Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Dalang!


__ADS_3

Sore harinya, sekitar jam 05:08.


Aldy dan Jessica mendapat telepon dari kantor polisi tentang perkembangan kasus Jack dan Morgan. Keduanya langsung meluncur ke kantor polisi bersamaan.


"Menurutmu, siapa pelaku utamanya, Jess," tanya Aldy pada Jessica yang duduk di sampingnya.


"Hmmm, entahlah. Siapapun pelakunya, aku harap polisi memberikan hukuman yang adil, sesuai dengan Undang-undang." Jessica melempar padangannya keluar jendela, menghindari matanya agar tidak terus menerus menatap wajah tampan Aldy.


"Kita jemput Kamila dulu, supaya pekerjaanmu selesai." Aldy memutar arah menuju Kampus Kamila.


Jessica hanya tersenyum tipis, hatinya mulai berdebar tidak karuan karena prilaku Aldy yang semakin hari semakin blak-blakan mengakui perasaannya pada Jessica.


Suasana kembali hening, Aldy tetap fokus pada jalanan sedangkan Jessica mulai fokus pada Handphone ditangannya.


Mobil sudah memasuki area kampus, terlihat Kamila sudah menunggu di tempat biasa bersama Elis dan yang lainnya.


"Mill, Kak Jess sama siapa.Kok turunnya dari kiri, bukan dari kanan?" tanya Elis penasaran.


"Ah, paling-paling sama Kak Ken atau Kak Aldy," jawab Kamila sambil merapikan buku-bukunya. "Duluan ya, guys," sambungnya lalu melambaikan tangan pada ketiga temannya itu.


"Hati-hati, Mill," teriak Elis.


"Kak Jess," sapa Kamila dengan senyum manis yang tulus di bibirnya.


"Kau sudah makan siang?" tanya Jessica.


"Sudah, kita mau kemana, Kak. Dan Kak Jess sama siapa?" Kamila menatap ke arah kursi pengemudi, ia melihat Kakaknya sedang duduk disana dengan tangan yang sibuk dengan Handphonenya.


"Ayo masuk," ajak Jessica. Keduanya duduk di kursi belakang.


"Kak, kita mau kemana?" tanya Kamila pada Aldy. Aldy tak menjawab, pria itu hanya tersenyum tipis yang bisa dilihat dari kaca mobil.


Sekitar Sepuluh Menit perjalanan, mereka sudah sampai di depan Kantor polisi yang sudah di kerumuni begitu banyak awak media.

__ADS_1


"Sial, kenapa banyak wartawan disini," umpat Aldy. Ia sudah menduga apa yang akan terjadi padanya jika media meliputnya nanti, bahkan identitas adiknya akan bocor dan di ketahui oleh publik.


"Tenang saja, aku akan mengurusnya." Jessica keluar dari dalam mobil lalu berjalan melewati kerumunan itu. Semua orang menatap Jessica dengan penuh tanda tanya, "Siapa wanita itu," bisik seorang wartawan pada teman di sampingnya.


"Entahlah, mungkin keluarga atau kerabat dari Jack dan Morgan," jawab teman di sampingnya.


Jessica masuk ke dalam, lalu mencari polisi dan keamanan, ia membisikkan sesuatu dan disetujui oleh polisi dan keamanan tadi.


Jessica menghubungi Aldy, memintanya masuk melalui pintu belakang dari kantor kepolisian itu. Dan ternyata cara ini berhasil, Para wartawan tidak menyadari Aldy dan Kamila berjalan di belakang mereka.


Di dalam ruangan yang di jaga ketat oleh beberapa polisi. Kamila duduk dan bersembunyi di balik punggung Aldy dan Jessica, ia mengintip dari celah-celah punggung keduanya.


Polisi menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya, para pelaku utama di duga memiliki dendam tersembunyi pada Keluarga Besar Yoga Candra atau Can Candra.


"Tuan Aldy, apakah anda masih mengingat Tuan William?" tanya seorang polisi.


"William, maksud anda. William mantan Manajer Utama di perusahaan kami?" tanya Aldy memastikan. Polisi itu mengangguk lalu menunjukkan identitas lengkap William.


