
"Sayang? Apa yang kau lakukan di sana?" Aldy berjongkok menatap Jessica yang bersembunyi di bawah meja kerjanya. Sementara Jessica tersenyum sambil tertawa kecil di bawah sana. Ia memeluk kemeja kerja Aldy, menciumi bau badan Aldy yang melekat di sana.
"Keluarlah, Sayang!"
"Tidak mau!" Jessica menatap Aldy tajam. Ia kembali memeluk kemeja bekas Aldy lalu menghirup aroma khas dari kemeja itu.
"Astaga, apa ini yang dinamakan ngidam? Tapi kenapa seaneh ini?" gumam Aldy.
Pria itu menyentuh tangan Jessica lembut. "Keluarlah, Sayang. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini, kau seperti kucing yang ketakutan."
"Tidak mau! Sekali tidak tetap tidak!" jawab Jessica berteriak. Ia semakin menatap Aldy dengan tajam. Benar-benar terlihat seperti serigala yang kelaparan.
"Baiklah. Lakukan saja apapun yang membuatmu senang."
Aldy berdiri lalu berjalan mendekati meja rias. Ia menyisir rambutnya dan juga merapikan benda-benda yang berantakan di atas meja.
"Sayang...." Jessica tiba-tiba saja memeluk tubuh Aldy dari belakang. Ia mengendus-endus punggung Aldy, sampai ke ketiak pria itu.
"Sayang? Kau kenapa?" tanya Aldy khawatir. Baginya ini sudah sangat tidak wajar lagi. Dan tidak ada orang ngidam seaneh ini, kecuali Jessica, istri galaknya ini.
"Aku rindu bau badanmu, Sayang. Aku rindu bau keringatmu," jawab Jessica. Ia kini memeluk tubuh Aldy dari depan. Lalu menciumi pipi kanan dan kiri Aldy gemas.
"Kalau begitu, ayo kita olahraga bersama? Bagaimana?" Aldy tersenyum miring lalu mengangkat tubuh Jessica dan merebahkannya di atas kasur.
"Tidak mau! Aku hanya ingin keringatmu! Bukan berbagi keringat denganmu!" jawab Jessica tegas.
Jessica menarik-narik baju yang baru saja Aldy kenakan. Tidak lama, ia memasukkan kepala ke dalam baju Aldy.
__ADS_1
"Sayang...." Aldy menahan nafasnya. Entah apa yang terjadi pada istrinya ini.
"Buka bajumu! Aku ingin memakainya!" Jessica mengeluarkan kepalanya, lalu memaksa Aldy membuka baju berwarna abu itu.
"Pakailah."
Jessica meraih baju Aldy, membuka baju yang ia kenakan di depan Aldy, sampai Aldy terpaksa menahan nafas dan juga salivanya.
"Nyaman sekali," ucap Jessica setelah ia memakai baju Aldy. Jessica kini menyerahkan bajunya pada Aldy, lalu tersenyum licik.
"Pakailah bajuku, Sayang! Kau pasti semakin tampan dengan baju ini."
"Yang benar saja?!"
"Ayolah!" Jessica kembali menekuk wajahnya. Lalu memalingkan wajahnya dari hadapan Aldy.
"Tersenyumlah di sana, Sayang. Ayah sangat menyayangimu," ucap Aldy lalu memakai baju Jessica.
Kini Jessica dan Aldy sudah berbaring di atas tempat tidur. Jessica memakai baju Aldy, sedangkan Aldy memakai baju Jessica yang pas di tubuhnya.
Beruntung Jessica memiliki selera berpakaian seperti pria, jika tidak, pasti hari ini aku memakai pakaian yang ketat berwarna Pink cerah! (Aldy)
☆☆☆☆☆
"Ibu, apakah Ibu dulu ngidam seaneh Jessica?" Aldy menatap Ibunya lalu duduk di samping wanita paruh baya itu.
"Memang apa yang terjadi? Apakah Jessica ingin makan yang aneh-aneh lagi?" Ibu balik bertanya.
__ADS_1
Ia menatap putranya yang terlihat begitu lelah dan juga frustasi menghadapi sikap aneh Jessica.
"Ini sudah terlalu, Bu. Jessica selalu mencium ketiakku dan juga kemeja bekas yang berada di ruang ganti," jawab Aldy. Pria itu menciumi ketiaknya lalu tersenyum geli karena mengingatkan Jessica.
"Hahaha, itu tidak apa-apa. Ibu juga seperti itu dulu," jawab Ibu tertawa.
"Benarkah?"
"Hmmm, sampai ayahmu juga heran pada Ibu." Wanita paruh baya itu menghentikan tawanya, ada bayangan indah yang menari-nari di kepalanya.
"Sayang." Jessica berjalan ke arah Aldy dan Ibu lalu duduk di samping Aldy. Ia mulai menempelkan wajahnya di dekat ketiak Aldy.
"Astaga, Sayang. Apakah seharum itu sampai kau tidak bisa terlepas dari ketiakku?" Aldy tersenyum kecut. Ia menatap Ibu lalu mengisyaratkan bahwa istrinya ini sudah kumat lagi.
"Diamlah di sini. Ibu akan meminta pelayan untuk membuatkan susu untuk Jessica," ucap Ibu tersenyum lalu berjalan ke arah dapur utama.
"Sayang! Cium aku!" Jessica menatap Aldy dengan tatapan yang begitu memelas. Ia menunjuk bibirnya lalu memegang bibir Aldy.
"Ayo, Sayang! Cium aku!"
"Jangan di sini! Di kamar saja."
Aldy mengangkat tubuh Jessica, ia menaiki tangga dengan hati-hati lalu membuka pintu kamar dan langsung merebahkan tubuh Jessica.
"Aku akan memberikan lebih, bukan hanya sekedar ciuman," ucap Aldy menyeringai.
Dan pada akhirnya, terjadilah percintaan hangat yang sudah lama tidak terjadi di antara keduanya.
__ADS_1