
Kediaman keluarga Pranata pagi ini sedikit berbeda. Ibu, Aleta, Fia dan Mammy Aleta pergi entah kemana. Sedangkan Jessica dan Aldy pergi untuk menikmati sinar matahari pagi di sebuah pantai.
Di rumah megah dan mewah itu hanya tersisa Kamila dan para pelayan saja. Kamila menuruni tangga dengan terburu-buru. Ia berlari menuju ruang makan untuk sarapan bersama seperti biasanya. Namun, tidak ada siapapun di sana.
"Mbak, orang-orang ke mana, ya? Ibu, Kak Aldy dan Kak Jessica mana? Apa mereka sudah sarapan sebelumnya?" tanya Kamila sambil mengoleskan selai coklat pada rotinya.
"Nona dan Tuan Muda pergi ke pantai bersama Tuan Ken. Sedangkan Nyonya besar dan Nona Aleta, kami juga kurang tau Nyonya ke mana," jawab sang pelayan lalu meletakkan susu coklat hangat favorit Kamila.
"Tumben sepagi ini sudah keluar semua. Aneh!" gumam Kamila. Ia pun menghabiskan roti dan susunya lalu meluncur menuju kampus.
Sesampai di kampus. Kamila di kagetkan oleh Elis yang tiba-tiba menabraknya dari belakang, membuat baju yang ia kenakan kotor karena terkena tinta spidol yang Elis bawa.
"Maaf, Mill. Aku tidak melihatmu," ucap Elis lalu berlalu meninggalkan Kamila yang masih meratapi nasibnya.
"Pagi-pagi sudah dapat musibah. Sabar, Ila. Biasanya setelah musibah datang seperti ini, kau akan mendapatkan kebahagiaan besar nantinya," ucap Kamila sambil membenarkan bajunya. Ia menutupi bagian kotor itu dengan tasnya, lalu kembali berjalan menunju kelas.
Di kelas pun, Kamila kembali mendapatkan kesialan. Buku-bukunya hilang saat ia tinggal menuju kamar mandi untuk membersihkan bajunya yang kotor.
Tidak sampai di situ saja. Ia pun kena hukuman dari seorang Dosen karena dituduh tertidur dalam kelas. Nyatanya, Kamila sama sekali tidak tertidur. Ia menunduk untuk mengambil polpennya yang terjatuh ke bawah meja.
"Astaga, ini hari apa? Kenapa aku sesial ini?!" gumam Kamila yang mendapati ban mobilnya yang sudah bocor.
Kamila pun menelpon para pengawal yang selalu menjaganya. Sialnya, tidak ada satupun dari mereka yang mengangkat panggilan Kamila.
Akhirnya, Kamila pun mencoba menghubungi orang rumah. Dan hasilnya tetap sama. Tidak ada satupun orang yang mengangkat panggilan Kamila.
Gadis itu pun termenung di parkiran kampus. Ia memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang di depannya.
Beruntungnya, Kamila kembali bertemu dengan Elis. Gadis itu menawarkan Kamila tumpangan. Dan Kamila pun mengiyakan tawaran Elis.
Keduanya tidak langsung pulang ke kediaman keluarga Pranata. Elis mengajak Kamila untuk mampir ke kafe Jack terlebih dahulu. Dengan alasan ia sangat haus dan lapar.
"Liss, bagaimana jika di kafe lain?" tawar Kamila karena tidak ingin lagi mengunjungi kafe penuh kenangan itu.
"Tidak bisa, Mill! Itu kafe terdekat dan juga termurah di sekitar kampus," jawab Elis sesuai fakta. Ia pun menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di kafe.
__ADS_1
Sesampainya di sana. Kafe itu terlihat begitu indah dengan hiasan yang cantik dan juga bunga mawar yang bertebaran di mana-mana.
Kamila tidak tertarik sama sekali. Ia berjalan dengan cueknya di belakang Elis.
Saat di depan pintu kafe. Kamila diminta untuk menutup matanya. Awalnya ia menolak karena enggan mengikuti permintaan sang pelayan kafe. Namun, pelayan itu terus meminta Kamila. Kamila pun patuh karena tidak ingin Elis sampai mati kelaparan karena menunggu dirinya yang masih distop di depan pintu kafe.
Saat mata Kamila sudah ditutup. Seseorang pun menuntunnya untuk masuk sambil menggenggam tangannya erat.
Kamila berpikir ini hanyalah siasat Jack yang akan meminta maaf padanya. Dan ketika ia sudah sampai di dalam kafe. Orang yang menuntunnya pun menjauh dan Elis lah yang membuka penutup mata yang ia kenakan.
"Happy Birthday Kamila......" teriak semua orang-orang yang berada di dalam kafe itu saat penutup mata Kamila sudah di buka.
Kamila pun mengedarkan pandangannya tidak percaya. Begitu banyak balon yang beterbangan dan juga mawar-mawar yang tergeletak begitu saja di lantai kafe.
"Happy Birthday to you....Happy birthday....Happy Birthday....Happy birthday....Happy birthday to you." Jack muncul dengan kue berwarna pink dan cokelat di tangannya. Ia tersenyum pada Kamila, lalu meminta Kamila untuk meniup lilin yang berada di atas kue cantik itu.
Kamila menatap Jack tajam. Hatinya masih sakit, bahkan amat sakit karena ulah Jack akhir-akhir ini.
