Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Couple


__ADS_3

Jessica, Kamila, Ken, Keisha dan Juan berhenti di sebuah kafe untuk makan siang.


"Yah, Kursi cuma empat. Aku duduk dimana, Kak?" tanya Juan polos pada Ken.


"Cari tempat lain saja," jawab Ken sambil melirik meja sebelah.


"Kau benar-benar Es Batu Balok, Beruang Kutub tanpa hati," protes Keisha yang mendengar jawaban dari Ken untuk Juan yang tak lain sepupunya sendiri.


"Sayang, jangan terlalu galak, nanti cantikmu hilang." Ken mengedipkan satu matanya pada Keisha.


"Emm...rasakan ini," ucap Keisha sambil mencubit perut Ken.


"Khemm..Khemm...sepertinya kita bertiga perlu pindah meja," sindir Jessica. Kamila dan Juan hanya diam, tak berani berkomentar apapun.


"Huh, kau kenapa Edelweiss? Apa perlu ku panggilkan Tuan Aldy untukmu?" goda Ken.


"Terserah kamu saja! Dan jangan panggil aku seperti itu! Namaku Jessica. Je-ssi-ca mengerti!" Jessica menatap Ken tajam, membuat mata pria itu sakit dan perih.


"Serigala Betina mengamuk, aku pindah meja dulu." Juan langsung duduk di meja sebelah dan tidak lagi melirik atau menetap Ken dan juga Jessica.


"Hahaha, dia sangat takut padamu, Jess, sudah kau apakan?" tanya Keisha.


"Sedikit pelajaran saja, agar dia tau bagaimana cara menghargai privasi orang." Jessica melirik ke arah Juan yang sudah fokus pada Handphone di tangannya.


Seketika suasana hening, mereka fokus pada satu pandangan yang sama.


"Kakak?" ucap Kamila setelah terdiam beberapa menit. Jessica hanya tersenyum tipis, begitu pula dengan Ken, Keisha dan juga Juan.


"Ah, aku pindah saja. Kasian Juan duduk sendirian," ucap Kamila lalu pindah ke meja Juan.


Jessica melirik kursi kosong di sampingnya. Belum berkata apa-apa, Aldy sudah duduk disana.


"Tidak apa-apa,kan?" ucapnya.


"Hmmm, duduk saja."


Mereka semua memesan menu masing-masing, makan dengan suasana yang begitu tenang.


"Hahaha, kau makan seperti anak kecil saja," ucap Ken pada Keisha. Pria itu mengusap ujung bibir Keisha, membersihkan saus yang menempel disana.


"Heh, apa yang kau lakukan!" Keisha menepis tangan Ken yang masih menempel di bibirnya.


"Jangan terlalu galak, ini tempat umum." Ken kembali fokus pada menu makanannya, menghindari perdebatan sengit dengan Keisha.


"Huh, cinta membuat orang terlihat bodoh dan gila," gumam Jessica.


"Itulah yang ku rasakan sekarang," bisik Aldy pada Jessica yang berada disampingnya.


"Aku merasa bodoh dan gila karena mencintaimu," sambungnya. Aldy mengalihkan padangannya, agar Jessica tidak mengamuk padanya.


"Hahaha, katakanlah semua omong kosong itu, aku tidak akan percaya!" bisik Jessica.


Ken dan Keisha memasang telinga mereka, berusaha mendengarkan apa yang kedua makhluk itu bicarakan.


"Heh, jangan biasakan diri kalian sebagai pencuri," tuduh Aldy pada Ken dan Keisha. Kedua langsung menciut karena tatapan tajam dari Aldy dan Jessica.


"Huh, Pria dan Wanita dingin menyatu," ucap Keisha keceplosan. Ia segera membungkam mulutnya, melempar padangannya ke arah Juan Dan Kamila.


"Jika Ken tidak mencintaimu, habislah kamu," ucap Aldy pada Keisha yang sudah mati gaya sejak tadi.


"Bisakah kita makan dengan tenang lagi?" tanya Jessica pada ketiga makhluk yang satu meja dengannya. Semuanya diam, dan kembali fokus pada makanan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Dokter Galak, tolong ambilkan tisu itu." Ken menunjuk setumpuk tisu yang berada di depan Keisha.


"Hmmm." Keisha memberikan selembar tisu pada Ken.


"Tolong bersihkan," goda Ken pada Keisha. Keisha melempar setumpuk tisu, tepat mengenai wajah tampan Ken.


"Bersihkan sendiri, kau punya dua tangan, 'kan?" ucap Keisha.


Aldy dan Jessica mencoba menahan tawa mereka, tingkah laku Ken yang konyol itu sangat menggoda keduanya untuk tertawa.


"Kita cukup sebagai obat nyamuk dan penonton saja," bisik Kamila pada Juan yang duduk di hadapannya.


"Hehehe, mereka berempat sangat lucu. Kak Aldy dan Kak Jessica sama dinginnya. Dan Kak Ken dan Kak Keisha sama-sama, apa ya?"


"Sama konyol dan gilanya," sahut Juan sambil tertawa kecil.


"Hust...kau ini, bisa-bisa Kak Ken marah padamu," ucap Kamila sambil mencubit lengan berotot Juan.


Keduanya mulai diam, hening dan sunyi ketika Delepan pasang mata menatap mereka.


"Hehehe, lanjutkan saja kencannya, Kak," ucap Kamila.


"Hmmm, ayo pulang," ajak Keisha.


"Sedikit jalan-jalan, mau?" tawar Ken. Pria itu masih ingin bersama Keisha lebih lama lagi.


"Pulang ke Rumah saja, Ken. Dan ajak juga Dokter Galak itu," ucap Aldy. Keisha dan Jessica diam, saling menatap satu sama lain.


