Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
9. 15 Maret


__ADS_3

Hari yang dinanti-nanti telah tiba. Pernikahan seorang sekretaris dingin dengan seorang dokter muda galak yang memiliki paras yang sangat cantik. Keduanya memiliki sifat dan karakter yang hampir sama. Namun, tidak menjadi penghalang untuk hubungan mereka.


Bermula dari perjodohan gila yang sangat ditolak oleh kedua belah pihak. Tapi siapa sangka, takdir malah membuat mereka saling mencintai dan mulai membuka hati satu sama lain.


Bulan Maret menjadi saksi di mana menyatunya kedua pasangan ini. Ken berjalan mendekati singsananya sambil mengulurkan tangannya pada Keisha, yang sudah sah menjadi istrinya beberapa menit yang lalu.


Suara tepuk tangan menggema diiringi dengan sorak dari para tamu undangan. Semua orang kini mengantri untuk memberi ucapan selamat pada keduanya.


"Selamat, Nak. Semoga Tuhan selalu memberkati dan merahmati kalian. Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang harmonis sampai kalian menua bersama," Ibu memeluk Ken erat, baginya Ken sudah seperti Aldy ataupun Kamila. Bahkan rasa sayangnya pada Ken sama dengan rasa sayang pada kedua anaknya itu.


Setelah melepas Ken, barulah Ibu memeluk Keisha. Dirinya juga tidak menyangka waktu akan berjalan secepatnya ini. Tidak terasa Aldy dan Ken sudah dewasa dan berkeluarga sekarang.


Sementara Aldy dan Jessica duduk di meja pojok ruangan, pasangan dingin ini sedang menghindar dari kerumunan orang dan juga media.


Pernikahan Ken dan Keisha juga menjadi topik yang cukup hangat di media sosial, bagaimana tidak? Ken yang dikenal dingin, dan memiliki tatapan tajam itu ternyata bisa jatuh cinta, dan menikah dengan seorang dokter cantik seperti Keisha.


Semua tamu sudah selesai memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai. Kini tinggal Aldy dan Jessica saja. Semua kamera dan mata tertuju pada mereka. Jessica melingkarkan tangannya pada lengan Aldy sambil tersenyum manis, hal itulah yang menjadi daya tarik untuk semua orang yang berada di sana.


Berbeda dengan Aldy. Ia berjalan dengan sorot mata yang begitu tajam, dan juga sedikit senyum tipis di bibirnya. Aldy menatap setiap mata yang menatap ke arah istrinya, tatapannya mengatakan bahwa Jessica ini hanya miliknya dan tidak ada mata lain yang boleh menatap Jessica!


Seketika, semua orang mengalihkan pandangan mereka. Ada yang langsung menatap lantai, ada juga yang menatap ke arah jam tangan mereka.


Astaga, hanya dengan tatapan saja, semua orang langsung mengerti apa maksud pria ini! (Jessica)


Usai memberikan ucapan selamat pada Ken dan Keisha, Aldy langsung mengajak Jessica kembali menjauh dari semua orang. Ia mengajak Jessica duduk di kursi yang tidak bisa dijangkau oleh orang lain selain dirinya dan Jessica.


"Kau hanya milikku, mereka tidak berhak menatapmu seperti itu!" tegas Aldy sambil menggenggam tangan Jessica lalu mengecup punggung tangan Jessica lembut.


"Iya, aku milikmu, hanya milikmu, Sayang!" jawab Jessica memutar bola matanya malas.


"Bagaimana? Apa kau sudah siap untuk nanti malam?" tanya Aldy tersenyum licik.


"Apa? Nanti malam?" Jessica berpikir sejenak. "Memang ada apa nanti malam?" gumam Jessica.


"Kau lupa! Bukannya nanti malam kita akan mencetak keponakan untuk Kamila! Kau lupa itu!"


Aldy memasang tatapan tajamnya. Kini tatapan itu Aldy tunjukkan untuk Jessica.

__ADS_1


"Hehehe, iya, iya. Aku ingat, dan aku sudah siap," jawab Jessica lalu tersenyum kecut.


Aldy langsung mendaratkan kecupan ringan di bibir Jessica lalu menatap wanita itu redup.


"Jangan tersenyum seperti itu di hadapanku!"


"Baiklah, aku minta maaf."


☆☆☆☆☆☆


Gedung yang awalnya ramai kini sudah sepi, hanya tersisa beberapa orang yang bertugas membereskan gedung saja. Sementara mempelai wanita dan pria sudah diiring menuju kediaman keluarga Can Candra.


Kini pesta meriah berlanjut di sana. Semua orang sudah berganti gaun dengan gaun yang lebih ringan dari sebelumnya.


Seperti biasa, ketiga gadis planet itu selalu menjadi obat nyamuk di antara Ken dan Keisha ataupun Aldy dan Jessica. Mereka tidak mengizinkan kedua pasangan itu untuk bersama, dan menikmati kehidupan baru mereka.


