
Enam hari sudah Aldy dan Jessica tinggal di Villa Kamboja. Dan enam hari juga keduanya menyandang status sebagai seorang suami dan istri, baik secara agama ataupun secara negara.
Di hari ke-enam ini, Aldy dan Jessica memutuskan untuk kembali ke kediaman keluarga Pranata. Karena besok, tepatnya satu minggu setelah Aldy dan Jessica menikah. Pernikahan Ken dan Keisha akan dilaksanakan di sebuah gedung yang tidak kalah megah dan mewahnya dengan gedung pernikahan Aldy dan Jessica.
Usai mandi dan sarapan. Aldy dan Jessica langsung masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh para pengawal. Sementara para pelayan sibuk membereskan barang-barang Aldy dan Jessica yang sengaja ditinggalkan di Villa Kamboja.
1 setengah jam perjalanan. Sampailah mereka di kediaman keluarga Pranata yang kembali ramai karena kehadiran Aleta dan juga yang lainnya. Keluarga besar Yoga Candra dan Can Candra kembali berkumpul untuk memeriahkan pernikahan Ken dan Keisha besok.
Kepulangan Aldy dan Jessica disambut hangat oleh semua orang, terutama tiga gadis planet yang sangat menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Kamila, Nathalia dan juga Aleta.
Ketiga gadis itu berhamburan untuk menghampiri Aldy dan Jessica yang baru saja sampai. Mereka saling menatap satu sama lain lalu tersenyum misterius.
"Kak Audy, bagaimana? Apa Kak Audy dan Kak Aldy sudah membuatkan keponakan untuk kami?" tanya Aleta dengan wajah polosnya.
Keponakan? Apa yang mereka pikirkan? Mereka pasti mengira aku dan Aldy sudah melakukannya! (Jessica)
"Bersabarlah, mereka akan dicetak sebentar lagi! Sekarang kalian bertiga, menyingkir dan menjauhlah! Kakak ingin istirahat!" sahut Aldy lalu menarik tangan Jessica dan berjalan menaiki tangga.
Sementara ketiga gadis polos itu tersenyum riang. Mereka sudah tidak sabar menyambut kehadiran anggota baru keluarga Pranata yang bahkan belum ada di dalam perut Jessica.
Sesampai di kamar, Aldy langsung merebahkan tubuhnya. Ia merasa sangat lelah dan mengantuk. Padahal jam masih menunjukkan pukul 10 pagi.
"Sayang, kau ingin tidur sepagi ini?" tanya Jessica.
Jessica duduk di pinggir kasur sambil memperhatikan wajah lelah Aldy.
"Sebentar saja, Sayang. Aku benar-benar mengantuk," jawab Aldy dengan mata yang mulai terpejam.
Jessica naik ke atas kasur, ia mendekati Aldy lalu mengelus kepala pria itu lembut.
"Tidurlah, aku ingin bertemu dengan Ibu dan juga yang lainnya. Bolehkan?"
Aldy mengangguk samar, itu berarti dia masih bisa mendengar ucapan Jessica tadi. Jessica terus mengelus kepala Aldy, sampai suaminya itu benar-benar lelap. Setelah Aldy lelap, barulah Jessica keluar dari kamar mereka.
"Kalian, apa yang kalian lakukan di sini?!" tanya Jessica sambil menatap satu persatu dari ketiga gadis yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Anu, itu, mengintip....eh, bukan...." jawab Aleta gugup. Sementara Kamila dan Nathalia sudah kabur terlebih dahulu.
Aleta melirik kanan dan kiri. Ia mendengkus kesal karena kedua patnernya sudah kabur meninggalkannya.
"Hehehe, maaf," ucap Aleta lalu berlari ke arah tangga, ia segera turun lalu berteriak mencari keberadaan Kamila dan Nathalia.
__ADS_1
Jessica hanya bisa bersabar, bersabar, dan bersabar untuk menghadapi tingkah gadis-gadis itu. Bagi Jessica, tanpa kehadiran mereka, rumah utama yang megah dan mewah bak istana ini tidak berarti apapun.
Jessica menutup pintu kamarnya, lalu berjalan menuruni tangga. Jessica tersenyum manis saat beberapa pelayan menyapanya.
"Audy, kemarillah." Mammy Aleta melambaikan tangannya pada Jessica.
Jessica kembali tersenyum lalu berjalan mendekati Mammy Aleta, Ibu, dan juga beberapa orang lainnya.
"Duduklah, Nak." Ibu tersenyum lalu mempersilahkan Jessica duduk di sampingnya.
Setelah Jessica duduk, terlontarlah begitu banyak pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya. Ada yang menanyakan tentang bulan madu, ada juga yang menanyakan tentang anak pada Jessica.