Pelaku Utama memang terdiri dari tiga orang. Dua wanita dan satu orang pria, satu nama yang sangat mengejutkan Jessica. Dalang dari semua kasus ini adalah Mona, bibi kandung Jessica sendiri.


Mereka memanfaatkan kedekatan Kamila dengan Jack, bermaksud ingin menyakiti Kamila lewat batin terlebih dahulu.


Bahkan rencana utama mereka adalah membunuh Jessica, Kamila dan juga Keisha.


Karena mereka semua mengetahui ketiga wanita itu sangat berharga bagi Keluarga Yoga Candra.


Rencana ini sudah disusun sejak beberapa bulan yang lalu, mereka sudah menyiapkan semuanya dengan matang, mulai dari penculikan Jack sampai kesalahan fatal mereka karena menghabisi Morgan yang tak lain anak kandung William sendiri.


Menurut pengakuan William, anak buahnya tidak sengaja menyakiti Morgan dan bahkan membunuh pria yang tak bersalah itu. Dan bagian tubuh itu, bukan bagian dari tubuh Jack, melainkan bagian dari tubuh anak buah William sendiri.


William dan Istrinya diduga memiliki masalah pada kejiwaan mereka, keduanya diperiksa dan memang benar. Keduanya sudah tidak waras lagi alias gila.


Sedangkan Mona, dia masih sadar akan semua tindakan yang ia lakukan. Namun memilih untuk tetap melanjutkan rencana ini demi melihat Jessica menderita dan mati ditangannya.

__ADS_1


"Kami serahkan semua ini pada pihak berwajib saja, dan saya minta, semua identitas pelaku di sembunyikan dari publik. Jangan biarkan satu media pun mengetahui identitas mereka yang sebenarnya." Aldy dan Kepala polisi itu berjabat tangan, "Terima kasih atas kerjasama dan usaha anda juga,Tuan," ucap sang Kepala Polisi.


Aldy dan Jessica menolak untuk bertemu dengan para pelaku utama, ini semua mereka lakukan agar tidak terjadi keributan nantinya.


"Maaf Pak, bagaimana dengan Jack. Dimana dia sekarang?" tanya Kamila dari balik punggung Aldy dan Jessica.


"Maaf Nona, kami belum mengetahui dimana keberadaan Jack sampai sekarang, pelaku mengatakan Jack berhasil kabur sejak awal pertempuran hebat di gubuk itu." Polisi itu menatap Aldy dan Jessica bergantian.


"Kami akan berusaha menemukan Jack, Nona tenang saja," sambungnya.


Polisi sudah selesai dengan tugasnya, dan Aldy juga sudah menyerahkan semua ini pada mereka.


"Anda bisa pulang, Tuan. Semua sudah selesai, anda tidak akan terlibat lagi." Polisi itu mengantar Aldy keluar melalui pintu belakang.


_________


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, semua penghuninya diam, tenggelam pada pikiran mereka masing-masing.


Jessica mengepal tangannya, darahnya naik sampai ke ubun-ubun. Ia ingin berteriak memaki kebodohan Mona, namun ini bukan saat yang tepat.


"Kak Jess." Kamila meraih tangan Jessica yang masih mengepal itu, "Kak Jess harus tenang, semua rencana mereka sudah gagal total. Dan aku dan Kak Keisha tidak apa-apa, bahkan mereka tidak dapat menyentuh kami," ucap Kamila.


"Tapi..."


"Hust....kau tidak salah apa-apa,mereka memang sudah tidak waras. Jadi wajar saja pikiran mereka seperti itu," potong Aldy.


"Aku bahkan berterima kasih padamu, karena kehadiranmu di samping Kamila membuat mereka susah untuk menyentuh putri kecil kami," sambung Aldy.


Jessica hanya diam, dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Suasana hatinya sedang hancur tak karuan karena mendengar nama Mona ada dideretan pelaku utama.


*Aku tidak habis pikir, dia membenci ku seperti itu. Dan bahkan rela mendekam di dalam jeruji besi itu. Jessica


Kasian Andre, dia pasti malu untuk bertemu dengan Kak Jess, padahal dia tidak tahu apa-apa. Kamila

__ADS_1


Bersambung*....


__ADS_2