengan sisa tenaganya menuju rumah utama. Para pengawal yang berjaga di rumah utama langsung menghampiri Jessica.
Mereka menggantikan Jessica untuk menggendong Aleta menuju rumah utama. Sedangkan Jessica, wanita itu sudah terduduk lemas.
Kondisi Jessica memang belum stabil. Bahkan ia belum meminum obatnya saat menolong Aleta tadi. Kepala Jessica mulai berdenyut sakit, sangat sakit, sampai Jessica meringis menahan sakitnya. Jessica mulai tak sadarkan dirinya saat rasa sakit itu semakin menyerang kepalanya.
Seorang pengawal memberanikan dirinya untuk mengangkat tubuh Jessica. Ia menggendong Jessica masuk ke dalam rumah utama.
Kepala pelayan yang melihat hal itu mulai panik. Bagaimana bisa ia selalai itu dalam menjaga Jessica. Ia berteriak memanggil pelayan lainnya.
Mereka datang dan berkumpul dengan wajah yang sangat panik. Ada yang langsung berlari menuju dapur untuk membuatkan makanan dan minuman untuk Jessica. Ada juga yang berlari untuk menyiapkan pakaian Jessica.
Ibu, Kamila dan Nathalia keluar dari kamar mereka. Ketiganya menuruni tangga dengan wajah yang begitu panik. Mereka langsung berlari ke arah kamar Jessica.
Betapa terkejutnya Ibu dan Kamila saat melihat pakaian Jessica yang basah kuyup. Ibu meminta semua pelayan untuk keluar. Ia mengelap dan menggantikan pakaian Jessica.
Air mata Ibu mulai menetes. Ia tak sanggup membayangkan kecemasan putranya jika mengetahui keadaan Jessica sekarang.
Kamila dan Nathalia masuk setelah mendapat persetujuan dari Ibu. Keduanya menatap Jessica iba, bahkan mereka lupa dengan kondisi Aleta saat ini.
"Gadis itu! Jika tidak bisa berenang seharusnya jangan bermain di sana!" ucap Kamila kesal.
Ia dan Nathalia membisu saat Hp keduanya berdering bersamaan. Di layar Hp Kamila menampakkan nama Aldy. Sedangkan di layar Hp Nathalia menampakkan nama Ken.
Nathalia menolak panggilan Ken. Ia menatap Kamila, meminta wanita itu saja yang menerima panggilan dari Aldy.
"Hallo!!! Kamila! Kau di mana saja, hah?! Bukankah Kakak menyuruhmu menemani Jessica!" teriak Aldy dari seberang sana.
Aldy sudah mendapat laporan dan ia pun langsung mengecek CCTV yang di pasang di sekitar rumah belakang.
"A-aku, aku dan Nathalia di kamar.....ta-tadi....ka-kami...." Kamila berhenti. Sungguh ini adalah hal yang paling menakutkan bagi Kamila.
"Arghh, kemana kepala pelayan dan pelayan lainnya! Kenapa mereka membiarkan Edelweiss-ku melakukan hal itu! Kau tau, 'kan dia masih belum stabil!" Aldy mematikan sambungan telepon. Ia mengajak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Aku akan pulang. Aku akan menjagamu dengan baik! Tidak akan kubiarkan kau sampai terluka atau terpeleset sedikit pun! Apalagi sampai pingsan seperti ini!