Astaga, kami menikah baru 6 hari. Tidak mungkin aku hamil secepat itu! Keluarga ini ada-ada saja. Tidak yang muda, tidak yang tua, sama saja! (Jessica)
☆☆☆☆☆☆☆
Usai mengobrol dengan Ibu dan Mammy Aleta, Jessica memutuskan untuk kembali naik ke atas. Ia berniat hendak membangunkan Aldy untuk makan siang bersama.
Jessica membuka pintu kamar dengan perlahan. Lalu masuk dan langsung mencari keberadaan Aldy.
"Masih tidur rupanya!"
Jessica naik ke atas kasur. Ia memperhatikan wajah Aldy yang sangat terlihat lelah. Semalam, Aldy membalas email dan juga menangani beberapa kendala di perusahaan secara online. Membuat ia kurang tidur dan sampai tidur seperti ini.
"Bangunlah, semua orang sudah bersiap untuk makan siang bersama," lanjut Jessica.
Aldy masih tidak menjawab. Ia malah menarik Jessica dan mendekap Jessica erat.
"Biarkan mereka makan terlebih dahulu, kita akan menyusul nanti," jawab Aldy sedikit berbisik.
"Ayolah, Ibu juga ingin bertemu denganmu." Jessica kembali menusuk pipi Aldy gemas.
"Baiklah, 5 menit lagi." Aldy mengelus-elus kepala Jessica lembut.
Dia ingin apa?! Aku meminta bangun, dia malah menyuruhku tidur! (Jessica)
10 menit berlalu. Aldy bukannya bangun malah kembali tidur dengan nyenyak dalam pelukan Jessica. Pria itu membenamkan wajahnya tepat di dekat perut Jessica.
Jessica hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah suaminya ini. Dia ingin marah, tapi suaminya terlalu tampan dan menggemaskan untuk dimarahi olehnya.
Tok....tok....tok...
__ADS_1
Suara ketukan pintu menyadarkan Jessica dari lamunannya. Ia segera menjauhkan wajah Aldy dari perutnya lalu berjalan mendekati pintu kamar.
"Maaf, Nona Muda, Nyonya besar meminta Anda dan Tuan Muda untuk turun dan makan siang bersama," ucap kepala pelayan.
"Baiklah, kami akan turun," jawab Jessica tersenyum.
Kepala pelayan membalas senyum Jessica lalu kembali turun untuk menyelesaikan tugasnya. Jessica masuk ke dalam kamar, ia menatap Aldy yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Masih ngantuk?" tanya Jessica sambil membenarkan rambut Aldy yang acak-acakan.
"Tidak lagi, kau ingin makan bersama di bawah?" jawab Aldy lalu balik bertanya pada Jessica.
Jessica menggangguk. "Ayo kita turun, aku merasa tidak enak pada Ibu dan juga yang lainnya."
Mendengar jawaban Jessica, Aldy langsung bergegas turun dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
☆☆☆☆☆☆
Semua sudah berkumpul di meja makan. Dan semua mata tertuju pada dua makhluk yang duduk berdampingan di depan mereka.
Aldy dan Jessica duduk tepat di tengah-tengah meja makan. Keduanya bahkan tidak menyadari begitu banyak mata yang memperhatikan mereka.
Usai makan siang. Aldy mengajak Jessica menuju halaman belakang rumah utama. Ia mempersilahkan Jessica duduk di kursi taman belakang lalu dirinya duduk di samping Jessica.
"Berapa lama lagi aku harus menunggumu?" tanya Aldy.
Pria itu melirik Jessica sekilas lalu kembali menatap bunga-bunga mawar di depannya.
"Bersabarlah sampai besok," jawab Jessica tersenyum.
"Benarkah?"
"Hmmm."
Di sisi lain. Dua orang pasangan yang sudah saling merindukan mencari celah untuk bertemu dan melepas rindu. Ken dan Keisha dipisahkan. Sama seperti Aldy dan Jessica waktu itu.
Keisha dibawa kembali ke rumah keluarganya. Begitu pula dengan Ken yang sudah kembali ke kediaman keluarga Candra.
Ken mencari-cari seribu alasan agar dirinya bisa bertemu dengan Keisha. Baru tiga hari dipisahkan, keduanya sudah mencerit kesakitan karena tak kuat menahan rindu yang terpendam. Lebay><
Selama tiga hari itu. Ken dan Keisha hanya bisa bertukar kabar lewat telepon dan juga Video Call. Keduanya tidak malu-malu untuk menyatakan rindu yang mereka rasakan.
__ADS_1
"Terimakasih, Kei. Terimakasih karena kau mau bersabar menghadapi semua sikapku selama ini. Terimakasih karena kau mau membuka hatimu dan menerima kehadiranku. Terimakasih karena kau masih bertahan dengan perjodohon gila yang membawaku kepada dirimu. Terimakasih atas semuanya." (Ken)