"Kamila," panggil salah seorang teman Kamila. Ia menatap Kamila, meminta Kamila untuk menghargai kejutan dari Jack.
Kamila pun meniupnya lalu memotong kue itu, memberi suapan pertama pada Jack.
Jack hanya menanggapi dengan senyuman manisnya. Selang beberapa menit, muncullah gadis yang Jack boncengi waktu itu.
"Happy birthday Kak. Do'a terbaik untuk Kakak," ucapnya sambil menyodorkan kado berukuran sedang pada Kamila.
Jack merangkul gadis itu, mencium pipinya di depan mata Kamila.
"Hahaha, kau kenapa prank! Dia adikku, Kamila, kau sudah tertipu selama ini!" jelas Jack sambil tersenyum karena melihat wajah kesal Kamila.
"Tidak lucu, Jack!" ucapnya lalu membalik tubuhnya hendak keluar dari kafe.
Spontan Jack menarik tangan Kamila. Lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
"Happy birthday Nona Kamila Pranata Yoga. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Dan do'a terbaik untukmu, aku merindukanmu, sangat merindukanmu." Jack mengelus kepala Kamila. Gadis itu menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
"Khemm, hemm, cek, mic satu dua, Hemm!" Semua berdehem untuk menyadarkan dua pasangan yang sedang melepas rindu mereka.
"Aku minta maaf, maaf telah mengeprank mu. Maaf telah membuat air matamu jatuh...."
"Heh! Aku tidak menangisimu!" potong Kamila dan berhasil membuat orang-orang di dalam kafe itu tertawa.
Kamila pun kembali menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Jack. Malu, itu yang ia rasakan sekarang.
Setelah acara minta maaf dan peluk-pelukan itu. Teman-teman Kamila pun memberikan kado untuk Kamila, begitu pula dengan teman-teman Jack. Mereka memberi begitu banyak bunga dan cokelat untuk Kamila.
Acara makan-makan pun dimulai. Hari ini, kafe ini tidak dibuka untuk umum. Tempat ini khusus untuk teman-teman Kamila saja. Dan semua makanan di sini gratis, untuk hari ini.
"Terimakasih, Jack. Terimakasih untuk momen berharga ini." Kamila menatap Jack yang duduk di depannya. Tangan mereka terus bertautan satu sama lain. Tidak rela melepaskan tangan masing-masing walau hanya satu detik. Lebay><
Kejutan untuk Kamila tidak sampai di situ saja. Setelah acara di kafe selesai, Jack pun mengantar Kamila pulang. Sesampainya di gerbang rumah utama. Kamila dikejutkan oleh balon-balon lucu yang mengambang sepanjang jalan menuju halaman utama.
Di halaman utama sudah berbaris semua anggota keluarga besar Kamila. Menyambut kedatangan Kamila dengan lantunan lagu selamat ulang tahun untuk sang Nona Manja.
Kamila kini menangis dalam pelukan sang Kakak yang telah menyiapkan semua ini untuknya. Pesta yang cukup mewah dengan keluarga besar Yoga Candra dan Can Candra yang menjadi tamu spesial Kamila.
Tidak ada yang tidak datang untuk merayakan ulang tahun sang Nona Manja. Semua tersenyum bahagia pada Kamila. Dan satu hal yang membuat Kamila bertambah haru, setumpukkan kado berukuran sedang dan besar untuknya.
"Selamat ulang tahun putri Ibu. Semoga Tuhan membarokahkan umurmu, meluaskan rizkimu, mengabulkan cita-citamu, impianmu dan juga keinginanmu. Yang paling terpenting, semoga engkau menjadi pribadi yang lebih dewasa kedepannya. Do'a terbaik untuk putri cantik dan manis Ibu." Ibu memeluk Kamila erat, mengecup kening gadis itu lembut.
Kue berukuran besar, sebesar papan tulis menunggu Kamila. Aldy menuntun adik kesayangan itu untuk memotong kue jumbo itu.
Suapan pertama diberikan untuk Ibu. Dan yang kedua untuk Aldy lalu untuk Jessica.
Moment berharga itu diabadikan oleh seorang photographer ternama. Namun, foto itu tidak diizinkan untuk diposting di media sosial. Foto itu hanya pengabdian momen untuk keluarga besar Yoga Candra dan Can Candra. Bukan untuk dikonsumsi publik.
Setelah acara potong-potong kue. Kamila mengajak Jack dan perkenalan Jack pada sepupunya. Kedatangan Jack disambut hangat oleh semua orang. Tidak ada yang berani berkomentar tentang hubungan Jack dan Kamila. Semua sudah tau, siapapun yang dipilih oleh Aldy dan Kamila. Maka, orang itu adalah orang terbaik untuk mereka.
Begitu banyak sepupu Kamila yang terpesona pada Jack. Terutama gadis SMA yang sangat menyebalkan bernama Aleta Jordan Candra itu!
Gadis itu terus mencuri perhatian dari Jack. Ia bahkan tidak sungkan untuk minta difolback oleh Jack.
__ADS_1
Kamila tidak lagi mengambil pusing tentang Aleta. Ia tau, gadis itu hanya naksir sementara. Setelah itu, ia pasti akan terpikat oleh ketampanan cowok lain nantinya.
Ish, Kak Aldy dan Kak Kamila kok pintar banget cari pasangan! Kak Aldy dan Kak Audy sangat serasi! Begitu pula dengan Kak Ila dan Kak Jack! Mereka cocok banget! Jadi iri akunya (Aleta)