Nathalia dan Aleta merebut Keisha dari Ken. Keduanya mengajak Keisha untuk bergabung dengan remaja yang lainnya. Sedangkan Kamila, gadis itu berkeliaran di sekitar Aldy dan Jessica. Membuat keduanya tidak bisa melakukan apapun di dekat Kamila.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan pesta pun sudah bubar beberapa menit yang lalu. Kini mobil Aldy dan Jessica melaju meninggalkan halaman rumah Can Candra. Jessica bersandar pada pundak Aldy, ia merasa kakinya begitu pegal karena berdansa dengan Aldy tadi.


"Sedikit."


Keduanya kembali hening. Jessica mencoba memejamkan matanya. Namun tangan usil Aldy membuatnya tidak bisa tidur dengan nyaman.


Aldy turun terlebih dahulu ketika mobil sudah terparkir di halaman utama. Ia mengulurkan tangannya lalu di sabut oleh uluran tangan Jessica. Keduanya memasuki rumah utama dengan bergandengan tangan.


Malam ini rumah utama sangat sepi, karena Ibu dan Kamila menginap di kediaman Can Candra. Membuat Aldy sangat bersyukur, karena ia bisa melakukan ritualnya dengan Jessica tanpa gangguan siapapun.


"Sabar dulu, Sayang! Izinkan aku membersihkan tubuhku terlebih dahulu!" Jessica mendorong dada Aldy lalu menatap Aldy sendu.


"Kumohon, tubuhku terasa lengket sekali," lanjut Jessica.


"Kalau begitu, ayo kita mandi bersama!" Aldy kembali tersenyum licik. Ia benar-benar tidak terima kalau sampai Jessica terus mengulur waktu seperti ini.


"Terserah dirimu saja!" gumam Jessica lalu berjalan mendekati kamar mandi, disusul oleh langkah Aldy di belakangnya.


Acara mandi yang seharusnya tidak memakan waktu lama kini memakan waktu hampir satu jam lebih. Aldy keluar dengan Jessica yang sudah berada dalam gendongannya. Ia membaringkan tubuh Jessica dengan hati-hati di atas kasur. Setelah itu, pembaca pasti sudah tau apa yang terjadi ><

__ADS_1


Di sebuah kamar yang berbeda, Ken menatap Keisha redup. Begitu pula dengan Keisha yang membalas tatapan Ken dengan senyuman yang begitu memabukkan.


"Bisakah kita menundanya, aku sangat lelah. Seluruh tubuhku terasa sudah mati rasa," ucap Keisha sambil memijit lengannya.


"Baiklah, aku juga sangat lelah. Sebaiknya kita tidur saja. Masih banyak waktu esok untuk melakukannya."


Ken berbaring di samping Keisha. Tangannya memeluk tubuh Keisha erat, sampai keduanya benar-benar tidur dan larut pada mimpi indah mereka.


☆☆☆☆☆


Jessica membuka matanya lalu tersenyum samar. Tubuhnya terasa remuk dan hancur berkeping-keping karena ulah Aldy semalam. Jessica menatap wajah pria itu yang masih tertidur dengan senyum yang sangat menenangkan.


Saat tidur dia bisa tersenyum semanis ini! Tapi di saat terbangun, jangankan tersenyum manis. Wajah dingin dan datarnya saja yang selalu nampak dan terpasang setiap saatnya! Hehehe, kecuali di depanku. Dia pasti akan berubah seperti kucing jinak yang menggemaskan. (Jessica)


"Sayang, kenapa kau senyum-senyum seperti itu?" tanya Aldy yang baru bangun dari tidurnya.


"Tidak ada, aku hanya menertawakan wajahmu," jawab Jessica tersenyum.


"Benarkah? Ada apa dengan wajahku?" Aldy memegang wajah Jessica, lalu menatap wanita itu.


"Wajahmu, Sayang! Bukannya wajahku!" ucap Jessica memberitahu.


"Wajahmu ataupun wajahku sama saja! Jika wajahmu baik-baik saja, itu artinya wajahku juga baik-baik saja!" jawab Aldy, entah dari mana ia mendapatkan teori seperti itu.


"Baiklah, kau selalu benar, kau tidak pernah salah!"


Aldy tidak menjawab. Ia malah memeluk Jessica erat, lalu mengelus rambut wanita itu dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih, Jess. Terimakasih untuk semuanya. Aku sangat mencintaimu, aku benar-benar jatuh cinta dan tergila-gila padamu. Tetaplah seperti ini bersamaku, jangan pernah lelah dan menyerah karena semua sikapku. Dan satu lagi, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Aku mencintaimu, Nona Jessica Pranata Yoga!"


Aldy melanggarkan pelukannya lalu mencium kedua pipi Jessica dan beralih pada bibir wanita itu. Sampai terulang kembali ritual semalam yang mereka lakukan.


☆☆☆☆☆


Author minta maaf. Author benar-benar tidak bisa menuliskan secara jelas dan terperinci>< Ini saja author tulis hampir 3 jam dan membutuhkan begitu banyak masukan dari orang yang memang berpengalaman.


Dan, Novel ini sebenarnya sudah tamat pada episode pernikahan Aldy dan Jessica. Tapi author harus lanjutin beberapa bab agar cerita tidak kegantung sampai membuat pembaca kecewa. Terimakasih atas pengertian dan dukungannya💐😘

__ADS_1


__ADS_2