"Ah, maaf Tuan, saya tidak bisa," jawab Keisha.


"Baiklah, kita pulang sekarang," ucap Ken mengalah. Ia menatap Aldy. "Kita gagal." Begitulah arti tatapannya.


"Motor?"


"Hmmm, mobilku dipakai oleh Edelweiss dan Kamila," jawab Aldy sambil melirik ke arah Jessica yang sedang sibuk dengan Handphonenya.


"Edelweiss," panggil Ken.


"Heh, sudah ku bilang, namaku Jessica. Bukan Edelweiss ataupun Serigala. Mengerti!" Jessica menatap Ken tajam, ia meraih garfu hendak menusuk mata Ken.


"Huh, Ampun. Ayo kita pulang, bisa-bisa aku tidak jadi menikahimu." Ken menarik tangan Keisha, membawa wanita itu keluar dari dalam kafe.


"Ayo pulang," ajak Aldy pada Jessica.


Jessica tidak menjawab, dia beralih mengajak Kamila untuk pulang. Meninggalkan Juan dan Aldy di dalam.


"Hahahaha, Kakak ku yang tampan ini ditinggalkan begitu saja oleh seorang wanita," ejek Juan.


"Juan!" Aldy menatap Juan tajam lalu meninggalkan pria itu sendirian disana.


"Astaga, hidupku dikelilingi oleh orang-orang Dingin dan Galak." Juan menatap area parkiran yang sudah longgar karena hilangnya mobil Jessica dan Ken.


________


Suasana di dalam mobil Ken sangat hening, Keisha yang duduk di samping Ken hanya sibuk dengan Handphonenya, memeriksa beberapa Chat WhatsApp yang baru masuk.


"Dokter Galak," panggil Ken.


"Hmmm, kenapa?" Keisha melirik sekilas ke arah Ken yang sedang sibuk mengemudi.


"Boleh ambilkan air minum itu," jawab Ken sambil melirik sebuah botol mineral.

__ADS_1


"Hmmm, ini." Keisha membuka tutup botol lalu memberikannya pada Ken. Ken meraih botol itu dengan tangan kanannya dan tangan kirinya masih menempel di kemudi mobil.


Dia tampan juga...


"Es Batu Balok, bisakah berhenti di depan sana," ucap Keisha sambil menunjuk sebuah toko baju.


"Mau beli baju?" tanya Ken.


"Hehehe, mau cuci mata saja. Bisa?"


"Apa yang tidak untukmu, Dokter Galak kesa..." Keisha mencubit lengan Ken keras, membuat laki-laki itu menghentikan ucapannya.


"Sayang, lepaskan!" Keisha mengeraskan cubitannya.


"Ampun, aku berjanji tidak akan memanggilmu sayang lagi. Sekarang lepaskan!" Ken melirik ke arah lengannya yang sudah membiru.


"Kau Dokter Galak yang tidak punya hati, Dasar wanita kutub," ejek Ken.


Keisha kembali menyerang bagian perut Ken, mencubitnya keras. Ken meraih tangan Keisha yang masih nempel di perutnya, lalu menggegamnya erat.


"Tanganmu saja sudah mulai candu pada tubuhku, bagaimana dengan dirimu," goda Ken.


Keisha berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ken, "Heh, lepaskan Beruang Kutub!" teriak Keisha.


"Jangan teriak, ini parkiran. Bisa-bisa aku yang tampan ini dipukuli oleh orang banyak." Ken melepaskan tangan Keisha lalu turun dari mobil, disusul oleh Keisha.


Keduanya berjalan berdampingan, tapi dengan tangan yang tersembunyi pada kantong celana masing-masing.


"Mau beli apa?" Ken melirik seluruh sudut ruangan yang dipenuhi oleh baju berwarna pink cerah dan biru muda.


"Hmmm, baju couple." Keisha memegang sebuah baju berwarna tosca.


"Kau suka warna apa?" tanyanya pada Ken.


"Aku suka putih dan hitam." Ken menarik tangan Keisha. "Kau mau membeli untuk siapa?"


"Untuk aku dan kamu, untuk siapa lagi," jawab Keisha polos. Dia benar-benar tidak menyadari ucapannya tadi.


"Hahaha, kau diam-diam sudah menyukaiku," ejek Ken. Keisha langsung tersadar akan kebodohannya, ia menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona karena malu.


"Hahaha, sudahlah. Aku sudah tau itu." Ken mengajak Keisha mengelilingi toko yang cukup besar itu.


"Bagaimana jika hitam, kau suka hitam, kan?" Ken menujukan baju couple berwarna hitam dengan tulisan putih kecil ditengahnya.


"Emm." Keisha memegang kepala yang tiba-tiba pusing, ia berpegangan pada patung yang terletak disampingnya.


"Kau kenapa, apa kau sakit?" tanya Ken panik. Ken menggegam tangan Keisha,


"Kita pulang, okey," ucapnya lalu mengangkat tubuh Keisha. Menggendong Dokter Muda itu, semua mata tertuju pada keduanya.


"Aduh, so sweetnya," ucap seorang pelanggan toko.


"Mbak, tolong bungkus semua baju couple yang ada di toko ini. Anak buah saya akan membayarnya nanti," ucap Ken lalu keluar dari dalam toko dengan Keisha yang berada dalam gendongannya.


Keisha menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Ken, pasalnya ia hanya pura-pura pusing agar Ken mengajaknya pulang dan melupakan masalah baju couple itu, tapi malah begini hasilnya. Ia mendapat dua bonus langsung dari Ken, digendong dan diborongin baju setoko.


Ken menurunkan Keisha tepat di depan pintu mobil.


"Masuklah, kita langsung pulang," ucap Ken lembut. Keisha hanya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sudah memerah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2